
“Kamu mau makan apa Ethan?” tanya Clara saat mereka sudah sampai di rumah. Clara sudah mengganti pakaiannya hendak menyiapkan makan malam.
“Apa saja boleh” jawab Ethan lalu segera membersihkan diri. Tubuhnya sudah sangat lengket
Clara mulai bereksperimen dengan bahan makanan yang ada di lemari pendinginnya. Karena cuaca lumayan dingin, Clara memutuskan untuk membuat tom yam seafood dengan udang yang banyak karena Ethan memang menyukai udang.
Selesai mandi, Ethan pandangi istrinya yang nampak serius mengolah makanannya.
“Aku bahkan belum pernah memeluknya dari belakang seperti apa yang Benny lakukan” gumam Ethan dalam hati. Dia mendekat ke arah Clara. Jarak mereka begitu dekat tapi Ethan tidak berani memeluk istrinya.
“Coba dicicipi apa nya yang kurang” ucap Clara sambil memberikan sendok yang sudah berisi kuah tomyam pada suaminya. Ethan menerima suapan itu dan mencicipi rasanya.
“Enak” jawab Ethan sambil tersenyum.
“Syukurlah” jawab Clara ikut tersenyum. Clara kemudian kembali melanjutkan proses memasaknya.
“Cantiknya bila dia tersenyum seperti tadi” puji Ethan dalam hati.
“Tadi mama telfon, minta kita tinggal disana sampai rumah kita jadi. Kamu mau tidak?” ucap Ethan berbohong.
“Iya” jawab Clara sambil menganggukkan kepala.
“Yes!!!!!” Ethan bersorak dalam hati. Ternyata mudah sekali membujuk istrinya untuk pindah.
“Tunggu lima menit nanti minta tolong dimatiin ya? Aku mau mandi sebentar” ucap Clara sambil mendorong tubuh Ethan yang masih betah berada berdempetan dengannya.
“Iya, jangan lama-lama. aku sudah lapar” ucap Ethan terdengar ketus.
“Kamu bisa makan lebih dulu kalau sudah lapar” jawab Clara dan langsung berjalan masuk ke dalam kamar mereka.
“Memang ngeselin” gerutu Ethan pelan.
Sekitar 20 Menit Ethan menunggu akhirnya Clara keluar dari kamar dengan mengenakan piyama padahal waktu masih menunjukkan pukul 7 malam.
“Kamu mau langsung tidur?” tanya Ethan. Dia saja tidak memakai piyama.
“Iyalah, aku capek. Memangnya mau ngapain lagi” jawab Clara lalu bergabung di meja makan. Dia melayani Ethan makan dengan baik sama seperti yang Vania ajarkan kemarin.
“Nanti kalau kita tinggal di rumah mama kamu jangan lupa merubah panggilanmu padaku. Jangan panggil nama lagi” tutur Ethan.
“Lalu aku panggil apa?” tanya Clara bingung. Tidak mungkin kan dia memanggil Ethan dengan sebutan “suamiku” atau “Sayang”?.
“Panggil sayang saja. Kalau Mama Papa kita belum ada anak” jawab Ethan santai.
Clara ingin protes tapi dia mengurungkan niatnya karena tidak ingin bertengkar.
Ethan melirik wajah kesal Clara yang tidak bisa protes itu dengan mengulum senyumnya.
“Ada untungnya dia penurut” ucap Ethan dalam hati.
“Kamu juga harus belajar mesra. Kalau tidak kita berdua akan diceramahi mama. Kamu mengerti kan?” ucap Ethan penuh dengan modus.
“Aku tidak bisa, pasti kaku lah. Sehari-harinya kan kita tidak begitu. Biasakan saja kenapa kalau di depan mama?” protes Clara.
“Ya terserah saja kalau kamu mau mendengar ceramah mama sampai pagi” ucap Ethan kembali santai. Dia sudah terkikik dalam hati melihat wajah kesal Clara yang menahan kesal.
“Belajar dengan menyuapi suamimu ini” ucap Ethan sambil membuka mulutnya. Meminta Clara untuk menyuapinya. Walau kesal Clara akhirnya mau juga menuruti keinginan Ethan.
“Jangan lupa senyum! Masak nyuapin suami sambil cemberut”protes Ethan, Senang sekali rasanya dia mengerjai istrinya.
Bersambung...