Never Say Never

Never Say Never
Forever young



Setelah dari Singapore menuju Phuket Thailand, Romi, Anggita dan sahabatnya menuju Phi Phi Island yang disana di sebut Kho Phi Phi dengan menggunakan boat.


Mereka bersorak senang saat tiba di hotel, tidak ada hotel yang benar-benar mewah disana, tapi mereka memilih hotel yang paling mewah diantara yang ada, tibalah mereka di cabana hotel.



hotel yang memiliki kolam renang dengan pemandangan langsung ke pantai sungguh luar biasa. Di tempat ini memang cocok untuk bulan madu.


"Sayang sekali Ray tidak ikut ya." kata Arkana menyesal.


"Yah namanya juga musibah, mana tenang juga kalau memaksakan ikut." kata Chico pada kakak tertuanya. Arkana dan yang lainnya mengangguk setuju.


"Berenang di pool apa mau ke laut?" tanya Romi saat mereka sudah mendapatkan kunci kamar, ia ingin segera berendam di air.


"Pool dulu lah, besok pagi baru kita ke pantai." kata Steve semangat, yang lain sepakat. Mengingat sore ini sore tanggung, kalau ke pantai hanya sebentar.


"Kalian bawa celana pendek untuk ke pantai besok? kulihat hanya pegawai yang memakai celana panjang dari tadi." tanya Steve pada para istri sahabatnya.


"Aku bawa sedengkul." jawab Risa.


"Aku celana 7/8 lebih pendek sedikit dari pegawai hotel." jawab Sarah.


"Aku bawa sih." kata Sosa.


"Steve aku tidak bawa loh." Ayu mulai panik.


"Pakai punyaku saja, aku bawa lebih." Sosa menawarkan pada Ayu.


"Tidak apa, Sosa pakai yang ada saja." jawab Steve, tidak ingin Ayu memakai celana pendek Sosa, sudah bisa Steve bayangkan sependek apa koleksi Sosa. Sosa mencibir saat Steve menolaknya. Ayu jadi tertawa dibuatnya, Steve sedikit posesif soal penampilan, Ayu tidak diijinkan tampil seksi didepan orang lain.


"Celana pendek kamu saja besok kupakai ya Steve." kata Ayu pada suaminya.


"Iya sayang." jawab Steve merangkul Ayu, mereka menuju kamar saat ini.


"Setengah jam ya, jangan pakai lama." pesan Romi pada yang lain. Steve terkekeh, sepertinya Romi sudah membaca apa yang ada diotak Steve.


"Iya-Iya." jawab Steve dan juga si kembar, karena kamar mereka berdekatan satu sama lain, tentunya agar tidak susah untuk berkoordinasi nantinya.


Setibanya dikamar Ayu langsung membongkar kopernya, ia ingin segera berganti pakaian dan segera berenang sambil berpelukan dengan suaminya, itu yang Ayu hayalkan sedari tadi, berphoto dikolam renang, berpelukan dengan pemandangan khas phi phi koh.


"Kenapa senyum-senyum?" tanya Steve melihat ekspresi Ayu yang memandang Steve penuh arti.


"Sayang nanti photo dikolam berpelukan ya, back ground nya pulau Phi Phi." kata Ayu mandang Steve penuh harap.


"Pelukan saja sekarang." Steve langsung memeluk istrinya yang sibuk menyiapkan baju berenang.


"Ah jangan mancing-mancing, Steve. Kita cuma dikasih waktu setengah jam oleh Romi." kata Ayu pada suaminya, khawatir Steve keterusan.


"Hahaha oke." Steve pun langsung memakai celana berenangnya kemudian dilapisi celana pantai, ia sudah tidak malu tampil tanpa sehelai benang pun dihadapan istrinya.


Begitu selesai mereka langsung keluar kamar, semua bergerak tidak sampai setengah jam. Mereka berkumpul di Pool, tampak diujung sana ada beberapa pasangan yang sedang berenang dikolam, ada yang hanya berendam sambil bercanda, seru sekali, rombongan pasangan tua, Steve hanya memandang sekilas kemudian sibuk kembali dengan rombonganya pasangan muda yang mengambil sisi lain kolam yang kosong, agar tidak terganggu dengan yang lain.


Acara foto-foto pun dimulai, Chico yang selalu membawa kamera sibuk menjadi photographer. Semua ikut berpose meniru gaya yang Ayu inginkan, biarlah dibilang tidak kreatif yang penting terlihat bagus hasilnya.


"Peluk." kata Romi pada Anggita. Tanpa malu-malu Anggita langsung bergantung dileher Romi, menciumi suaminya, Chico langsung saja mengabadikan aktifitas sepupunya.


