
Dewa pun Membawa Mitha Ke Ruangan Kerjanya.
" Makan lah Ice Cream Nya Sebelum Meleleh," kata Dewa Lagi.
Mitha Pun Duduk Di kursi dan Memakan Ice Cream Nya.
Dewa pun Mengerjakan Pekerjaannya Dan Tak mau mengganggu Pelayannya Yang Sedang menikmati Ice Cream Nya.
" Den Dewa... Mau Tidak," Tawar Mitha Lembut.
" Tidak.. Kau Makan Saja," Kata Dewa Tak Lepas Dari Pandangan Pada Berkasnya...
" Den Dewa Mau Membicarakan Apa," Tanya Mitha Saat Masih Memakan Ice Creamnya.
" Habiskan Saja Dulu Ice Cream nya, Baru Nanti Kita Bicara," Kata Dewa Lembut.
Mitha Pun Menghabiskan Ice Cream nya Dengan Cepat.
" Seperti nya Penting sekali yang Mau Den Dewa Katakan," Kata Mitha Setelah Habis Memakan Ice Creamnya dan Mitha Pun Menghampiri Dewa dan Duduk Di Hadapannya.
" Berkas Pernikahan Kita Sudah saya Daftarkan," Kata Dewa Menjelaskan pada Mitha tentang Berkas Pernikahannya.
" Aaaahh... Den Dewa ternyata... Jadi, Mau Menikahi Saya," Tanya Mitha.
" Tentu Saja.. Ini Kan Keinginan Kakek Wijaya," Kata Dewa pelan.
BENAR...INI SEMUA KAN HANYA KEINGINAN KAKEK SAJA, batin Mitha Entah kenapa ia tak senang.
" Kalo Den Dewa Tak Mau Menikah Kenapa Harus Menikah," Kata Mitha Lagi.
" Karena Saya Tidak Punya Pilihan Lain Selain Menikahimu," Kata Dewa Lagi membohongi Hatinya. Padahal Ia Sangat Senang Menikah dengan nya.
" Tapi Den... Den Dewa kan Bisa Menikahkan Saya Dengan Pria Lain, Tidak Harus Dengan Den Dewa Juga yang Menikahiku Kalo Den Dewa tidak Mau," kata Mitha Tetap Kekeh Menolak.
" Memang Siapa Pilihanmu," Tanya Dewa pelan.
" Hmmmm... Bagaimana Kalo Den Raja Saja, Den Raja Sangat ingin Menikah Dengan Ku," Kata Mitha Putus Asa dan Malah Sembarangan Memeberi pilihan,
" Kalo Tidak Den Rama, Den Rama Juga Pasti Mau Menikah Denganku," Kata Mitha Memberi saran lagi.
" Dan Masih Ada Den Kenjo, Pasti Mereka Mau juga Kan Menikahiku, Seegakanya Mereka Menyukaiku," Kata Mitha Lagi dan Lebih putus Asa.
" Apa kau Ingin Menikahinya," Tanya Balik Dewa.
" Apa Kau Mencintainya," Tanya Dewa Lagi.
" Mungkin Setelah Lama Bersama Aku Akan Menyukai, Seegaknya Mereka Semua Mau menikah dengan Saya," Kata Mitha Pelan.
" Lalu Jika Kau Menikah Dengan Ku, Apa Kau Tidak Akan Menyukaiku," Tanya Dewa dan Membuat Mitha Diam Seketika.
" Kau Dengan memikih Mereka Saja Bisa Menyukai, Apa Dengan Ku kau Tak Bisa menyukai ku," Kata Dewa Menekan Mitha.
" Sa..Saya Tidak Tau Den," Kata Mitha pelan.
" Jadi Kau Tidak Akan Pernah Menyukaiku," Kata Dewa pelan Dan Mendekati Mitha dengan Berlahan.
" Kau Yakin Tidak Akan Menyukaiku," Goda Dewa semakin Mendekatkan Wajah tampannya Dengan Wajah Mitha.
" Apa Kau Yakin...Di Hatimu Tidak Merasakan Sesuatu," Kata Dewa Memperhatikan Mata Indahnya..
