My Enemy, My Love

My Enemy, My Love
Membuka Hati



Selagi Clara memakai pakaiannya, Ethan lalu memutuskan untuk mandi. Clara yang sudah bersiap langsung saja turun ke dapur. Siapa tau ada sesuatu yang bisa dia bantu walau disini memiliki banyak asisten rumah tangga. Vania menghadiahkan Clara dress cantik berwarna putih bersih.


“Kenapa kebetulan sekali Mama sampai menghadiahkan dress serta ********** sekaligus ya?” ucap Clara dalam hati.


Tak mau terlalu memusingkannya, Clara pun mencari mertuanya untuk mengucapkan terima kasih.


“Wah…siapa ini?” ucap Vania takjub. Clara memang sangat cantik mengenakan dress yang dia berikan.


"Terima kasih ya Ma, dress ini cantik banget" ucap Clara sambil memeluk Ibu mertuanya.


"Iya sama-sama sayang"ucap Vania sambil membalas pelukan menantunya.


"Sudah baikan kan?" tanya Vania saat melepas pelukannya.


Clara pun menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita sarapan dulu" ucap Vania lalu menuntun menantunya menuju ruang makan.


"Biasanya Mama sarapan cuma sama Papa. Senangnya sekarang bisa sarapan sama anak san menantu mama" Vania terlihat sangat berbinar saat mengatakannya.


Di atas meja sudah tersaji beraneka ragam makanan. Mulai makanan ringan hingga berat.


"Biasanya memang sebanyak ini ya?" tanya Clara karena dia sendiri seringnya hanya memakan roti dan susu di pagi hari.


"Nggak kok, Mama sengaja minta Bu Marry untuk memasak cukup banyak pagi ini. Mama kan tidak tau kamu biasanya sarapan apa" jawab Vania dengan tersenyum.


"Aku biasanya hanya makan roti ma kalau pagi" jawab Clara apa adanya.


“Ethan juga ?” tanya Vania.


“Iya Ma, Ethan juga sarapannya sama sepertiku”.


Vania pun menganggukkan kepalanya.


“Padahal dia pemilih lho dalam hal makanan. Dia tidak pernah request mau dimasakin apa?” ucap Vania pula.


“Nggak ma, dari jaman kuliah dulu Ethan tidak pernah protes setiap aku masak apa” jawab Clara apa adanya.


Vania menganggukkan kepala sambil tersenyum.


“Berarti dia sudah cinta sama masakan kamu” ucap Vania senang. Saat itu juga bertepatan dengan Ethan yang bergabung di ruang makan.


Ethan mencium pipi Mamanya sebelum menarik kursi untuk dia duduki.


“Eh.. istrimu jangan lupa” protes Vania.


“Sayang… aku mau itu ya” ucap Ethan sambil menunjuk sandwich yang ada di dekat Clara.


Clara mengambilkan sandwich dan segelas susu low fat seperti kebiasaan setiap harinya.


“Terima kasih ya sayang” ucap Ethan sambil tersenyum. Tidak lupa dia mengelus pipi Clara saat mengatakannya.


“Pintar sekali aktingnya” gumam Clara dalam hati.


Vania tentu sangat senang melihat anak dan menantunya yang terlihat romantis itu.


“Siapa yang masak ma?” tanya Ethan saat sandwich itu sudah masuk ke dalam mulutnya.


“Kenapa? Tidak seenak masakan istrimu?” tebak Vania sengaja menggoda anaknya.


“Iya” jawab Ethan sejujurnya.


Sandwich yang dibuat asisten rumah tangganya terlalu banyak butter dan Ethan tidak menyukainya.


“Benar kan apa kata mama sayang kalau Ethan mencintai masakanmu” ucap Vania yang berasa bangga dengan tebakannya.


“Semoga bukan hanya masakannya saja ya, tapi yang buat juga ya” lanjutnya pula.


Ethan tersenyum sambil menatap pada sang istri yang hanya menunduk.


“Kamu malu ya?” goda Ethan pada Clara. Clara memalingkan mukanya. Jujur dia memang malu saat ini.


“Sayang, buatkan aku sandwich tuna dong! Aku tidak bisa makan selain masakanmu” ucap Ethan yang langsung tidak berselera setelah memakan dua gigit sandwich buatan Marry.


“Ethan… makan saja yang ada. Lihat masih banyak makanan yang lain” protes Vania pada putranya.


“Tidak mau ! Aku cuma mau masakan istriku” ucap Ethan tak mau kalah. Melihat wajah dan sikapnya sekarang sungguh tidak akan ada yang menyangka kalau Ethan akan kekanakan seperti ini.


Clara yang malas berdebat pun akhirnya mengalah. Dia menuruti keinginan Ethan untuk membuat sandwich tuna. Ethan tersenyum senang. DIa mengekori istrinya yang sedang memasak. Dia bahkan menirukan Benny saat shooting iklan beberapa waktu lalu.


“Eh… apa yang kamu lakukan?” protes Clara saking terkejutnya.


“Ada Mama. Kita harus terlihat romantis. Benny saja sudah pernah memelukmu seperti ini” jawab Ethan santai.


Dari ruang makan Vania bahagia sekali akhirnya Ethan mau sedikit membuka hatinya untuk Clara.


“Semoga ini bukan hanya untuk menyenangkan Mama saja ya nak” gumam Vania dalam hati.


Bersambung...