
Mitha Yang Baru sadar Kala Melihat Dewa Sedang Berjalan Sempurna Terkejut campur Senang melihat Dewa Memang Benar Benar Sudah Bisa Berjalan.
" Den Dewa Bisa Jalan Beneran," Tanya Mitha Terkejut.
" Aku Memang Sudah Bisa Berjalan Tha, Tadi Kan Aku Juga Sudah Berkata Begitu padamu, Namun Belum Terlalu Sempurna," Kata Dewa Jujur
" Benarkah," Kata Mitha Senang Saking Senangnya Ia Malah Memeluk Dewa.
" Akhirnya Den Dewa Bisa Jalan Juga," Kata Mitha Di sela pelukannya.
Dewa yang dipeluk Hanya Diam tak Bersuara karena Pelayannya Memeluknya Tiba Tiba,
" Sejak Kapan Den Dewa Bisa Jalan," Tanya Mitha setelah Melepas Pelukannya dan Mitha Tak Henti Hentinya Bertanya Karena Ia Merasa Senang.
" Saat Kau Pulang Kemarin," Kata Dewa pelan.
" Waaah Jadi Den Dewa Sudah Bisa Jalan Beneran Begitu," Kata Mitha Senang.
" Hmmm," Hanya Itu yang Keluar dari Mulutnya.
" Apa Kau Sesenang Itu," Tanya Dewa Pelan dan tersenyum melihat Mitha Yang Sesenang itu.
" Tentu saja Saya Senang, Coba Den Dewa tunjukan lagi Padaku dan Berjalan Lagi," Pinta Mitha Tak Mempercayai Penglihatannya Tadi.
Dewa pun Mengikuti keinginan Pelayannya Itu dan Berjalan Sempurna,
" Ya...tuhan Den Dewa Memang Benar Benar Bisa Berjalan," Kata Mitha Senang Dan Memeluk Dewa Lagi.
" Berhentilah Memelukku terus," Kata Dewa Pelan.
Mitha Yang Baru Menyadari Kelancangannya Karena Memeluk Majikannya pun melepas Pelukannya.
" Maaf Den, Bukannya Saya Kurang Ajar, Berani Memeluk Den Dewa," Kata Mitha Pelan dan Menyalah artikan perkataan Dewa.
" Tapi...Saya Benar benar Senang Makannya Tak Sadar Meluk Meluk Den Dewa, Maaf kan Saya Den Atas Kelancangan Saya," Kata Mitha Lagi.
" Bukan Begitu.. Kau Memelukku Seperti Itu Membuatku Grogi saja," Kata Dewa pelan, Padahal Dalam Hatinya Ia Sangat Senang Di peluk Pelayannya ini.
" Apa... Den Dewa Grogi," Tanya Pelayannnya Itu bingung.
" Hmmm," Hanya Itu Yang Keluar Dari Mulut Dewa.
" Kenapa Den Dewa Grogi," Tanya Mitha Penasaran.
" Aku kan Juga Pria Normal Tha, Jadi Kau Tau sendiri kan Di peluk Perempuan Bagaimana," Kata Dewa Pelan.
" Mana Saya Tau Den, Saya Kan Belum Pernah Merasakan Di peluk Seorang pria," Kata Mitha pelan.
Dewa yang Mendengar pernyataan itu membuat dirinya kesal pada ucapan pelayannya itu,
AKU JUGA KAN PERNAH MEMELUKNYA, pikir Dewa.
JADI SELAMA INI DIA TAK MENGANGGAP AKU SEORANG PRIA, dalam Hati Dewa Tersinggung pada Ucapan Pelayannya yang tak Menganggapnya Seorang Pria.
Dewa Pun Langsung Memeluk nya Erat, Perlakuan Dewa Yang Tiba Tiba Memeluk Mitha, Membuat Mitha Terkejut,
" Den..Den Dewa kenapa Memelukku," Tanya Mitha Heran Kenapa Dewa malah Memeluknya.
" Apa Kau Tidak Merasakan Sesuatu," tanya Dewa.
" Sesuatu.. Sesuatu Apa Maksud Den Dewa," Tanya Balik Mitha Yang Semakin Bingung saja.
JADI DIA BENAR BENAR TAK MENGANGGAP AKU SEORANG PRIA dalam Hati Dewa Kesal
" Sudahlah...Lupakan Saja," Kata Dewa Malah Kesal sendiri dan Melepaskan pelukannya Lagi.
ADA APA SAMA DEN DEWA. pikir Mitha Bingung.
3 HARI KEMUDIAN...
Mendengar Kabar yang Bahagia Ini Keluarga Jaya Kusuma Senang Saat mengetahui Kalo Dewa Sudah Bisa Berjalan Lagi.
" Ya Tuhan Kak, Ternyata benar Kakak Bisa Jalan Lagi," Kata Raja Saat mengetahui kalo Kakaknya Sudah Bisa Berjalan lagi.
" Hmmm."
" Selamat Ya Kak, Akhirnya Kau Bisa Berjalan Lagi," Kata Rama ikut Senang.
" terimakasih,"
Hanya Satu Orang Yang Merasa Tak Senang,
KENAPA DIA GAK MATI SAJA SIH SAAT GUE TABRAK,,SUDAH SUKUR CACAT INI MALAH BISA BERJALAN LAGI pikir Seseorang Jahat.
" Selamat Ya Kak, Akhirnya Kakak Bisa Berjalan lagi," Kata Dion Senang.
" Selamat Kak, Akhirnya Kau Bisa Jalan Kembali," Kata Kenjo.
