
Clara dan Arlan sudah berada di ruang rapat saat Ethan memasuki ruangan tersebut. Terlihat Clara dan Arlan sedang berbicara dengan begitu serius hingga tidak menyadari kedatangan Ethan. Ethan menarik kursi untuk dirinya sendiri dan duduk disebelah istrinya.
Hem.
Ethan berdehem untuk menyadarkan kedua orang itu bahwa ada dirinya juga di ruangan tersebut.
“Kenapa lama?” tanya Clara lembut pada suaminya.
“Iya tadi ketemu Chila dibawah” jawab Ethan sejujurnya. Dia memang tidak ingin menutupi apapun lagi. Toh tadi dia hanya mengobrol biasa saja.
Raut wajah Clara yang awalnya teduh langsung kembali ke setelan biasanya.
“Oh” jawab Clara singkat dan kembali membahas pekerjaan dengan Arlan.
“Wajahnya langsung berubah saat aku mengatakan bertemu Chila, sepertinya dia cemburu” gumam Ethan dalam hati.
Tak berapa lama klien mereka pun datang. Ethan yang kali ini bertugas untuk menyambut dan menjelaskan tentang konsep iklan yang mereka tawarkan. Walau sama seperti Clara yang sudah ditentukan harus sekolah dimana, bidang yang harus diambil apa, tapi bedanya Ethan memang sangat menyukai apa yang dia geluti saat ini. Berbeda dengan Clara yang walau dia totalitas tapi sebenarnya Clara menyukai bidang lain bukan bidang yang sekarang dia geluti.
Hampir 3 jam mereka melakukan meeting tersebut hingga di jam 12 lebih sedikit akhirnya pembahasan itu pun berakhir dengan sudah ditetapkannya kesepakatan diantara keduanya.
Saat mereka kembali ke ruangan, disana sudah ada Chila yang seperti biasa datang dengan membawa makan siang.
“Sudah selesai?” tanya Chila dengan tersenyum manis.
Arlan menganggukkan kepala dan duduk disebelah istrinya.
“Aku masak makanan kesukaan Kak Clara.”ucap Chila pula.
“Terima kasih ya” Clara pun bergabung duduk di sofa di susul suaminya.
“Kalau kamu suka ini kenapa dirumah tidak pernah membuat ini?” tanya Ethan pada istrinya.
“Kamu kan tidak suka makanya aku tidak pernah buat. Tapi karena ini buatan Chila kamu pasti mau kan memakannya?” Clara mengambilkan beberapa potong daging tersebut dan meletakkan di piring suaminya.
“Iya tentu saja, tidak baik membuang-buang makanan” Ethan senang menggoda istrinya yang terlihat sekali kalau saat ini sedang cemburu.
“Clara, untuk pertemuan dengan Pak Benny , Beliau meminta kamu yang datang ke kantornya” Arlan baru mengingat pesan asisten Benny beberapa jam yang lalu.
“Eh..perjanjiannya kan dia yang kesini sekalian bertemu dengan artisnya” protes Ethan.
“Pak Benny sekalian ada acara jadi tidak bisa. Untuk Artis cukup perlihatkan videonya saja” jelas Arlan.
“Kalau begitu biar Clara pergi denganku saja” putus Ethan.
"Kenapa jadi bawa-bawa profesional segala?" Ethan tidak terima dengan kata-kata Arlan barusan.
"Sudah..sudah...makan duli nanti dingin" Clara segera melerai agar tidak ada keributan jilid 2 nantinya.
Arlan seketika berhenti berbicara, berbeda dengan Ethan yang masih menggerutu walau tidak terdengar.
Chila terus saja memperhatikan suaminya. Ada rasa iri karena Arlan dengan mudah patuh dengan ucapan Clara. Sedangkan dirinya kadang harus merengek-rengek dulu agar Arlan bisa menurutinya.
Chila terlihat tidak berselera makan. Dia hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa berniat memakannya sama sekali.
"Dimakan" tegur Arlan pada istrinya.
Chila diam saja tidak menjawab.
Chila bangkit dari duduknya sambil menyambar tas yang ada di atas meja.
"Aku pergi dulu" ucap Chila dan langsung buru-buru pergi.
Arlan bangkit dan mengejar istrinya.
Walau Arlan dan Chila sudah keluar dari ruangan tersebut, tapi perdebatan mereka masih dapat di dengar oleh Clara dan Ethan.
"Kasihan Chila, dia hanya ingin dicintai oleh suaminya. Tapi sampai sekarang Arlan belum juga mencintainya" ucap Ethan sambil meneruskan makannya.
Clara tidak menjawab karena dirinya pun sama seperti adiknya.
"Kenapa susah sekali bagi Arlan untuk membuka saja hatinya?. Toh mereka sudah ada anak" Ethan santai sekali saat mengucapkan itu.
"Tidak susah kan harusnya dia mencintai Chila?" lanjut Ethan pula.
"Iya, tidak susah untukmu karena kamu menyukainya" balas Clara.
"Hey...aku serius. Kenapa jadi bawa-bawa aku? Aku hanya kasihan pada Chila. Kamu tidak akan mengerti perasaan dia."
"Iya, aku tidak akan pernah mengerti. Hanya kamu yang bisa mengerti Chila karena kamu mencintainya" Clara bangkit dan ikut pergi dari ruangan itu. Menyisakan Ethan yang membeku ditempatnya.
"Sepertinya aku salah bicara" gumam Ethan dan segera menyusul istrinya.
Bersambung...