
Clara duduk di kursi panjang yang ada di balkon kamarnya. Dia menaikkan kedua kakinya dan memeluk lututnya sendiri.
Lagi-lagi Clara menangis. Sepertinya tanpa sadar dia sudah begitu mencintai Ethan hingga rasanya begitu sakit dia rasakan ketika Ethan cemburu pada adiknya sendiri.
“Kamu dimana sekarang? Apa aku sama sekali tidak berarti buatmu? Apakah kebersamaan kita yang sudah bertaun-taun tidak ada artinya buatmu? Apakah begitu besar cintamu pada Chila padahal kalian tidak pernah dekat sama sekali?”.
“Ternyata walau kita sering bersama tidak menjamin hatimu akan berpaling padaku. Aku tidak mempunyai tempat sedikitpun di hatimu”.
Sedangkan di tempat lain, Ethan seperti biasa menenangkan diri di tepi pantai. Dia begitu terkejut melihat Arlan berciuman dengan Chila.
Ethan jadi mengingat pertemuannya dengan Chila waktu ini.
Ethan dan Chila duduk di salah satu restoran yang letaknya tidak jauh dari taman kota.
“Apa aku bisa minta tolong kepada kakak? Tolong sayangi kakakku. Selama ini aku sudah menjadi orang yang tidak penurut hingga aku harus mengalami hal buruk. Andai saja aku mendengarkan kakakku hal itu pasti tidak akan terjadi” jelas Chila dengan matanya menerawang jauh.
“Ada apa yang sebenarnya terjadi padamu?” tanya Ethan semakin penasaran.
“Belum waktunya aku memberitahukannya pada kakak. Tapi yang jelas aku saat ini terjebak cinta yang rumit. Aku mencintai seorang pria yang saat ini hatinya masih mencintai orang lain. Rasanya tidak bisa diungkapkan tapi aku tetap harus bertahan dan tidak bisa menyerah. Sama seperti yang Kak Clara rasakan saat ini, dia mencintai kakak tapi kakak dengan lantang mengatakan menyukaiku pada papa. Tapi sebenarnya aku tidak percaya kakak menyukaiku” jawab Chila panjang lebar.
Ethan menggelengkan kepalanya.
“Clara tidak mencintaiku Chila. Malah aku yang sudah beberapa kali memintanya untuk menerima perjodohan kami” elak Ethan.
“Aku sangat yakin kak. Kak Clara menyukai kakak.”
Ethan menghela nafas berat. Suara deburan ombak yang memecah karang semakin terdengar dan udara sudah semakin terasa dingin. Ethan masih merenung.
“Apa ini alasan Arlan tidak memperjuangkan cintanya pada Clara? Karena dia menjaga perasaan Chila?”.
“Tapi yang paling membuatku kecewa kenapa Arlan tidak mengatakan dari awal kalau dia dekat dengan Chila? Kenapa belakangan ini dia tidak pernah jujur padaku? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Arlan berubah?”.
Hem.
Terdengar deheman dari arah belakang. Setelah berkeliling kesana kemari akhirnya Arlan menemukan dimana posisis Ethan saat ini.
Ethan yang melihat kedatangan Arlan hanya diam. Dia sama sekali tidak ingin berbicara dengan Arlan saat ini.
“Apa kamu kecewa karena aku mencium wanita yang kamu cintai?” tanya Arlan saat dia sudah duduk disebelah Ethan.
Jujur sebenarnya Ethan pun bingung dia kecewa karena apa. Tapi yang jelas saat ini Ethan sangat kecewa pada Arlan. Arlan seperti bukan temannya lagi. Selalu saja ada sesuatu yang tak terduga yang Arlan sembunyikan. Tentang perjodohan dan pernikahan bahkan Arlan yang lebih dulu tau.
Dan kini?.
Arlan malah berciuman dengan Chila. Tidak bolehkah Ethan terkejut akan hal itu? Semuanya seperti tidak bisa diterima oleh akal sehatnya.
“Aku mempunyai satu rahasia besar dan aku yakin kamu akan semakin marah padaku. Tapi rasanya sudah cukup aku menyimpan semua ini. Aku lelah” aku Arlan.
Arlan menghela nafas berkali-kali seolah rahasia yang akan dia ceritakan adalah hal yang sangat berat dan tidak termaafkan.
Bersambung...