" Terimakasih Ken,"
Tak berapa Lama Ada Seseorang Datang Ke Kediaman Jaya Kusuma.
" maaf Tuan Muda Besar, Ada Yang Mencari tuan Muda Besar " Tiba Tiba Pelayan pria memberi tau Kalo Ada Yang mau Bertemu dengannya.
" Siapa." Tanya Dewa
" Seorang Wanita Tuan Muda, Dan Dia Mengaku Kekasih Tuan Muda," Kata Pelayan Pria Itu lagi.
Mereka Semua penasaran Siapa Yang Ingin Menemui Dewa Saat ini, Apa Lagi Seorang Wanita Dan Mengaku Kekasihnya.
Selama Setahun Ini Tidak Ada yang Mencari Dewa Sama Sekali dan Setelah Berita Dewa Sudah Bisa berjalan Lagi.
Tiba Tiba Ada Yang Mencarinya dan Mengaku Kekasihnya.
Dewa Pun Penasaran Siapa Yang sedang Mencarinya.
Jangan Kan Dewa, Raja, Rama, Kenjo, Dan Dion Pun Penasaran Siapa Wanita Yang Mau Bertemu Dengannya dan Mengaku Kekasihnya.
Dewa benar Benar Terkejut Saat Mengetahui Siapa Wanita Yang Di Maksud Pelayan Pria Itu.
" Zella... Sedang apa Kau Di sini," Tanya Dewa bingung melihat Wanita Yang Dulu ia Cintai dan Sudah Putus Hubungan Dengannya Malah Mengunjunginya Sekarang.
" Aku Hanya Ingin Bertemu Dengan mu," Kata Zella Lembut.
" Syukurlah Kalo Kau sudah Sembuh Sayank," Kata Zella Lembut dan Memanggil Dewa dengan Sebutan Sayank.
" dari mana kau Tau Kalo Aku Sudah Sembuh," Tanya Dewa pelan,
" Itu tidak Penting Sayank, Yang Penting kau Sudah Sembuh Aku Senang kau Sudah Sembuh," Kata Zella Lembut Dan Mendekati Dewa.
" Ada Apa Kau Mau Menemuiku," Tanya Dewa Penasaran Dan Sedikit Cuek,
" Aku Hanya Ingin Berbicara Sesuatu Padamu," Kata Zella Lagi.
" Katakan Saja Aku Tidak Ada Waktu," Kata Dewa Cuek.
Rama, Raja, Dion, Dan Kenjo Hanya Diam Menperhatikan Di Atas Saja...
Tak Sengaja Sosok Mitha Terlihat Di Bawah dan Mau Melewati Ruang Tamu Itu,
Dengan Cepat Rama Menghampiri Mitha pelayan Pribadi Dewa.
" Ya Ampun... Den Rama, Bikin Kaget Saja," Kata Mitha Kaget saat Rama Malah Menghalangi Mitha untuk melewati Ruang Tamu.
" Maafkan Aku Tha, Aku Mau Bicara," Kata Rama Tiba Tiba Menarik Mitha Menjauh Dari Ruang Tamu.
" Den Rama, Mau Bicara Apa," tanya Mitha...
" Ah Aku lupa Mau Bicara Apa..." Kata Rama Jujur tak tau Harus Bicara Apa,
Rama Sengaja Mengajak Pelayan Kakaknya Ini mengajak Bicara Agar Tak Melihat Kakaknya Sedang Bersama Wanita,
Rama Pikir Kalo Pelayan Kakaknya Ini Menyukai Kakaknya Jadi ia Pun Melakukan Itu Agar Mitha Tak Cemburu nantinya, Begitulah Pemikiran Rama Saat ini.
" Den Rama Benar Benar Aneh," Kata Mitha Dan Meninggalkan Rama Lagi,
Mitha Pun Menuju Tempat Yang Mau Ia Tuju Tadi dan Melewati Ruang Tamu Bermaksud Keluar Untuk Membantu Pelayan Lainnya Di luar.
Betapa Terkejutnya Mitha Saat Melihat Dewa Dan seorang Perempuan Berpelukan.
DEN DEWA SEDANG PELUKAN SAMA SIAPA, batin Mitha Penasaran.
PASTI SERU, MITHA MELIHAT KAKAK MALAH MEMELUK WANITA LAIN. dalam Hati Raja Senang Saat Melihat Mitha Melihat Dewa Malah Asyik Berpelukan dengan Wanita Lain.
Mitha Pun Melihat Wanita Itu ternyata Mantan Kekasih Den Dewa Yang Kemarin Kemarin Menghina Den dewa.
TERNYATA SI WANITA ULAR, batin Mitha pelan dan Ia pun Menghampiri Dewa yang di peluk Mantan Kekasihnya itu.
" Hei Wanita Ular, Sedang Apa Kau Di sini," Tanya Mitha Pada Zella.
Dewa Sangat Senang Saat Melihat Mitha Lewat Dan Sengaja Membiarkan Zella Memeluknya, Dewa Ingin Tau Bagaimana Reaksi Mitha saat Melihat Dewa Di peluk Wanita.
" Wanita Ular Katamu," Kata Zella Kesal pada Pelayan Dewa.
" Sayank...Dia Memanggil Ku Wanita Ular," Kata Zella Manja, Zella Beranggapan Kalo Dewa Kembali Lagi Padanya Karena Mau menerima pelukannya,
Zella tau kalo Dewa masih Mencintainya, makanya Dia Merespons pelukannya Begitulah pemikiran Zella Saat ini.