" Seperti Berdebar Tak Karuan.... Seperti Suara Debaran Jantungmu Yang Berdetak Itu," Kata Dewa tertawa geli Saat mendengar Debaran Jantung Mitha Yang Tak Beraturan,
Mitha Pun Merasa Malu karena Debaran Jatungnya Sampai Terdengar seperti itu.
" Berhentilah Tertawa Seperti itu, Den Dewa Jangan Mengejek ku," Kata Mitha Dan Menutup Mulut Dewa dengan Tangannya.
" Baiklah.... Apa Sekarang Kau Mau Menikah Dengan ku," Kata Dewa lembut. setelah Mulut nya Terbebas dari tangan Mitha.
" Gitu Doang," Kata Mitha Cemberut,
GAK ROMANTIS BANGET SIH DEN DEWA, dalam Hati Mitha Kesal.
" Saya Tuh Dilamar, Apa Cuma Di Tanya Aja Den.. Ya Seegaknya Dengan Romatis Gitu kek Den Lamarannya," Kata Mitha Semakin Cemberut Saja.
Dewa pun Tersenyum dengan Keinginan Gadis Muda Ini.
BENAR JUGA..GADIS INI KAN MASIH KECIL,PASTI BERMIMPI BAKALAN DI LAMAR DENGAN ROMANTIS, pikir Dewa Tersenyum dengan Pemikirannya.
Dewa Pun Berlutut dengan satu Kaki dan mengeluarkan Cincin Yang Memang Ia Sudah Siapkan nantinya.
" Apa Kau Mau Menikah Denganku, Walau pun Di antara Kita Tidak Ada Ikatan Cinta, Tapi Aku Janji tidak Akan Pernah Membuatmu Menderita, dan aku Janji akan Membuatmu Bahagia, Dan Seiring nya Berjalan Waktu mungkin Kita Akan saling Mencintai Nantinya," Kata Dewa Panjang Lebar.
" Maaf Aku tidak bisa Melamarmu dengan Menaiki kuda putih seperti Putri Putri lainnya, Dan Mungkin Juga Seperti Impianmu Waktu kecil," Kata Dewa Tertawa geli,
Karena Melihat Mitha Yang Malah Cekikikan, Dewa Pun Menarik Tangan Mitha Dan Mendudukan Di pangkuannya dan Karena Merasa Tergoda Dengan Tawa Dan Bibirnya Dewa pun Malah Mencium Bibir Mitha Lembut,
Mitha Yang mendapat Ciuman Tiba tiba Dari Dewa Hanya Diam Mematung.
" Karena Kau Sudah Menerima Ciuman Dariku, Jadi Kau Harus Menerima juga Lamaranku," Kata Dewa lagi.
Dewa pun Menyematkan Cincin Indah di jemari manis Pelayannya Itu.
" Mungkin Nanti Pernikahan Kita Tidak akan Semewah Yang Kamu Inginkan," Kata Dewa lagi.
" Dan aku juga Sudah Meminta Ijin Pada Ibumu, Dan Beliau Setuju," Kata Dewa lagi.
" Apa Kita Memang Benar benar harus Menikah Den," Tanya Mitha Tak Percaya.
" Iya... Dan Aku dengan Senang Hati Akan Mengabulkan Keinginan Kakek Wijaya," Kata Dewa lagi.
" Dan Aku Harap Kau Juga Sama," Kata Dewa Lagi.
Mitha juga Tidak Punya Pilihan Selain Menikah, dan Ia pun Akan Menerima Pernikahan Ini.
*****.......******........*******........*******.......
Keluarga Jaya Kusuma Dengan Cepat Sudah Tau Kabar Ini,
Ada Yang Menolak Ada Juga Yang Senang,
Pernikahan Dewa dan Pelayannya Pun Sudah Tersebar di Kediaman Jaya Kusuma,
Banyak Beranggapan Kalo Mitha Hamillah. Ada Juga Yang Bilang Pelayannya Main Guna Guna Lah makannya Majikannya Mau Menikahinya Pikir para pelayan Lainnya.
