Married With Single Daddy

Married With Single Daddy
15. Berbaikan



♥♥♥


Setelah kejadian semalam wajah Luna terlihat lbersinar dan cantik memang cinta itu bisa mengubah seseorang dalam waktu sekejab dimana cinta bisa membuat orang menjadi tidak waras seperti halnya dengan Luna saat tidur, mandi, pakai baju, makan dan sekarang berada didalam lift saja dia tersenyum sendiri tanpa ada siapapun disampingnya. Tapi untung dirinya masih tahu tempat sehingga orang tidak akan menggapnya orang gila.


Meskipun malam dia hanya tidur beberapa jam tapi tidak membuatnya lelah sama sekali, apalagi saat bangun tidur dia sudah ditelpon oleh Reza untuk mengucapkan selamat pagi' dan hari ini dia mengajaknya untuk berangkat bersama tapi menolaknya dengan lembut sehingga Reza mengerti untuk sesaat. Luna berangkat mengunakan taksi online dan turun diperempatan kerja seperti biasanya.


Saat kedatangan Luna, sebagian orang menatapnya aneh dan merasa ada sesuatu yang salah dengan dirinya hari karena semua orang melihat kearahnya tapi tak semua hanya kalangan wanita yang menatap nya tajam. Luna mulai berpikir apa karena kejadian kemarin saat dikantin atas ocehan Novi and Genk yang menggosipinya. Tapi ia berpikir positif karena Luna tidak ingin mengubah moodnya yang sedang senang hari ini. Dan bergegas masuk keruangan.


"Pagi Mbak Rani". sahut Luna senang.


"Pagi. Sepertinya ada yang lagi senang beda banget". balas Rani melihat senang Luna kembali tersenyum.


"Mbak Rani bisa saja". seru Luna malu.


"Oh iya, aku mau minta maaf soal__". kata Rani tidak melanjutkan lagi katanya.


"Soal apa?". balas Luna penasaran.


"Kemarin Pak Reza, saat kamu udah pulang kerja. Aku dipanggil sama beliau. Dia tahu soal Novi and Genk ngatain kamu waktu dikantin". ucap Rani.


"Terus?"


"Mbak nggak segaja keceplosan ngasih tahu dia kejadian waktu ditoilet, abisnya dia khawatir banget sama kamu".


"Gpp, aku kalau diposisi Mbak juga begitu".


"Jadi kamu nggak marah, sama Mbak?".


"Nggaklah, buat apa aku marah, Mbak kan selama ini selalu peduli dan perhatiin Luna".


"Syukur deh, terus bagaimana kamu sama dia?".


"Kepo deh".


"Serius, penasaran".


"No, biar Mbak penasaran".


"Ih gitu deh".


Luna melewati bagian humas dan bertemu dengan teman kuliahnya, Alda dan Reyhan untuk membuat laporan hasil magang mereka yang mereka rekap kembali sebelum mereka kembali lagi kekampus, ketiganya pun mencicil laporah hasil magang mereka dari sekarang agar lebih cepat hasilnya nanti, mereka diberi kesempatan untuk mengerjakan tugasnya ditempat yang sudah disediakan oleh perusahaan.


Setelah beberapa jam mengerjakan tugas dan mereka kedatangan Reza dan Soni seketarisnya. Alda dan Reyhan sangat senang karena mereka diperhatikan langsung oleh pemilik perusahaan dan mereka juga diberikan kudapan sebagai penganjel perut mereka.


Sebenarnya dalam hatinya ingin sekali bertemu dengan kekasihnya merasa sangat merindukannya padahal mereka semalam sudah bertemu, mungkin karena Reza merasakan kembali yang namanya kasmaran lagi setelah sekian lama dan itu membuatnya terlihat bodoh.


Sebelum datang kemarin saja dia sudah beberapa kalinya bertanya pada Soni soal penampilanya memang terlihat konyol kalau dipikir-pikir tapi itulah cinta.


Setelah dengan memberi kudapan dan kiat-kiat sukses pada mereka Reza kembali keruanganya. Agar dia tidak menggangu Luna yang sedang mengerjakan tugas kuliah.


"Jadi, wanita itu kekasih bapak?". seru Soni.


