My Enemy, My Love

My Enemy, My Love
Kecewa



Clara memasuki apartemennya yang masih gelap gulita. Dia menyalakan lampunya dan duduk di sofa yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.


Clara menertawakan dirinya sendiri.


“Baru kemarin kamu mengatakan akan menerima hubungan kita tapi apa? Bahkan belum sehari kita menikah kamu sudah mulai mendekati adikku. Aku bukanlah wanita lemah Ethan, tidak akan aku biarkan kamu menginjak-injak harga diriku”.


“Tuhan…aku mohon jangan biarkan aku jatuh cinta padanya”.


Tubuh Clara begitu panas rasanya.


Dia sangat kecewa dengan Ethan. Dia melanggar apa yang sudah dia katakan sendiri.


Clara kembali menertawakan dirinya.


“Apa yang aku harapkan dari pernikahan ini?”.


“Tidak ada yang bisa aku harapkan. Yang bisa aku lakukan adalah menjaga diriku. Aku berharga dan tidak akan aku biarkan siapapun menjatuhkan harga diriku”.


Ya… Clara sudah bertekad, dia akan membentengi dirinya untuk tidak jatuh cinta pada Ethan.


“Tidak akan pernah ada cinta!!!”.


Setelah cukup lama merenung, Clara memutuskan untuk berendam di kamar mandi.


“Jangan pedulikan dia, biarkan dia mau apa” Clara terus menguatkan dirinya. Tapi apakah semuanya akan segampang itu? Tentu saja tidak, ada bagian hati Clara yang sudah terisi nama Ethan di dalamnya.


….


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi Ethan tak juga nampak batang hidungnya. Walau Clara ingin sekali menanyakan keberadaan suaminya tapi Clara menahan itu semua. Dia tidak ingin terlihat seperti orang yang mengharapkan Ethan padahal Ethan sendiri pergi bersama wanita lain.


Dengan perasaan kesal Ethan masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah berbincang cukup lama dengan Chila, Ethan harus pulang ke rumah untuk mengambil kopernya. Disana pun dia tidak bisa langsung kembali, keluarga Mamanya datang dan mulai menggodanya karena kini statusnya sudah menjadi suami orang.


Ethan merebahkan dirinya di sebelah Clara. Dia pandangi wajah Clara yang terlihat tertidur dengan begitu lelapnya.


“Kamu itu cantik hanya saja sifat dan sikapmu itu yang membuatku belum bisa menerimamu. Andai kamu bisa berubah sedikit lebih lembut aku pasti bisa jatuh cinta padamu.” ucap Ethan pelan lalu ikut masuk ke alam mimpi.


Awalnya Clara memang tertidur, tapi ketika Ethan ikut berbaring di ranjangnya Clara seketika terjaga tapi tetap menutup matanya. Dia mendengar semua apa yang Ethan ucapkan.


Clara kembali menertawakan dirinya sendiri.


Kamu dengar sendiri kan kalau suamimu itu tidak akan bisa mencintaimu, jangan jadi orang bodoh untuk mengharapkan cinta darinya. Ucap Clara memarahi dirinya.


Rasanya begitu sakit mendengar secara langsung pengakuan dari Ethan.


Apakah benar bila aku berubah kamu akan mencintaiku? Hahaha… jangan bodoh Clara.. sampai kapanpun dia tidak akan mencintaimu.


Cukup lama Clara memandangi wajah Ethan sampai dia mendengar suaminya menyebut nama wanita lain dalam tidurnya.


“Chila… Chila…” Ethan mengigau dengan menyebutkan nama Chila.


Clara semakin menertawakan dirinya sendiri.


“Bahkan di malam pernikahan kita kamu memimpikan wanita lain.”


Bersambung…