
Anisa Benar benar Kesal Saat melihat Laki Laki Tampan Itu Malah Memilih Mitha Di Banding Dirinya..
" iiiiih...Kesel Banget Sih Gue, lihat Gadis Bodoh Itu dideketin Banyak Cowok,, Udah Gitu Cowoknya Ganteng Ganteng Lagi," Kata Anisa Kesal pada Temannya...
" Iya Gue aja Kesel Lihatnya," Kata Teman Anisa Ikutan Kesal Juga.
" Punya Sihir apa Sih Tuh Orang.. Kok Bisa Bisanya Semua Cowok Tampan Suka Sama Dia," Kata Anisa sirik. Anisa Kesal Lantaran Yang Mendekati Mitha Kebanyakan Cowok Tampan Dan Kaya,, Anisa Juga Ingat Saat Bos Nya Mendekati Mitha Juga Dan Di Tambah Kenjo dan Sekarang Pria Tampan Ini dan Tah tak Tau siapa Namanya.
" Dia Pakai Ilmu pelet kali, Makanya Semua Cowok Takluk," Kata Teman Anisa Lagi.
" iiih Najis Amat Deh Gue,," Kata Anisa Semakin Membenci Mitha Saja.
" Udah Yuh ah,, Dari pada Lu Lihat Gadis Bodoh itu sama Cowo Ganteng dan Mata Lu Sakit,,Mendingan Lu Ikut Gue," Kata Teman Anisa Membawa Anisa.
" Wiiiiih ada Angin Apa Kakak Tumben Ke Resto Tempat Aku Bekerja," Kata Ken Saat Mengantarkan Makanan Untuk Dewa..
" Memang Nya Aku Tidak Boleh Apa Makan Di Tempat Mu Bekerja," Kata Dewa Asal
" Bukan Itu Maksud Ku Kak," Kata Kenjo Tersenyum Melihat Dewa Kesal.
" tidak Biasanya Saja Kau Kemari," Kata Kenjo Penasaran.
" Aku Hanya Ingin menemui istriku Saja, Memang Apa Salahnya," kata Dewa pelan.
" Gak ada Salahnya Juga sih," Kata Kenjo Tak Tau Harus Berkata Apa.
30 MENIT KEMUDIAN...
" Mas Gak Pulang..." Tanya Mitha Pada Dewa..
" Aku akan Menunggumu," Kata Dewa lagi...
" Ya ampun Mas..Ini Tuh Baru Jam 2 siang, Jam Pulang aku Masih Lama Mas," Kata Mitha Kesal.
" Aku Tidak Perduli," Kata Dewa tegas Dan Tetap Duduk di kursinya.
" Ya ampun... Emang Mas Gak Kerja Apa," Tanya Mitha Lagi..
" Tentu saja Kerja," Kata Dewa Singkat.
" Tar Mas Di Pecat Bagaimana," Kata Mitha Pelan.
" Di pecat...Saya kan Bos Nya, Siapa Yang Berani Pecat Bos," Kata Dewa tak Mau Bergeming dari Tempat Duduknya...
" Terserah Mas Saja Deh," Kata Mitha Mulai Lelah dengan Sikap Dewa Yang Berubah Seperti Itu.
Mitha Pun Kembali Bekerja Dan melayani Para Pelayan lainnya juga, Namun sering Di Ganggu Dewa,
Karena Dewa Tidak Mau ada Pria Lain Yang di Layani Istrinya.
" Mas..Aku Lagi Kerja," Kata Mitha Kesal.
" Mas Jangan Ganggu Para Pelanggan Di sini," Kata Mitha semakin Kesal Saja Akan Ulah Dewa yang Selalu Mengganggunya Kala Ada Pria Remaja Yang Ia Layani.
" Memangnya Pelayan disini Cuma kamu, Kan Masih Banyak Pelayan Lainnya, Kanapa Harus Kamu," Kata Dewa Kesal.
" Mas...Aku kan Kerja Di sini sebagai Pelayan, Jadi Sewajarnya Kan Melayani Setiap pelanggan," Kata Mitha Pelan.
" Aku Tau.." kata Dewa Singkat.
" Kalo Mas Tau...Jangan Mengganggu aku Kerja Mas," Kata Mitha Kesal.
" Baiklah Baiklah...Aku Tidak akan mengganggu," Kata Dewa.
" Tapi Kau Harus Janji dulu padaku, Kau akan Pulang Bersamaku," Kata Dewa lagi..
" Iya iya...Aku Nanti ikut Mas Pulang," Kata Mitha Pelan.
" Tapi Mas Jangan Ganggu,," Kata Mitha Lagi. dan Dewa pun mengangguk Anggukan Kepalanya tanda Setuju..
Bukannya pergi Dewa Malah Menunggunya Di sana Dan ia Juga Malah Mengeluarkan Leptop miliknya Dan Malah Bekerja Juga di sana,
" Loh...Kok Mas Malah Masih Duduk Di Sini," Tanya Mitha Hawatir Takut Takut Kalo Dewa bosan..
