My Enemy, My Love

My Enemy, My Love
Berusaha Melupakan



Tanpa sadar Ethan membawa Clara ke dalam pelukannya.


“Maafkan aku, aku berjanji akan berusaha melupakan Chila” ucap Ethan sambil semakin mengeratkan pelukannya.


Kini Clara pun membalas pelukan Ethan, walau memang cinta itu menurut mereka belum ada dalam hati mereka. Tapi Clara maupun Ethan akan berusaha menumbuhkan cinta itu dihati mereka.


Dering ponsel Ethan menyadarkan mereka berdua kalau ternyata keduanya sudah cukup lama berpelukan. Walau enggan Ethan terpaksa melepas pelukannya.


Terlihat nama Arlan dalam panggilan tersebut. Tanpa berpikir panjang, Ethan langsung menerima panggilan tersebut.


“Iya?” tanya Ethan langsung saat panggilannya sudah terhubung.


“Kalian dimana? Sebentar lagi meeting” tanya Arlan dengan suara cukup keras hingga Clara yang berada di sebelah Ethan pun mendengarnya. Padahal panggilan tersebut tidak di loudspeaker.


“Sebentar lagi kami sampai” jawab Ethan santai.


“Cepat !!!” Arlan kembali berteriak.


“Iya, iya” Ethan pun menutup panggilan tersebut.


Dia dan Clara saling berpandangan dan merasa sangat canggung jadinya.


Hem.Ethan menetralkan tenggorokannya.


“Kenapa jadi canggung begini?” gumam Ethan dalam hati.


“Berangkat sekarang?” ucap Ethan kemudian. Clara pun menganggukkan kepalanya. Tapi sebelum menjalankan mobilnya Ethan kembali memandangi wajah Clara. Dia hapus sisa air mata yang ada di wajah cantiknya.


Clara yang tidak menyangka akan mendapat perlakuan manis seperti ini dari Ethan hingga seketika membuat wajah putihnya memerah.


“Nanti Arlan akan memarahiku kalau tau gadis yang dia sukai menangis” ucap Ethan kemudian.


“Kamu salah paham. Arlan tidak menyukai ku” ucap Clara menimpali.


Ethan hanya mendengus.


“Dasar tidak peka” gumam Ethan dalam hati.


Ethan pun kemudian melajukan mobilnya menuju perusahaan. Disana Arlan sudah menunggu dengan mengacak tangan di pinggang.


“Kalian tau ini jam berapa?” tanya Arlan kesal.


Ethan mendekat dan merangkul bahu sahabatnya.


Wajah Arlan langsung berubah ketika mendengar kata kencan tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena semua tidak bisa lagi diubah. Clara memang tercipta bukan untuknya.


"Pernikahan kalian sesuai jadwal kan?" tanya Arlan tiba-tiba.


"Ya sesuai jadwal semula. Selesai peluncuran produk baru dari perusahaan Papaku" jawab Ethan.


Kurang lebih masih ada 3 sampai 4 bulan lagi peluncuran produk baru itu jadi kemungkinan pernikahan Ethan dan Clara sekitar 6 bulan dari sekarang.


Masih banyak waktu untuk Clara maupun Ethan lebih saling menerima satu sama lain.


...


Jika biasanya saat makan siang Chila pasti datang, tapi hari ini dia tidak datang. Mungkin karena kaki dan lututnya yang lecet kemarin.


Mereka bertiga pun memilih makan siang keluar hitung-hitung refreshing setelah meeting yang lumayan menegangkan tadi.


"Apa luka Chila parah?" tanya Clara pada Arlan. Saat ini mereka sudah berada di salah satu restoran jepang yang cukup terkenal.


"Tidak, tapi kamu tau sendiri adikmu manjanya seperti apa" jawab Arlan dengan terkekeh.


"Jadi kamu sudah tau kalau Chila kecelakaan?" tanya Ethan pada Arlan.


"Iya aku tau tadi malam, Papa yang memberitahu" jawab Arlan.


"Tapi kenapa kamu tidak memberitahu aku Ar? Aku malah tidak tau apa-apa" ucap Clara yang memang paling ketinggalan berita. Malah Arlan yang lebih tau semua berita. Bahkan dulu pertunangannya dengan Ethan pun dia yang lebih dulu tau.


"Maaf, aku tidak mau menambah bebanmu. Kemarin kan kamu sudah cukup pusing karena tunanganmu hilang tanpa kabar" ucap Arlan sengaja menyindir Ethan.


Ethan mendengus saja. Dia memilih memakan ramennya yang baru saja datang daripada menimpali ucapan Arlan yang dari dulu memang senang sekali menggodanya.


"Hati-hati masih panas" ucap Arlan begitu perhatian pada Clara.


Ethan yang dari tadi fokus dengan ramennya seketika mengangkat kepalanya dan menatap tajam pada Arlan yang memang tengah memperhatikan Clara.


Tatapan mata Arlan tidak bisa bohong kalau dia begitu mencintai Clara.


Menyadari kalau Ethan menatapnya tajam membuat Arlan malu sendiri,dia memalingkan wajahnya ke arah lain seolah sedang melihat-lihat sesuatu.


Ethan masih menatapnya tajam tanda tak suka. Ethan tidak suka bila apa yang sudah menjadi miliknya diinginkan orang lain.


Bersambung...