LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 25



Mitha Benar Benar Kesal Pada Calon Suaminya Itu, Seenaknya saja Cium Cium Sembarangan Seperti itu,tapi....kenapa Ia Menikmatinya juga..


ia saja Bingung kenapa ia malah Diam Saja di cium Cium seperti itu, Dan Akhirnya Mitha Terus Saja Menggerutu Akan Kelakuan Calon Suaminya Itu,


Sehingga Saat Berjalan tak Sengaja Menyenggol Pelayan Yang Sedang Membawa Barang Berharga Milik Tuannya Yaitu Den Rama, Dan Barang Itu pun Pecah...


" Kamu Kalo Jalan Lihat Lihat," Hardik Pelayan Itu marah Pada Mitha.


" Ma Maaf kan Saya Mbak," Kata Mitha Pelan.


Mereka Tak Tau Kalo Dari Tadi Ada Yang Memperhatikannya.


" Ooh ternyata Kamu,,, Wanita Murahan Yang menggoda Den Dewa, Sehingga den Dewa Mau Menikahimu." Kata Pelayan itu malah Menghinanya.


"Jangan Karena Kamu Mau Jadi Istri Den dewa, Seenaknya Saja Memperlakukan Pelayan Dengan Seenak Jidatmu," Kata Pelayan pribadi Rama Itu yang Malah Membesar Besar kan padahal Mitha Sudah Minta Maaf.


" Kenapa Mbak Malah Bicara Seperti itu, Ini kan Tidak Ada Sangkut pautnya Sama Den Dewa mbak," Kata Mitha Kesal.


" Kau Sengaja Kan Menyenggolku," Kata Pelayan Pribadi Rama.


Dulu Sebelum Menjadi Calon Istri Dewa Pelayan Lainnya Sangat Baik padanya, Tapi Sekarang Setelah Tau Mitha akan Menjadi Istri Den Dewa mereka Semua menjadi Tak Suka.


" Saya benar Benar Tidak Sengaja mbak," Jawab Mitha Pelan.


Keributan Di dalam Rumah membuat Rama dan Juga Dewa Keluar Karena merasa Berisik dengan Suara Pelayan yang Sedang adu Mulut Itu.


" Tidak Sengaja Apanya... Jelas Jelas Kau Sengaja Menyenggol ku," Tukas Pelayan Itu lebih Kesal.


" Kau lihat, Karena kau menyenggolku Barang Kesayang den Rama Pecah,Dasar Tidak Tau Diri," Kata Pelayan Itu lagi.


" Saya Tidak Sengaja mbak," Kata Mitha.


" Cukup... Mitha kan Sudah minta maaf Padamu, Kenapa Kamu malah menghina Calon Kakak Iparku,"kata Raja Marah, Ia tak Sengaja Mendengar Gadis Yang ia Sukai di hina Oleh Pelayan Pribadi kakaknya Yaitu Rama.


" Tapi... Den, Pelayan Den Dewa Sudah Merusak Barang Berharga Milik Den Rama," Kata Pelayan Itu membela Diri.


" Ada Apa Ini," Tanya Rama pada Pelayan pribadinya dan Dewa hanya Diam Saja Karena Ingin Tau apa Dulu Permasalahanya


" Den Rama... Maaf kan Saya Den Barang Kesayangan Den Rama Pecah, Dan Itu perbuatan Pelayan Den Dewa yang Melakukannya, Dan Dia Sengaja. menyenggol saya Den, Makannya Jadi Pecah Seperti ini,," Kata Pelayan Pribadi Rama.


" Maaf Den, Saya Tidak Sengaja, Dan tadi juga saya Sudah Minta Maaf sama Pelayan Den Rama,, Saya Kan Tidak Sengaja," Kata Mitha Pelan.


" Benar kak, Mbak Mitha Tidak Sengaja Tadi, Lagi pula Mbak Mitha Juga Kan Sudah Minta Maaf, Malah... Pelayan Kak Rama Sengaja menghinanya," Kata Raja Membela Mitha.


" Kau Ini... Masalah Sepele saja Kau besar besarkan,Bukankah Mitha Juga Sudah Minta Maaf Padamu..Tapi Kau Malah Berkata Kasar padanya.. Apa kau tidak Tau Kau berbicara Pada Siapa Hah, Kau Malah Berbicara Kasar pada Calon Istri kakakku, Sedangkan Kau Tau Kalo Dia itu Calon Istri kakakku, Tapi kau malah Memperlakukan Dia Seperti itu.. Sama Saja Kau Juga Memperlakukan Nya Pada Kakaku, Karena Dia sudah Menjadi kakakku," kata Rama kesal Pada Pelayan pribadinya yang Malah Kasar Pada Calon Kakak iparnya.


" Ma Maafkan Saya Den," Kata Pelayan Pribadi Rama.


" Bukan Minta Maaf Padaku, Tapi Minta Maaf Pada Calon Kakak iparku," Kata Rama Lagi.


" Maaf Kan Saya Tha." Kata Pelayan Itu pelan.