"Iya, kenapa?". singkatnya.


"Bapak bisa saja kalau cari perempuan cantik".


"Aku lihat perempuan bukan dari fisik, tapi lihat hatinya. percuma cantik kalau hatinya jelek. Lagian Luna itu adalah perempuan yang baik dan dia juga menerima aku meskipun seorang single daddy. dia juga dekat sama anak saya".


"Syukurlaha kalau Mbak Luna mau terima Bapak dan anak bapak, saya hanya bisa doakan untuk hubungan kalian berdua".


"Terima kasih".


•••


Losso♥


Rara duduk dibangku yang bernuansa merah yang berada tepat diujung ruangan sebelah kiri sehingga dia akan dapat memandang kearah jalan. Dan bisa melihat orang-orang sedang berjalan kaki berlalu lintang.


Tidak lama orang yang dia tunggu akhirnya sudah datang, Abel memasuki restoran dan duduk diberhadapan dengan Rara saat ini.


"Kapan kamu datang, maaf aku telat jalanan macet banget". sahut Abel.


"Lumayan lama, tapi itu nggak penting, kamu udah baikan belum sama Luna?". balas Rara.


"Belum, aku malu mau minta maafnya juga, setelah aku tahu alasannya". sesal Abel dengan sikapnya.


"Kamu mau lama-lamaan kayak begini". Rara sambil meminum Mojito drink mengunakan sendotan dan menikmati rasa Lemon mint nya.


"Nggaklah aku juga nggak mau lama-lama". balas Abel membuang muka kearah jendela.


"Bagaimana kalau nanti malam kita keapartemenya Luna kasih kejutan". ucap Rara.


"Ide bagus tuh, sekalian bawa bakso setan biar tambah luluh". kata Abel.


"Satu hal lagi jangan cerita apa-apa sama kakak kamu". Rara memperingatkan temanya.


"Nggak janji kalau itu, tahu sediri mulut aku itu Le'mes".


"Terserah pokoknya udah bilang".


Disela-sela obrolan seorang pria menghampiri mereka dan duduk nimbrung dengan keduanya tanpa permisi membuat Rara dan Luna mengerutkan kedua alisnya.


Dan Aldo memandang kedua wanita ini penasaran datang untuk makan direstoran miliknya.


"Kenapa cuma berdua yang satunya kemana, kok tidak kelihatan". tanya Aldo.


"Luna kerjalah memang kita nggak ada kerjaan, ngapain juga kamu tanya-tanyain dia, masih ngarepin?". ujar Abel.


"Oh! kerja dimana? Kalau memang masih ngarepin kenapa?". balas Aldo percaya diri.


"Mau kerja dimana itu bukan urusan anda, jangan terlalu berharap. Luna udah punya pacar". sahut Rara.


"Baru pacarkan bukan suami masih ada harapan dong?". kata Aldo


"Ih dasar bucin, kamu itu nggak usah deketin dia lagi, biarin dia bahagia sama orang yang dicintainya". tegas Abel karena ia tidak mau kalau Luna kembali lagi dengan Aldo nanti kakaknya bagaimana.


"Dasar kalian berdua, aku nggak begitu juga kali. Meski aku masih cinta sama Luna, tapi aku juga mengerti kalau emang dia sudah punya orang yang dicintai. Aku akan mundur kok dengan ikhlas. Asal dia bahagia".


"Aldo sekarang udah gede". seru Abel mengelus kasar kepala Aldo dihadapanya.


"Syukurlah, makanya cepat Move on". ujar Rara sambil memukul pelan bahu tangan Aldo.


Rara, Abel dan Aldo berbicang-bincang mengenang masa saat SMA mereka dulu, Aldo pun menyajikan menu special untuk keduanya agar mereka senang. Karena bertemu kembali dengan teman lama sangat menyenangkan, dan setelah itu Abel dan Rara bergegas ke supermarket untuk belanja makanan untuk mereka masak diapartemenya Luna malam ini karena besok weekend.


•••


Selesai dengan tugas Luna kembali keruangan untuk menyimpan hasil laporannya dan menghampiri Mbak Rani yang sedang duduk dimeja kerjanya untuk mengajaknya makan siang bersama.


