
Ethan memperlihatkan foto-foto yang Arlan upload di sosial media miliknya. Foto dirinya kencan bersama istrinya.
"Lihat mereka sudah go public. Kita kapan?" ucap Ethan yang sepertinya memang tidak pernah mau kalah dari Arlan.
Clara perhatikan raut wajah Chila dan Arlan di foto tersebut. Pancaran kebahagiaan memang terlihat pada keduanya. Kolom komentar yang ada dipostingan yang Arlan upload pun sudah banjir komentar.
Ada yang menanyakan status hubungan, ada pula yang terang-terangan mengatakan patah hati dan ada pula yang mendukung.
Arlan bukanlah selebgram, dia hanya anak artis dan juga kakak seorang model. Tapi followers di sosial media miliknya sudah mencapai angka ratusan ribu. Jumlah yang fantastis untuk orang seperti Arlan yang sangat jarang bermain sosial media. Mungkin setahun sekali baru terlihat batang hidungnya.
Berbeda dengan Ethan. Ethan gemar sekali bermain sosial media. Followersnya bahkan jutaan. Dia sering memposting random apapun yang dia suka. Beda lagi dengan Clara yang bahkan tidak pernah memposting apapun disosial media miliknya. Kosong sama sekali tidak ada yang dia upload.
Clara dan Ethan memang memiliki sifat dan hobby yang bertolak belakang. Persamaan mereka hanya satu yaitu memiliki ego dan gengsi yang sama-sama tinggi.
Ethan memeluk istrinya.
"Bulan depan kita harus mengadakan pesta pernikahan yang meriah. Aku tidak ingin ada Benny Benny lain yang mengharapkan menjadi pendamping hidupmu." ucap Ethan tak terbantahkan.
"Iya sayang" Clara gemas sekali karena suaminya terlihat lucu saat menggerutu seperti ini.
"Apa? Coba ulangi lagi" Bukannya dia tidak mendengar hanya saja Ethan terlampau senang karena Clara mau memanggilnya sayang tanpa diminta terlebih dahulu.
Bukannya menurut Clara malah mencuri kecup di bibir suaminya.
"Jangan menggodaku sayang..." Ethan merasakan panas disekujur tubuhnya mendapatkan perlakuan tak terduga dari Clara.
Clara hanya terkekeh saja.
"Ayo tidur, besok kamu sudah boleh pulang. Sebelum pulang apa kamu mau melihat rumah kita? Sudah 80 persen jadi. Aku meminta pengerjaannya dipercepat".
"Aku bosan dirumah sakit. Akhirnya besok bisa pulang juga" keluh Clara. Walau pendarahannya tidak banyak tapi Ethan terlalu berlebihan. Clara tidak boleh melakukan apapun. Tapi memang wajah Clara terlihat pucat tak heran bila Ethan begitu cemas. Wajah putihnya memang terlihat tidak teraliri darah. Tapi sekarang wajah Clara sudah lebih merona dari sebelumnya.
...
"Bagaimana? Kamu suka?" tanya Ethan saat sudah sampai di depan rumah baru mereka yang masih tahap pembangunan.
Ethan hanya mengajak istrinya melihat sampai di halaman saja. Ethan tidak mau membahayakan keselamatan istrinya bila masuk ke dalam.
Rumah mewah dengan tiga lantai yang memiliki kolam renang indoor serta outdoor dan halaman yang begitu luas. Terdapat juga taman bunga di sisi kiri rumah lengkap dengan tempat minum tehnya. Ethan sangat tau apa kesukaan istrinya. Clara akan senang melihat pemandangan dan bunga-bunga indah sambil minum teh. Sesuatu yang tentu sangat membosankan bagi seorang Ethan tapi semenjak jatuh cinta pada istrinya apapun itu walau dia tidak suka akan berusaha dia lakukan untuk menyenangkan hati Clara.
"Aku senang sekali, terima kasih sayang" ucap Clara sambil memeluk suaminya dengan mesra.
Ethan pun membalas pelukan itu dan menghadiahi ciuman di puncak kepala istrinya.
Bersambung...