LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 70



" Benarkah Mam,"Tanya Dewa Tak Mempercayainya.


" Benar Nak,, Dulu Mami saat Mengandung Rama, Mami sampai Tidak Mau Makan, Karena Selalu di Muntahkan terus," Kata Mamah Dewa Mengenang Saat saat Kehamilannya Dulu.


" Lalu...Mami Makan Apa Kalo Gitu, Apa Rama Baik Baik saja Saat Mami Tidak Makan Apa apa," Tanya Dewa Semakin Penasaran..


" Kau Lihat Sendiri Sayang, Rama Sampai Sekarang Pun Sehat Bukan, Lagi Pula Itu Waktu Mami Mengandung Saat Baru 1 Atau 2 Bulan, Seterusnya Tidak Begitu lagi," Kata Mamah Dewa pelan.


" Apa Lagi Waktu Mami Mengandung Raja,, Mami Saja Sampai Lemas karena Waktu Mengandungnya Kata Dokter Kandungan Mami Lemah, Sampai sampai Mami sama Papahmu Mau Menggugurkan Saja Kandungan Mami Itu, Tapi Mami Percaya Kalo Mami Bisa Mempertahankan Dan Mami Percaya Kalo Anak Mami kuat, Dan Akhirnya Raja pun Lahir dengan Sehat," kata Mamah Dewa Menceritakan Perihal Mengandung Putra Putranya..


" Memang Seperti itu Sirklus Mengandung Nak, Bermacam Macam Cara Mengandungnya, Bahkan Lebih Parah Lagi," Kata Mamah Dewa Memberi Tau pada Dewa Bahwa Menjadi Seorang Wanita Tidaklah Mudah.


" Jadi Memang Seperti Itu Nak,, Mungkin Momy Mu Juga Sama Saat Mengandungmu Sayang," Kata Mamah Dewa lembut.


" Lalu Aku Harus Bagaimana Mam," Tanya Dewa Penasaran.


" Teruslah Selalu Bersama Nya Sayang, Jaga Dan Perhatiannya Harus Kau Utamakan," Kata Mamah Dewa.


" Terimakasih Mam, Akuvakan selalu Mengutamakannya," Kata Dewa Lembut.


" Sayang...Apa kau Mau Makan Sesuatu," Tanya Mamah Dewa pada Mitha..


" Aku Tidak Mau Apa apa Mam,Belum Pengen Apa apa," Kata Mitha Lembut.


" Baiklah...Kalo Kau Mau Makan Sesuatu Bilang Pada Mami Kau Mengerti Sayank," Kata Mamah Dewa Lembut, Mitha pun Hanya Menganggukan Kepalanya.


" Ayo Sayang....Kita Istirahat dulu," Kata Dewa lembut dan Mengajak Mitha ke Kamarnya.


" Iya Mas..." Kata Mitha pelan.


Mitha Pun Mengikuti Suaminya Ke kamar.


Mitha juga membereskan baju baju yang Ia Bawa dan memasukannya ke dalam lemari.


" Apa Kau tidak Lelah Sayang," tanya Dewa dan memeluk Istrinya dari Belakang.


" Hmmmm tidak...kenapa MEmang Mas," Tanya balik Mitha lembut..


" Kalo Kau Lelah Aku akan Memijit mu Sayang," Kata Dewa Pelan.


" Tidak Usah Mas, Aku Baik Baik Saja," Kata Mitha Lembut.


" Gelap Sekali, Aku Buka Saja Ya Mas Jendelanya.." Kata Mitha Dan Ia Pun Membuka Jendela Kamarnya Dewa,


Mitha pUn Melihat Ada Pohon Mangga Yang Berbuah Lebat.. dan Entah Kenapa Mitha Ingin Sekali Memakan Mangga Itu.


" Oia Mas...Apa Aku Boleh Minta Sesuatu," Kata Mitha lembut.


" Sesuatu Apa, Kau Mau apa Sayang," Tanya Dewa Lembut,


" Mas...Apa Boleh Aku Minta Itu," Tanya Mitha Dan Menunjuk Pohon Mangga Yang Ada Di Depan Kamar Dewa..


Dewa Pun Menghampiri Mitha dan Ingin Tau Apa Yang Di Tunjuk Istrinya.


" Kau Mau Mangga Sayang," Tanya Dewa Lembut.


" Mas Akan Belikan ya, Bagaimana," Kata Dewa Lembut.


" Tapi Aku Mau Yang Itu Mas,, Aku Mau Makan Mangga Yang Itu," Kata Mitha Pelan Dan sedikit Merajuk.


" Tapi Sayang.. Mas Belikan Saja Ya," Kata Dewa Pelan.


" Aku Maunya Yang itu Mas,, Aku Mau mangga Yang Itu, Aku Gak Mau Mangga Yang Di Beli di pasar,, Aku Mau Mangga Yang langsung Dari Pohonya," Kata Mitha merajuk.


" Tapi Sayang ......" Belum Juga Dewa Selesai Bicara Mitha Sudah Merajuk Dan Marah Saja.


