Rajawali Online

Rajawali Online
Jony



“Kau lupa jika ini masih tengah malam?” Tanya Mahda,


ketika Jae hendak pergi mengajaknya jalan-jalan keluar rumah


“Eh? Eto..”


Ya ampun, aku sungguh frustasi. Bisa-bisanya aku lupa


waktu di dunia nyata juga.


Kemudian, Jae menepuk wajahnya sendiri sebelum


berbalik dan mengajak Mahda ke tempat lain sebagai gantinya jalan-jalan.


“Kalau begitu, hanya ada satu tempat yang membuatku


nyaman jika ini tengah malam. Ayo!”


“Huh? Ke mana?”


“Ke kamar!”


“Hah..?”


Mahda sudah salah paham ketika mendengarnya


“Haha.. Aku bercanda. Ayo ke atap saja sambil melihat


bulan.”


Sesampai Jae di Atap rumah. Dia bertanya-tanya


mengapa Mahda belum juga naik. Tapi, dia terharu dan senang saat kemudian Mahda


menyusulnya ke atas dengan membawa dua cangkir kopi dan cemilan.


“Wah.. Kau pengertian sekali!”


“Jelaslah.. Aku kan seorang wanita.”


Sungguh mengejutkan ketika melihatnya berubah sangat


cepat. Atau, sebenarnya dia biasa melakukan pekerjaan rumah ketika di rumahnya


sendiri?


Bagaimanapun, aku terlalu naïf karena sempat berpikir


jika gadis jalanan seperti dia tidak hidup mandiri. Tapi malah sebaliknya.


“Em.. Mahda. Kupikir, aku akan membeli rumah yang


sedikit luas.”


“Huh? Kenapa? Bukankah rumah ini saja sudah cukup?”


“Tidak.. Aku tidak tega melihatmu tidur sekamar


dengan Ibuku- “


“Dan juga.. Kamarku sangat sempit untuk menampung


capsule. Hehe..”


Mahda merasa konyol dengan perkataan Jae, karena


tadinya dia bilang kalau capsule itu terkutuk.


“Alah.. Siapa tadi yang bilang capsule terkutuk?”


“Ah.. Iya memang benar sih. Itu capsule terkutuk- “


“Tapi, dia juga membantuku mempermudah mendapatkan


uang. Hehe..”


“Kalau begitu, jelaskan lebih detail mengenai Raja..


Apalah itu sama capsulenya!”


Jae mulai menceritakan dan menjelaskan semuanya


tentang Rajawali Online. Meskipun dia tidak banyak tahu seperti Orochi dan


Karina. Tapi setidaknya, dia memiliki sedikit gambaran untuk dikatakan.


….


***


Ke esokan harinya, Di sisi lain. Jack yang sedang


trauma oleh kekalahan telaknya yang begitu memalukan dan merasa seperti anak


ayam yang tidak berguna sedang meratapi betapa memalukannya dirinya di


kamarnya.


‘Ahahaha.. Kau bilang apa tadi? Jangan lari jika


seorang lelaki?- “


‘Kau bahkan lebih rendah dari Banci jika dilihat dari


caramu mengepungku yang sendirian!’


‘Kalau begitu. Seharusnya kalian maju semuanya!! Dan


hajar aku sebelum aku menghajar kalian! Hahaha’


Mengingat kata-kata yang terlontar dari Jae dan


kejadian ketika semua anggotanya dibantai seketika waktu itu, dia makin


bergidik sekaligus geram dan pusing.


Bagaimana bisa. Bagaimana bisa.


Seharusnya aku tidak meragukan apa yang dibicarakan


antara Gompel dan Dory waktu itu.


Aku tidak percaya jika Jae sungguh-sungguh Summoner


dengan keterampilan seorang Assassin.


Gawat gawat gawat.


Bukankah dia terlalu tidak masuk akal dengan


kemampuan seperti itu.


....


Jack makin frustasi dengan semua yang dia pikirkan


dan terus dibanjiri dengan berbagai pikiran. Dia merasa akan menjadi gila hanya


karena satu orang. Dia sempat ingin pensiun dari VR game itu.


“Bzzzt.. Bzzzt..!”


Siapa yang menelefonku? Jangan-jangan..


Ayah!


Mampus aku.


Jack bergetar sebelum menerima telefon dari ayahnya.


Tapi, bagaimanapun dia harus menjawab panggilan ayahnya.


“Iya halo, Papa”


“Lama sekali kau.. Apa yang sedang kau lakukan?”


