LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 37



SELANJUTNYA.....


Dewa Masih Saja Kesal Dan Marah, Mungkin Pada Dirinya Sendiri.. DAn ia Malah Duduk termenung Ia Juga Bingung dengan Perasaan nya yang Masih Bingbang akan Cintanya..entah itu pada Zella atau Pada Istrinya karena Keduanya sudah singgah di hatinya..


karena Asik dengan Pemikirannya Sendiri Istrinya Masuk Pun ia Tak Tahu..


" Mas Aku mau Langsung Tidurr saja ya," Kata Mitha Pelan Dan Dewa tidak Tau Sejak kapan Mitha Sudah Masuk Di kamarnya, dan Mitha sudah Mengganti Baju Piyamanya dan juga Sudah Tiduran Saja di Kursi Panjangnya... berlahan Dewa Pun Menghampirinya..


" Tidurlah Di Ranjang," Kata Dewa lembut.


" Biar aku Tidur Di Sini," Kata Dewa Lagi..


" Tidak Usah Mas, Biasanya Kan juga Aku Yang Tidur di sini," Kata Mitha Cuek


" Jangan Menggangguku, aku Cape mau Tidur.," Kata Mitha Yang Memang Masih Kesal saja dan Menutupi Tubuhnya Dengan Selimut Tebal sampai Kepalanya.


" Aku tau, kau... mungkin Lelah, Tapi kan Lebih Nyaman tidurnya di Ranjang saja," Kata Dewa.


" aku Tau..Kau Masih Marah Padaku, Aku Minta maaf Tha,"kata Dewa Lembut.


" Maaf Sudah Meninggalkan Mu tadi,Dan Tak Mengabarimu dulu dan Malah Meninggalkan mu Begitu Saja," Kata Dewa Lagi Dewa Juga Mengerti Kenapa Mitha Semarah Ini, Dan Dewa juga Marah Pada Dirinya Sendiri Karena Di Hatinya Masih Ada Nama Zella dan Ia Benar Benar tak Bisa Melupakannya.


" Maaaaas.....Aku kan Udah Bilang Jangan ganggu Dulu, aku Lelah Mas Mau Tidur," Kata Mitha Kesal saat membuka selimutnya.


" Aku Memang Kesal Sama Mas, Tapi bukan Karena Itu.." Kata Mitha Lelah.


" Aku Cuma Lelah Saja Mas, Karena Berada Di Luar Lama tadi dan aku juga Kepanasan Disana," Kata Mitha Sedikit Kesal memang Hampir Satu Jam Mitha Di Luar tadi dan ia Juga Kepanasan.


" Untung saja Ada Kak Kenjo Lewat.. Kalo Gak mungkin Aku Dah Gosong di Cuaca Panas Seperti itu." Kata Mitha Lagi


Dewa Benar Benar Menyesali nya dan Tak Bisa Memaafkan Dirinya karena Telah Meninggalkan Istrinya Sendiri Dan Malah Memilih Zella yang Ia Cintai.


" Maaf kan Aku," kata Dewa lembut ia Tak Tau harus Berkata Apa, Karena Memang Di Hati Dewa Selalu Ada Zella Dan Zella saja apa Lagi Setelah mereka Bertemu Seperti itu Makin Rindu saja Dewa Padanya..


" Sudahlah Mas...jangan Bicara Lagi aku Mau Tidur," Kata Mitha dan Kembali Menutup Tubuhnya...


Dewa pun terdiam..ia juga Bingung Harus Bagaimana, semua ini kan... Karena Ulahnya.


Dewa Hanya Diam Menemani Istrinya yang Tertidur Itu..


" Maafkan Aku Tha,," Kata Dewa Pelan setelah Beberapa Menit Berlalu.


" Mungkin Kalo kau tau perasaanku Padanya, Kau Akan Mengerti," Kata Dewa Lagi..


Mitha memang Tidak Tidur Dan Ia Juga Mendengarkan Apa Yang Di katakan Dewa...


" Kalo Mas Masih Mencintai Zella, Nikahi saja Dia," Kata Mitha pelan dan Memandang Dewa,


" Apa Kau Mau Membagi Suamimu," Tanya Dewa Ragu.


" Tidak..." Jawab Mitha Langsung.


" Sebelum Mas Menikahi Zella Tolong Ceraikan Aku lebih Dulu," Kata Mitha tegas.


" Aku Tidak Bisa," Tolak Dewa Langsung.


" Jangan Karena Janji Mas Pada Kakek Menjadi Alasan Mas Menikahiku dan Tidak Mau Menceraikanku juga," Kata Mitha Lagi.


" Aku Tidak Mau Menjadi Duri Di Antara Kalian Berdua yang Memang Saling Mencintai," Kata Mitha Lagi..


" Tapi Aku Tidak Bisa Menceraikan Mu, Dan Aku Juga Tidak Bisa Melupakan Zella, Karena Dia Wanita Yang Telah Membuat Ku Jatuh Cinta,," Kata Dewa Tegas.


YA TUHAN MAS...JADI MAS BENAR BENAR MENCINTAINYA.. LALU AKU HARUS BAGAIMANA.. pikir Mitha putus asa Menghadapi Sikap Dewa.


" Tapi Mas...." Kata Mitha Putus Asa.


" Aku Tidak Bisa Tha.. Aku Tidak Bisa Menceraikan Mu," Kata Dewa pelan..


Dewa tidak bisa Menceraikan Istrinya karena Janji Dewa pada Kakeknya yang Sudah Meninggal dan Itu Tidak Bisa Di Ganggu Gugat.


