
Ibu Revan Terkejut Saat Dewa Berkata Seperti itu, Namun Yang Di Katakan Dewa Ada benar nya juga. Dan Ibu Revan Pun Tak Dapat Bicara apa apa lagi..
" Maaf Nak,, Bukannya Saya Ikut Campur urusan Nak Dewa," Kata Ibu Revan pelan setelah beberapa Menit kemudian..
" Siapa Wanita yang Bersamamu ini," Tanya Ibu Revan Penasaran walau pun Revan Sudah memberi tau siapa wanita itu, Namun Ibu Revan Ingin Mendengar langsung dari Mulut Dewa.
" Saya Kekasih Dewa," Kata Zella Menyela Pembicaraan Mereka Berdua.
" Kalo Kau Kekasih Nak Dewa...Lalu Kenapa Nak Dewa Memperistri Nak Mitha, Bukan Dirimu Nak," tanya Ibu Revan semakin Bingung Saja.
" Maaf Nyonya,, Bukannya Saya Kurang Ajar atau Bagaimana, Tapi maaf...Saya Tidak Bisa Menjelaskan Pada Nyonya," Kata Dewa tegas.
" Ooh..Begitu, Saya sih bukannya tidak sopan apa Bagaimana Nak," Kata Ibu Revan Sopan..
" Seharusnya Jika Nak Dewa Memang Tidak menyukai Nak Mitha, Biarkan Saja Nak Mitha Bersama Putra saya RevAn, Lagi Pula Putra Saya Juga Sepertinya menyukai Nak Mitha, Apa Lagi Melody Cucu saya sangat Menyukai nya, Kalo Nak Dewa Tidak Suka Pada Nak Mitha Biarkan Lah Nak Mitha Bahagia Bersama Putraku,," Kata Ibu Revan Jujur dan Meminta Langsung Pada Dewa akan Niatnya.
Pernyataan Ibu Revan Membuat Dewa Tercengang karena Permintaannya itu. Berbeda Dengan Dewa Zella malah Sangat Senang dan Mendukungnya.
" Iya Sayang... Kau Ceraikan Saja Istrimu itu, dan kita Menikah Seperti pertama Apa yang Kita Rencanakan Dulu," Kata Zella Manja dan Memeluk lengan Dewa.
" Maaf aku Tidak Bisa," Kata Dewa tegas,
" Aku tidak Bisa Menceraikan Istriku," Kata Dewa Tegas.
" Aku tidak Bisa Meninggalkannya," Kata Dewa Lagi.
" Maafkan Aku Nyonya,,, Walau pun Aku tidak Menyukai nya aku tidak akan Pernah Menceraikannya," Kata Dewa Tegas.
Dewa sengaja Berkata Seperti itu karena Memang Hati dan Perasaannya Belum Sepenuh nya Pada Istrinya Itu..
" Kalo Begitu...Kalo Nak Dewa tidak mau menceraikannya Jaga Perasaan istri Nak Dewa, Karena Hati wanita Sangat lah Sensitif," Kata Ibu Revan.
" walau pun Nak Dewa tidak menyukai nya, Saya pinta Jagalah Perasaannya," Kata Ibu Revan lagi..
Dewa pun teringat perkataan Istrinya saat mengatakan Kalo ia sangat tidak suka pada kedekatannya dengan Zella.
AKU LUPA KALO ISTRIKU TIDAK SUKA ATAS HUBUNGANKU DENGAN ZELLA, dalam Hati Dewa Mengingat.
KENAPA TIAP KALI AKU BERSAMA ZELLA SELALU MELUPAKAN ISTRIKU, dalam Hati Dewa kesal Pada Dirinya Sendiri.
" Kau mau kemana Sayang," Tanya Zella Saat melihat Dewa malah menghampiri Mitha,Melody dan Revan yang Sedang Duduk makan Ice Criem di sebrang Mereka.
" Aku mau menghampiri istriku," Kata Dewa Dan Meninggalkan Zella.
Zella yang Melihat Dewa Menghampiri Istrinya ia pun mengikuti Dewa namun Di tahan Ibu Revan..
"Jangan Mengganggu Rumah Tangga Orang Nak," Kata Ibu Revan.
" Nak Dewa Kan sudah Menikah dan Mempunyai Istri, Kenapa Kau Terus Saja Mendekati Nak Dewa," Kata Ibu Revan Pelan.
" Mungkin di luar Sana banyak laki laki yang lebih Dari nak Dewa, Apa lagi kau Sangat Cantik, kau Tidak mau Di katakan Cap Pelakor Kan Nak," Kata Ibu Revan Lembut.
" Jaga Bicara Anda Nyonya...Saya Wanita Baik Baik, Bukan Pelakor Yang Anda Katakan Barusan," Kata Zella Kesal di katakan Pelakor.
