
Saat ini Ethan sedang mengantar Clara ke apartemennya. Ethan memang jarang mampir ke apartemen Clara saat pulang kerja. Palingan kalau ada hal penting saja baru dia ikut turun. Berbeda kalau pagi-pagi dia pasti masuk dan ikut sarapan. Hari ini pun rencananya Ethan tidak mampir, tapi melihat Benny yang baru saja memasuki gedung apartemen membuat Ethan pun ingin mengantar Clara sampai ke dalam unit apartemennya.
Ethan tidak ingin nanti si Beno Beni itu sengaja menggoda Clara. Ya walau Ethan yakin kalau Clara bisa menjaga diri tapi tetap saja dia sedikit was-was kalau Benny sampai berbuat nekat.
"Lho? Kamu gak langsung pulang?" tanya Clara terheran.
"Tidak, Aku mau makan malam disini. Sudah lama aku tidak makan masakanmu. Dulu kan hampir setiap hari" jawab Ethan sambil menarik tangan Clara menuju lift. Ethan tidak seratus persen berbohong akan hal itu, dia memang rindu masakan Clara.
"Kamu kan sudah hampir setiap hari makan masakan wanita yang kamu sukai, harusnya lebih berkesan dong!" entah kenapa Clara malah berkata seperti ini.
"Kata-katamu barusan seolah kamu cemburu padaku" ucap Ethan dengan tersenyum punuh arti.
Clara mendengus kesal tak ingin membalas kata-kata Ethan karena sejujurnya Clara pun tidak mengerti apa yang dia rasakan.
Melihat Benny yang semakin dekat dengan jangkauannya membuat Ethan merubah posisi yang awalnya menggandeng tangan Clara kini dia merangkul pundak calon istrinya itu.
Awalnya Clara belum paham dengan perubahan sikap Ethan, tapi ketika melihat Benny yang berdiri tak jauh dari mereka membuat Clara langsung mengerti.
Dia akan mengikuti permainan Ethan.
Benny yang melihat kedatangan mereka berdua langsung mendekat.
"Ternyata kita bertemu lagi" ucap Benny menyalami Clara dan Ethan bergantian.
"Bapak tinggal disini juga?" tanya Ethan.
"Iya, sudah hampir sebulan saya tinggal disini" jawab Benny.
"Sudah lumayan lama ya, tapi kita malah baru bertemu hari ini" ucap Ethan menimpali.
Benny pun menganggukkan kepalanya.
Mereka berbincang sejenak terutama membicarakan tentang konsep iklan tahap kedua. Hampir 30 menit mereka mengobrol sambil berdiri hingga mereka pun berpisah menuju unit apartemen masing-masing yang ternyata apartemen mereka hanya berjarak 1 unit saja.
Saat ini Clara sudah di dapur memasak makan malam untuk Ethan, tentunya dia sudah mengganti pakaian terlebih dahulu.
Sedangkan Ethan memilih menonton TV tidak jauh dari dapur. Apartemen Clara memang tidak terlalu besar.
"Clara..." panggil Ethan tapi fokusnya masih di TV.
"Iya?" balas Clara juga tetap fokus dengan kegiatan makannya.
"Chila apartemennya kenapa tidak disini juga? Kenapa kalian memilih gedung yang berbeda? Dimana Apartemen Chila?" Ethan mengajukan tiga pertanyaan sekaligus kepada Clara.
"Kalau kamu mau dekat dengan Chila, silahkan kamu pendekatan dengan Chila dan tanyakan apa yang ingin kamu ketahui padanya, mumpung kita belum menikah. Kita juga bisa memaksa kedua orang tua kita untuk membatalkan perjodohan ini" jawab Clara ketus.
"Kenapa jadi kemana-mana? Aku kan hanya ingin tanya kenapa kalian harus cari gedung yang berbeda? Dasar sensian" gerutu Ethan sebal.
"Kamu tanya saja sama dia sendiri, dia yang memilih apartemen itu" jawab Clara masih ketus.
"Kamu memang berbeda dengan Chila, kalau dia setiap aku tanya pasti jawabnya lemah lembut kalem tidak seperti kamu ketus" ucap Ethan pula.
"Puji saja terus wanita yang kamu cintai itu! Kenapa tidak bertunangan dengan dia saja?" balas Clara.
"Kalau boleh memilih tentu aku akan memilih dia" ucap Ethan tak mau kalah.
Baru saja mereka tadi pagi baikan sekarang sudah adu mulut lagi seperti ini.
Bersambung...