Never Say Never

Never Say Never
Ilmu marketing



Edisi curhat Anggita dan Sosa sepanjang mereka bersama, Anggita memilih menjadi pendengar yang baik, karena pada dasarnya Sosa hanya butuh teman bercerita bukan butuh saran. Tapi Anggita berjanji akan membantu mengingatkan Naka, bagaimanapun istri butuh perhatian dan walaupun jauh Naka sebagai suami tetap bertanggung jawab dengan keadaan istrinya, enak saja cukup tahu kabar dari Papa Anto.


Ingin sekali Anggita menjitak sepupunya itu, dari dulu memang paling acuh dibanding kembarannya yang lain, tapi Anggita tahu Naka sangat mencintai Sosa. Terbukti sudah dua teman pria Sosa yang kena bogem Naka karena mendekati Sosa saat mereka belum menikah dulu. Tapi kan bukan perhatian seperti itu yang Sosa butuhkan. Naka mau enaknya saja, eh Anggita jadi ikut campur masalah rumah tangga Abang sepupunya yang kini adik iparnya.


"Sayang, masih lama di Mal nya?" tanya Romi via telepon ketika jam kantor sudah berakhir dan ia belum mendapat laporan dari istrinya jika mereka akan pulang.


Sebentar lagi." jawab Anggita.


"Mau aku jemput? aku sudah mau keluar kantor." kata Romi pada istrinya.


"Ya sudah kamu jemput ya, biar Sosa bisa langsung pulang." kata Anggita.


"Jemput dirumah Mama saja, Bang." teriak Sosa pada Abangnya.


"Aih, anak ini. Ya sudah aku tunggu dirumah Mama ya." kata Romi pada istrinya, lumayan bisa kangen-kangennya sama Mamanya nanti. Mama juga pasti kesepian seperti Sosa, pikir Romi.


Ia melajukan kendaraannya ke rumah Mama, tempatnya dibesarkan. Sampai dirumah, apalah daya, rumahnya kosong hanya ada asisten rumah tangga saja


"Pada kemana, Bi?" tanya Romi saat tidak memdapati Mamanya dirumah.


"Non Sosa pergi dari siang, Ibu malah dari pagi." jawab Bibi tersenyum. Romi terkekeh, yang ditinggal suami balapan malah mencari kesenangan sendiri-sendiri. Romi segera menghubungi Mamanya, ingin tahu juga Mama ada dimana.


"Mama dimana?" tanya Romi saat sambungan teleponnya berhasil diangkat Mama.


"Mau apa?" tanya Mama dengan suara judesnya, untung saja anak-anak Mama tidak ada yang judes seperti Mama. Romi terkekeh.


"Kangen, Romi lagi dirumah." jawab Romi pada Mama.


"Ah paling mau jemput Anggita yang lagi sama Sosa, mereka lagi pergi bersama kan." tebak Mama, bukannya senang anaknya bilang kangen.


"Iya sekalian jemput, eh Mama tidak dirumah." jawab Romi bersungut.


"Mama lagi dirumah Bunda Kiki, ada Mami Monik juga disini. Kalau kangen kesini saja." kata Mamanya, Rupanya Mama lagi dirumah orang tuanya Raymond.


"Memang Mama masih lama disana?" tanya Romi.


"Iya, Mama minta Sosa jemput disini." kata Mama.


"Oh ya sudah, Romi kesana." jawab Romi.


"Rom, Bunda masak sop kimlo kesukaan kamu nih." teriak Monik terdengar dari seberang.


"Asik, bilangin Bunda Romi numpang makan." kata Romi membuat Mama dan sahabatnya terbahak.


Romi tiba dirumah Bunda yang hanya lima menit jaraknya dari rumah Mama. Tampak Mama sedang asik ngobrol dengan Bunda dan Mami, tidak terlihat Ame dan Mami Regina, hanya mereka bertiga.


"Tumben tidak komplit." kata Romi setelah menyalami Mama dan sahabatnya.


"Iya hanya kami bertiga, yang lain sibuk." jawab Mama pada putranya.


"Makan Rom, langsung saja. Ayah masih dikantor mungkin pulang malam." kata Kiki mempersilahkan Romi makan.


"Makan sendiri?" tanya Romi sok manja.


"Ish sudah menikah malah tambah manja." kata Mamanya melempar bantalan kursi ditangannya kearah Romi.


"Punya Mama tidak romantis, anak selalu disiksa." kata Romi bersungut. Semuanya tertawa, sudah tahu kelakuan Intan sahabat mereka.


"Itu kelebihan Mamamu, Rom." kata Mami Monik pada Romi keponakan Alex suaminya.


"Iya." jawab Romi terkekeh.


"Romi makan ya." katanya pada Mama, Bunda dan Mami.


"Iya." jawab mereka berbarengan dan kembali sibuk ngobrol seru, entah apa yang dibahas, Romi tidak ikut-ikutan. Sambil makan Romi iseng mengirimi foto selfienya yang lagi makan dirumah Raymond, di group chat sahabatnya.


Anak Bunda ganti gue ya.


tulisnya dibawah foto.


Enak saja.


protes Raymond.


Hahaha Bunda masak sop kimlo kesukaan gue sih.


Romi panas-panasi Raymond.


Hahaha Rese, jagain Ayah dan Bunda gue ya.


kata Raymond lagi.


Mereka yang jagain gue.


jawab Romi.


