
" Selamat Tuan... Istri Anda Sedang Mengandung," Kata Dokter Kandungan pada Ken dan Mengira Mitha Istrinya..
" Apa...Dok, Aku Hamil," tanya Mitha Tak Percaya..
" Benar Sekali Nyonya." Kata Dokter kandungan Tersenyum.
YA TUHAN....AKU BENAR BENAR HAMIL.. pikir Mitha Bingung... Ia Benar Benar Bingung Ia Harus Senang Atau Sedih..
DAN INI ANAK MAS DEWA, dalam hati Mitha Tersenyum pahit.
ORANG YANG AKAN MENCERAIKANKU, dalam Hati Mitha Sedih..
" Kalo Boleh Tau...Sudah Berapa Minggu dok Usia Kandungan Istri Saya," Kata Ken Penasaran..
" Baru Usia Dua Minggu Tuan,," Kata Dokter kandungan.
" Dan ini Resep Obat yang Harus Tuan Tebus," Kata Dokter itu lagi.
" Saya Minta... Nyonya menjaga Pola Makan Anda," Kata Dokter Kandungan Itu lagi.
" Iya Dok.. Kalo Begitu Saya Permisi," Kata Mitha Pelan.
" Baik Nyonya,, Sekali Lagi Selamat atas Kandungannya," Kata Dokter Lagi..
" Iya Dok..Terimakasih," Kata Mitha Pelan.
**********........********..........********......********
" Apa Itu Anak Dewa," Tanya Ken Penasaran saat dalam Perjalanan.
" Iya.." Jawab Mitha Pelan.
" Apa Kau akan Memberi Taunya," tanya Ken Lagi.
" Tidak...Untuk apa Kak, Dia kan Akan Menceraikanku," Kata Mitha Lirih.
" Setidaknya Kalo Kau Memberi Tau Dewa, Dia Pasti Tidak Akan Menceraikan Mu Tha," Kata Ken.
" Aku Tidak Mau Kak, aku Tidak Mau," Kata Mitha Lirih..
" Aku Tidak Mau Kembali Padanya, Aku Tidak Mau Gara Gara Aku Hamil dia Tidak Menceraikanku,dan Menyakiti Hatiku Terus Menerus" kata Mitha Pelan.
" Lalu..Setelah Aku Melahirkan Anaknya,,, Dia Akan Membuangku lagi," Pikir Mitha Buruk,
" Aku Tidak Mau kak...Aku Tidak Mau Seperti Itu," Kata Mitha Menangis.
Ia Takut Kalo Dewa Tau Ia Hamil Anaknya.. Ia Tak Akan Menceraikannya, hanya Karena Seorang Anak,, Mitha Harus Menanggung Sakit Hati Lagi.
" Baiklah...Itu Semua Terserah Padamu,, Kakak Akan Selalu Mendukungmu," Kata Ken Memeluk Mitha Yang Menangis.
" Kaka Janji...Tidak Akan Memberi Tau siapa Pun Kalo Aku Hamil Kan," Kata Mitha Pelan.
" Iya Kakak Janji,, Kalo Perlu Kakak Yang Akan Menjadi Ayah Anakmu Ini nanti," Kata Kenjo Lembut.
" Terimakasih Kak," Kata Mitha Tersenyum.
SESAMPAINYA DI KOSAN....
" Kamu Tingal di sini Sendiri Tha," Tanya Ken Saat Masuk Ke dalam Kosan Mitha yang Sempit dan Kecil dan Mereka Tidak Tau Kalo Sedari Tadi Ada Yang Memperhatikan Mereka Dari Jauh Saat Sebelum Masuk Kosan.
" Memangnya Kakak Pikir aku Tinggal Se RT gitu, di tempat Kecil Kaya Gini," Kata Mitha Bercanda.
" Kau Ini...Aku Serius Tha," Kata Ken tersenyum melihat Mitha Yang Dulu sudah Kembali.
" Tentu saja Aku Sendiri,," Kata Mitha.
