
"Opa mau makan apa?" tanya Steve pada Opa Santoso saat mereka makan malam dihotel.
"Nanti Opa ambil sendiri." kata Opa tidak mau dilayani.
"Kalian silahkan saja dengan dunia kalian, jangan ganggu Opa." kata Opa Santoso membuat Steve dan Ayu terkekeh.
"Kalau tidak mau diganggu, Opa harusnya tidak ikut kesini." kata Steve lagi.
"Siapa yang ikut sih, Opa berangkat sendiri, malah lebih dulu sampai, berarti kalian yang mengikuti kami." Steve terbahak dan kembali memeluk Opa, banyak sekali akalnya, pantas saja kaya.
"Oma ada yang mau diambilkan makanannya?" tanya Ayu.
"Ambilkan saja Oma Salad." jawab Oma.
"Oma Mega juga ambilkan sekalian." katanya lagi.
"Iya Oma." Ayu segera bergegas menuju tempat salad mengambilkan untuk duo Oma. Tidak lama Ayu kembali dengan dua mangkok salad di tangannya.
"Ada lagi, Oma?" tanya Ayu.
"Minumnya mana." kata Oma manja. Steve terkekeh, tetap saja harus dilayani, pikir Steve. Anggita segera mengambilkan dua gelas minuman untuk duo Oma.
"Untuk Opa mana?" Opa ikut-ikutan, padahal tadi katanya jangan mengganggu Opa, yang ada sekarang Opa minta dilayani.
"Opa mau makan apa?" tanya Anggita, ia kasihan lihat Ayu dari tadi mondar-mandir.
"Sop ya." jawab Opa Santoso.
"Opa ambilkan sop juga, Anggie." Opa Roland tidak mau kalah.
"Minumnya mau apa?" tanya Romi, Dari pada istrinya nanti mondar-mandir lebih baik Romi bantu dari sekarang.
"Air putih saja." jawab Keduanya. Romi segera mengambilkan minum sesuai keinginan duo Opa.
"Sudah? apalagi nih?" tanya Romi cengengesan.
"Ya sudah kalian bersenang-senanglah." kata Opa Roland.
"Benar tidak ada lagi?" Romi memastikan.
"Benar, takut sekali sih baru melayani sebentar saja." ketus Opa membuat Romi terbahak.
"Soalnya Opa dan Oma suka ajaib." jawab Romi disela tawanya. Mereka kembali berkumpul dengan sikembar dan istrinya yang sudah menikmati makanan lebih dulu.
"Itu makanan kalian sudah kita siapkan." kata Sosa yang tidak ikut sibuk melayani Opa dan Omanya.
"Terima kasih adek sayang." kata Romi mengacak anak rambut Sosa.
"Gue bukan bocah lagi deh Rom." dengus Sosa kesal.
"Oke Sosia." jawab Romi terkekeh, kemudian mulai menikmati makanannya. Baru juga tiga kali suap Opa Roland melambaikan tangannya kearah para cucu.
"Kenapa lagi tuh, Opa. Biar aku saja." kata Naka menghampiri meja Opa.
"Opa mau apa?" katanya saat sudah mendekat pada Opa.
"Romi makan apa, suruh bawa kesini, sepertinya enak." kata Opa pada Naka.
"Oh Naka ambilkan ya." Naka baru saja hendak bergegas menuju menu manakan Romi.
"Naka, Opa mau yang dipiring Romi, suruh bawa kesini Opa minta sedikit, cepatlah nanti keburu habis." kata Opa membuat Naka berjalan cepat kearah Romi.
"Opa minta suapin makanan dipiring lu tuh." katanya terkekeh pada Romi.
"Ish pasti tidak mau yang baru ya?" tanya Romi, Naka menganggukkan kepalanya terbahak.
Romi pun berdiri membawa piring berisi makanannya yang belum habis.
"Mau disuapi, bilang dong jadi Romi tidak mondar-mandir begini." kata Romi mendengus pada Opa.
"Hanya minta sedikit." jawab Opa Roland mengambil sendok dipiring.
"Romi suapi saja, nanti Opa habiskan." Romi menggoda Opanya.
"Lihat ini, cucu dari kecil minta apa saja dibelikan, giliran kita minta makanan dipiringnya sedikit takut minta dihabiskan." adunya pada istri dan sahabatnya.
"Romi suapi biar mesra." Romi memaksa ingin menyuapi Opa. Ia mengambil bangku kosong dan ditariknya didekat Opa agar bisa duduk dan menyuapi Opa tersayang.
"Punya Opa mau disayang malah begini." keluh Romi meletakkan piring makanannya di meja Opa agar Opa bisa makan sendiri.