" Pokoknya Aku mau Mangga itu titik," Kata Mitha Marah Dan Ia Pun Merajuk.


" Tapi Sayang...Orang Itu Sangat Pelit dan Galak," Kata Dewa Pelan.


" Tidak Mungkin Dia Mengijinkan Mangga ya Untuk Di Minta Sama Kita," Kata Dewa Yang Kenal Siapa Pemilik Pohon Mangga Itu.


Dewa Yang Baru Kali Ini Melihat Sikap Mitha Yang Aneh Langsung Menenangkan Istrinya Itu,


" Baiklah...Mas Akan Ambilkan," Kata Dewa pelan,


Dewa Pun Keluar Dari Kamarnya, Ia Merasa Bingung Dengan Sikap Mitha Yang Merajuk Seperti itu.


" Ada Apa Sayang," Tanya Mamah Dewa Saat Melihat Raut Wajah Dewa Yang Terlihat Aneh dan Bingung.


" Apa Mitha Baik Baik saja," Tanya Mamah Dewa Lagi.


" Istriku Tidak Apa apa Mam, Cuma Saya Bingung Mam, Istriku itu pengen Makan Mangga," Kata Dewa Pelan.


" Terus Apa Susahnya..Tinggal Kamu Belikan Sayang," Kata Mamah Dewa Aneh.


" Mitha Pengen Makan Mangga Milik Pak Rudy Mam, Sampai Sampai Dia Merajuk Seperti itu, Mami Tau Sendiri Kalo Pak Rudy Itu Seperti apa," Kata Dewa Pelan.


" Maksud Kamu Pak Rudy Hartono Tetangga Kita Yang Judes dan Pelit Itu," Kata Mamah Dewa Kaget.


" Iya...Dan sekarang Istriku Malah Merajuk Mam," Kata Dewa Pelan.


" Ya Tuhan...Nak,,, Mitha Sedang Mengidam Itu Nak," Kata Mamah Dewa Tersenyum


" Kau Minta Saja Sama Pak Rudy, Untuk Mengobati Ngidam Istrimu," Kata Mamah Dewa Lagi.


" Mami Tau sendiri Kan Kalo Pak Rudy Bagaimana," Kata Dewa Kesal.


" Sayang...Apa Kau Ingin Anakmu ileran Kalo Tidak Kau Turuti apa Keinginan Istrimu," Kata Mamah Dewa.


" Apa...ileran, Tentu saja Tidak Dong Mam, Masa Anak Dewa ileran," Kata Dewa Kesal.


" Makannya Kau Harus Turuti apa maunya Istrimu Sayang, Biar Nanti Cucu Mami Tidak Ileran," Kata Mamah DewA..


" Baiklah Mam, Aku akan Coba untuk Memintanya," Kata Dewa Pelan.


Dewa Tidak mau Kalo Nanti Anaknya ileran...


Dewa Pun Keluar dari Kediaman Jaya Kusuma,


" Mau Kemana Kak," Tanya Rama Saat Melihat Dewa Keluar Tanpa Kendaraan..


" Aku Mau Minta Mangga Pak Rudy," Kata Dewa Pelan.


" Apa....Kakak Mau Minta Apa," Tanya Rama Tak Percaya dengan Pendengaran nya.


" Mangga,,, Memang nya Kakak Tidak Mampu Untuk Beli Mangga Kak, sampai Minta Sama Pak Rudy Yang Judes dan Pelit itu," Kata Rama Tak Percaya.


" Kalo Itu Yang Aku Bisa Aku, Aku Beli....Tapi Ini Permintaan Mitha Yang Sedang Mengidam," Kata Dewa Pelan.


" Mau Tidak Mau Aku Harus Coba Memintanya," Kata Dewa Lagi.


" Tapi Kak...Kakak Tau Sendiri Kalo Pak Rudy Itu Membenci Keluarga Kita," Kata Rama memberi Tau Dewa.


" Tidak Mungkin Semudah Itu Kita Bisa Memintanya," Kata Rama Pelan.


" Kau Benar...Kalo Dia Tak Memberikannya Akan Aku Curi Saja Mangga ya," Kata Dewa bercanda Namun Dengan Wajah Serius.


" Ya ampun Kak....Kakak Mau Mencuri," Tanya Rama Semakin Tak Percaya Pada perkataan Kakaknya Yang Ngaco Itu.


" Mau Bagaimana Lagi...Dari pada Nanti Anakku ileran," Kata Dewa Pelan.


" Baiklah Kak, Aku Boleh Ikut Kan," tanya Rama ia Penasaran Apa Yang akan Terjadi Nanti Jadi ia Memutuskan Untuk Ikut Dengan Kakaknya...


***AUTHOR


Hai Hai Hai.... Makasih ya buat Semua Yang Masih Setia Baca Cerita Novel Ini,,


Maaf Kalo Ceritanya Gak Nyambung Atau Ngaur,,


Semoga Di Episode Yang Ke 70 ini Semakin Tak Membosankan Ya... salam Sayang Selalu Dari Author..😚😘***