Semua Pelayan di sana selalu berburuk Sangka pada Mitha, Karena merasa Aneh Dengan pernikahannya.
Ibu Sri pun Tak Luput Dari Perbincangan Para Pelayan, Namun Ibu Sri Tetap Diam Menutup Telinganya rapat Rapat,
Karena Yang Ia Tahu Ini adalah Permintaan Kakek Wijaya dan Janji Pada Suaminya, Jadi Ibu Sri Tak Perduli Omongan Para Pelayan Lainnya.
Mitha Juga Sama,ia Akan Melawan Siapa Saja Yang Berani Menghina Nya Atau pun Ibunya karena Beranggapan Kalo Ia Main Kotor untuk Mendapatkan Gelar Menjadi Keluarga Jaya Kusuma.
karena Merasa Sakit Hati Raja Pun Memilih Kuliah Di Amerika dan Tak mau melanjutkan Kuliah Di sini.
Raja Tak Mau Melihat Gadis Yang Ia Sukai menikah Dengan Kakaknya.
" Jadi Den Raja Beneran Akan Kuliah Ke Amerika," tanya Mitha Pada Dewa.
" Hmmm." Hanya Itu Yang Keluar Dari Mulutnya.
" Kenapa Den Raja Malah Pindah Kuliahnya ke Amerika Den," Tanya Mitha Lagi.
" Kenapa Kau Tanya Padaku, Kau Tanya Saja Sendiri padanya," Jelas Dewa Kesal Kenapa Pelayannya Ini Malah Membicarakan Raja Adiknya.
" Saya Kan Cuma Nanya Den," Tanya Mitha,
" Yang Kau Tanya itu... Raja Kuliah Di Amerika Kenapa Kan, Kalo Kau Memang Penasaran Raja kenapa Kuliah Di Amerika Itu Semua Karena Kita," Jelas Dewa Kesal.
" Apa.... Jadi den Raja Ke Amerika Karena Kita," Tanya Mitha.
" Apa Sekarang Kau Menyesal Mau menikah Denganku, Apa di Hatimu Sekarang Ada Rasa Cinta Pada Raja.. Jadi Kau Merasa Kehilangan Begitu," Tanya Dewa.
" Itu semua terlambat karena Pernikahan Kita Hampir Seminggu lagi," Kata Dewa Ketus Dewa Merasa Cemburu pada Adiknya Karena Pelayan Nya ini Selalu Menanyakan Raja.
" Aku tidak Menyesal Den, Kenapa Aku Harus Menyesal, Toh inikan Keputusan Kita Bersama Untuk menikah," Jelas Mitha Pelan.
" Jadi Berhentilah Menanyakan Nya Padaku," Kata Dewa Dan Menarik Tangan Mitha Agar duduk Di pangkuannya.
" Aku tak Suka Kalo Kau Menanyakan Ini Itu tentang Pria Lain di Hadapanku," kata Dewa tegas.
" Den Raja Kan Adiknya Den Dewa, Mana Mungkin Den Dewa Cemburu Sama Den Raja Adik Den Dewa Sendiri," Kata Mitha Bingung.
" Adikku Juga Seorang Pria...Kau Lupa Kalo Dia Juga Menyukaimu," Kata Dewa Malah Makin Kesal saja Kala Pelayannya Selalu menyebut Nama Raja Adiknya.
RAJA RAJA RAJA LAGI..batin Dewa tak senang..
HARUS BERI PELAJARAN PELAYAN KECILKU INI...dalam hati Dewa memeiliki Trik Licik..
" Iya....Saya Lupa Den Kalo Den Ra....." Kata Pelayannya Cekikikan Karena Merasa Gemas Pada Pelayanya dewa pun Membungkam Mulut Pelayannya Dengan Bibir di Dewa yang agresif.. Dan Menuntut.
" Berhentilah Menyebut Namanya Sebelum Aku Melakukan Lebih Padamu Gadis Kecil," Ancam Dewa dengan Nada Seakan Akan mau melakukan nya Sekarang Juga.
Mitha Pun Langsung Terdiam Karena Di Ancam Dewa Seperti itu.