Dan mereka pun bergegas kerestoran western didekat kantor. Jarang makan siang  ditempat seperti ini biasanya mereka selalu makan diresto cepat saji, aku tapi kali ini Mbak Rani mau teraktik untuk makan siang.


"Tumben makan disini Mbak? Apa ini hari special?". ucap Luna penasaran.


"Itu_Mbak mau ngomong sesuatu sama kamu". balas Rani terlihat gusar.


"Ngomong apa? Jadi penasaran?". sahut Luna.


Sebelum Rani mau menceritakan tiba-tiba Yuda datang dengan sebuah bingkisan dibunga ketangan dan memberi pada Rani.


Ketika itu pun Luna menatap curiga keduanya, Rani hanya menunduk malu dan sedikit gusar karena menerima tatapan Luna yang amat penasaran.


Tadi berbeda dengan pria itu dia terlihat santai dan biasa saja.


Luna tersenyum, "Jadi sejak kapan hubungan kalian?".  tanya Luna.


"Nggak lama Lun". balas Yuda mengarukan kepala dengan jari telunjuk menghilangkan kegugupannya.


Rani hanya diam.


"Kenapa baru bilang, kan aku bisa ucapin selamat". Sahut Luna senang karena akhirnya Mas Yuda bisa move on dan menjalani hidup dengan wanita yang dia cintai dan apalagi dengan Mbak Rani wanita yang begitu baik padanya.


"Marah kenapa Mbak, aku malah senang banget Mas Yuda akhirnya bisa menemukan wanita yang bisa mendampingi dia, apalagi orangnya Mbak Rani pasti Alm, Kak Anggi juga turut senang disana". ujar Luna senang.


"Tuh kamu dengarkan kata aku juga Luna pasti ngerti kok". kata Yuda santai.


"Aku kan cuma sedikit takut". Sesal Rani.


"Malah Luna tadinya mau comblangin Mbak sama Mas Yuda tapi aku malah denger kalian sudah menjalani hubungan, jadi ngga Capek-capek buat comblangin kalian berdua".


"Terima kasih Luna". sahun Rani.


"Iya, terus kapan makannya Luna lapar". kata Luna merasa lapar.


Mereka tersenyum lebar.


Ternyata kebahagian bukan milik Luna dan Reza saja tapi Rani dan Yuda pun ikut mendapat kebahagian mereka.


Mereka menikmati obrolan-obrolan dan makan steak saus tomat, dan ternyata kebahagiaan itu bisa mempererat hubungan seperti ketiganya.


Selesai makan Yuda kembali kekantornya dan dia bekerja sebagai seorang pengacara muda yang sangat dingin dalam mengatasi khasus-khasusnya.


Luna maupun Mbak Rani kembali kekantor dan langsung membereskan berkas-berkas yang akan diberikan pada Pak Fredi disaat akan mengerjakan tugas tiba-tiba Reza datang mendatangi ruangan Luna membuatnya terkejut dan tak percaya.


Ngapain sih Mas Reza kesini, ini kan jam kerja. Batin Luna.


"Pak Reza, ada keperluan apa datang kemari?", tanya Rani, yang sudah berpikir negatif.


"Saya mau bertemu dengan Pak Fredi dia ada diruangannya?". balas Reza.


"Ada Pak silahkan masuk".  ucap Rani dan menuntun Boss Reza masuk keruangan Pak Fredi. Reza masuk dan sebelum itu menolehkan wajahnya kearah Luna dan menyebarkan senyum manisnya pada Luna dan ia pun menjadi merona merah akibat tatapan manis dari Reza yang sekarang kekasihnya itu.


Luna masih sibuk dengan Laporan kerjaanya, dan setelah beberapa satu jam Reza berada didalam ruangan ia melihat pria itu sudah keluar dengan urusannya. Sementara itu Pak Fredi mengantarkan sampai pintu ruangan itu karena Reza menolak Pak Fredi mengantarkannya sama lift.


Reza pun menghampiri Luna pelan-pelan karena diruangan untungnya hanya ada Rani dan Luna, aku sementara Lukas sedang diluar ruangan membeli coffee untuk mereka.