“Ah, ee.. Aku hanya tiduran di kamar!”


“Dengar baik-baik! Aku akan mengatakan soal akunmu.


Ini mengenai renca..”


“Cukup Papa! Aku mungkin akan berhenti memakai akun


itu.. Atau mungkin juga aku pensiun!” Potong Jack


Ayahnya terkejut dengan Jaka yang tiba-tiba


mengatakan hal seperti itu. Padahal, pertamakali dia mendengar jika Rajawali


Online yang ayahnya menjadi bagian dari pengembang segera dirilis, dia sangat


bersemangat. Hingga kemudian dia bertanya.


“Apa yang membuatmu berkata begitu? Bukankah kau yang


paling bersemangat ketika itu, Jaka?”


“Maaf.. Aku tidak berguna. Aku tidak layak menjadi


pemegang akun itu. Kau bisa mewariskannya kepada orang lain!”


Sedangkan Jony kesal dengan apa yang dikatakan Jaka.


Dia tidak habis pikir jika anaknya sepengecut ini, entah apa yang terjadi.


“Oh.. Bagaimana bisa kau berkata begitu? Kau tahu,


seberapa berharganya akun itu untuk player lain, huh!!” Kata Jony yang kesal


dengan nada keras


“Aku bahkan dikalahkan dengan seseorang. Meskipun


menggunakan itu!”


“Apa??”


….


Tidak lama kemudian pembicaraan Jony dengan Jaka


selesai dengan kekecewaan. Padahal, dia berharap jika anaknya berbakat dalam VR


game hingga suatu saat akan mewakili Indonesia sebagai kandidat yang akan


bersaing dengan Negara lain.(Padahal, ini baru beta. Tapi rencara mereka sudah


sampai ke Internasional.)


Jony merenungkan apa yang terjadi kepada Jaka.


Bagaimanapun, sulit dipercaya bahwa anaknya yang menggunakan special id akan


kalah dengan player lain.


Dan bahkan, jika dia kalah dengan sesama player yang


menggunakan special id. Dia seharusnya tidak sekecewa itu. Kemudian, dia


teringat oleh temannya yang juga anaknya berteman dengan Jaka.


Bzzzt.. Bzzzt..


Jony mencoba menghubungi Garry yang anaknya adalah


satu-satunya teman Jaka yang memiliki special id. Karena selain mereka berdua,


Jony tidak tahu jika di Indonesia ada orang lain yang menggunakan special id.


“Ya.. tidak juga, aku baru saja tiba di Korea


beberapa saat lalu.”


“Ah, sayang sekali. Kau sudah kembali di Korea.”


“Ng? Ada apa Jony? Kau terdengar seperti seorang yang


sedang kalah judi berat.”


Jony mencetakkan lidahnya ketika Garry mengatakan hal


seperti itu.


Yah, Garry memang orang yang waspada. Jadi wajar dia


sedikit mengerti hanya dengan nada bicaraku.’ Pikir Jony, sebelum berkata.


“Begini..”


“Anakmu dikalahkan seseorang, ya?” Potong Garry


Jony mengerutkan kening sekaligus terkejut ketika


Garry memotong. Dia sungguh heran dan bertanya-tanya.


‘Ini orang seperti Dukun. Bagaimana dia bisa tahu?


Ini sungguh konyol’


“Bagaimana kau tahu? Sungguh memalukan!”


“Haha.. Kau juga pasti akan terkejut jika aku


mengatakannya. Atau mungkin, kau akan menertawakanku.”


“Huh? Apa.. Jangan bilang..”


Jony menebak apa yang terjadi pada Garry tidak jauh


berbeda dengan apa yang menimpa dirinya. Hingga dia tertawa saat yakin dengan


kesimpulannya.


“Ahahaha.. Anakmu juga dikalahkan oleh seseorang


juga, ya kan?”


“Cih.. Sudah kutebak jika kau akan tertawa seperti


itu.”


“Tunggu, tunggu. Apakah anakmu masih mau login,


meskipun begitu?”


Garry sedikit tersinggung dengan pertanyaan Jony


mengenai anaknya.


Masih mau login? Tentu saja masih. Apa dia berpikir


jika anakku sepengecut itu hingga tidak mau melanjutkannya lagi?


Atau berarti..


Hehe.. Aku rasa aku tahu sekarang.


Garry terlihat memiringkan mulutnya ketika memiliki


kesimpulan. Ditambah lagi, dengan  sifatnya yang selalu waspada dan berpikir masuk akal.


