LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 09



" Kau Memanggil Kakek Saya, Kakek," Tanya Dewa Bingung.


" Iya.... Kenapa Emangnya Den," tanya Balik Mitha.


" Siapa Yang Menyuruhmu Memanggilnya Begitu," Tanya Dewa Lagi.


" Dia Itu Kakek Saya Bukan Kakekmu," Kata Dewa Lagi.


" Aku Tau Beliau Kakek Nya Den Dewa, Bukan Kakek Ku," Kata Mitha Pelan.


" Tapi... Kakek Sendiri Yang Menyuruhku Memanggilnya Begitu," Jelas Mitha.


" Aaaah... Jadi Maksudmu, Kakek Tua Itu Yang Menyuruhmu," Tanya Dewa Lagi dan Ia Pun Berendam Di Buthup yang di Sediakan Mitha Tadi.


" Aden Bilang, Kakek Tua Itu," Kata Mitha Menirukan Nada Bicara Dewa dan Membuat Dewa Malah Tersenyum karena Mitha Malah Menirukan Nada Bicaranya.


" Yang Aden Bilang Kakek Tua Itu Kan Kakeknya Aden, Kenapa Aden Malah Bilang Begitu," Tanya Mitha Lagi.


" Kakek Memang Sudah Tua Bukan," Kata Dewa Pelan.


" Yang Bilang Kakek Masih Muda Itu Siapa, Kalo Kakek Masih Muda, Tidak Mungkin Kan Di Panggil Kakek," Kata Mitha Pelan dan Mitha Menyiapkan Baju Kerja Milik Dewa.


GADIS PINTAR, dalam Hati Dewa Kagum dan Dewa Malah Senyum Senyum Sendiri Seperti itu.


" Gadis Kecil...." Panggil Dewa Pada Mitha.


" Kenapa Den Dewa Selalu Panggil Aku Gadis Kecil," Kata Mitha Kesal Karena Majikannya Sellau Memanggilnya Gadis Kecil.


" Karena Kau Memang Masih Kecil," Kata Dewa lAgi,


Mitha Pun Tak menjawab Perkataan Dewa lagi.


MASIH KECIL APANYA, pikir Mitha Kesal.


AKU TUH SUDAH DEWASA TAU..dalam Hati Mitha Kesal.


" Kenapa Kau Tak Membalas Perkataan Ku," Tanya Dewa.


" Apa Kau Marah," Tanya Dewa Lagi.


" Tidak.." Jawab Mitha Singkat.


" Den, Baju Kerjanya Sudah Saya Siapkan Ya," Kata Mitha Lagi.


" Kau Mau Kemana," Tanya Dewa Lagi.


" Mau Bantu Ibu di Dapur Den," Kata Mitha Lagi.


" Bantu Saya Dulu, Baru Bantu Ibumu," Kata Dewa Selesai Mandi.


" Baiklah Baiklah..." Kata Mitha pelan.


Dewa Yang Biasa Selalu Mengerjakan Sendiri Kini Malah Semakin Terbiasa Di Bantu Mitha, Malah Kalo Mitha Tak Membantunya, Entah Kenapa Ia Selalu Lupa dengan Semua Hal.


Sudah Hampir Seminggu Mitha Menjadi Pelayan Pribadi Dewa. Setiap Hari Pasti Ada Aja Yang Di Lakukan Dewa Agar Membuat Mitha Kesal Dan Itu Malah Membuatnya Senang.


Mitha Juga Akrab Dengan Rama, Raja dan Juga Kenjo,


Malah Kenjo Selalu Dekat Dengannya. Hari Ini Pun Kenjo Menyuruh Mitha Untuk Memotong kan Kukunya, Dan Mitha Pun Menurutinya Saja.


Dewa yang Tak Sengaja Melihat Itu merasa Tak Senang Karena merasa Mitha Itu Hanya Miliknya,


" Sedang Apa Kalian," Tanya Dewa Pada Mereka Berdua.


" Aah Hai Kak. Aku Meminta Gadis Kecil Ini Membantuku Memotong Kuku Ku," Kata Kenjo lagi.


" Dimana Pelayan Pribadimu," Kata Dewa Kesal Karen Pelayannya Malah Melayani Pria Lain.


" Ah.. Dia Lagi Di sana," Kata Kenjo Lagi. Menunjuk Pelayannya yang Sedang Membantu Pelayan Lainnya.


" Gadis Kecil.... Kemari," Kata Dewa Pada Mitha, Mitha Pun Menghampirinya.


" Ya Den,"


" Lain Kali, Jangan Pernah menyuruh Pelayan Pribadiku Untukmu," Kata Dewa Tegas Pada Kenjo yang Diam Mematung.


" Bukan Kah, Kau Sudah Punya pelayan Pribadimu Sendiri," Kata Dewa lagi Semakin Galak.


" Pelayan Pribadiku Hanya Untukku," Kata Dewa Lagi,


" Dan Satu Lagi...." Kata Dewa Pada Kenjo yang diam Mematung.


" Kau ikuti Aku," Kata Dewa Lagi Pada Mitha.


Mitha Pun Mengikutinya Di Belakang.


" Kenapa Kau Mau Di Suruh Seperti Itu," Tanya Dewa Pada Mitha.