"Habiskan saja, Romi ambil yang lain." kata Romi berdiri dari kursinya.
"Opa hanya minta sedikit, kebanyakan ini." kata Opa Roland.
"Habiskan saja berdua Oma." Romi mengembalikan posisi kursi ketempat semula Dan mengambil menu lain yang akan disantapnya. Setelah membawa makanan dipiring, Romi menghampiri Oma dan Opanya.
"Ini mau tidak?" tanya Romi menawarkan.
"Tidak." Oma dan Opa menggelengkan kepalanya.
"Benar tidak mau?" tanya Romi memastikan.
"Bawel sekali, dibilang tidak mau masih saja bertanya."
"Dari pada nanti Romi baru makan berapa suap dipanggil lagi." jawab Romi terkekeh
"Sudah, tidak akan mengganggu kamu lagi." Opa berjanji.
"Betul ya."
"Iya, duh Bawel seperti Intan ya. Kamu anaknya?" kata Opa terkekeh.
"Intan yang mana? yang istrinya Anto itu?" balas Romi membuat kedua Opa dan Oma terbahak.
Romi kembali kemejanya, mulai menikmati makanan yang ada, secara tadi lagi enak makan diganggu Opa, semoga kali ini tidak ada gangguan lagi, pikir Romi.
"Nanti kalau Opa panggil lagi, biar aku yang maju." kata Anggita kasihan pada suaminya, ia sudah selesai makan.
"Iya tidak masalah, biarkan saja asal Opa dan Oma senang." jawab Romi tidak terganggu. Romi menikmati makanannya sampai habis, Opa dan Oma tidak mengganggu mereka lagi, malah mereka lebih asik ngobrol tanpa menoleh ke meja Romi dan sahabatnya.
"Steve!!!" teriak Opa Santoso sambil melambaikan tangannya, untung saja Steve sudah selesai makan. Steve segera berdiri menghampiri Opa Santoso.
"Ya Opa." kata Steve mendekati Opa.
"Kamu tidur di kamar berapa?" tanya Opa. Steve menyebutkan nomor kamarnya. Opa menganggukkan kepalanya.
"Opa di kamar berapa?" tanya Steve, Opa menyebut nomor kamarnya.
"Beda lantai ya Opa." kata Steve lagi. Opa menganggukkan kepalanya Dan mengambil handphone disakunya, menghubungi pemilik hotel minta kamarnya dipindahkan kelantai yang sama dengan cucunya.
"Kenapa mau dekat-dekat terus sih." Steve menggoda Opa.
"Supaya kalau Opa pegal, kamu bisa pijit Opa sebelum tidur." jawab Opa Santoso menyeringai jahil.
"Opa, Steve kan mau bikin anak." bisik Steve pada Opa, membuat Opa terbahak.
"Tidak bisa diganggu memangnya?" tanya Opa terkekeh.
"Opa pikir saja sendiri, lagi enak-enak Opa telepon minta dipijiti, yang benar saja." cerocos Steve membuat Opa kembali terbahak.
"Ya sudah kalau alasannya begitu, pijiti saja Opa sebelum kamu melakukannya." jawab Opa, membuat Steve menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tidak mau? sudah tidak sayang sama Opa?" ancam Opa Santoso.
"Iya-iya, jangan minta pindah kamar ya, nanti aku sekamar Opa, Ayu sekamar Oma lagi." Steve mengajukan persyaratan.
"Sementara Opa dipijit, Oma di kamar Ayu lah." kata Oma terkikik geli.
"Jangan ketiduran loh ya." kata Steve lagi.
"Kalau ketiduran bangunkan saja kalau kamu tega." kata Oma seenaknya.
"Tidak akan aku bangunkan, tapi aku gendong ke kamar Oma." jawab Steve terkekeh. Tidak bisa kesal sama Opa dan Omanya.
"Steve, bilang Romi juga, supaya memijiti Opa setelah makan malam ini." pesan Opa Roland ketika Steve hendak kembali Ke mejanya.
"Iya Opa." jawab Steve terkekeh, fixed malam ini duo Opa mengerjai mereka. Niat sekali merecoki acara cucu-cucuya, sebenarnya tidak merecoki hanya saja senang melihat wajah tidak berdaya cucunya karena tidak bisa menolak keinginan Opa dan Omanya.
"Kenapa?" tanya Romi saat Steve sudah duduk dimejanya.
"Habis ini kita pijiti kedua Opa kita dikamarnya, Oma-Oma sementara tidur bersama istri kita." lapor Steve pada Romi, sontak semua terbahak mendengar niat Romi untuk goal malam ini tertunda.