My Enemy, My Love

My Enemy, My Love
Club Malam



Flash back beberapa tahun lalu.


Chila dan Arlan sudah siap untuk menghadiri pesta ulang tahun Agnes di salah satu Club Malam yang cukup populer.


Sampai disana, Agnes sudah menyambut kedatangan Chila.


"Lho kok sama Arlan? Kalian pacaran?" tanya Agnes terkejut.


"Bukan kak, tapi kalau tidak sama Kak Arlan aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah" aku Chila sejujurnya.


Agnes pun menganggukkan kepalanya.


Dia lalu menuntun Chila untuk bertemu dengan teman-temannya.


Suasana pesta yang baru pertama kali Chila rasakan membuat dia gelap mata. Dulu Clara selalu melarangnya ini dan itu tapi sekarang dia bisa juga merasakan bagaimana itu pesta yang sesungguhnya semenjak Clara melanjutkan study di luar negeri.


Arlan dengan setia menemani Chila kemanapun dia pergi, entah berjoged, duduk duduk dan mengobrol dan berfoto-foto.


Saat itu juga Agnes mengenalkan Chila dengan beberapa teman pria nya. Chila yang baru saja putus dari kekasihnya mau-mau saja dikenalkan dengan pria-pria tersebut.


Dari gelagatnya saja Arlan sudah bisa menebak kalau pria-pria itu berniat tidak baik. Tapi sepertinya melihat Arlan disisi Chila membuat pria-pria tersebut tidak berani macam-macam dengannya.


Saat itu juga ada panggilan masuk dari Gavin. Karena disana cukup bising Arlan pun hendak mencari tempat yang lebih sepi.


"Kamu disini saja jangan kemana-mana" titah Arlan pada Chila. Chila pun menganggukkan kepalanya.


Mendapat kesempatan emas, salah satu pria mendapatkan ide untuk bisa menjadikan Chila miliknya. Sebenarnya pria itu dan Agnes memang sudah merencanakan ini sejak lama. Mereka yang tau kalau keluarga Chila dan Clara adalah salah satu pengusaha kaya yang ada di kota mereka hingga mereka ingin kecipratan sedikit kekayaannya. Karena Clara termasuk orang yang susah didekati maka mereka beralih menggunakan Chila sebagai umpan.


Pria tersebut yang bernama Marlon sengaja memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Chila. Senyum seringai sudah terukir di wajahnya karena Chila sangat mudah dikelabui. Chila sudah meminum minuman yang berisi obat perangsang tersebut.


Beruntung bagi Marlon karena Arlan belum kembali dari luar. Melihat obat yang sudah mulai bereaksi, Marlon memapah Chila menuju salah satu ruangan yang memang sudah dia persiapkan bersama Agnes.


Saat urusannya sudah selesai, Arlan menghampiri Chila tapi dia tidak ada lagi disana. Arlan berusaha mencari Chila dikeramaian itu tapi begitu sulit menemukannya.


Saat sedang mencari keberadaan Chila, Dia mendengar Agnes sedang berbicara dengan seseorang tentang bagaimana Marlon berhasil mengajak Chila ke dalam kamar.


Arlan terkejut sekali. Dia langsung menghampiri Agnes dan mencekik lehernya.


"Kalau kamu tidak mau menunjukkannya padaku maka aku akan melaporkanmu pada polisi" ancam Arlan.


Mendengar kata polisi membuat Agnes ketakutam


Agnes dengan terpaksa mengantar Arlan ke ruangan dimana Chila berada.


Sedikit saja terlambat Chila sudah hampir terenggut kehormatannya.


Arlan menghajar Marlon habis-habisan. Dia sangat marah dengan kelakuan biadab pria tersebut.


Petugas keamanan melerai Arlan yang sudah tidak bisa mengontrol dirinya itu. Marlon sudah babak belur dan Agnes terlihat begitu ketakutan.


Arlan segera menghampiri Chila yang saat ini sudah polos tanpa sehelai benangpun. Tak ingin Chila menjadi tontonan publik Arlan segera menutup tubuh Chila dengan bedcover.


Arlan kemudian meminta pengacaranya untuk mengurus semuanya. Dia akan memproses ke jalur hukum atas apa yang sudah Agnes dan Marlon perbuat.


Chila terlihat semakin liar dan gelisah. Efek obat yang dia minum begitu hebat.


Arlan lalu mengajak Chil keluar dari tempat itu. Bed cover pun masih dia bawa. Arlan bawa Chila ke dalam mobil dan akan mengantar Chila ke rumah sakit untuk menghentikan efek obat perangsang tersebut.


Tapi belum menjalankan mobil, Chila sudah berhasil melepaskan belitan bed cover yang membungkus dirinya. Dengan liar Chila mendekat ke arah Arlan dan merayu pria tersebut. Dia mencium bibir Arlan dengan menggelora. Kewarasan Arlan menjadi hilang akibat serangan menggelora dari Chila hingga adegan suami istri itu pun tidak bisa dihindarkan.


Arlan yang merasa bersalah karena merusak kesucian Chila kemudian terpaksa menikahinya. Pernikahan itu pun dirahasiakan dari semua orang. Bahkan keluarga besar Arlan pun tidak ada yang tau. Pernikahan itu hanya diketahui oleh Gavin, kedua orang tua Arlan dan kedua orang tua Ethan.


Arlan sangat kacau. Dia meminta kepada semua orang agar tidak memberitahu Ethan. Dia tidak berani jujur pada Ethan karena Arlan tau sendiri kalau Ethan menaruh hati pada Chila.


"Maafkan aku Ethan...Aku mengkhinatimu" ucap Arlan dalam hati.


Itu juga alasan kenapa Clara pulang mendadak saat masih kuliah dulu yaitu untuk menghadiri pernikahan Chila dan Arlan.


Dan setelah pernikahan itu ternyata walau baru satu kali berhubungan, di dalam rahim Chila langsung tumbuh benih cinta dirinya dengan Arlan.


Saat ini Chila dan Arlan sudah dikaruniai seorang putri yang begitu cantik.


Flash back off