
“Ma…aku punya dua kabar untuk mama. Mama mau dengar kabar baik apa yang buruk lebih dulu?” Ethan saat ini sedang menghubungi Vania melalui sambungan telepon.
“Jangan bikin mama deg degan deh. Mama kan takut !” protes Vania yang mendadak deg degan saat ini.
“Ya sudah aku kasih kabar buruknya duluan aja ya biar sekalian deg degannya” Ethan malah bercanda disaat seperti ini.
“Buruan jangan buat Mama semakin penasaran!”.
“Clara harus dirawat di rumah sakit Ma selama beberapa hari. Kondisinya kurang sehat” jelas Ethan.
“Apa? Clara sakit apa? Gimana keadaan Clara sekarang? Kalian di rumah sakit milik dokter Kevin kan?”Vania langsung panik ketika mendengar kabar kalau menantunya sedang dirawat dirumah sakit.
“Satu-satu dong ma” Ethan melayangkan protesnya karena sang Mama menanyakan tiga pertanyaan sekaligus.
“Iya kami sudah di rumah sakit dokter Kevin. Clara baru saja tidur, mungkin efek obat yang diberikan dokter obgyn tadi langsung bereaksi.” jelas Ethan.
“Obgyn? Clara hamil?” Vania seketika berkaca-kaca. Walau belum mendengar secara gamblang tapi Vania sangat yakin kalau menantunya saat ini sedang dalam keadaan hamil.
“Iya ma, Mama akan jadi nenek” jawab Ethan sambil tersenyum. Walau tidak melihat wajah Ibunya, Ethan yakin saat ini Vania pasti sedang menangis saking terharunya.
“Terima kasih ya Tuhan…” Vania tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Saat panggilannya dengan Ethan sudah terputus, Dia langsung mengabari Brin tentang berita ini. Tapi ternyata Brin sudah tau lebih dulu karena dokter Kevin sudah menyampaikan kabar itu langsung padanya.
“Papa sudah menghubungi Gavin? Dia pasti senang mendengar kabar ini” ucap Vania pada suaminya.
“Belum ma, biar Ethan saja yang memberitahu mertuanya. Tapi dokter Kevin tadi bilang kondisi Clara cukup lemah. Dia tidak boleh stress”jawab Brin menyampaikan kabar terkini tentang menantunya.
“Apa urusan kantor tidak bisa dilimpahkan dulu? Mama dengar katanya jasa mereka sedang diperhitungkan karena salah satu iklan mereka masuk trending topik di sosial media”.
“Bisa, nanti orang kepercayaan Papa yang akan menggantikan. Clara hanya mengawasi saja. Masalah pekerjaan masih bisa diatur" Brin menenangkan istrinya.
"Syukurlah, kalau gitu Mama mau ke rumah sakit dulu ya.Mama mau lihat kondisi Clara" ucap Vania sebelum menutup teleponnya.
.....
"Kak... Kak Clara masuk rumah sakit ya?" tanya Chila pada suaminya. Saat ini mereka berada di apartemen dengan Friska berada di gendongan Chila.
"Tadi Papa telpon aku katanya Kak Ethan nelpon ngabarin kalau Kak Clara di rawat di rumah sakit" lanjutnya.
"Opname? Tadi Clara memang pucat dan diantar Ethan ke rumah sakit." Arlan tidak bisa menutupi kekhawatirannya.
Bisa Chila lihat kalau wajah suaminya menyiratkan rasa khawatir yang begitu besar.
"Iya, katanya Kak Clara hamil" jawab Chila.
Deg
Deg
Deg
"Ternyata memang hubungan mereka sudah sejauh itu" Arlan tidak mengerti bagaimana perasaannya saat ini. Antara senang dan sedih di saat yang bersamaan. Ternyata melupakan nama Clara yang sudah bertahun-tahun dia cintai begitu sulit.
"Kak Ethan sudah mulai mencintai Kak Clara, Kakak sendiri kapan mulai mencintai aku?" Chila bertanya dengan gumaman tanpa menatap pada Arlan. Dia memilih bermain bersama putrinya untuk mengurangi rasa sedih di hatinya.
Walau hanya gumaman tapi Arlan dapat mendengarnya dengan jelas.
Aku sudah terlalu dalam menyakiti hati Chila. Ucap Arlan dalam hati.
Bersambung...