
Ethan langsung mendengarkan rekaman yang sudah dia buat setelah Arlan keluar dari ruangan istrinya.
Clara tentu saja tertawa karena tidak menyangka kalau suaminya sampai merekam percapakan dirinya dengan Arlan.
"Memangnya kamu pikir aku akan berbuat apa sampai kamu merekam begitu?" tanya Clara masih dengan tertawa kecil.
"Aku hanya memastikan saja" sahut Ethan tak peduli dengan ejekan istrinya. Dia tetap fokus mendengarkan apa yang istrinya dan Arlan bicarakan.
Clara elus pipi Ethan yang masih setia mendengarkan rekaman tersebut.
"Aku mencintaimu" Clara berbicara dengan berbisik.
Ethan yang awalnya fokus mendengarkan pun tentu saja menjadi terkejut.
Hampir beberapa detik dia ngelag. Tapi setelah sadar senyumnya seketika terkembang sempurna.
"Coba ulangi" Ethan mendekatkan wajahnya dan meminta Clara untuk mengulangi ucapannya.
Clara terkikik dan mengulang lagi ucapannya.
"Aku mencintaimu" ulangnya tidak lagi berbisik.
Ethan tersenyum lebar.
Cup
Cup
Cup
Dia menghadiahi ciuman bertubi diseluruh wajah istrinya.
"Aku lebih mencintaimu" sahut Ethan tak mau kalah.
Mereka saling berpandangan tanpa berucap apapun tapi senyum mereka bisa menggambarkan bagaimana perasaan keduanya saat ini.
...****************...
Saat ini Chila sedang berada di kampus untuk bimbingan karena tiga minggu lagi dia akan mengikuti sidang. Chila benar-benar harus fokus agar tahun ini bisa lulus kuliah. Kehamilannya waktu ini membuat Chila harus cuti dan baru bisa melanjutkan lagi setelah anaknya bisa ditinggal keluar.
Arlan mengendarai mobilnya dengan tergesa. Dia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Chila. 40 Menit waktu yang dia tempuh untuk sampai di tujuan.
Arlan memang tampan dan mempesona, apalagi mobil yang dia kendarai adalah jenis mobil mewah yang langka. Tak heran saat dia keluar dari mobil banyak yang memperhatikan.
Arlan mencoba menghubungi Chila beberapa kali tapi sayang ponselnya tidak bisa dihubungi. Sebagai alumni di kampus tersebut, Arlan cukup hafal dimana kira-kira lokasi mahasiswa bimbingan.
Dengan penuh percaya diri dia berjalan menyusuri koridor kampus. Banyak pasang mata yang tentu saja berdecak kagum melihat pangeran tampan yang tiba-tiba memasuki area kampus.
Senyum Arlan yang terkembang seketika surut ketika melihat Chila sedang berbicara dengan seorang pria. Pria yang tentu saja Arlan sangat tau itu siapa. Dengan langkah memburu Arlan mendekati keduanya.
Arlan semakin menggeram kesal ketika tangan si pria sedikit lagi mengelus puncak kepala istrinya. Dengan berlari Arlan mendekati keduanya dan menghalau tangan pria tersebut.
Wajah Arlan sudah memerah menahan amarah. Wajah cemburu yang pertama kali Chila lihat.
“Kakak?” tanya Chila terkejut.
Tidak ada yang tau kalau Chila telah menikah. Pernikahannya dan Arlan memang masih dirahasiakan. Rencananya nanti setelah lulus kuliah baru pernikahan itu akan diumumkan ke public. Mengingat Mama Arlan adalah seorang artis senior begitu juga adiknya adalah seorang model terkenal. Jadi tidak bisa sembarangan untuk mengumumkan pernikahan. Mereka harus mencari waktu yang tepat.
“Kenapa ponselmu mati?” tanya Arlan terdengar ketus.
“Benarkah?” tanya Chila tak percaya. Dia membuka ponselnya dan ternyata memang sudah habis daya.
Mantan pacar Chila yang tidak tau kalau Chila mempunyai kakak laki-laki pun menjadi bingung. Yang dia tau Chila hanya mempunyai kakak perempuan.
“Perkenalkan Kak, nama saya Denis. Temannya Chila” ucap Denis memperkenalkan diri.
Dengan tatapan menilai Arlan menerima uluran tangan tersebut.
“Arlan. Suaminya Chila” balas Arlan dengan senyum kemenangan di wajahnya.
Bukan hanya Denis yang terkejut tetapi juga Chila. Dia tidak menyangka kalau suaminya akan go public seperti ini.
Bersambung...