My Enemy, My Love

My Enemy, My Love
Sejak Kapan?



Sama seperti kemarin, pagi ini pun Ethan memeluknya dengan erat. Andai saja Ethan bisa melupakan Chila mungkin Clara tidak akan berpikir dua kali untuk bisa membuka hatinya untuk Ethan. Tapi masalahnya Ethan pun belum bisa melupakan Chila. Dia tidak bisa tidak peduli pada Chila.


Kali ini Clara pandangi wajah Ethan yang terlihat masih terbuai alam mimpi itu.


"Ethan..." panggil Clara pelan.


"Ethan...." ulang Clara sambil mengguncang pelan tubuh suaminya.


Ethan berguman tapi tetap tidak membuka matanya. Ethan yang memang tidur begitu larut kemarin, saat ini tentu saja masih merasa begitu mengantuk hingga malas membuka mata.


Tak ada respon dari Ethan membuat Clara melepas sendiri belitan tangan suaminya.


Clara akan langsung mandi karena memang dia tidak pernah memasak berat dipagi hari jadi tidak akan berkeringat selesai memasak.


Clara memilih tidak mengganti bajunya di kamar mandi seperti kemarin, munpung suaminya juga masih terlelap tidur.


Cukup lama Clara menggunakan waktunya untuk mandi, saat hendak memakai jubah mandinya tangannya agak licin hinggq jubah mandi itu pun jatuh. Dengan meyakinkan diri kalau Ethan masih tertidur pun Clara akhirnya hanya mengenakan handuk sebatas paha saja.


Dia keluar dari kamar mandi dan berharap Ethan masih tidur.


Ceklek.


Pintu kamar mandi dia buka.


Saat itu juga tepat Ethan berdiri di depan pintu. Keduanya sama-sama terkejut. Apalagi Ethan, ini kali pertama dia melihat wanita sexy secara langsung seperti ini.


Glek.


Ethan menelan ludahnya kasar.


Kemarin sebelum tidur dia sudah kepanasan sekarang dia harus melihat lagi istrinya yang sexy dan hanya mengenakan handuk.


Clara buru-buru ke walk in closet agar Ethan tidak terus-terusan memandangi dirinya.


Selepas kepergian Clara, Ethan hanya bisa mengelus dadanya.


"Ternyata istriku begitu mengagumkan" gumam Ethan pelan.


...


"Kenapa kalian?" tanya Arlan penasaran.


"Tidak ada" jawab Ethan dan Clara kompak.


Itu pun kembali membuat Arlan semakin heran.


"Ya sudah aku pulang duluan" pamit Arlan yang terlihat terburu-buru.


"Ethan, bahan makanan di rumah habis. Kita makan malam diluar saja gimana? Besok juga sudah pindah ke rumah mama kan?" usul Clara.


Ethan pun menganggukkan kepala.


"Ayo" ajak Ethan kemudian.


Mereka berdua memutuskan untuk makan di salah satu restoran yang memang sering mereka datangi.


Saat baru saja turun dari mobil Clara melihat Arlan dan Chila sedang berciuman. Reflek dia menutup mata Ethan agar tidak melihatnya. Tapi terlambat, Ethan tentu sudah melihatnya.


Ethan menatap tidak percaya pada dua orang yang sedang berciuman tidak jauh dari dirinya berdiri.


Buku-buku tangan Ethan sudah memutih. Dia merasa begitu marah saat ini.


"Sejak kapan mereka menjalin hubungan?" tanya Ethan dengan penuh emosi.


"A..aku..tidak tau" jawab Clara terbata.


"Maaf Clara, aku tidak bisa makan bersamamu sekarang. Selera makan ku buruk" Ucap Ethan sambil menyerahkan kunci mobil pada Clara.


"Pulanglah lebih dulu, Aku ingin menenangkan diri" ucap Ethan dan pergi dari sana.


"Ethan... Ethan..." Clara terus memanggil-manggil suaminya tapi Ethan tidak peduli dan langsung pergi begitu saja.


Air mata Clara langsung turun tanpa diminta. Rasanya begitu sakit melihat suaminya sendiri cemburu pada wanita lain.


Bagaimana mungkin aku bisa menerima pernikahan kita kalau hatimu sendiri masih untuk orang lain?".


Bersambung....