
Arlan bertindak dengan cepat. Dengan bantuan relasi yang keluarga Mandey miliki, tidak sulit untuk mengusir Marlon serta Agnes keluar dari negara mereka.
Agnes saat ini sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper sambil menangis. Ternyata kekuasaan keluarga Arlan sebesar ini hingga dia bisa sampai diusir dari negara sendiri.
Di depan rumah Agnes sudah berdiri orang suruhan Arlan yang jumlahnya lebih dari lima sudah menunggu dengan sedia.
Dari surat yang dia terima kalau dirinya dan Marlon akan dikirim ke negara terpencil. Mereka akan bekerja disana sebagai pegawai pabrik dan tinggal di mess serta diawasi langsung oleh orang suruhan Arlan.
Pemerintah negara tersebut juga sudah diberikan langarangan untuk memberikan ijin bepergian keluar negara untuk Agnes serta Marlon.
"Kenapa bisa seperti ini? Kenapa keluarga mereka begitu berpengaruh. Aku kira mereka hanya keluarga kaya biasa seperti pada umumnya. Bukan keluarga yang bisa dengan mudah mengusir seseorang seperti ini".
Agnes begitu menyesali perbuatannya. Dampak dari kejadian ini malah lebih parah dari sekedar mendekam di penjara selama beberapa tahun.
Agnes keluar dari rumahnya dengan langkah gontai. Dia sama sekali tidak memiliki celah untuk pergi karena orang suruhan Arlan mengelilingi dirinya. Yang Agnes bisa lakukan hanya menangis saja. Berbeda dengan Marlon, dia malah senang dipindahkan ke negara tersebut. Dia tidak akan lagi mendengar cibiran dari orang-orang yang mengatainya mantan narapidana. Walau dia dipindahkan ke negara terpencil setidaknya disana dia diberikan lapangan pekerjaan dan tempat tinggal. Menurut Marlon ini bukan hukuman yang kejam karena dia memang tidak memiliki keluarga lagi disini kecuali kerabat jauh.
….
“Ethan…apa tidak terlalu berlebihan hukuman untuk mereka?” Clara rasanya merasa tidak tega melihat temannya diberi hukuman yang menurut Clara terlalu berlebihan.
Saat ini Ethan sudah siap masuk ke alam mimpi tapi Clara malah tidak bisa tidur. Dia kepikiran bagaimana dengan nasib Agnes disana.
“Mereka diberikan pekerjaan dan juga rumah tinggal. Kamu tidak perlu khawatir” Setengah mengantuk Ethan menjawab pertanyaan istrinya.
Ethan merapatkan diri kemudian membawa Clara ke dalam pelukannya.
“Itu sudah konsekuensi dari perbuatannya. Dia sendiri yang bermain api. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab”.
“Tidur, besok kita harus kerja lagi” bukan tanpa alasan Ethan mengatakan itu. Ini sudah hampir jam 12 malam tapi Clara masih saja terjaga.
Jiwa kemanusiaan Clara tetap saja belum bisa menerima kalau Agnes harus mendapatkan hukuman yang cukup berat karena dipisahkan dengan keluarganya.
“Atau mau ronde selanjutnya supaya kamu capek dan tidur?” goda Ethan pula.
“Isshh…” Clara kesal sekali karena suaminya terus saja mengaitkan segala sesuatunya pasti ke arah sana.
Ethan terkekeh kemudian mengelus-elus punggung Clara. Seperti biasa dialah yang lebih dulu terhanyut ke alam mimpi.
Pikiran Clara kembali melayang pada bagaimana nasib Agnes disana. Dulu dia berteman baik dengan Agnes tapi lama kelamaan Agnes terlihat sekali ingin memanfaatkan dirinya. Mungkin karena gaya hidupnya yang mewah membuat Agnes melakukan berbagai cara agar bisa memenuhi segala keinginannya termasuk menjebak temannya sendiri.
Chilalah salah satu korbannya. Untung ada Arlan yang bisa menggagalkan semua itu. Dan akibat itu semua sekarang Chila dan Arlan terpaksa harus menikah karena kesalahan mereka sendiri.
Bersambung...