LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 51



" Papih," Panggil Melody Senang Saat Papihnya Masuk.


Setelah Bertemu Mitha Akhir Akhir Ini Melody Sering Sekali Berbicara dan Tak Diam Lagi Seperti biasa.


" Kalian Sedang Membicarakan Apa Sih, Kayanya Seru Banget," Tanya Revan Pelan.


" Aku Sama Mamah Lagi Ngomongin Pangelan pih," Kata Melody antusias.


" Mamah," Kata Revan Bingung.


" Ia Pih,, Kakak Cantik Membolehkan Aku memanggilnya Mamah," Kata Melody Senang.


" Iya Kan Mah," Kata Melody lagi dan Bertanya Pada Mitha, Mitha Pun Tersenyum membenarkan,


" Oh ia..." Kata Revan Ikut Antusias.


" Jadi Kau Mengijinkannya Untuk memanggilmu Mamah," Tanya Revan Pada Mitha, dan Mitha pun Mengangguk.


" Ia Pih...Mamah Bilang Mamah Sudah Punya Pangelan," Kata Melody lagi,


" Kalo Melody Pangelannya Siapa Pih," Tanya Melody Lagi.


Revan Sangat Senang Melihat Perubahan Melody Yang Sering Berbicara.


" Tentu Saja Papih," Kata Revan Dan tersenyum pada Putrinya.


" Aku Tidak Mau Papih yang Jadi Pangelannya," Kata Melody tak Suka..


" kenapa Memangnya Dengan Papih,papih Kan Juga Cocok untuk menjadi Pangeran Sayang," Tanya Revan Semakin Penasaran Dan Mitha Hanya Tersenyum saja Mendengarkan Obrolan mereka Berdua,


" Pangelan kan nanti Yang akan Menikahi aku Pih, Masa Aku Nanti nikahnya Sama Papih," Kata Melody Lucu dan Mitha Tersenyum mendengar perkataan Anak Kecil Mungkin sudah Mau 6 tahun Berbicara Seperti itu.


" Kau Benar Juga Sayang.. Lalu Siapa yang Akan Menjadi Pangerannya," Tanya Revan penasaran.


" hmmmmmm...." Melody memikirkan Siapa Yang Akan Menjadi Pangerannya Nanti..


Tiba Tiba Dewa Masuk begitu saja Ke kamar Melody, dan Melody Menatapnya...


" Bagaimana Kalo Om Yang Itu Pih," Tanya Melody Pada Papihnya, dan Menunjuk Dewa.


Dewa yang Tak mengerti Hanya Diam Saja dan Memperhatikan Wajah Melody dengan Dingin.


Dewa sama Sekali Tak Menyukai Gadis Kecil Itu,


" Ayo Kita Pulang... Ini Sudah Sore," Kata Dewa Mengajak istrinya.


" Tunggu Sebentar Mas," Kata Mitha Lembut.


" Om....Om Mau Tidak Jadi Pangelan aku," Tanya Melody Pada Dewa dan Tersenyum Manis, Dewa Yang memperhatikannya Sedikit Demi Sedikit Mulai Melembut.


Dewa Tak Mengerti apa Maksud Gadis Kecil ini,


" Apa Maksudmu Anak Kecil," tanya Dewa pelan.


Mitha Yang Memperhatikan Dan Mendengar Melody Berbicara Pada Dewa Memberi tau Dewa.


" Melody Bilang Mas Mau Tidak Jadi Pangerannya," Kata Mitha Lembut.


Dewa Pun Menghampiri Melody dan Sedikit Melembut padanya dan Tak Bersikap Dingin Lagi.


" Sayang Sekali...Aku Sudah Mempunyai Seorang Putri Cantik Yang Harus Aku Cintai, Dan Kau Terlambat Sayang," Kata Dewa Lembut pada Melody dan Mencubit hidung melody


" Siapa putli Cantik Itu," tanya Melody Penasaran..


Mitha Juga Ikut Penasaran Namun Mitha Sudah bisa Menebaknya,


PASTI WANITA ULAR ITU, dalam Hati Mitha Sedikit Kesal.


" Rahasia," Kata Dewa melembut, Entah Kenapa Dewa Sekarang Menyukai Melody.


Pantas Saja istrinya Sangat Menyukai Gadis Kecil Ini,,


Dewa malah Menghayal Ia Juga Mempunyai Anak Kecil yang Sama Cantiknya Dengan Istrinya..


Dewa termenung Kenapa Ia Malah Memikirkan Istrinya bukan Wanita Yang Ia Cintai...


Dan Dewa Malah Menghayal dengan Mitha bukan Zella wanita Yang selama ini ia Cintai..


Dewa benar benar bingung Siapa Sebenarnya Yang Ada Di Hatinya.. Setiap Kali Bersama Zella Pikirannya Selalu Pada Istrinya..


" Nama Om Siapa," Tanya Melody pada Dewa dan Membuyarkan Lamunanya


" Om... Nama Om, Om Dewa," Kata Dewa Lembut.


" Om Suami........." Kata kata Dewa Di potong Mitha.


" Mas Mau Pulang Kan, Ayo Kita Pulang," Kata Mitha Cepat dan Mengajak Suaminya Pulang.


