
Flashback
Selepas kepergian Clara menuju kantor Benny, Ethan semakin merasa cemas. Dia pergi ke lokasi shooting tapi pikirannya terus tertuju pada istrinya.
"Robert.. Kamu tolong handle disini dulu ya? Kalau ada apa-apa hubungi aku. Aku ada urusan penting" ucap Ethan pada anak buahnya.
Robert pun mengangguk patuh.
Ethan tidak peduli kalau nanti Arlan akan marah-marah padanya, yang terpenting sekarang Ethan bisa bertemu dengan istrinya.
Ethan sampai di perusahaan Benny tepat saat Clara baru saja menaiki taxi. Ethan belum sempat turun hingga dia pun mengikuti istrinya dari belakang.
Awalnya Ethan ingin menghubungi Clara, tapi dia takut istrinya besar kepala bila tau dia sampai mengikuti. Oleh karena itu Ethan hanya mengawasi saja dari jauh.
Tapi saat sampai disebuah pusat perbelanjaan, Ethan mulai curiga dengan seorang pria berseragam OB yang Ethan sangat ketahui itu seragam OB dari perusahaan mana karena perusahaannya dengan perusahaan tersebut berada di gedung yang sama.
"Siapa dia?" Ethan bertanya-tanya dalam hati. Apalagi pria tersebut selalu mengikuti istrinya kemanapun bahkan hingga masuk ke dalam restoran.
Awalnya Ethan berpikir kalau pria itu mengagumi istrinya, tapi melihat gerak geriknya yang mencurigakan dan terlihat beberapa kali menelepon seseorang sambil melihat ke arah istrinya membuat Ethan semakin curiga.
Dan dugaan itu semakin terbukti ketika pria itu kembali mengikuti istrinya saat keluar dari Mall.
Apalagi ketika melihat taxi yang Clara tumpangi di cegat preman.
"Jangan-jangan preman itu suruhan dia?" Ethan sudah menghubungi polisi saat preman tersebut mulai mencegat istrinya. Dia juga mengirimkan foto pria yang membuntuti istrinya pada Arlan untuk diselidiki.
"Hati-hati, dia adalah Marlon yang ingin menjebak Chila dulu" bunyi pesan yang dikirim Arlan.
Ethan sengaja mengikuti permaian pria tersebut. Bila ternyata mereka bukan komplotan, Ethan akan segera bertindak. Apalagi kalau preman itu berani menyentuh istrinya tentu saja dia akan bertindak. Tapi ternyata memang semua sesuai dengan perkiraannya. Dengan mudah pria itu bisa menaklukkan 3 preman bertubuh besar. Sesuatu yang tidak masuk dalam logika. Apalagi tidak sampai 10 menit preman tersebut sudah kabur tanpa perlawanan.
Flashback off.
"Aku kan takut. Kamu memang tega!" pekik Clara masih terus memukul dada bidang suaminya.
Ethan tidak melawan. Dia malah terkekeh.
"Ternyata kamu bisa takut juga? Aku kira tidak ada kata takut dalam kamusmu" ucap Ethan sengaja menggoda Clara.
"Iiihhhhh.... Ngeselin....!!!!" Clara kembali memukul-mukul Ethan.
"Iya..Iya...Aku minta maaf ya" ucap Ethan sambil memegang kedua pipi istrinya.
"Aku sengaja mengawasi agar aku tahu apa motifnya. Sepertinya dia ingin balas dendam karena sempat mendekam dipenjara" ucap Ethan pula.
Clara berpikir sejenak.
"Lalu bagaimana?" tanyanya kemudian.
Ethan merangkul istrinya untuk memasuki mobilnya yang letaknya lumayan jauh diseberang.
"Kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah memikirkan cara agar dia tidak berani lagi mendekatimu" ucap Ethan menenangkan.
"Kemungkinan besar Agnes juga terlibat. Tadi aku lihat pria itu beberapa kali menghubungi seseorang".
Clara benar-benar tidak menyangka kalau Agnes akan bertindak sejauh ini. Dari dulu Agnes memang terlihat ambisius, tapi Clara tidak pernah berpikir kalau dia sampai berlaku sejauh ini.
"Oh iya..kenapa kamu bisa tau dia ikutin aku? Kamu ikutin aku juga ya?" Clara menggoda suaminya yang tentu saja wajah Ethan langsung berubah merah karena ketahuan sudah membuntuti istri sendiri.
Bersambung...