
Marlon bak dewa penyelamat datang dan melawan ketiga preman tersebut.
"Hey...Jangan beraninya sama perempuan!" pekik Marlon sambil melayangkan tendangan pada perut salah satu preman.
"Kurang ajar!" Teriak Si Preman dan menerjang Marlon.
Marlon dikelilingi oleh ketiga preman tersebut. Sehingga terlihat kalau pertarungan ini melibatkan satu lawan tiga. Wajah Marlon terlihat begitu sombong seakan-akan bisa dengan mudah meruntuhkan tiga preman berwajah seram itu.
"Ayo lawan satu satu" ucap Marlon jumawa. Dia sudah siap dengan ancang-ancang tinjunya.
Bila kita melihat bagaimana cara Marlon menerjang preman tersebut, sama sekali kita tidak mengira kalau Marlon terlibat dalam komplotan itu.
Demi mensukseskan sandiwara ini, Marlon pun harus rela terkena pukulan sebanyak 3 kali.
Sekitar 10 menit lamanya Marlon menaklukkan ketiga preman tersebut. Waktu yang begitu singkat bila dilakukan oleh orang awam.
Preman itu pun seolah-olah takut dengan Marlon dan kabur dari tempat tersebut setelah mendengar ancaman dari Clara kalau dirinya sudah melapor polisi.
Bukan hanya preman itu yang takut, Marlon pun deg degan. Dia akan bertindak sebelum polisi datang.
"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Marlon memperlihatkan sisi prihatinnya.
Clara menggeleng.
"Terima kasih ya pak, kita ke rumah sakit saja bagaimana? Luka di wajah bapak lumayan keras" ucap Clara khawatir.
"Sayang..." panggilan seseorang yang Clara sangat kenal mengalihkan perhatian keduanya.
Ethan berlari menghampiri istrinya.
Marlon mematung dan syok. Selain rencananya gagal dia juga mengetahui fakta baru kalau ternyata Clara dan pria yang sering bersamanya itu ternyata memiliki hubungan.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Ethan sambil membawa istrinya ke dalam pelukannya.
"Pak, terima kasih banyak sudah membantu istri saya." ucap Ethan sambil menjabat tangan Marlon.
Marlon masih kaget. Semakin kaget ketika mendengar kata istri.
"Bapak tidak apa-apa kan?" tanya Ethan pula karena Marlon masih mematung.
Marlon langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu, saya tidak apa-apa. Kalau begitu saya pergi dulu" ucap Marlon ingin segera kabur tapi Ethan menahannya.
"Ayo pak saya antar ke rumah sakit" Ethan masih berusaha membujuk Marlon untuk mau diajak ke rumah sakit tapi Marlon dengan tegas menolaknya.
"Tidak perlu pak, saya baik-baik saja. Maaf saya ada urusan" Marlon berhasil kabur dan mengendarai motornya dengan kecepatan penuh.
"Sialan....gagal semuanya!!!" Marlon memaki-maki.
"Uang habis, rencana gagal!!! Sial...." Marlon terus memaki. Setelah dia lumayan jauh dari tempat kejadian tadi.
Marlon segera menghubungi Agnes.
"Bagaimana?" Agnes bertanya antusias. Dia sudag di rumah sakit menunggu kedatangan Marlon.
"Gagal semuanya. Suaminya datang" pekik Marlon kesal.
"Suaminya?" tanya Agnes terkejut.
"Iya, pria yang sering bersamanya adalah suaminya. Bagaimana mungkin kamu mencari informasi seperti itu saja tidak bisa? Dasar Bodoh!!!" Marlon memaki.
Deg.
Agnes merasakan ribuan sembilu tajam menghunus jantungnya.
"Apa? Ethan dan Clara sudah menikah? Bagaimana mungkin? Kenapa mereka bisa menikah?".
Mata Agnes sudah berkaca-kaca. Pria yang dia cintai ternyata sudah menikah.
"Kenapa bisa? Lalu Arlan?" Agnes rasanya masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Aku tidak mau lagi berurusan dengan keluarga itu. Cukup sudah. Aku mau hidup tenang. Kalau kamu mau melanjutkan rencana jangan bawa-bawa aku!".
Marlon menutup teleponnya secara sepihak. Dia sangat marah karena Agnes tidak becus mencari informasi.
Bersambung...