
[ Skill
Brutality Strike lv 1 ] Bonus critical damage 10%
[ Ketika
menggunakan akan mengurangi Sp dan Mp sebanyak 20% dengan batas waktu
penggunaan 5 menit ]
[ Mendapat
100 exp ]
[ Player
level up ]
[ Mendapat
Skill poin 5 ]
“ Wow,
membunuh satu Orc langsung naik level ? “
Setiap naik
lavel, sensasi tubuhku yang kurasakan terasa menjadi lebih kuat dan lebih
ringan ketika bergerak. Selanjutnya aku menggunakan skill poin untuk Dex, Int
dan Str.
Namun,
setelah aku mengatur skillku, aku merasakan tanah sedikit bergetar. Dan
ternyata diakibatkan oleh kawanan Orc yang mendekat ke arahku.
“ Grrrrt ! “
“ ROAARR ! “
Mereka
saling berdatangan ke arahku dan mengaum. Aku terlambat menyadari kedatangan
mereka , hingga kini aku sudah terlihat oleh mereka. Yang mana saat ini berada
di dekat mayat Orc yang tergeletak tak bernyawa.
Membuat
mereka langsung berlarian ke arahku untuk membunuhku.
Tentu saja
aku langsung kabur sebelum terkepung oleh mereka. Bagaimanapun. satu Orc saja
sudah menguras banyak setaminaku.
Sementara
Orochi yang menjaga melihat status onlineku lewat layarnya.
“ Eh, Dia
naik level ? Sekarang level 16 ? “ Gumam Orochi
“ Bocah
Gigih ! “
Aku terus berlari dan berloncatan menuju puncak,
meskipun level lari cepat sudah 5/6 tetap saja berat ketika mendaki seperti
ini.
[ Fast
running Level up ] 6/6
‘ Tanpa
diduga, mendaki gunung dengan berlari seperti ini menaikan levelku? ‘
Namun,
meskipun level up, ini hanya berefek
sedikit.
Beberapa saat
kemudian, sebelum sampai puncak. Kabut menyelimuti sekitar area, yang berarti
sedikit lagi aku sampai di puncak.
“ Bom ! “
“ Uhk ! “
Aku diserang
secara tiba-tiba oleh seseorang yang belum aku lihat seperti apa sosoknya
ketika baru tiba di sekitar kabut ini, aku bertanya-tanya.
‘ Sialan,
apa penghuni sekitar sini menyadari kedatanganku ? ‘
‘
Mungkinkah, karena auman para Orc tadi ? ‘
[ Setamina
terlalu rendah ]
“ Ah, sialan
! Di saat seperti ini ? “
“ Stealh –
Ninja Step – Fasr Running ! “
Aku menggunakan
mereka semua bersamaan untuk berlari dan bersembunyi, setelah berhasil
bersembunyi aku mengambil setamina potion dan Hp potion.
[ Level Anda
terlalu rendah untuk berada di kawasan ini ]
[ Tukar koin
untuk poin level ?]
“ Cih,
system mencoba merayuku menggunakan koin ? Jangan harap ! “
Ketika dalam
situasi seperti ini, aku teringat pada saat masa-masaku dulu ketika kepergok
mencuri, di mana sebenarnya itu disebabkan oleh temanku yang ketahuan.
Pada
akhirnya, mereka mamakaiku sebagai umpan agar bisa melarikan diri dari kejaran
masyarakat. Ketika itu, aku gemetar ketakutan, itu adalah pertamakalinya aku di
khianati dan di jadikan umpan layaknya cacing yang di lempar ke kolam ikan.
“ Cih,
kenapa aku teringat masa kelamku dulu ? “
“ Ini
sungguh menyebalkan ! “
Saat
teringat hal itu, perasaan panikku terganti dengan kebencian, aku merasa ingin
menghancurkan semua penghalang yang terlihat di depanku.
Sementara,
persembunyianku tidak berguna terhadap mereka, dan mahluk ini terus-terusan
menembakku dengan bola sihir api.
“ Bom “
“ Bam “
“ Blar “
Mereka
menembakiku secara membabi-buta. Sedangkan kali ini keadaan terbalik, mereka
bisa menemukan keberadaanku, namun aku tidak mengetahui letak keberadaan
mereka.
