Rajawali Online

Rajawali Online
Bertahan meskipun tidak akan mudah



***


Di sisi lain, Gatotkaca sedang menghadapi Joni untuk menyelamatkan Karina. Namun, perbedaan level yang terlalu besar menjadikan Gatotkaca mustahil untuk menang.


Meskipun lawannya masih belum membuka banyak skill dan juga level skill Joni kebanyakan masih level 1.


“Untung saja control bertarungnya buruk. Kalau tidak, aku pasti sudah sekarat.” Gumam Gatotkaca


Saat ini, dia sudah hampir kehabisan staminanya. Karina yang melihat pertarungan Gatotkaca di sana mulai berpikir untuk bertindak dengan menghadapi 25 anggota guild Dewa ditambah dengan Gompel.


Namun, ketika dia mulai memikirkan cara. Gompel seperti sudah menebak apa yang dia pikirkan.


“Ada apa Nona cantik?” Tanya Gompel sebelum lanjut berkata


“Kau pasti berpikir untuk membantu NPC itu, kan?!”


Karina mengerutkan kening ketika mendengar perkataan Gompel. Kemudian dia memutuskan untuk berbicara.


“Cih.. kenapa kau menyeretku ke dalam situasi ini? Bukankah kalian seharusnya membunuhnya juga?”


“Huh? Maaf saja. Aku bukannya menyeretmu. Tapi, karena tujuan orang itu adalah temanmu. Jadi, apa boleh buat?”


“Lalu, apakah kau yakin temanku akan datang?”


“Ya. Kurasa begitu.”


Kemudian, suara ledakan keras terdengar ketika Joni akan menebaskan tombaknya pada Gatotkaca yang telah kwalahan.


Gawat, aku bahkan sudah sulit untuk menghindar.’ Pikir Gatotkaca.


Syaaat!!


BOOM!!


“Uhk.. Apa yang terjadi?” Tanya Joni


Sedangkan Karina tersenyum ketika menyadari ada lima orang melayang di udara setelah asap akibat ledakan mulai memudar.


Mereka datang.’ Pikir Karina


Kemudian, Karina memanfaatkan momen ini untuk bertindak.


Sakura Dance!


Joni dan para anggota guild Dewa tertegun ketika merasakan energy di dekat mereka mulai muncul. Meskipun terlambat karena Karina cukup cepat, terlebih lagi dia seorang Ninja Assassin.


Slashslashslashslashslashslashslash..- Sruasssschh!!


Tebasan Katana dan bunga-bunga Sakura mencabik-cabik anggota guild Dewa yang menyekapnya. Sedangkan Gompel berhasil menghindar lebih cepat, meskipun mendapat sedikit goresan.


Sial.. Aku sungguh lengah. Tapi, anggota guild yang menerima serangan tiba-tibanya kehilangan 50% Hp.’ Pikir Gompel


Sementara itu, Karina tidak berhenti melakukan serangan. Dia cukup lincah, ditambah pengalaman dan leveling-nya bersama Jae membuatnya bisa menghadapi 25 orang dengan rata-rata level 30-35.


Lebih tepatnya, karena dia juga melakukan serangan mendadak yang mengejutkan mereka. Dan hasilnya, 25 player itu tidak terorganisir.


Aku harus mengurangi jumlah mereka sebisa mungkin dengan skill-ku.


Kemudian, Karina bergerak lebih cepat dengan menggunakan Sakura and the wind dan armor Antakusuma.


Kecepatannya berada di luar dugaan para player yang menyekapnya.


Swiish.. Sruasstsruassstsruasstt!!


“Aaahk..!”


“Sakit!”


“Bagaimana mungkin dia bergerak secepat ini?”


“Dia bahkan seperti tidak menyentuh tanah. Urrgh..!”


….


Gompel terkesan melihat control Karina dengan kecepatan yang seperti itu. Dia dengan reflex membentuk tembakan dengan panahnya. Namun berhenti ketika berpikir.


Mustahil aku mengenainya. Dia begitu cepat.


Sedangkan Joni saat ini sedang berhadapan dengan Lima pendawa yang baru saja datang.


“Kau sudah tidak bisa dimaafkan!” Kata Puntadewa, sebagai ketua di antara kelima Pendawa.


Sementara Nakula membantu Gatotkaca untuk bangkit dan membawanya menjauh dari jarak pertempuran yang akan terjadi.


“Saudara, kau baik-baik saja?” Tanya Nakula


“Ah.. aku gagal menyelamatkan Dewiku. Tapi, sepertinya dia sudah bertindak.” Jawab Gatotkaca, sambil menoleh ke arah Karina berada dan melihat jika Karina saat ini juga mulai bertempur dengan sesama petualang.


“Ng? Kalau begitu, kau tetaplah istirahat dulu untuk memulihkan diri. Serahkan saja keselamatan Dewimu padaku. Tapi, jangan menyesal ya, jika nanti dia jatuh hati padaku.”


Gatotkaca tertegun sebelum berteriak dengan ekspresi menyedihkan.


“Ka-kau sungguh tega, Saudara?!”