" Nanti Mas Bosen Loh," Kata Mitha Lagi..
" Bosan Tidaknya Kan Itu Urusanku," Kata Dewa Lagi..
" Kau Kerjakan Saja Urusanmu," Kata Dewa Lagi.
Mitha Pun Tak Lagi Menganggu nya..
Tak Lama Revan Bos Pemilik Resto Itu Pun Datang Namun Tak Membawa Putrinya..
" Tha...Boleh Bicara Sebentar," Tanya Revan Tiba Tiba Memegang Tangan Mitha.
Dewa yang Melihat Pemandangan itu Merasa Kesal akan Kelakuan Revan Yang sembarangan Menyentuh ISTRINYA.
" Ada Apa Pak...Loh Melody Mana Pak, Tumben Tidak Bapak Bawa," Tanya Mitha mencari Keberadaan Melody namun Tak Menemukannya Dan Berlahan Melepaskan Tangan Revan Yang Menyentuh Tangannya.
" Justru itu,, Melody Sedang Sakit...Ia Terus Memanggil Manggil Namamu," Kata Revan Cemas Pada Kesehatan Putrinya Yang Terus Memanggil Manggil Nama Mitha..
" Apa..!! Melody Sakit Pak,, Sejak Kapan," Tanya Mitha Ikut menghawatirkan Melody juga.
" Sejak Kemarin.. Aku Minta Maaf Tha,, Kalo Bisa Bisakah Kau Kerumahku untuk menemui Putriku yang Selalu Memanggil Namamu," Kata Revan Putus Asa.
" Tidak Bisa..." Kata Dewa Tegas.
" Kau Pikir Istriku Bebysiter Putrimu," Kata Dewa Kesal, Dewa Malah Berpikir Mungkin Ini Alasan Revan Saja Untuk bertemu Dengan Istrinya..
" Mas...Tapi Melody Lagi sakit." Kata Mitha Pelan.
" Kau Pikir Kau Dokter apa, Bawa Saja Ke Dokter Bukan pada Istriku," Kata Dewa Kesal.
" Ada Apa Ini," Kata Kenjo Saat Mendengar Keributan.
" Putri Gue Sakit Ken,, Dan Dia Memanggil Manggil Nama Mitha." Kata Revan lagi.
" Itu alasan Kau saja Mau Bertemu Istriku," Kata Dewa kesal..
Mitha Yang Mendengar Dewa berkata Seperti itu hanya Menggelengkan Kepalanya.
Mitha Berpikir Dewa Seperti Anak Kecil.
" Baiklah... aku akan Menemui Melody Pak, Kak Ken Apa Kau Mau ikut juga," Kata Mitha Tegas Dan Mengajak Ken Juga dan Kenjo pun Setuju.
" Tha...Kau pergi tanpa Ijin dari Suamimu," Kata Dewa tegas.
" Aku tidak Akan Membiarkan Kau Pergi, Aku tidak Mengijinkannya," Kata Dewa Semakin Marah Pada Sikap Keras kepala Istrinya Yang Pembangkang.
" Aku Tidak Perlu Minta Ijin Padamu Mas, Kau Lupa Dengan Perjanjian Kita, Bahwa kau Tidak akan Pernah Melarangku melakukan Apa pun,," Kata Mitha Mengingatkan Janji Di antara Mereka.
" Kalo Kau Tak Percaya Pada Ku kau bisa Ikut Juga Bersama Kami," Kata Revan pelan.
" Kau Dengar Mas... Kau Bisa Ikut Juga Bersama Kami Kesana,," Kata Mitha Semakin Tegas.
" Ya Sudah Pak Ayo...kita Ke Rumah Bapak, Saya Hawatir Pada Melody," Kata Mitha pelan.
" Terserah Mas Mau Ikut apa Tidak Nya, Aku Tidak Perduli," Kata Mitha Seblum Pergi..
Kenjo pun Mengikuti Mitha di Belakang.
Mereka Bertiga Menaiki Mobil Milik Revan.
Dengan Cepat Dewa Juga Mengikuti Mereka Dan Menaiki Mobil Miliknya Sendiri..
Di Perjalanan Dewa mendumel Tentang Sikap Istrinya Yang Seperti itu padanya...
" Kenapa Dia Seperti itu padaku," Tanya Dewa pada dirinya Sendiri..
" Dia tidak Mau Mendengarkan ku," Kata Dewa Lagi.
" Sudah Ku Bilang Dia Hanya Pura Pura, Mereka malah Tidak Percaya," Kata Dewa Yang Masih Mencurigai Revan.
" Semestinya Aku Tidak Menjanjikan Persyaratan itu," Kata Dewa menyesali perjanjian di antara Mereka Berdua.
" Ini semua Salah Gue.." Kata Dewa pada Dirinya dan Menyalahkan Dirinya karena Sikap Istrinya Yang Berubah..