Bilang Bunda gue juga mau dimasakin, besok gue numpang makan dirumah Bunda.


Arkana tidak mau kalah, masakan Bunda Kiki memang kesukaan mereka semua.


Ish kalian ini, jangan bikin Bunda lelah.


Raymond kembali protes.


Bilang saja iri.


sahut Chico.


Kangen masakan Bunda


Naka ikut menjawab.


Naka!!! jawab digroup bisa, jawab Chat istri tidak bisa.


Sosa ikut muncul.


Perang dimulai.


Sarah juga ikut panas-panasi Naka dan Sosa.


Iya sayang aku telepon kamu tidak angkat.


Japri, jangan disini!!!


Romi kesal ada drama rumah tangga di group chat mereka.


Rasain lu, Naka. Ipar lu marah tuh hahahaha.


Roma menimpali.


Ampun kakak Ipar.


Jawab Naka.


"Bunda, Arkana bilang mau makan masakan Bunda besok." kata Romi menyampaikan setelah ia selesai makan.


"Loh, Atan tahu kamu lagi makan disini?' tanya Kiki tersenyum.


"Iya, Romi tulis di group." Romi memperlihatkan group chatnya pada Kiki.


"Hahaha besok Bunda masakin, bilang Atan, awas kalau tidak datang." kata Kiki pada Romi sambil tertawa.


"Iya Romi sudah bilang." jawab Romi sambil mengetik pesannya.


"Bunda mau masak apa besok?" tanya Romi terkekeh.


"Kamu mau makan disini lagi?" tanya Mamanya mendelik.


"Hahaha kan temani Atan makan." jawab Romi terbahak.


"Betul ya Rom, Bunda masak banyak nih." kata Kiki semangat.


"Ah tidak usah, kamu nanti capek." kata Intan pada sahabatnya.


"Capek apa? yang kepasar bukan aku, didapur juga ada Tina dan Tini yang bantu." kata Kiki.


"Tuh, Ma." Romi minta persetujuan Mama.


"Ya sudah kalau begitu besok gue kesini lagi, gue bawa lauk juga deh." kata Intan semangat.


"Ih Mama, ini acara anak muda." kata Romi menggoda Mamanya.


"Dibawakan lauk bukannya senang." protes Mama menepuk bahu Romi.


"Coba pastikan, siapa saja besok yang mau makan disini." kata Kiki pada Romi.


Gue besok makan di Bunda lagi, Bunda tanya selain gue sama Atan, siapa lagi yang mau gabung, Bunda mau masak banyak. Mama gue juga mau bawakan lauk. Romi


Gue sama Risa.


Chico


Gue sama Sarah jam lima sudah dirumah Bunda, tanya Bunda mau dibawakan apa.


Arkana.


Rese ya, pada kumpul dirumah Bunda gue, bikin iri.


Raymond


Memang lu berapa lama di Malang?


Chico


Lusa pagi sudah di Jakarta, Nanti kalau Om Kenan sehat, baru deh kita fixed pindah ke Malang.


Raymond.


Om Kenan dimana?


Romi.


Ada di rumah, mungkin sedang dikamar.


Raymond.


Oh Oke, Gue kira Om Kenan di Malang juga.


Romi.


"Bunda, ada Om Kenan ya?" tanya Romi pada Bunda Kiki.


"Ada di kamar, mau lihat?" tanya Kiki.


"Kalau tidak ganggu, Romi belum besuk Om Kenan." kata Romi.


Kiki menghubungi Kenan via telepon memberi tahu jika Romi ingin membesuk Kenan. Tidak lama Kiki mempersilahkan Romi masuk ke kamar yang Kenan tempati.


"Rom." Kenan tersenyum melihat Romi yang muncul dari balik pintu.


"Romi baru saja numpang makan, Om Kenan ternyata ada disini, kalau tahu tadi kita makan sama-sama." kata Romi menghampiri Kenan yang sedang duduk dikasurnya.


"Om sudah makan kok, bagaimana pengantin baru?" tanya Kenan terkekeh.


"Ya begitu deh, Romi lagi cari rumah supaya tidak tinggal dirumah mertua terus." Romi terkekeh.


"Iya lebih enak tinggal sendiri." kata Kenan ikut tertawa. Mereka asik ngobrol, karena Romi cukup dekat dengan Om Kenan adik Ayah Eja, orangnya asik, jadi Raymond dan sahabatnya senang bergaul dengan Om Kenan. Kenan membagikan tips marketing yang dimilikinya saat Romi minta pendapatnya.


"Om cepat sembuh ya, besok Romi kesini lagi, Om mau dibawakan apa?" tanya Romi ketika membaca pesan dari Anggita yang menyampaikan kalau ia sudah di rumah Kiki dari tadi.


"Dalam rangka apa kesini?" tanya Kenan tersenyum.


"Anak-anak pada minta makan masakan Bunda." Kenan terkekeh mendengarnya


"Kumpul jam berapa?" tanya Kenan.


"Jam lima sore." jawab Romi.


"Oke Om tunggu ya, tidak usah bawa apa-apa. Doakan saja sehat, kembali normal." jawab Kenan tertawa kecil.


"Aamiin, in syaa Allah pasti sembuh Om. Sampai besok ya." kata Romi, pamit pada Kenan. Senang juga ngobrol sebentar dengan Om Kenan, Romi jadi dapat ilmu marketing dari Om Kenan tadi.