" Kalo Kau Wanita Baik baik,, Tidak Mungkin Kan Kau mengganggu Rumah Tangga Orang," Kata Ibu Revan.
" Secantik apa pun dan SeBaik Apa Pun Kamu Nak, Kalo Merusak Rumah Tangga Orang Lain, Akan Terlihat SEPERTI SAMPAH," Kata Ibu Revan pelan.
" Anda Tidak Usah Ikut Campur urusan saya," Kata Zella Kesal.
" Saya dan Kekasih Saya Berhubungan saja Istrinya tidak Pernah Marah atau Bagaimana, Lah Anda Siapa, kenapa anda Yang Malah Kesal dan Marah," Kata Zella Sebelum Meninggalkan ibu Revan.
" Aku tidak Perduli... Kalo Istri Dewa Melarangku Berhubungan dengan Suaminya,, Aku akan Menyingkirkannya, itu Mudah Bagiku," Kata Zella Sinis dan meninggalkan Ibu Revan yang Terdiam..
YA TUHAN...WANITA MACAM APA DIA..dalam hati ibu Revan takut.
KENAPA WANITA ITU BISA BERBICARA SEPERTI INI, dalam Hati Ibu Revan Takut..
" Tha... Bagaimana Kalo kita Pulang," Ajak Dewa pelan saat menghampiri istrinya.
" Ya ampun Mas...Kita Kan Baru Juga Datang, Seenggaknya kita jalan Jalan saja Dulu," Kata Mitha Pelan.
" Istrimu Benar sayang,, Seharusnya Kita jalan Jalan Dulu," Kata Zella saat sudah berada Di dekat Dewa dan Tak lupa Memeluk Lengan Dewa yang Selalu ia lakukan..
" Kau selalu saja Menempel Pada Suamiku,," Kata Mitha kesal melihat Zella selalu saja menempel pada Suaminya..
" Kau Bukan Ulat Bulu Kan, yang selalu menempel Pada pohon," Kata Mitha Lagi.
" Kau Pernah Lihat Ulat Bulu...ulat Bulu Seperti Hama yang Harus Di basmi," Kata Mitha Sinis.
" Kau tidak mau di Basmi, seperti Hama Kan," Kata Mitha Lagi.
" Apa kau bilang..kau mengatakan Aku Hama," Kata Zella Kesal. Namun Dewa malah tersenyum melihat Omelan Istrinya itu.
" Sayang...istrimu malah mengataiku Hama," Kata Zella mengadu Pada Dewa.
" Seharusnya Kau Marahi istrimu itu," Kata Zella Lagi dan malah Bersikap Manja pada Dewa.
" Yang di katakan Istriku Memang Benar,, Kau terus saja menempel seperti itu padaku.. istriku saja tidak pernah menempel padaku," Kata Dewa tersenyum saat mengatakan itu.
" Kau malah Membelanya Sayang.." Kata Zella Cemberu dan Kesal Pada Dewa.
" Aku tidak membelAnya Sayang," Kata Dewa.
" Tapi...yang aku katakan memang benar apa adanya," Kata Dewa pelan.
" Tapi kan seharusnya Kau tidak membelanya," Kata Zella Marah.
" Mah...Ulat Bulu itu Sepelti apa," Tanya Melody menengahi Perdebatan Antara Sepasang Kekasih ini.
" Melo ingin tau, ulat bulu itu seperti apa," Tanya Mitha pada Melody dan Melody pun Mengangguk Anggukan Kepalanya Tanda ingin tau.
Mitha Sengaja Menjawab Pertanyaan Melody Ia tak mau mendengarkan Perdebatan antara Sepasang Kekasih ini
" Ulat Bulu itu,, Semacam Hama yang Suka Nempel di Pohon, entah itu pohon Mangga Pohon, jambu, dan Selalu menganggu Tanaman dan akan membuat Pohon Tersebut Rusak, Makanya kita harus Membasmi Ulat Tersebut biar Pohonnya Sehat," Kata Mitha Pelan.
" Mah..emangnya Ulat Bulu Itu Jahat," Tanya Melody lagi..
" Bukan Jahat Sayang," Kata Revan menengahi Mereka berdua.
" Tapi Ulat Bulu itu tidak Baik," Kata Revan Lagi..
" Udah ah...Bahas Ulat Bulu nya," Kata Mitha Pelan.
" Bagaimana Kalo Kita Kesana," Kata Mitha Lagi Menunjuk salah satu Pameran Foto foto yang Unik..
" Ayo Mah.. Pih," Ajak Melody antusias dan Mengandeng Tangan Kanan Mitha dan Tangan Kiri Revan.
Ibu Revan Hanya Tersenyum melihat Kedekatan mereka Bertiga.
Mitha, Revan, Melody dan Ibu Revan sedang melihat Lihat pameran Foto Foto