“ Aku harus
keluar dari kabut ini secepat mungkin ! “
Sungguh
ironis, aku yang biasa menyembunyikan hawa keberadaan setiap menghadapi musuh,
dan sekarang aku berada pada posisi tidak mengetahui keberadaan musuh, bahkan
mereka menyerang membabi-buta dan aku tidak menemukan keberadaan mereka.
Aku
berpikir, ‘ Kejadian ini memberiku pelajaran, jika aku masih menjadi seorang
pencuri Noob. ‘
Hingga
kebencianku terasa tak terbendung lagi akibat ingatan masalalu dan malu atas
reputasiku sebagai pencuri yang seharusnya ahli dalam bersembunyi, namun tidak
berguna menghadapi mahluk-mahluk ini.
Aku
memutuskan menghadapi mereka secara terang-terangan. Sebelum aku keluar untuk
menghadapi mereka, aku mengikat belatiku dengan tali yang kuambil dari kotak
item systemku.
“ Keluar
kalian ! “ Teriakku kepada mereka
Untungnya,
mereka menampakan diri akibat provokasiku. Meskipun saat ini aku tidak berpikir
jernih akibat kebencianku yang muncul dalam waktu yang tidak tepat.
“ Heh,
ternyata kalian menampakan diri ? Kalian cukup bodoh atau percaya diri
sebenarnya ? “
Mereka
semuanya ternyata berjumlah empat? Dan mereka semua melayang di udara, wujud
mereka adalah tengkorak yang mengenakan pakaian seperti penyihir dangan tudung
dan memegang tongkat.
‘ Jelas
sekali mereka monster tipe mage ! ‘
Pantas saja
aku tidak menyadari keberadaan mereka saat tadi. Kemungkinan mereka menggunakan
mana untuk menyembunyikan hawa keberadaannya.
Selanjutnya,
mereka kembali menyerangku dan menghilang ketika aku melemparkan belatiku ke
arah mereka.
“ Sial !
Mereka sungguh merepotkan ! “
Sementara
aku terus-terusan di serang dari jarak jauh oleh empat musuh ini. Menghindar
saja susah, bagaimana aku menyerang. Hal ini membuatku semakin kesal.
Aku entah
mengapa berharap bisa menggunakan manaku. Namun, jobku saat ini belum
memungkinkan untuk menggunakan mana.
Pada akhirnya
aku menyerah menghadapi mereka, dan tidak ingin perjalananku sia-sia sampai di
Meskipun
mereka tidak membiarkanku pergi begitu saja. Mereka bahkan bisa mengejarku
dengan mudah karena mereka terbang.
“ Sialan !!
“ Teriakku
Aku merasa
seperti mainan saat ini ketika menghadapi mereka. Aku sungguh jengkel
dibuatnya. Mereka bahkan tertawa sambil berputar mengelilingiku.
‘ Sial !
Sial ! sial ! Sial ! ‘ Aku protes dalam benakku
Namun,
system tidak terduga muncul lewat jendela layarku tiba-tiba, seakan-akan dia
mengerti apa yang aku keluhkan sebagai sepesial akun.
[ Sepesial
Akun macam apa yang tidak bisa menghadapi mereka di sesi Beta ]
“ Eh ?
Bangsat ! Bahkan system menghinaku ? “
[ Aku tidak
menghinamu ! Aku akan membantumu, Pencuri Bodoh ! ]
“
Jelas-jelas kau menghinaku sialan ! “
Seketika
itu, system mengaktifkan Job keduaku.
[ Job ke dua
telah diaktifkan ]
[
Necromancer Lv 1 ]
[ Anda bisa
menggunakan mana ]
[ Anda akan
otomatis memahami cara menggunakan Job Necromancer ]
Tidak
seperti Job Thief yang banyak memiliki kemiripan dengan kepribadianku,
Necromancer jauh dari akal sehatku.
Ketika aku
mengganti Jobku dengan Necromancer, sensasi baru telah aku rasakan. Aku
memahami bagaimana menggunakan sihir sekarang tanpa susah payah mendapatkan
skill.
Berbeda dari
player lain yang memilih job kelas mage dari awal log in. mereka tetap harus
melatihnya untuk memahami caranya.
