
“Ethan, Papa belum pulang juga. Kita ke apartemen saja dulu ambil baju-baju yang lain” ajak Clara. Saat ini dia dan Ethan sedang berada di taman membantu Vania merawat bunganya. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore dan tentu Clara harus memikirkan tentang baju gantinya.
“Aku telfon Papa dulu kalau begitu” putus Ethan kemudian. Ethan pun langsung menghubungi sang Papa
“Bentar lagi Papa pulang kok” ucap Ethan setelah berhasil menghubungi Brin. Ethan memutuskan menunggu Papanya saja karena lumayan jauh juga kalau harus ke apartemen lagi.
Clara pun menganggukkan kepalanya.
Hingga jam 7 malam Brin belum juga kembali.
“Papa belum pulang juga ya Ma?” tanya Clara pada Vania. Jujur dia sangat gerah dan ingin mandi.
“Belum sayang, kenapa?” tanya Vania.
“Itu ma, pakaianku masih di mobil” jawab Clara.
“Ooo.. kamu mau mandi?” tebak Vania.
“Iya Ma, sudah gerah” jawab Clara jujur.
“Mama masih ada satu hadiah lagi kok buat kamu. Pakai itu saja. Ayo sama mama ke atas”.
Vania pun menuntun Clara menuju ke kamarnya.
“Kamu mandi saja dulu, nanti mama bawakan baju kesini” ucap Vania saat sudah berada di dalam kamar. Clara menurut, dia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri.
Hampir 30 menit Clara membersihkan diri, saat keluar dari kamar mandi Vania sudah duduk di tepi ranjang dengan paper bag di tangannya.
“Ayo pakai bajunya” ucap Vania dengan senyum yang sulit Clara artikan. Clara membuka paper bag tersebut dan begitu terkejut dengan isinya.
“Ya ampun mama… “ gumam Clara pelan. Tidak mungkin dia memakai lingerie seg si seperti ini. Walau Ethan sudah berjanji tidak akan menyentuhnya sekalipun tapi Clara tidak bisa menjamin kalau Ethan tidak akan tergoda. Kucing dikasih ikan memangnya akan menolak? Itulah yang ada di dalam benak Clara.
Karena Clara tak kunjung datang, Vania pun masuk ke dalam walk in closet.
“Kenapa tidak dipakai sayang?” tanya Vania saat melihat Clara masih mengenakan jubah mandinya. Tapi pakaian dalam sudah dia pakai.
“Malu Ma” ucap Clara dengan jujur.
“Jangan bilang kalau kalian belum melakukan hubungan suami istri?” tanya Vania pura-pura terkejut. Padahal dia sudah tau pasti jawabannya.
Clara bingung harus menjawab apa.
“Kalau kamu sayang sama mama, kamu harus pakai baju ini” ucap Vania tegas.
“Mama keluar dulu ya. Jubah mandi sudah mama ambil semua” ucap Vania terkekeh dan segera keluar dari kamar tersebut.
Clara terpaksa memakai baju tersebut dan menutup tubuhnya dengan bedcover. Walau masih jam 8 Clara memutuskan untuk tidur saja.
Ethan masuk ke dalam kamar dengan membawa dua minuman.
“Kenapa sudah selimutan?” tanya Ethan terheran.
“Gak apa-apa kok” jawan Clara memaksakan tersenyum. Ethan pun hanya menganggukkan kepala dan memutuskan untuk membersihkan diri.
Selesai mandi dia duduk di tepi ranjang disebelah Clara.
“Ini minum dulu” ucap Ethan sambil menyerahkan minuman racikan Vania pada istrinya. Clara membenarkan selimutnya dan menerima minuman itu. Dia meminumnya dengan cepat karena memang rasanya sangat enak. Campuran madu, vanila dan camomile”.
Ethan terheran melihat Clara yang ribet sekali dengan selimutnya.
“Kenapa harus selimutan seperti ini?” ucap Ethan sambil menyingkap selimut yang menutupi tubuh Clara.
Ethan langsung membolakan mata saat melihat penampilan seg si istrinya.
Dia lalu dengan cepat menutupnya kembali tubuh istrinya.
Dia gugup sekali sekarang.
“Kenapa pakai baju seperti itu?” tanya Ethan tanpa berani menoleh ke arah istrinya.
“Ini hadiah mama. Tadi aku kan sudah minta kamu anterin ambil baju lagi ke apartemen tapi kamu gak mau” jawab Clara sedikit menyesal karena tidak mengambil sendiri saja pakaiannya di apartemen.
“Papa kemana sih? Bisa-bisanya hari minggu ada pekerjaan. Mana mobil aku lagi dipakai” Ethan juga ikut menggerutu.
Tiba-tiba Clara merasakan panas di sekujur tubuhnya. Reflek dia melepas selimut yang menutupi tubuhnya karena tidak tahan dengan panas yang tiba-tiba datang.
Ethan panik karena dia pun ikutan panas melihat tubuh seg si istrinya itu.
“Hey kamu kenapa?” tanya Ethan panik.
Clara semakin mendekat dan memeluk tubuhnya.
“Panas Ethan… Panas” teriak Clara yang sudah tidak bisa menahan rasa panas yang menjalar di sekujur tubuhnya.
Ethan ikut-ikutan berkeringat dingin. Jiwa lelakinya meronta-ronta. Apalagi Clara terus terusan menggoda dirinya.
Tenggorokan Ethan rasanya kering seketika. Ethan kemudian mengambil minuman yang ada di atas nakas dan meminumnya hingga habis.
Clara sudah bersimpuh di lantai sambil memeluk kaki Ethan. Dia terus bergumam panas.
Ethan kemudian mengangkat tubuh Clara dan membawanya ke kamar mandi, siapa tau tubuhnya tidak panas lagi saat mendapat guyuran air. Tapi belum sampai di kamar mandi, Clara sudah menarik tengkuk Ethan dan mencium bibir suaminya dengan mesra.
Susah payah tadi dia menahan untuk tidak menyentuh istrinya tapi kini rasanya dia sudah tidak sanggup lagi. Ethan mulai membalas ciuman Clara dan membawa istrinya kembali ke atas ranjang mereka. Saat saling berciuman dalam tubuh Ethan pun semakin panas. Ethan sudah tidak bisa mengontrol dirinya. Dirinya dan Clara sama-sama tidak bisa mengontrol diri hingga akhirnya malam pengantin yang seharusnya tidak terlupakan malah tidak akan mereka ingat sama sekali karena mereka tidak sadar saat melakukannya.
Bersambung...