
Selesai makan Ethan yang kebagian mencuci piring sedangkan Clara merapikan meja makan.
“Kamu tidak mau pakai asisten rumah tangga seperti Chila?” tanya Ethan sambil menggosok-gosok piringnya.
Entah kenapa bila mendengar nama Chila seketika membuat mood Clara berubah jelek. Bukan dia membenci adiknya, hanya saja dia kesal bila Ethan selalu membanding-bandingkan dirinya dengan Chila.
“Terserah kamu saja” ucap Clara lalu pergi begitu saja menuju kamar.
“Salah lagi, salah lagi” dengus Ethan sebal.
Selesai mencuci piring, Ethan memutuskan untuk menonton TV saja. Saat itu juga terdengar bunyi bel apartemennya. Dengan malas Ethan bangkit dari duduknya, dia mengintip kira-kira siapa tamu di jam genting seperti ini. Ethan membolakan matanya. Ternyata tamu itu adalah kedua orang tuanya.
Ethan lalu dengan segera membukakan pintu tersebut.
“Mama sama Papa kenapa kesini ?” tanya Ethan sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya secara bergantian.
“Memangnya Mama tidak boleh menengok anak dan mantu mama sendiri?” protes Vania kesal mendengar pertanyaan putranya.
“Boleh dong Mamaku sayang” Ucap Ethan sambil merangkul bahu Mamanya. Membiarkan Brin mengekori dibelakang.
“Mana Clara?” tanya Vania saat mereka sudah berada di ruang TV.
“Di kamar. Sebentar aku panggil dulu” jawab Ethan dan bergegas masuk ke dalam kamarnya.
“Mereka seperti bukan pengantin baru, biasanya kalau pengantin baru pasti berdua-duaan” dumel Vania pada suaminya.
“Ethan belum merasakan enak ma. Tunggu saja kalau dia sudah tau rasa enak itu bagaimana. Dia pasti ketagihan” ucap Brin sambil terkekeh.
Sedangkan di dalam kamar, Ethan langsung mencari keberadaan istrinya yang ternyata sedang berdiri di balkon.
“Clara, ada Mama dan Papa di luar” ucap Ethan sambil menarik istrinya masuk ke dalam kamar. Udara di luar cukup dingin sehingga lengan Clara terasa dingin.
“Tidak, mereka hanya mampir. Ingat panggil aku sayang” titah Ethan tak terbantahkan.
Clara pun menganggukkan kepalanya. Dengan merangkul mesra pinggang istrinya, Ethan dan Clara pun keluar dari kamar mereka. Clara langsung saja mencium punggung tangan mertuanya. Dia dan Ethan juga bergabung duduk di ruang TV.
“Mama sama Papa mau minum apa?” tanya Clara.
“Tidak usah. Mama sudah bawa banyak makanan dan minuman” jawab Vania sambil menunjuk paper bag yang dibawa Brin.
Clara pun menganggukkan kepalanya.
“Kalian kenapa duduknya jauh-jauhan gitu? Coba lihat Mama dan Papa” ucap Vania sambil bergelayut manja di lengan suaminya.
Clara hanya tersenyum canggung. Berbeda dengan Ethan yang dengan sengaja meminta istrinya untuk semakin mendekat. Dia pun merangkul mesra pundak istrinya.
“Tidak usah malu-malu sayang” ucap Ethan dengan semakin mengeratkan pelukannya.
Brin dan Vania saling berpandangan. Ternyata memang benar mereka harus terjun dulu agar anak dan menantunya mau bermesra-mesraan.
“Pa, cepat putar filmnya” ucap Vania memerintahkan Brin untuk memutar film yang dia bawa.
“Film apa Ma?” tanya Ethan penasaran. Saat ini kepala Clara sudah dia rebahkan di dada bidangnya.
“Mystery of Pyramid House” jawab Vania bangga.
“Film horor?” ucap Ethan tak percaya. Ethan sekarang paham pasti orang tuanya sengaja memutar film itu. Brin dan Vania lupa kalau Clara bukanlah wanita penakut, dia tidak akan memeluk Ethan bila ada adegan seram. Clara itu bukan Chila. Kalau Chila mungkin akan berhasil.
“Mama Mama…” gumam Ethan dalam hati.
Bersambung...