" Mas,, Aku tidak Mau Seperti ini terus, Untuk apa Kita Menikah Kalo Di Hati Mas Tidak Ada Nama ku di sana," Kata Mitha Lirih.


" Aku Tau Tha... tapi Aku Tidak Bisa Melupakan Zella dan Aku Juga Tidak Bisa Menceraikanmu Tha," Kata Dewa keras Kepala..


" Lalu aku Harus Bagaimana Mas... aku Harus Bagaimana," Tanya Mitha Tak tau.


" Jika Kau Mengijinkan, Ijinkan Aku Untuk Berpacaran Lagi Dengannya, aku hanya ingin tau, Perasaanku Padanya Seperti apa," Kata Dewa pelan Dewa Ingin Tau, apa jika Dewa berpacaran dengan Zella lagi Perasaannya Bisa berubah atau Semakin Besar Saja.


" Lalu kau Anggap Aku apa Mas, Aku Tau Mas Tidak Mencintaiku, Tapi Jangan seperti ini," Kata Mitha Lirih.


" Aku Juga Punya Hati Mas," Kata Mitha pelan.


" Apa Kau Menyukaiku," Tanya Dewa..


" Tidak...." Jawab Mitha Singkat.


" Kalo Kau Tidak Mencintaiku, Jadi Tidak Masalahkan kalo Aku Pacaran lagi Dengan Zella, dan Aku Juga Tidak Akan Melarangmu Pacaran Dengan Pria Lain," Kata Dewa Putus Asa..


YA TUHAN MAS,, KAU SAMPAI BERPIKIR KE SANA, dalam Hati Mitha Kesal Pada Suaminya Ini.


" Baiklah... Terserah Mas Saja, Tapi Aku Pinta Pada Mas jangan Melarang Aku Melakukan Apa pun yang aku Mau," Kata Mitha Lagi.


" Baiklah,, Aku Tidak Akan Melarangmu Melakukan Apa pun," Kata Dewa lagi.


" Tapi kau Harus Melakukan Tugasmu Sebagai Istri," Kata Dewa Lagi..


" Aku Selalu Melakukan Tugasku sebagai Istri Mas kok," Kata Mitha Kesal.


" Oh ya...kalo Kau Memang Selalu melakukan Tugasmu Sebagai Istri kenapa Kau Tidak Melakukan Tugasmu melayani Hasratku juga," Kata Dewa Pelan.


" iii it itu...." Kata Mitha Menjadi Gugup ia Tak Tau Harus Bicara Apa.


" Kenapa...Kau tidak bisa Menjawabnya.." Tanya Dewa.


" Sudahlah Mas...Kenapa Malah Membicarakan Itu sih..." Kata Mitha aneh..


" Kenapa...Kau Istriku bukan, Jadi Wajar Saja Kan Kalo Aku Mengatakan Hal Seperti itu padamu," Kata Dewa lagi.


Mitha Hanya Diam Tak Menjawab.


" Intinya.. Aku tidak akan Melarang Mu Melakukan Apa pun Dengan Zella," Kata Mitha Mengalihkan Pembicaraan mereka Yang Sellau mengarah Ke hal Hal Yang Berbau Tak Senonoh.


" Tapi Sebagai Gantinya Mas Tidak Boleh Melarangku apa pun Yang Aku lakukan Juga," Kata Mitha Lagi..


" Baiklah Aku Setuju," Kata Dewa pelan.


Dan Mereka Berdua Pun akan Melakukan Hal Hal Yang Mereka Sukai nantinya.


" Istirahat lah Di Ranjang, Biar aku Mulai Sekarang Tidur Di sini," Kata Dewa Lagi..


" Tidak Usah... Mulai Sekarang, Aku akan Tidur di kamarku," Kata Mitha Dan Beranjak mau Pergi namun Dewa Memegang Tangannya dan berkata.


" Tapi Tha..." Kata Dewa Memegang Tangan istrinya Agar tak keluar Dari kamarnya.


" Mas...Mas sudah Janji kan, Tidak akan melarang Apa yang aku lakukan," Kata Mitha pelan.


" tha..." panggil Dewa Lembut.


" Aku Tidak Akan Melarangmu melakukan Apa pun, tapi Mas Minta.. Kita Tidak Usah Pisah Kamar, apa Nanti Kata Pelayan Lainnya," Kata Dewa lagi.


Yang Di katakan Dewa ada benarnya,


" Baiklah..aku tidak akan Keluar dari kamar ini," Kata Mitha Pelan.


" Pintar....Istirahat lah,, Aku akan mengerjakan Berkas Berkas Dulu," Kata Dewa pelan..dan Ia pun Menuju Ruang Kerjanya...


" Ah Iya... Aku akan Mencicil Uang Yang Telah Mas Gunakan Untuk membeli Rumah Bang Bonar Itu." Kata Mitha Mengingat Tentang Hutang nya Pada Dewa.


" Dan Kau akan Mencicil uang Itu dengan Gajihmu di sini," Kata Dewa Tersenyum..


" Tidak..Aku akan Mencari Kerja Mas," Kata Mitha Lagi..


" Jadi Kau mau Bekerja," tanya Dewa.


" Iya...Aku akan Mencari Pekerjaan untuk melunasi Semua Hutang Ku pada Mas," Kata Mitha Lagi.


" Mas Tenang Saja.. Aku Tidak Akan Melupakan Tugas Tugasku di sini," Kata Mitha Lagi.


" Baiklah...Terserah Padamu Tha.." Kata Dewa Mengalah..


Di Hati Dewa Ia Tak pernah Memikirkan Uang Yang ia Keluarkan Untuk membuat Istrinya Senang itu