Money Or Honey

Money Or Honey
Episode 28: Manusia tidak berhati!



Roberth duduk sambil memainkan jemari nya di tangan sofa. Sesekali dengan gelisah dia menengok arloji merk Rolex yang bertengger mewah di tangan.


Sudah pukul 10 malam dan Hiyola belum pulang. Sejak tadi Roberth berusaha tidak peduli. Entah sudah berapa kali dia naik dan turun tangga. Berusaha tidur, namun kata-kata Petra terus mengahantui, akhirnya ia turun kembali ke bawah, mencoba menonton TV. Membaca pun sudah mulai tidak mempan.


Bahkan Ami yang sejak tadi melihat sikap majikan nya jadi kesal sendiri. Padahal kata Tuan, nyonya punya foto shoot dan akan kembali larut. Tapi, sikap sang majikan seperti orang khawatir yang tidak tahu di mana keberadaan istri nya.


"Dia bahkan hanya membaca pesanku! Berani sekali!" Roberth bergumam sendiri. Dua centang biru tanpa balasan membuatnya kesal.


Melihat adegan singkat yang di tayangkan di TV siang tadi, membuat Roberth gelisah. Ternyata Daniel adalah putra dari Jiehan Collin, seorang mantan model inggris, yang datang ke indonesia karena karir di dunia permodelan yang redup, kemudian tersandung kasus narkoba.


Tidak ada yang tahu bahwa ternyata Jiehan sudah memiliki suami dan anak. Dia menutupi semua hal tersebut, bahkan dari manager nya. Sang suami, Bram. Mengikuti Jiehan kembali ke Indonesia demi keinginan wanita itu, tapi keberadaan mereka bahkan di sembunyikan. Media baru tahu kalau Jiehan memiliki suami dan anak setelah kejadian menghebohkan tersebut. Roberth juga ternyata kenal si Jiehan ini, karena wanita itu pernah menjadi salah satu model iklan saat perusahan masih baru berdiri. Bahkan informasi yang Petra temukan tidak begitu falid.


"Seperti nya aku harus mengganti asisten. Petra sidah mulai lambat." gumam Roberth, keluar masuk beranda Wa. Berharap sebuah lingkaran hijau, berangka satu, muncul di samping nama kontak, 'Jelek'


Ya, Roberth menamai Hiyola jelek. Hanya nama itu yang terlintas saat dia mendapatkan nmornya dari bagian administrasi.


"Tuan, lebih baik istirahat saja. Biar saya yang menunggu nyonya." ucap Ami tiba-tiba.


Roberth bahkan tidak menggubris ucapan pembantu nya. Dia malah fokus pada layar ponsel. Mengikuti setiap berita tentang Jiehan Collin.


Ternyata wanita itu menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Suami nya seorang aktor ternama Indonesia, melakukan kekerasan terhadap nya. Tidak tahan dengan penyiksaan yang di terima, Jiehan kembali ke rumah suami pertama, sambil membawa sebotol pembersih lantai dan melakukan aksi bunuh diri di rumah itu. Katanya dia ingin berakhir di samping orang-orang yang ia cintai.


"Aku akan menjemputnya. Kamu tidur saja Ami." ucap Roberth. Dia meraih jaket jaket hitam yang sudah di sediakan. Sebenarnya sejak tadi dia sudah berpikir untuk menjemput Hiyola. Bagaimana pun, wanita itu baru saja masuk Tv. Bagaimana jika kolega-koleganya melihat wajah Hiyola di Tv? Bisa hancur seluruh reputasi keluarga Kohler.


Saat hendak keluar, Roberth di kejutkan dengan sebuah mobil yang memasuki gerbang rumah nya. Dia tidak mengenal ataupun tahu mobil siapa.


Roberth sedikit tersentak. Violeta baru saja turun dari mobil. Rupanya mommy nya membeli mobil lagi.


"Apa yang kau lakukan malam-malam begini, mom?" tanya Roberth penasaraan karena Violeta berjalan tergesa-gesa. Kemarahan sangat terpampang jelas di wajah nya yang memerah.


Giginya gemertak sebelum berucap. "Di mana wanita bodoh itu!!!???" Violeta sama sekali tidak mengecilkan suaranya, saat melihat Ami yang mengekori Roberth.


Wanita itu langsung menerobos masuk, mencari keberadaan Hiyola. Sambil meneriaki nama nya.


"Dimana *** *** itu, Roberth?"