“Ahahaha.. Aku hanya bercanda. Tenang saja.” Jawab Nakula, sambil menyandarkan Gatotkaca pada pohon dan menepuk bahunya setelah selesai menyandarkannya.


“Hem.. Awas kalau kau berbohong!” Kata Gatotkaca, mengancam.


“Iya.. iya. Dasar, kau masih saja belum berubah- ” Jawab Nakula sambil tertawa kecil.


“Ya sudah. Aku akan membantu wanita itu dulu!” Kata Nakula, sebelum pergi meninggalkan Gatotkaca.


“Hati-hati, Nakula!” Teriak Gatotkaca saat Nakula pergi.


Sementara itu, Joni mengerutkan kening ketika melihat empat orang di depannya berlevel 80.


“Heh.. NPC ya? Sungguh merepotkan.” Kata Joni, sambil menggerakan Hellberdnya sebagai provokasi. Karena bagaimanapun, pada akhirnya harus bertarung.


“Sepertinya, orang ini terlalu arogan dan percaya diri dengan kekuatannya. Padahal, gerakannya busuk!” Kata Werkudara setelah melihat gerak-gerik Joni, tanpa sadar dia terprovokasi.


Sedangkan Arjuna berpikir hal yang mungkin bisa terjadi, yaitu.


Jika petualang seperti ini dan sekuat ini dibiarkan bertingkah. Kemungkinan pihak musuh akan ikut campur dengan memanfaatkannya.


“Kakak! Kita tidak bisa membiarkannya lebih lama lagi bertingkah.” Perintah Arjuna, dengan ekspresi serius. Membuat Puntadewa melirik Arjuna dan yakin, jika Arjuna memiliki kemungkinan yang lebih penting kalau sampai menunjukan ekspresi seperti itu


“Em.. kalau begitu..” Kata Puntadewa sebelum perkataannya terpotong oleh tebasan Joni yang tiba-tiba.


Syaaat!!


Clank!!


‘Cih.. Hampir saja. Untung Arjuna selalu bertindak lebih dulu.’ Pikir Puntadewa, setelah menghindar mundur dan terselamatkan oleh Arjuna yang menepis tebasan tombak Joni dengan pedang bermata dua dan berwarna keemasan milik Arjuna.


Meskipun berhasil ditepis. Serangan yang hanya menggunakan statusnya saja sudah membuat sedikit retakan pada pedang Arjuna. Tapi, Joni tidak menyadarinya. Hingga kemudian Arjuna berkata kepada empat tiga saudaranya.


“Semuanya!! Dia terlalu kuat. Kita harus menggunakannya, sekarang!” Teriak Arjuna


“Huh? Apa yang kau bicarakan, mahluk tampan?” Tanya Joni dengan nada dan ekspresi meremehkan.


Sedangkan Arjuna dan tiga lainnya serentak mengeluarkan sebuah topeng dan memakainya.


“Kau akan melihat apa maksudku!” Jawab Arjuna, sebelum mengenakan topengnya.


BRAAASSk!!


Ke empat Pendawa menggunakan topeng masing-masing. Sebenarnya itu berguna untuk manaikan level mereka selama 30 menit.


Masing-masing topeng terlihat seperti topeng wayang dengan ciri khas wajah mereka di dalam legenda.


Joni terdorong mundur sedikit dan tertegun setelah ledakan energy mereka berempat menekannya. Dan menyadari status level mereka saat menggunakan topeng.


Cih.. Mereka naik level sampai level 100 hanya karena sebuah topeng? Bukankah itu seperti Cheat?


“Hahahah.. Percumah saja. Level kalian tetap jauh dibawahku!” Kata Joni


“Oh ya? Kalau begitu, coba hadapi kami sekaligus!” Kata Puntadewa. Sambil mengambil greatsword yang ada di punggungnya. Begitu juga yang lain, mereka serentak memegang senjata masing-masing.


“Bersiaplah!” Kata Puntadewa kepada Joni, sambil membentuk kuda-kuda sebelum langsung maju menyerang.


Dash!!


Clank!!


“Cih.. Kalian secara alami memang terampil dalam bertarung. Tapi, itu per..” Kata Joni, yang kemudian terpotong oleh serangan dari yang lain.


Slash!!


“Uuhk..”


Joni berhasil tertebas oleh Arjuna, dan membuat durability Armornya terkikis.


Cih.. si tampan ini sungguh merepotkan.


Namun, Joni dibanjiri serangan dari Werkudara dengan Golok dan Sadewa dengan kujang. Gerakan mereka berdua selaras dan cepat, ditambah senjata mereka yang terlihat kecil memungkinkan gerakan mereka lebih bebas.


Slashslashslashslashslash. Slashslashslash..


[Anda menerima 200 damage]


[Anda menerima 200 damage]


[Anda menerima 200 damage]


[Anda menerima 200 damage]


[Anda menerima 200 damage]


[Anda menerima 200 damage]


[Anda menerima 200 damage]


[Anda menerima 200 damage]


[Anda menerima 200 damage]


[Anda menerima 200 damage]


….


Mereka berdua bergerak berlawanan sehingga membuat Joni bingung dan kerepotan menghadapi mereka berdua.