" Mamah Mau Pulang Sekarang," Tanya Melody pada Mitha Dan Memanggil Mamah Di Hadapan Dewa.


" iya...Mamah Pulang Ya Sayank," Kata Mitha lembut pada Melody.. dan Melody pun Mengangguk.


Dewa sedikit bingung kenapa Mitha Merahasiakan Kalo Ia Suaminya di Hadapan Melody dan Kenapa Juga Melody Memanggil Mamah Pada Istrinya, Dan Mitha Malah Mengiyakan Saja.


"Nenek...Saya Pulang Ya Nek," Pamit Mitha Sopan Pada Mamah Revan..


" Terimakasih Ya Sayang, Sudah Jenguk Melody," Kata Mamah Revan Senang.


" Iya Nek Sama Sama," Kata Mitha Lembut.


" Lain kali, Apa Boleh Nenek Minta Tolong Lagi Kalo Melody Rewel dan Ingin Bertemu denganmu Nenek Menelvonmu Nak," Tanya Mamah Revan dan Mitha Pun Setuju dan Memberikan No Telpon Pada Mamah Revan.


KEDIAMAN JAYAKUSUMA...


" aku mau Tanya...Kenapa Melody Memanggilmu Mamah, Dan Kau Malah Membiarkannya dia memanggilmu SEPERTI itu" Kata Dewa Pelan.


" Mas... Melody itu kan Masih Kecil, Pasti Dia Juga Merindukan kasih sayang Mamahnya, memangnya Apa Salahnya Kalo Aku mengijinkannya Memanggil Mamah Padaku," Kata Mitha Lembut.


" Tentu Saja itu Salah Tha,," kata Dewa lembut.


" Dia Pasti akan Beranggapan Kalo Kau Akan Menjadi Mamahnya Nanti," Kata Dewa Lagi.


" Mas...Bukan Itu maksudku, Aku Sangat Menyayangi Melody,,Aku tau Bagaimana Perasaannya Mas, Apa Mas Tidak Merasakan Apa Yang Melody Rasakan, Sedangkan Mas Dan Melody Sama Sama Kehilangan Seorang Ibu," Kata Mitha Lembut.


Dewa pun Mengerti Karena Dewa Juga Merasakan apa Yang Melody Rasakan, Namun Dewa Tidak Mau Kalo Mitha Semakin Dekat saja Dengan Revan,


" Mas Tau.. Mas Juga Mengerti Bagaimana Perasaan Melody saat ini, Tapi Caramu Salah Tha, Bukan Seperti itu, Itu sama Saja Kau Memberi Harapan Pada Melody sedangkan kau tau Betul kalo kau tidak Akan Pernah Bisa Menjadi Mamah Untuknya," Kata Dewa Lagi.


" Mas...Aku hanya Ingin Memberikan Kasih Sayang Seorang ibu padanya, Memang Apa Salahnya," Kata Mitha Tak Mengerti jalan Pikiran Dewa,


" Walau pun Aku Tidak Akan Pernah Menjadi Mamahnya, Setidaknya Kan Melody mendapatkan Kasih Sayang Dari Seorang Ibu," Kata Mitha pelan.


" Aku Hanya Ingin Membuatnya Bahagia Mas," Kata Mitha Lagi..


" Mas Tau..Niatmu Baik, Tapi Mas Tidak mau Kau Malah Nanti Terikat Dengan Melody Tha," Kata Dewa Lembut.


" Tapi Mas....Aku Sangat Menyayanginya," Kata Mitha Pelan.


" Mas Tau Sayang.." Kata Dewa Lembut ia Juga Mengerti Bagaimana Perasaan Mitha Saat ini.


" Ya Sudah Mas Tidak Akan Melarang Mu, untuk Membahagiakan Melody," Kata Dewa lembut.


" Tapi Mas Minta,, Jangan telalu Menyayanginya Nanti Kau sendiri Yang Akan Menderita Sayang," Kata Dewa pelan.


" Iya Aku tau...Menderita Tidak Nya Itukan Urusanku Mas," Kata Mitha.


" Baiklah Terserah Padamu saja," Kata Dewa..


" Akhir Akhir Ini...Aku tidak pernah Melihat Kekasihmu Itu...Kemana Dia Mas," Tanya Mitha Mengalihkan Pembicaraan.


" Aaah Zella Sedang Liburan," kata Dewa pelan.


" Tumben...Kenapa Mas Gak Ikut, Biasanya Kan Selalu Ngintilin Dia," Kata Mitha Pelan.


" Lagi Gak Mood Aja," Kata Dewa Cuek.


" Oooh... Oh ia Mas, Lusa kan Libur, Boleh Tidak Aku Minta Ijin Mas," Kata Mitha Pelan.


" Memang...Kau Mau Kemana, Sama Siapa," Tanya Dewa rinci..


" Sama Dini dan Juga Gea," kata Mitha Pelan.


" Mau Kemana," Tanya Dewa..


" Rencananya Sih Mau Nonton, Terus Mau Main Di tempat Bermain, Habis Itu Belanja, Boleh kan Mas," Tanya Mitha..


" Iya Boleh.." Kata Dewa Mengijinkan.