"Nanti malam, aku keapartemenmu?", bisik Reza berdiri didepan meja dan Luna hanya mengangguk pelan tanda setuju, dan sementara Rani melihat kelakuan dua sejoli ini membuat iri karena bisa setiap hari bertemu.


Reza pun pergi keruangannya kembal tanpa dia ketahui seseorang wanita dibalik tembok ruangan menatap kesal. Karena Bossnya keluar dari tempat dimana Luna berada dan mengenduskan napas beratnya sembari mengepalkan tangan keras ketembok. "Awas kamu Luna, lihat saja apa yang bakal aku lakukan sama kamu." Gerutu Novi pergi meninggalkan tempat dan kembali kedalam ruanganya dengan hati marah dan kesal.


•••


Apartemen♥


Luna sampai diapartemen pukul enam malam, sekarang ia benar-benar merasakan kedua pipinya memanas sejak tadi dan hatinya seperti ditumbuhi bunga-bunga yang sedang bermekaran.


Karena tingkanya yang konyol merasa malu dihadapannya Mbak Rani saat Reza bilang akan datang keapartemennya ia menjadi salah tingkah, selalu bertanya-tanya apa yang mereka lakukan nanti karena ia sudah lama tidak menjadi hubungan selain dengan Aldo sebelumnya.


Setelah masuk kekamarnya Luna segera membersihkan dirinya, beberapa saat ia berpakaian dan keluar dari kamar karena terdengar suara bel berbunyi dan segera membuka pintu ternyata orang sudah dia tunggu datang membawa sebuket mawar merah dan sebuah kotak cokelat.


"Terima kasih, aku suka". seru Luna mengambil buket bunga dan kotak cokelat ditangan Reza kemudian ia mencium harum bunga mawarnya, "Ayo Mas masuk". ajak Luna.


"Mas mau minum apa?". tanya Luna sembari menyimpan buket bunga kedalam pot yang berada diruang tamu dekat Reza duduk sekarang.


"Apa aja asal kamu yang buatin". seru Reza menoleh pada Luna yang sedang meletakkan bunga yang diberinya.


Luna melangkah meninggalkan Reza menuju dapur untuk membuatkan minum, mengambil cangkir dan membuatkan coffee latte kesukaan Reza karena bingung dia harus membuat minuman apa saking canggung berada berdua diapartemennya.


Belum selesai membuat minuman Luna merasakan ada seseorang memeluknya dari belakang. Reza mengeratkan pelukannya dipinggang Luna. Sontak membuat wanita didepannya kaget dan jangan bayangkan betapa diri Luna sekarang seperti ada kupu-kupu berterbangan kesana kemari.


"Mas, aku lagi buat minum buat kamu?". ucap Luna sedikit membalikan wajahnya kearah belakang.


"Biarkan seperti ini beberapa menit saja. Aku itu kangen banget sama kamu. Dikantor aku jarang ketemu. Apalagi peluk kamu seperti ini". balas Reza masih memeluk Luna dari belakang.


Luna membiarkan Reza terus memeluknya seperti itu, dan karena ia pun sangat menginginkannya, tubuhnya merasa hangat seperti berada didalam selimut dan Luna merasakan sekujur tubuhnya bergetar disaat Reza mencium lembut leher Luna tanpa dia sadari ciuman itu begitu liar.


Dan membuat Luna merasa geli


Perlahan Reza membalikan tubuh Luna agar mereka berdua bisa saling berhadapan sehingga membuat muka keduanya merah merona, Reza memberikan kecupan singkat dibibir Luna. Saat Reza akan kembali menurunkan kepalanya dan mencium lagi.


Suara pintu terdengar melihat kedatangan tiba-tiba kedua temannya masuk dan Luna pun dengan cepat mendorong Reza agar menjauh, namun itu tidak mengungkiri keadaan mereka didapur sudah terlanjur tertangkap basah oleh pandangan kaget Abel dan Rara.


"Apa yang sedang kalian lakukan?". ucap Abel kaget.


"Mas Reza sama Luna?". seru Rara sama kagetnya dengan Abel. Sepasang kekasih ini hanya diam dan salah tingkah saat kepergok oleh Abel dan Rara, keduanya langsung saja memisahkan diri.


