
Sama seperti suara ombak yang begitu kencang menerpa karang begitulah debaran jantung Ethan saat ini. Mendengar kalau Chila dan Arlan sudah menikah bahkan memiliki anak membuat dirinya syok.
Sebenarnya bukan tentang Arlan yang merebut Chila darinya yang membuat Ethan kecewa. Tapi kenyataan bahwa hanya dirinya yang tidak tau membuat Ethan sangat marah luar biasa.
"Maafkan aku karena sudah merebut wanita yang kamu cintai" ucap Arlan yang tidak bisa menutupi rasa bersalahnya.
Ethan tersenyum muak.
"Kamu hanya meminta maaf karena itu?" tanya Ethan kecewa. Jujur dia sangat kecewa. Hal seperti ini Arlan dan keluarganya tutupi dari dirinya.
"Hanya aku yang tidak tau? Kenapa? Hanya karena aku menyukai Chila?" Ethan kembali tersenyum muak.
"Aku merasa bersalah padamu. Harusnya kamu mempunyai kesempatan untuk mendekati Chila. Tapi karena kesalahanku yang tidak bisa menahan diri semua ini harus terjadi. Aku minta maaf Ethan" ucap Arlan menyesal.
"Sama sepertimu yang mencintai Chila tapi kamu harus menikah dengan Clara. Begitulah yang aku rasakan." lanjutnya.
Ethan kembali tersenyum muak.
"Kamu jahat sekali. Kamu mempunyai istri dan anak tapi kamu masih perhatian pada istri orang. Lucu sekali !" ucap Ethan marah.
"Ya kamu benar, maka aku juga memohon padamu jangan melakukan hal yang sama pada Clara." mohon Arlan.
"Iya kamu benar. Tapi aku mohon jangan salahkan Clara! Kamu boleh tidak mencintainya tapi jangan sakiti dia" Arlan kembali memohon.
"Ar..berhenti memikirkan perasaan Clara. Pikirkan istrimu!" pekik Ethan kesal.
"Aku sudah berusaha Ethan !!!! Tapi tidak mudah. Aku sedang berjuang untuk itu ! Tolong mengerti".
"Dasar keterlaluan kamu ! Bisa-bisanya kamu menatap kagum pada istriku padahal kamu sudah mempunyai istri!" balas Ethan.
"Itu karena aku merasa bersalah padanya. Aku yang memohon-mohon padanya untuk merahasiakan ini darimu hingga dia selalu salah dimata mu." Arlan menjelaskan.
"Mulai dari Clara yang meminta Chila untuk langsung pulang ketika selesai makan siang. Tapi kamu berpikiran kalau Clara keterlauan pada adiknya. Padahal Clara melakukan itu karena Chila harus menjaga anak kami. Friska memerlukan Ibunya. Tapi Chila yang masih kekanak-kanakan sering lupa dengan perannya sebagai Ibu. Dia masih ingin jalan-jalan dan meninggalkan anak di rumah. Itulah kenapa Clara selalu meminta Chila untuk pulang ke rumah. Clara ingin Chila bersabar dulu hingga Friska sedikit lebih besar" jelas Arlan.
Ethan merasa tertampar. Dia ingat bagaimana waktu ini dia membentak Clara karena meminta Chila untuk pulang.
"Juga saat Chila memakan makanan pedas dan Clara melarang itu. Kamu juga lagi-lagi memarahinya. Padahal Clara melakukan itu karena Chila sedang menyusui dan anak ku biasanya akan diare bila Chila memakan makanan pedas" jelas Arlan pula.
"Aku merasa bersalah padanya Ethan! Dia selalu saja terlihat buruk dimatamu! Tapi dia diam dan tidak bisa mengungkapkan fakta yang sebenarnya ! Aku minta maaf. Harusnya dari awal aku menceritakan ini semua. Tapi aku tidak sanggup. Apa lagi kamu mengatakan kalau kamu masih menyukai Chila. Aku tidak mau mengecewakanmu. Aku menunggu sampai kamu bisa jatuh cinta pada Clara dan melupakan Chila. Tapi ternyata kamu susah move on dari Chila." Arlan berbicara panjang lebar.
Bersambung...