" Kaka mau Makan Apa." Tanya Mitha Dan Mencari Sesuatu namun Yang Ada Di Kosan nya Hanya Ada Mie saja.
" Tapi Aku Hanya Punya Ini," Kata Mitha Pelan dan Menunjukan Mie yang Selalu Ia Makan.
" Kau Selalu Makan Ini Tha," Tanya Ken Penasaran.
" Hmmm, Mau Tidak Kak," Tanya Mitha Balik..
" Kau Itu Sedang Hamil...Tidak Baik Makan Makan Seperti ini," Kata Ken Lembut.
" Kita Ke Supermarket, Kita Belanja Ke butuhan Kamu Dulu," Kata Ken Dan Mengajak Mitha Belanja..
Mitha Pun Tak Bisa Menolak Rejeki nomplok Itu dan Ia Tersenyum Senang Saat Ken Mengajak Nya Belanja Makanan.
" heheheh kakak Tau aja Kalo Adik Mu ini,, Butuh Nutrisi," Kata Mitha Nyengir.
" Ya sudah Ayo..." Ajak Ken lagi..
Mitha Dan Ken Pun Belanja Di Supermarket terdekat di sana Dan Belanja Kebutuhan Mitha Sehari Hari..
Mereka Berdua tidak Menyadari Bahwa Dari Tadi ada yang Mengikuti Mereka berdua.
20 : 00 WIB...
" Kakak Pulang Ya.. Ingat Minum Obatnya," Kata Ken Lembut.
" Ok Kak.."
" Tidak Usah Kak, Kalo Aku Tidak Kerja,, Biayaya Hidup aku siapa Yang tanggung," Kata Mitha Bercanda.
" Kau Ini...Kau Kan Sedang Tidak Enak Badan Tha, Kau dengarkan Lah Kakakmu Ini," Kata Ken Lagi.
" Iya Iya Iya..." Kata Mitha Tersenyum..
" Ya Sudah, Kakak Pergi Ya...Jangan lupa Istirahat," Kata Ken Sebelum Pergi..
DI KEDIAMAN JAYAKUSUMA....
Dewa Benar Benar Kesal Seharian ini Dia Terus Membuntuti Istrinya yang Sedang Bersama Laki laki lain, Walaupun Sepupunya Sendiri.
Saat Istrinya Pulang Pun ia Hanya Bisa Melihat Dari Jarak Jauh Saja..
Dewa Benar Benar Tak Percaya Kalo Istrinya Tinggal Di Rumah Sempit Seperti itu..
Dan Dewa Kesal Juga Kenapa Ken Dengan Seenak Jidatnya Keluar Masuk Rumah Istrinya Itu..
Dewa Benar Benar Cemburu Melihat Kebersamaan Istrinya Dengan Sepupunya itu.
Dewa Mengikuti Kemana Istrinya Tadi Pergi dan Mereka Berdua Malah Belanja Seperti Sepasang Suami istri saja dan Membuat Dewa Tambah Kesal Saja.
" Apa Dia Senang Dengan Status barunya Itu," Kata Dewa Kesal..
" Apa Aku Harus Memberikan Ini padanya," Tanya Dewa Pada Dirinya sendiri saat Melihat Surat Cerai yang Harus di Tandatangani istrinya itu.
" Baiklah...Aku aKan Mengirimkannya, Biar Dia Lebih Bahagia lagi dengan Status Jandanya Itu" Kata Dewa Marah dan Di Liputi Rasa Cemburunya itu dan Ia pun Menyuruh Bawahannya Untuk Memberikan Surat Cerai Ini pada Alamat Rumah istrinya Tinggal.
" Berikan Ini Pada Alamat Yang Sudah Saya Katakan Barusan," Kata Dewa Kesal.
Bawahan Dewa Pun Menuruti apa Kata Majikannya Itu dan Membawa Surat Itu ketempat Tujuan..