Namun, sebagai balasan atas Jony yang


menertawakannya. Dia tertawa keras terlebih dahulu sebelum berkata.


“Ahahaha.. Hahaha.. Aku tahu.. Aku tahu sekarang!”


Meskipun para karyawan di kantornya menjadi terganggu


dan berbisik saat mendengar dan melihat tertawanya yang seperti itu.


Kenapa dia?


Ketawanya sungguh menyeramkan.


Ceo kita seperti Iblis.


Gawat, jangan-jangan dibalik ketampanannya, dia


seorang psikopat.


Hiiik..


….


Jony yang merasa terhina dengan tawanya, merasa akan


dipermalukan dengan si cerdik Garry ini. Bagaimanapun, mereka sudah berteman


sejak awal ikut berkontribusi pada project Rajawali Online.


“Kenapa kau tertawa seperti itu? Apa ada hal yang


bagus?”


“Hal bagus? Tentu saja..”


“Apa itu?”


“Anakku setuju untuk ikut berpartisipasi mewakili


Korea.- “


“Yah.. Meskipun pemain di Korea juga jago-jago jika


tanpa special id, sih.”


“Cih.. Sial! Anakku malah sebaliknya. Bukankah anakmu


cukup dekat juga dengan anakku?”


“Setahuku, anakku dan anakmu memang cukup dekat.


Kenapa memangnya?”


“Mungkinkah, anakmu yang mengalahkan anakku hingga


sangat putus asa seperti itu?”


“Hah?? Kurasa tidak mungkin, bukankah tadi sudah


kubilang jika anakku juga dikalahkan seseorang?- ”


“Lagian, tidak mungkin juga jika anakku bertindak


untuk mempermalukan anakmu!”


Jony berpikir memang masuk akal seperti penjelasan


Garry. Tidak mungkin jika antara anak mereka memiliki konflik hingga membuat


Jaka seputus asa itu.


“Kalau begitu, apa kau tidak penasaran dengan player


itu?”


“Tentu saja aku penasaran. Namun, aku memutuskan


untuk tidak ikut campur lagi!”


“Huh? Apa yang membuatmu berhenti?”


“Profesor Lewin, President kita, tidak mengijinkanku


untuk ikut campur dengan urusan para user Rajawali Online!”


“Serius? Kalau begitu, jika diam-diam tidak masalah,


kan?”


“Ya.. Memang benar, sih. Tapi, dia mengancam akan


melakukan tindakan tegas jika aku masih ingin campur tangan pada user tanpa


kesepakatan semua staff. Dan inti semua persetujuan adalah Pak Tua Lewin.”


“Hem.. Aku makin curiga jadinya.”


Jony makin tertarik untuk mencari tahu jika Lewin


berkata seperti itu. Dan mengingat-ingat lagi, siapa orang terdekat Lewin di


Indonesia selain mereka berdua.


Kemudian, Garry berkata ketika Jony hanya diam saat


panggilan ponsel masih terhubung.


“Hoi.. Kenapa kau diam? Jangan berpikir untuk


melakukan hal bodoh!”


“Hah? Tidak, aku hanya makin penasaran saja.”


“Maka dari itu, aku bilang jangan melakukan hal bodoh


dengan menyelidiki user. Karena, siapapun juga tidak akan suka jika diganggu,


kan?- ”


“Dan karena hal itu, Lewin membuat kebijakan agar


game Rajawali Online tetap seimbang untuk semua user.”


Jony sudah mendengar jika tentang kebijakan


keseimbangan game, untuk menarik semua item dari special id dan mengembangkan


berbagai job-job baru yang sangat memungkinkan untuk bersaing dengan special


id.


Kemudian, mereka melanjutkan pembicaraan mereka


hingga Garry menceritakan semua informasi yang dia punya.


Namun, bagi Jony, tetap saja penasaran dan ingin


menyelidiki diam-diam dengan caranya sendiri. Meskipun, Garry sudah


berulangkali memperingatkannya untuk tidak ikut campur dalam urusan user demi


kenyamanan user dan opini public.


Tapi, Jony.


Heh, ini Negara tempat asalku. Sedangkan Lewin,


adalah orang asing dan juga tidak berada di Indonesia. Aku bisa melakukan


semuanya di negaraku semauku.


Jony terlihat keji saat memikirkan itu. Dengan banyak


kenalan dan hubungan yang luas. Dia merasa bisa melakukan apapun di negaranya.