" Tidak Ap...." Belum Juga Mitha Selesai Berbicara Dewa Sudah Memotongnya.


" Kau Memanggilnya Tha...?? Memangnya Siapa Kau berani Memanggil Calon Istriku dengan Namanya," Kata Dewa kesal.


" Den Dewa... Tidak Usah Seperti itu Juga," Kata Mitha Tak Enak Hati.


" Kenapa..?? Kau kan Memang Akan Menjadi Nyonya Di sini, Jadi Wajar Saja Semua Pelayan Memanggilmu Seperti itu," Kata Dewa Lagi Tegas.


" Panggilkan Semua Pelayan Ke sini," Kata Dewa Lagi.


" Dan Panggilkan Juga Semua Keluarga," Kata Dewa Lagi.


30 MENIT KEMUDIAN...


Semua Keluarga Jaya Kusuma dan Pelayan Berjejer Di sana, Mereka tidak Tau Kenapa Mereka Di Kumpulkan,


Ayah dan Ibu Dewa Juga berada Di Sana.


Paman Dan Bibi Dewa Juga Ada Di sana.


Tak Lupa Adik Adik Dan Sepupu Sepupu Dewa Juga Ada Di sana.


Pelayan Pelayan Juga berada Di sana dan Berdiri Di belakang..termasuk Ibunya Mitha Juga.


Dewa pun Memulai Pidatonya...


" Kalian Tau Kenapa Saya Kumpulkan Kalian Di sini," Tanya Dewa pada Semuanya dan Semuanya Pun Menjawab Dengan Gelengan kepala,


" Untuk Keluarga Jaya Kusuma dan Para Pelayan Lainnya.. Mulai Hari Ini, Kalian Harus Menerima Calon Istriku ini," Kata Dewa pada Keluarga Jaya Kusuma dan Semua Pelayannya.


" Saya dan Calon Istri saya Akan Melangsungkan Pernikahan Satu Minggu lagi, Dan Saya Harap Kalian Menerima Calon Istriku Dan Jangan Mengusiknya," Kata Dewa Tegas.


" Setelah Kita Menikah Nanti.... Jika Kalian Tak Senang Akan Pernikahan Ini, Kalian Boleh Keluar Dari Rumah Ini, Dan Hidup Dengan Pilihan Kalian Sendiri, Tapi Jangan Harap Kehidupan Kalian Akan Sama Saat tinggal Di Kediaman Jaya Kusuma ini," Kata Dewa Pada Keluarganya dan berlaku juga pada para Pelayannya


" Saya juga Tidak akan pernah Perduli.... Jika Kalian Sudah Keluar Dari Rumah ini, Jangan Harap Bisa Kembali lagi," Kata Dewa Tegas,


" Dan Ini juga Berlaku untuk kalian Pelayan Pelayan Di sini... Jangan Pikir saya tidak Tau..Kalian Menggosipkan Calon Istri saya ini tidak Benar, Kalian pikir Calon Istri saya tidak benar..Begitu.. Kalian Pikir Calon Istri Saya penggoda seperti itu.. Dan Malah Saya Dengar ,Calon Istri Saya Hamil di Luar Nikah," Kata Dewa malah Tertawa mendengar Gosip Aneh Seperti itu.


" Asal Kalian Tau.. Saya Dan Calon Istri Saya Ini,Menikah Karena Permintaan Kakek Wijaya, Dan Saya Dengan Senang Hati menikahi Gadis Baik dan Cantik Seperti ini," Kata Dewa dan Menarik Mitha Di sisinya.


" Kakek Wijaya Memang Hebat.. Memilihkan Calon Istri yang Begitu Baik,Cantik, untuk ku, Dan Aku tidak Akan Pernah Menyesali Menikahinya," Kata Dewa lagi dan Memandang Mitha Dengan Lembut.


" Dan Kalian..." Kata Dewa Pada Pelayan Pelayannya.


" Jika Kalian masih Ingin Bekerja Di Kediaman Jaya Kusuma, Hargai, Hormati, Dan Turuti Calon Istriku, Dan Panggil Dia Nyonya Dewa, Terkecuali..Ibu Sri, Karena Beliau Akan Menjadi Ibu Untukku, Jadi Beliau tidak Perlu Memanggilku dan Calon Istriku dengan sebutan Tuan Dan Nyonya, Karena kami Adalah Anak anak Beliau," Kata Dewa tegas Tak Bisa Di Bantah..


" Untuk Hari ini...Cukup di sini saja," Kata Dewa Lagi.


" Kalian Boleh Pergi.." Kata Dewa lagi..


Semuanya pun Bubar Stelah Dewa Berkata Begitu...


Mitha Yang Melihat Raja, Meminta Ijin Pada Calon Suaminya Untuk Berbicara Pada Raja Sebentar Saja..


Dan Dewa pun Mengijinkan, Asal dengan Satu Syrat.. Dewa pun Membisikan Di telinga Mitha pelan, Dan Mitha Pun Menyanggupinya Asal Dia Bisa Berbicara Dengan Raja Walau Sebentar saja...