‘ Ini sih
hampir di bilang curang juga ! ‘
Ketika aku
memikirkan itu, system muncul lagi
[ Ini
pertamakalinya aku membantumu dan mungkin terakhirkalinya juga, karena kau
sangat bodoh sebagai player dan tidak pernah membaca ! ]
“ Ah Berisik
! “
[ Jangan
sampai mati ]
**
Di sisi
lain, Lewin melepaskan Nerve Gear setelah membantu Jae sebentar. Dia terlihat
tersenyum setelah melakukan hal itu, meskipun Jae tidak tahu jika system yang
muncul membantunya sebenarnya adalah Lewin.
“ Bocah itu
memang pemberani, menjelajahi tempat berbahaya hanya dengan level segitu ! “
“ Kalau
begitu aku akan mendukungmu sebagai bantuan terakhir yang akan berguna hingga
game ini usai nantinya ! “
Selanjutnya,
Lewin mengatur agar setiap tempat yang Jae jelajahi dan berhasil dia taklukan
akan memberikan hadiah padanya seperti jika dia mendapat quest, meskipun tanpa
mengambil misi atau Quest. Namun, tetap saja hadiah yang diterima tergantung
hasil pencapaian terbaik player.
Setelah
mengatur semua yang Lewin perlukan, Lewin keluar dari ruangannya dan tidak lupa
mengunci ruangan dengan kartu idnya dan pupil matanya.
Jadi, hanya
Lewin yang bisa memasuki ruangannya.
*
Kembali
kepada Jae yang saat ini menghadapi ke empat penyihir tengkorak.
“ Kalian
seharusnya takut sekarang ! “
Aku sekarang
bergantian menggunakan magic untuk menyerang mereka dari jarak. Meskipun hanya
skill dasar sebagai Necromancer yang aku gunakan saat ini.
“ Flow !
Flow ! Flow ! Flow ! “
Mereka
tentunya bisa menghindari semua yang aku lakukan. Bagaimanapun mereka terbang
dan leluasa menghindar. Namun, ketika mereka menghindar, aku sudah bersiap dengan
belatiku. Begitu mereka berhenti setelah menghindari seranganku dan sebelum
melakukan serangan balik, terlebih mereka memiliki jeda setiap casting, aku
sudah menunggu moment itu.
“ Flash !
Flash ! “
“ Dussst
! Dussst ! “
[ Head Shot
]
[ 50 exp x2
]
‘ exp yang
di dapat tidak sebanyak membunuh Orc ? ‘
Aku tidak
terlalu memikirkannya, yang penting, Cara ini berguna juga, aku akan berlatih
mengkombinasi kedua job ini setelah selesai dari sini. Namun, aku terlalu cepat
untuk senang saat ini hingga melupakan dua musuh yang tersisa.
“ BOM ! “
“ Aargh ! “
Aku terkena
serangannya hingga 30% HPku terkuras. Aku langsung menghindari serangan
selanjutnya yang di lancarkan oleh mage satunya.
Selanjutnya
aku melakukan serangan balik yang lemah. Bagaimanapun, manaku terbatas, namun,
sebenarnya itu hanya jebakan untuk menggiring gerakan musuh agar sesuai dengan yang
aku inginkan. Dan menunggu moment yang tepat untuk melakukan Head Shot dengan
deggerku.
Aku
menembaki mereka dengan tembakan sihir terus menerus sambil memprediksi gerakan
di mana musuh akan bergerak menghindar.
‘ Terus ! ‘
‘ kanan kiri
kiri kanan atas bawah kanan bawah atas kanan kanan kanan kanan ! ‘
‘ …. ‘
Semakin
tenang, semakin aku melihat arah gerakan mereka. aku memprediksi gerakan dan
mengatur gerakan mereka dengan seranganku agar menjadi moment yang tepat. Tidak
lama setelahnya, mereka bergerak berlawanan hingga aku melihat mereka akan
menjadi sejajar dengan posisi mereka berbaris depan belakang.
Secepat
mungkin aku melempar belatiku ke kepala mereka agar moment yang aku pikirkan
tidak sia-sia.
“ Flows ! “
Untungnya
usahaku tidak sia-sia, tepat ketika mereka bergerak hingga posisi mereka
berbaris sejajar, Belatiku menembus kepala mereka berdua sekaligus.
“ Dussst
Dussst ! “
[ Double
kill Head Shot ]
[ 50 exp x2
]
[
Necromancer Level up ]
[
Necromancer Level up ]
[….]
[….]
….