"Ish Anggita sudah tidak malu didepan umum ya." tegur Arkana


"Ini bukan Indonesia, Atan." Anggita terkekeh.


"Kalian juga boleh kok begitu." kata Romi mempersilahkan.


"Timur sebelah mana, itu Sosa dibiarkan pakai bikini." Steve ikut tertawa.


"Aih, istri tidak mendukung suami kalau begitu caranya." Naka terbahak, lupa jika istrinya selalu berpenampilan seksi dimanapun berada, tidak sesuai dengan perkataan Naka barusan.


"Ini bukan di Indonesia toh." balas Sosa, lagi-lagi semua tertawa.


"Ya ampun gue salah lihat tidak ya?" Romi mengucek matanya.


"Kenapa Bang?" tanya Sosa pada Abangnya.


"Itu Opa sama Oma, bukan?" tunjuk Romi pada sepasang suami istri yang penampakannya seperti Opa dan Oma mereka.


"Fixed iya." jawab Naka terbahak.


"Heh sama Opa dan Oma gue juga?" Steve ikutan mengucek matanya. Langsung saja yang lain terbahak sementara Opa dan Oma melengos seperti orang tidak kenal.


"Pasti kerjaan Vita, ini." Romi terkekeh menggelengkan kepalanya.


"Ayo kesana sayang, nanti dibilang cucu durhaka." kata Anggita pada suaminya.


"Opa, Oma!!!" Sosa berteriak melambaikan tangannya. Yang dipanggil acuh saja tidak merasa.


"Coba kamu yang panggil, Ka." pinta Sosa pada Naka.


"Kita datangi saja kesana." ajak Naka pada Sosa, bagaimanapun tidak sopan berteriak begitu pada Opa dan Oma, walaupun mereka tidak mempermasalahkan.


"Kita datangi dari air Sia." ajak Romi pada Sosa.


"Kamu mau kasih terapi kejut?" tanya Sosa khawatir.


"Tidak, kita kasih terapi peluk saja." jawab Romi terbahak.


"Hahaha Opa dan Oma gue juga mesti dikasih terapi peluk deh, pasti mereka sengaja thousand honeymoon kesini, padahal banyak negara lain." kata Steve menyeringai jahil


"Tadi waktu gue panggil mereka dengar, Kan?" tanya Sosa.


"Dengarlah, Oma Mega tadi melihat kesini terus langsung buang muka, opa juga begitu." jawab Naka terbahak. Chico mulai dengan fokusnya memphoto Opa dan Oma yang seperti anak remaja bermain air dikolam renang sambil bercanda. Mungkin kalau otot masih kuat, para Opa pasti akan melompat indah kemudian nyebur ke kolam.


"Berarti kalau kita menyelam dari sini ketahuan?" tanya Sosa.


"Kita ambil jalur kiri kemudian beralih ke arah mereka." Romi menyusun strategi, yang lain menyimak sambil tertawa. Tentu saja mereka akan ikut berenang menyerang Oma dan Opa dengan pelukan.


Sesuai skenario Romi, mereka berenang ke arah Kiri, kemudian putar balik ke arah Oma dan Opa. Untungnya semua pada jago berenang, jadi mulai sekali mengikuti strategy yang sudah Romi susun. Semakin lama mereka semakin mendekati Opa dan Oma, keempatnya tidak menyadari bahwa mereka sedang diberi kejutan oleh sang cucu.


"Pada kemana tuh mereka, kok sudah pada bubar?" tanya Opa Santoso pada semua.


"Iya sudah habis kontrak mungkin." tebak Oma Santoso.


"Nanti juga muncul." jawab Oma Mega santai. Akhirnya mereka berempat kembali sibuk bicara dan bercanda.


"Iya kami disini." Romi dan yang lain seperti lumba-lumba yang tiba-tiba muncul diatas permukaan air, langsung saja memeluk Oma dan Opa yang sengaja sekali ingin mengerjai mereka. Heboh sekali sampai semuanya tertawa.


"Memang tidak ada negara lain ya sampai mengikuti cucu honeymoon disini." protes Steve pada Opa dan Omanya.


"Loh kita sih sudah sering ke negara lain, kesini malah belum pernah. Lagi pula siapa yang mengikuti, sudah jelas Opa dan Oma berangkat duluan." Opa Santoso berkelit.


"Iya-iya, Opa atur sajalah. Bilang dong kalau mau liburan dengan kita anak muda, biar ikutan muda tuh." kata Steve terkekeh.


"Sorry kita sih forever young." jawab Oma Mega tengil, para cucu tertawa dan kembali memeluk Opa dan Omanya.