Roberth yang merasa terganggu dengan sikap ibu nya, menghampiri wanita itu. Dia menghentikan Violeta, saat dia menghancurkan kamar yang sebelum nya di gunakan Hiyola.


Ami bahka sampai ketakutan. Memang dia sering melihat ibu dari majikan nya itu marah-marah, namun yang saat ini terlalu berlebihan.


"Apa yang kau lakukan, Mom!!?" Roberth mencekal tangan Violeta, sedikit merasa kesal karena wanita itu telah menghancurkan rumah nya.


"Cepat hubungi, Petra! Suruh dia untuk mengurus tim media, agar memblur atau sekalian menghapus semua berita yang menampakkan wajah jal*ng mu itu."


"Apa maksud mu, mom? Aku tidak mengerti!" Suara Roberth meninggi. Violeta berbicara tanpa jeda.


"Bahkan menghandle satu wanita saja, kau tak becus! Bagaimana kau bisa mengurus perusahan, Huh? Saham kita anjlok karena wanita bodoh itu."


Roberth tidak lagi berdiri di depan ibu nya. Dia sudah keluar dan masuk ke kamar, mengambil tablet yang tergeletak di atas ranjang.


Satu alis Roberth terangkat. Dia tiba-tiba menjadi seperti dirinya yang lama. Kaku dan beraura dingin.


Bagaimana pun juga, di dunia nya, perusahan lah yang paling penting. Dia tidak akan pandang bulu terhadap siapa pun, bahkan Hiyola.


"Aku akan menemukan nya, mom." ucap Roberth, bergegas pergi. Violeta menimpali. "Seret dia, segra."


***


Roberth mengendarai mobilnya dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, dia khawatir, di sisi lain ia marah. Walau bukan tipe pria yang suka marah ataupun main kasar dengan wanita, Roberth tidak akan menolerir.


Kaki Roberth terhenti saat mendapati Hiyola hanya berduaan saja dengan Daniel di taman buatan rumah nya. Mereka duduk berdampingan, sambil berbincang.


Roberth menghampiri mereka dan langsung menarik tangan Hiyola, membuatnya berdiri spontan.


"Kau harus pulang sekarang juga!" sergah Roberth.


Hiyola membelalakkan matanya nya. Kalang kabut melihat wajah dingin Roberth, dan raut kesal Daniel. Mereka bersitatap untuk sepersekian detik. Tangan Hiyola masih berada dalam cengkraman Roberth.


"Anda siapa?" Daniel meraih satu tangan Hiyola. Dia tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti sahabat nya.


Roberth menyunggingkan senyum miring. Dia menatap Daniel dari kepala hingga kaki. Perusahan nya hampir anjlok gara-gara pria serong ini.


"Kita pulang! Sekarang!" Ketus Roberth, tak acuh dengan pertanyaan Daniel. Dia langsung menarik Hiyola, sayang nya Daniel juga mencengkram lengan Hiyola, kuat.


"Dia akan bermalam di sini!" sergah Daniel. Menghentikan gerak Roberth. Dengan tajam ia menatap wajh Daniel, penuh intimidasi. Roberth sudah cukup kesal dengan kedekatan mereka, kini kehidupan pribadi Daniel telah menyeret Hiyola dan keluarga nya ke dalam masalah.


"Saya tidak akan mengijinkan istri saya tidur di rumah pria lain."


Glek...


Wajah Hiyola memucat. akhirnya apa yang ia cemaskan terjadi. Roberth telah membongkar semuanya di depan Daniel.


Daniel menganga, shock. Dia mulai mengendurkan genggaman nya, dia menatap Hiyola yang tidak berani menoleh dengan pandangan kecewa.


"Suami? Istri? Apa maksud dia, Hiyo?"


Hiyola hendak menjawab, namun Roberth segera menariknya. "Jelaskan besok saja. Ada yang lebih penting." ujar Roberth, dan langsung menarik Hiyola, menuju mobil.


Shock yang melanda membuat Hiyola langsung menepis tangan Roberth, dengan sekali hentakan. Dia marah, kesal, dan benci. Roberth sudah kelewatan dengan melanggar privasi nya.


"Saya bisa pulang sendiri!!!" ketu Hiyola, langsung menuju Hope yang tengah terparkir. Mood nya hancur sepenuh nya. Roberth sudah melangkahi Hiyola. Seharusnya Daniel tahu semua nya dari mulut Hiyola.


"Dasar manusia tidak berhati!!" geram Hiyola melaju lebib dulu.


***