
Deg
Deg
Deg
Bagaimana bisa kini aku bernasib sama seperti Arlan?
Ethan pandangi wajah Clara yang belum terbangun. Tubuh istrinya saat ini polos tanpa sehelai benang pun.
Aku sudah merenggut kesucian Clara. Dan aku sadar saat melakukannya. Bagaimana kalau saat Clara sadar dia marah padaku?.
Ini semua gara-gara Mama. Kenapa Mama bisa punya ide segila ini?.
Ethan kembali memandangi wajah Clara. Dia merasa bersalah pada istrinya itu. Bagaimana dia bisa merenggut kesucian istrinya padahal dia sendiri belum menyatakan cinta.
Clara menggeliatkan tubuhnya sambil bergumam tak jelas. Pergerakan sederhana itu sudah berhasil membuat inti tubuh Ethan kembali menegang.
Sial....!!!!
Kenapa dia harus se segsi ini, apalagi suara de sa han nya tadi. Bikin bulu kuduk merinding.
Bibir Clara yang tipis mungil dan berwarna merah itu sungguh sangat menggoda untuk dicicipi. Ethan merapatkan lagi tubuhnya dan mencium bibir istrinya.
Eugh. Bibirmu memang membuat candu.
Ethan semakin memperdalam ciumannya. Walau Clara tidak membalas tapi Ethan tetap merasa puas.
Merasa terusik, Clara seketika membuka matanya.
Clara begitu terkejut karena saat ini Ethan tengah mencium bibirnya. Tangan Ethan bahkan sudah merajarela kesana kemari.
Ingin rasanya Clara memberontak tapi tenaganya sudah habis. Dia seperti baru selesai berlarian puluhan kilo.
Deg.
Clara ingat dia kemarin memakai lingerie segsi pemberian mertuanya serta dia menjadi kepanasan setelah meminum minuman hangat yang kata Ethan buatan Vania.
Clara yakin sekali ini memang sudah direncanakan mertuanya.
Hick
Hick
Clara menangis. Dia sedih karena sudah menggoda pria yang jelas-jelas tidak mencintainya. Walau dia menggoda bukan atas keinginannya sendiri.
Mendengar isakan Clara membuat Ethan menghentikan cum bu annya.
"Maafkan Aku Clara." ucap Ethan merasa bersalah.
Clara menggelengkan kepalanya.
"Ini bukan salahmu, Akulah yang sudah menggodamu. Harusnya kamu melakukannya dengan wanita yang kamu cintai. Maafkan Aku Ethan" Clara sudah sesenggukan saat ini.
"Sstt.. Ini bukan salahmu. Aku tidak pernah menyesal melakukan ini denganmu Clara. Kamu adalah istriku." Ucap Ethan sambil menghadiahi ciuman di kening istrinya.
Mungkin memang maksud Ethan baik saat mengatakannya, tapi keadaan Clara yang sangat sensitif membuatnya menjadi merasa tidak akan pernah bisa dicintai. Clara meranggapan kalau Ethan melakukan ini hanya sebatas kewajibannya sebagai seorang suami.
Dengan Ethan mengatakan belum mencintai Clara semakin membuat Clara bersedih.
Aku menjadi wanitanya satu-satunya hanya karena tanggung jawab. Aku sama seperti Chila. Kami sama-sama menjadi istri sebatas tanggung jawab saja.
"Apa aku bisa meminta satu permintaan padamu?" tanya Clara tanpa berani menatap mata Ethan.
Ethan meraih wajah Clara dengan jempolnya, meminta Clara untuk melihat ke arah dirinya.
"Kalau memang aku bisa, aku pasti akan mengabulkannya" ucap Ethan tanpa ragu.
"Aku mohon belajarlah melupakan Chila. Aku tau itu tidak akan mudah tapi aku mohon jangan pernah bandingkan aku dengan dia. Kamu tidak akan pernah tau bagaimana rasanya dibanding-bandingkan dengan adikmu sendiri." ucap Clara dengan tatapan memohon.
Ethan terus pandangi wajah cantik istrinya.
Sejujurnya aku tidak pernah benar-benar mencintai Chila. Aku hanya kagum dengan kebaikannya tapi aku tidak pernah mencintainya. Aku tidak pernah takut kehilangan dia. Aku tidak pernah cemburu melihat dia dekat dengan pria lain. Bahkan saat melihat Chila dan Arlan berciuman pun aku tidak cemburu. Aku hanya kecewa karena Arlan menutupi semuanya dariku padahal kami sudah berteman dari bayi. Kalau aku memang mencintainya sudah dari awal aku mendekatinya dan memperjuangkannya. Sementara dengan Chila aku tidak pernah merasakan itu. Aku tidak benar-benar menginginkan dia menjadi pendampingku. Yang ada malah aku selalu cemburu melihatmu dekat dengan pria lain. Aku tidak bisa melihatmu tersenyum dengan pria lain. Aku hanya cemburu padamu Clara." ucap Ethan panjang lebar dalam hati.
"Kamu tidak bisa?" tanya Clara karena Ethan tidak menjawab sama sekali.
Ethan mengelus rambut Clara kemudian menganggukkan kepalanya.
"Aku akan berusaha. Kamu juga harus belajar menerima aku" bisik Ethan ditelinga istrinya.
Clara cukup lega karena Ethan mau menuruti keinginannya.
Ethan kembali memeluk tubuh Clara.
"Tadi kamu menciumku dengan tidak sadar, sekarang coba cium aku lagi" ucap Ethan dengan senyum menggoda.
Clara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia malu sekali karena Ethan mengingat-ingat tentant kejadian yang menurut Clara sangat memalukan.
Ethan tertawa karena untuk pertama kalinya dia melihat Clara malu-malu seperti ini. Clara yang dia kenal adalah wanita yang arogan dan penuh percaya diri.
Ethan singkirkan tangan Clara yang menutupi wajahnya.
"Kamu lucu sekali kalau malu-malu seperti ini".
Cup
Cup
Cup.
Ethan memberi ciuman pada seluruh wajah Clara.
Perlahan dia semakin mendekatkan wajahnya dan melabuhkan ciuman dalam di bibir merah cerry milik Clara.
Clara yang awalnya hanya diam pun kemudian membalas ciuman tersebut.
Mereka saling memberi dan menerima serta berharap hubungan mereka bisa sesuai yang mereka harapkan.
Bersambung...