" Lah...Kan Saya Pelayan Di Sini Den," Kata Mitha Pelan Dan Dewa pun Berhenti Tiba Tiba dan Berbalik Menghadap Mitha dan Membuat Mitha Yang Tak Bisa Berhenti Mendadak Malah Membentur Dada Bidang Milik Dewa.


" Aaw Ma Maaf Den," Kata Mitha Pelan dan Meringis karena Kepalanya Kejeduk Dada Bidang Milik Dewa


" Kau Memang Pelayan Disini, Tapi Tugasmu Hanya Melayani Aku saja," Kata Dewa Seram dan Malah Menatap Mitha Tajam, Seperti ingin Menusuknya Saja.


Mitha pun Menganguk Anggukan Kepalanya Tanda ia Paham dengan Ucapan Dewa Yang Semakin Menyeramkan.


" Aku Akan Katakan Itu Nanti," Kata Dewa Lagi yang Tidak Di Mengerti Mitha.


" Aku Tidak Suka Punya Ku di Bagi," Kata Dewa Lagi.


MAKSUDNYA APA SIH. dalam Hati Mitha Tak Mengerti.


DI RUANG KAKEK WIJAYA...


" aaah Jadi Kau mau Menyimpannya untukmu saja, begitu maksudmu Nak," Tanya Kakek Wijaya Saat Dewa Meminta Pelayan Pribadinya Itu Menjadi Miliknya Saja.


" Kakek Tau Sendiri Bukan, Kalo aku Tak Suka Berbagi," Kata Dewa lagi.


" Aku tau Itu." Kata Kakek Wijaya lagi.


" Lalu Bagaimana Kalo Kau Menikahinya Saja," kata Kakek Wijaya Serius.


" Apa...Apa Kakek Bercanda," Kata Dewa Lagi.


" Kalo Kau Menikahinya.. Bukankah Dia Akan Menjadi Milikmu Seutuhnya," Saran Kakek Wijaya.


" Mana mungkin Aku Menikahi Pelayanku sendiri Kakek," Kata Dewa Aneh Dengan Perkataan Kakeknya.


" Kalo Kau Tidak Sanggup Untuk Menikahinya, Aku Akan Memberikannya Pada Yang Lain, Karena Semua Cucuku Sangat Menyukai Gadis Itu," Kata Kakek Wijaya Lagi.


Kakek Wijaya Berhutang Budi Pada Ayah Mitha Karena Ia Yang menolongnya dan Malah Mengorbankan Dirinya Saat Itu,


Sebelum Meninggal Ayah Mitha Berpesan Untuk Menjaga Putri Putrinya Nanti.


Dan Kakek Wijaya Hanya Bisa Menikahkan Cucu Cucunya Saja dengan Putri Supir Pribadinya itu. Apa lagi Yang Kakek Wijaya Lihat Semua Cucu Cucunya Sangat Menyukai Gadis Itu.


Jadi Dengan Hanya Cara Menikahkan Cucunya Dengan Gadis Itu, Kakek Wijaya Bisa Memenuhi Permintaan Supir pribadinya Yang Sudah Meninggal Karena Dirinya.


" Kenapa Kakek Ingin Sekali Aku Menikah Dengan Gadis Kecil Itu," Tanya Dewa Penasaran.


" Aku Tidak Memaksamu Nak, Aku Hanya Memberimu Pilihan," Kata Kakek Wijaya.


" Aku Mempunyai Kekasih Kakek, Dan Mungkin Tahun Ini aku Akan Menikahinya," Kata Dewa Lagi dan Membuat Kakek Wijaya Kecewa.


" Aah Benar.. Kau Kan Sudah Mempunyai Kekasih, Lalu untuk apa Kau Meminta Pelayan Pribadimu itu hanya Untuk Melayanimu Saja," Kata Kakek Wijaya.


" Kalo Kau Menikah Dengan Kekasih mu itu, Bukan kah Pelayan Pribadimu itu tak di butuhkan Lagi," Kata Kakek Wijaya.


Dewa pun terdiam tak Bicara, memikirkan Apa yang Di Katakan Kakek nya Itu.


Dewa pun Membayangkan Hari Harinya Pasti Suram Seperti dahulu saat Gadis Kecilnya Itu Belum Ada.


Dewa Pun Tak Tau Harus Bagaimana.


SEMINGGU KEMUDIAN....


Dewa bertemu Dengan Kekasih Nya, Mungkin Ini Sudah Yang Ke 2 Kalinya Mereka Bertemu Saat Sudah Berada Di Jakarta. Karen Kedua nya Memang Selalu Sibuk.


" Beb," Panggil Zella Sayang saat Melihat Dewa Sedang Duduk Di Kaffe menunggu nya.


" Maaf Ya Sayank, Telat,Kau tau Kan Beb Kalo Aku Sangat Sibuk," Kata Zella dan Mencium Bibir Dewa Lembut.


" Aku Tau Sayank," Kata Dewa,


" Mau Makan Apa.." Tanya Dewa lembut.


Mereka Berdua pun Menghabiskan Masa Masa Indah Bersama,


Merka Berdua Pun Melakukan Kegiatan Kencan Yang Jarang Mereka Lakukan.


Zella Memang Seorang Model Yang Sangat Cantik, Namun Dewa Tak Tau Bagaimana Zella Sebenarnya.....