Konyol. Aku level 300 dan kwalahan menghadapi dua NPC level 100?


Hp 15000, dengan cepat terkikis hingga 13000 membuat Joni frustasi dan mengaktifka skill berserk-nya dan menolak seranga yang datang.


[Rage telah aktif. Semua status anda meningkat drastic]


Para player di sekitar yang masih menonton dari sebelumnya terkesan dengan pertarungan yang diperlihatkan oleh para NPC itu.


-Hebat.. Inikah kekuatan sesungguhnya dari level 100?


-Kecepatannya dan kontrolnya sungguh menakjubkan.


-Bahkan Jack yang level 300 kerepotan dan menggunakan skill mengamuknya lagi.


-Aku jadi lebih bersemangat untuk menaikan level dan control skill-ku.


….


Clank!! Clank!!


Sadewa dan Werkudara terdorong mundur setelah serangan mereka berhasil dihentikan.


Ini tidak masuk akal. Dengan gerakan biasa seperti itu membuat kami berdua terdorong begitu saja.’ Pikir Sadewa


Untungnya, satu orang tidak ingin membiarkan Joni mendominasi pertarungan dan memfokuskan dirinya mengamati setiap gerak-gerik Joni.


Swooosh!!


Arjuna menembakan panah dengan Busur specialnya dan berteriak kepada Puntadewa.


“Sekarang, Kakak!”


“Huh?” Joni sempat tertegun mendengar teriakan Arjuna. Namun terlambat untuk menghindari kecepatan panah yang mengarah ke dadanya.


Tsssk!!


Uhhkuk!!


[Anda menerima 700 damage]


[Pasif skill resist bow telah aktif. Mengurangi damage dari panah sebanyak 100]


Joni terbatuk saat tertusuk oleh panah Arjuna yang tepat pada dadanya. Jika bukan karena armornya berkualitas tinggi. Jantungnya sudah pasti tertusuk dan menerima kerusakan fatal.


Sialan.. Si tampan itu sungguh sangat merepotkan.


Joni kesal dengan Arjuna yang cermat dan selalu memprediksi. Hingga kemudian dia memutuskan untuk menargetkan Arjuna terlebih dahulu dan segera melesat ke arahnya. Namun,


BAANG!!


[Anda menerima 100 damage]


Tebasan pedang besar menyambutnya. Meskipun berhasil ditepis, tapi tetap saja membuat Joni terlempar jauh dan menerima damage.


“Haaargh!! Sial..!”


Joni begitu kesal karena setiap serangan yang datang menghalangi pergerakannya. Dia seperti bola yang di tendang ke sana ke mari oleh empat orang NPC. Itu membuatnya malu dan frustasi karena dengan levelnya yang tinggi terlihat seperti mainan. Ditambah, para player lain juga menyaksikannya.


Sial sial sial!


Dia bahkan akan menaikan levelnya lagi. Namun, Galaxy sudah memberinya batasan level.


[Level sudah jauh melewati batas]


[Anda tidak diijinkan menaikan level lebih tinggi saat ini]


[Peningkatan secara instan sebelumnya sudah dipastikan mempengaruhi sel syaraf otak anda]


[Itu adalah resiko penggunaan cheat yang berlebihan]


“Harrgh.. itu lebih baik dari pada dipermalukan, Galaxy bodoh!”


Selanjutnya, Joni hanya bisa berhenti berharap untuk menaikan levelnya lagi. Tapi sebagai gantinya, dia mulai bertarung dengan semua skill-skillnya.


“Haaaargh..!”


Swooosh.. syaatsyatsyatsyatsyat.. Bang klankklank Bang bang..!


….


Lima belas menit kemudian, dia akhirnya berhasil mengimbangi mereka berempat. Dan membuka skill-skill pada Job-nya. Sedangkan, yang sudah terbuka sebelumnya mengalami level up.


Sementara itu, para Pendawa tidak bisa memperpanjang durasi efek topeng. Dan memerlukan cooldown 2 jam setelah efek habis.


‘Masih tersisa sekitar 10 menit. Kita berempat harus bisa setidaknya melumpuhkannya. Jika tidak, mungkin kita berlima akan berakhir terbunuh.’ Pikir Arjuna Sebelum berkata kepada saudara-saudaranya.


“Kita tidak punya waktu lebih lama lagi. Kita harus mengalahkannya sebelum efek topeng kita habis!”


Meski begitu, mereka merasa semakin lama semakin kesulitan menghadapi Joni yang level skillnya naik. Dan kontrolnya mulai semakin membaik.


Mereka berdua tanpa sadar melatih Joni bertarung. Sedangkan Hp Joni saat ini masih 10000 sebelum pulih 25% setelah membeli health potion dan meminumnya.


“Cih, dia memulihkan sedikit vitalitasnya denga ramuan entah dari mana itu!” Kata Puntadewa. Mereka tidak tahu jika Joni membeli dari toko system.


“Kalau begini, kita hanya perlu bertahan sampai orang itu kembali!” Kata Arjuna, meskipun dia sadar tidak akan mudah.