1 JAM KEMUDIAN...
" Tapi....Apa aku Bisa Hidup Tanpanya," Pikir Dewa Lagi Setelah berpikir beberpaa saat.
Dewa Benar Benar hidup berantakan Saat kepergian Istrinya Itu, Seakan Akan Ia Kembali Ke lembah Hitam Yang Dulu pernah Memeluknya.
Setelah Kepergian Istrinya Itu ia Sama Sekali Tak Pernah Memikirkan Zella, Justru kini Ia Selalu Memikirkan Istrinya..
" Apa Aku Benar Benar Mencintai Istriku," Tanya Dewa Pada Dirinya Sendiri..
" Ya Tuhan....Apa Aku Mencintai Mitha Istriku," Tanya Dewa Pada Tuhan.
" Kalo Memang Mencintai nya...Kenapa Aku Selalu Menyakiti Hatinya Tuhan," Kata Dewa Lagi Lirih..
" Aku akan membuatnya Kembali Padaku," Kata Dewa tegas..
" Aku Tidak Mau Kehilangannya Lagi," Kata Dewa Tegas.
Dewa Pun Mengingat Surat Cerai Itu,
YA TUHAN... SURAT CERAI ITU..dalam hati Dewa Mengingat surat yang ia berikan Pada Bawahannya..
DASAR BODOH...maki Dewa Pada Dirinya Sendiri.
Dewa pun Memanggil Bawahannya.
" Maaf Tuan...Suratnya Sudah Saya Berikan Pada Nyonya," Kata Pelayan Itu, yang Ternyata Mitha Sendiri Yang Menerima Surat Itu.
" Apa...Apa Istriku sendiri yang Menerima Surat Itu," Tanya Dewa Was Was.
" Benar Tuan," Kata Bawahannya Itu,
YA TUHAN....BAGAIMANA INI,, dalam Hati Dewa Cemas..
" Baiklah Terimakasih." Kata Dewa Pelan..
" Ya Ampun...Nak," Kata Mamah Dewa Yang Tiba Tiba Masuk Ke Ruang Kerja Dewa Dengan Marah.
" Kau Benar Benar Akan Menceraikan Istrimu Itu," Tanya Mamah Dewa Kesal.
Dewa Hanya Terdiam Saat Mamahnya Bicara.
" Kenapa Kau Mau Menceraikan Istrimu Nak," Tanya Mamah Dewa.
Memang Mamah Dewa Tau Kalo Mitha Sudah Tidak Tinggal Bersamanya, Mamah Dewa Pikir Mereka Hanya Bertengkar Biasa nantinya Akan Balikan Lagi,, Namun Kali Ini Yang Ia Dengar Benar Benar Mengejutkannya, Ia Dengar Kalo Anaknya Ini akan Menceraikan Istrinya.
Dewa pun Menjelaskan Perihal Semua Kejadian Di antara Ia Dan Istrinya dan Juga Termasuk Zella.
" Kau Benar Benar Keterlaluan Dewa.. Mamah Tidak Akan Mau Kalo Zella nanti yang Menjadi Istrimu," Kata Mamah Dewa Marah..
" Mamah Kecewa sama Kamu Dewa,, Mamah Pikir Kau Mencintai Mitha, Ternyata Mamah Salah, Yang Ada Di Otak Mu Hanya Wanita Ular Itu, Kau Tau...Wanita Ular Itu Tidak Pernah Mencintaimu Nak,,Yang Ia Cinta Hanya Hartamu Saja," Kata Mamah Mengeluarkan Kekesalannya pada Putra Bodohnya Itu.
" Asal Kau Tau Nak, Saat Papah dan Mamah Liburan... Kau Tau Siapa Yang mamah Lihat,, Zella Bersama Laki laki Lain, Dan Mereka Sangat Mesra," Kata Mamah Dewa.
" Kau Sudah Salah Menelantarkan Istrimu yang Baik itu Nak,," Kata Mamah Dewa lagi.
" Kau Sudah Salah..." Kata Mamah Dewa Sebelum Pergi..