Luna kembali membuat minuman dan sementara itu Reza kembali ke ruang tamu tanpa bicara atau pun membalas pertanyaan Abel maupun Rara.


Kedua temannya dan Reza sedang duduk diam, tapi tatapan mereka begitu mengintrograsi dengan kedatangan Luna membawakan empat cangkir coffee dan diletakkan diatas meja, dan duduk disamping Reza sementara Abel dan Rara kembali menatap keduanya mengerutkan alis penasaran.


"Kalian udah jadian ya?". tanya Abel pensaran.


Keduanya hanya mengangguk membenarkan karena masih malu dengan kejadian didapur.


"Ayolah kalian berdua bisu, kenapa diam saja?", tanya Abel lagi kesal dengan kedua pasangan ini.


"Malu kali, tadi kepergok?". sahut Rara sontak membuat keduanya menjadi kaku dan malu.


Suara deham Reza terdengar sebelum mulai bicara, "Lagian kalian berdua kenapa langsung masuk, tanpa pencet bel?". tanya Reza.


"Biasanya juga begitu kali kak. Lagian kita juga nggak tahu kalau didalam kalian lagi__". kata Luna terhenti oleh ucapan cepat Luna.


"Kita nggak ngapain-ngapain kok". bela Luna dengan wajah merah seperti tomat.


"Pokoknya kalau kalian masuk harus pencet bel dulu biar__". ujar Reza.


"Biar nggak ganggu kalian lagi ehmm__". seru Rara mengoda.


"Rara!". teriak Luna dan melempar bantal kecil kearah kedua temannya yang selalu mengoda mereka.


Reza mengesap coffee latte buatannya Luna yang sudah menghangat karena lama ditinggal mengobrol. Sementara Luna dan Rara melangkah kedapur untuk menghangatkan bakso yang dibawa temannya. Abel maupun Luna memang sangat tahu makanan favoritnya.


Dan tak butuh lama menghangatkan bakso menyajikannya dimangkuk, untung bakso yang dibeli dengan ukuran sedang sehingga mereka cukup untuk bisa menghabiskan sendiri.


Luna memanggil adik dan kakak itu untuk makan.


"Jadi ini yang namanya bakso setan?", tanya Reza sambil memperhatikan bakso dimangkuk dengan saksama karena untuk pertama kalinya dia melihat makanan ini.


Sementara itu ketiga wanita memandang kearah Reza dan menggelengkan pelan kepala mereka melihat cara Reza menyentuh-nyentuh bakso penasaran.


"Iya ini namanya bakso setan kak. Sorry banget guys kakak aku itu belum pernah makan-makan beginian. Maklum lama dibesarin diluar negri". Jelasnya Abel merasa kakaknya ini begitu sedikit berlebihan melihat bakso saja sampai-sampai dilihatin saksama.


"Benaran? Mas Reza kudet banget dong Bel". seru Luna meledek pria disampingnya membuat Reza meherutkan alisnya.


"Kudet?". kata Reza mengulang kembali ucapan Luna, dan sontak ketiga wanita dihadapannya tertawa lepas melihat raut wajah Reza kebingungan.


"Kudet itu kurang update". balas Abel.


Mereka pun kembali menertawakan Reza, tanya namun Luna menghentikan tawa dan memandang Reza dan berbicara, "Udah jangan ledekin Mas Reza terus nanti ngambek loh". bela Luna.


Reza memangut kedua pipi Luna gemas, "Kamu juga sama saja". serunya.


"Aduh, ceritanya mau pamer kemesraan dan biar kita duo jomblo iri". cerutu Abel.


"Makanya cepat punya pacar". ledek Reza.


"Wah kak Reza nyebelin banget, setelah punya pacar belagunya keluar". kesal Abel.


"Udah jangan bahas itu lagi". sanggah Luna.


"Iya makan baksonya nanti keburu dingin, nggak enak malah jadinya". sahut Rara.


Merekapun kembali menikmati acara makan baksonya dan tanpa terasa Reza, Luna, Abel maupun Rara mereka telah menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang.


Meskipun dalam apartemen. Walaupun acara berduan saja antara Luna dan Reza dihancurkan oleh kedatangan Abel dan Rara.


♥♥♥