LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 15



SEMINGGU PUN BERLALU...


Mitha Dan Juga Dewa Sedang Duduk di Ruang Tamu Dan Mereka Malah Sibuk Dengan Pemikiran Mereka Masing Masing...


Baru saja Pengacara Datang Dan Menyampaikan Pesan Terakhir Kakek Wijaya pada Keluarganya. Dan Membagikan Warisan Milik Kakek Wijaya Sama Rata pada Cucu Cucunya.


Pengacara Pun Memberikan Surat Wasiat Terakhir Pada Dewa, Dewa Pun Membacanya dengan Teliti,


" Jadi Kakek Menyuruhku untuk Menikahi Pelayanku Sendiri, Dan Membuat Suratwasiat Ini Hanya Untukku," Kata Dewa bingung, Entah Apa yang Merasuki Kakeknya Itu sehingga Berjanji Pada Pelayan Pribadinya akan Menikahkan Cucunya Dengan Putrinya itu, Ibu Sri sangat Terkejut mendengar Kabar Aneh Ini dan Ia Hanya Bisa Diam Saja mengetahui Perjanjian Antara Suami Dan Majikannya Saat itu.


" maafkan Saya Tuan Muda, Tuan Besar Telah Menyiapkan Dokumen Dokumen Miliknya, Jika Tuan Muda Menikah Dengan Pelayan Anda Secara Sah, Maka Semua Warisan Yang Kakek Punya Yang Di Kelola Anda Akan Menjadi Atas Nama Anda Nantinya," Kata Pengacara Lagi.


" Jadi Aku Benar Benar Harus Menikahinya Maksudmu," tanya Dewa aneh.


" Benar Tuan Muda," Kata Pengacara Itu lagi, Ia Hanya Menuntaskan Semua Tugas yang Di pinta Tuan Besarnya Untuk Yang Terakhir kalinya.


Dewa pun Kembali Membaca Berkas Berkas Suratwasiat itu, Dan Disana Tertulis Jika Mereka tak Menikah, Maka Kehidupan Dewa Akan berubah dan semua Aset yang Dulu Ia kelola Akan Hilang Begitu Saja,


Raja dan Kenjo Yang Dengar Pernikahan Antara Gadis Pujaan dengan Kakaknya hanya Diam Menahan Amarah.


Raja Benar Benar Marah Pada Kakeknya Itu, kenapa Kakeknya Malah Memilih Kakaknya Bukan Dirinya.


BAGAIMANA INI, KENAPA MALAH HARUS MENIKAH, dalam hati Mitha Memikirkan Perkataan Pengacara Tadi.


" Bagaimana Menurutmu, Apa Kita Memang Harus Menikah," Tanya Dewa Memulai Pembicaraan saat hanya Mereka Berdua Di sana.


" Saya Tidak Mau den," Kata Mitha Jujur dengan Pemikirannya,


" Permintaan Kakek Sangat Aneh, Ini Juga Kan tidak Masuk Akal Den," Kata Mitha Mengeluarkan Segala Unek uneknya.


" Lagi Pula Bukankah Aden berencana Akan Menikahi Kekasih Aden Itu, Jadi Aden Tidak Usah Menikahiku, Aku Juga Benar Benar Tidak Mau menikah Dengan Aden" Kata Mitha Pelan ia tak Mau merusak Kebahagiaan Majikannya,


" Kata Mbak Mitha ada Benarnya kak," Kata Raja yang tiba Tiba Ad di sana.


" Bukankah Kakak Menyukai Pacar Kakak Dan berencana Akan Menikahinya," Kata Raja lagi.


" Bukan Kah Kakek Bilang Mbak Mitha hanya Boleh Menikah Dengan Keluarga Jaya Kusuma Saja Bukan, Cucu Kakek Kan Masih Ada Aku, Jadi Biar Aku Saja Nanti Yang Akan Menikahi Mbak Mitha," Kata Raja Serius, Namun Mitha Malah Memukul Kepala Raja Dengan Tangannya.


" Memangnya Siapa Yang mau Nikah sama den Raja juga," Kata Mitha Kesal pada Raja dan Malah Memukul nya.


" Aaaw sakit Mbak," Ringis Raja kesakitan Karena Di pukul Mitha pelan.


" Saya Serius Mbak," Kata Raja Lagi.


" Saya Tidak Mau Menikah Dengan Keluarga Mana Pun yang Kakek Pilihkan, Saya Akan Mau Menikah Dengan Orang Yang Saya Cintai, bukan yang Kakek PilihkanbSeperti ini," Kata Mitha pelan dan Menolak perjodohan Ini.


" Kakek Bilang hanya Agar Aku Bahagia Kan, Aku Bahagia Hanya Dengan Hidup seperti ini Saja," Kata Mitha Lagi.


Dewa Benar Benar Bingung Harus Bagaimana, di sisi lain Ia hanya Ingin Menikah Dengan Zella Kekasihnya, dan Di sisi lain Ia Juga Tak Bisa Menolak Permintaan Kakeknya yaitu Untuk Menikahi Mitha,


" Aden tenang Saja, Saya Juga Pasti akan Bahagia Dengan Laki laki pilihan Saya Sendiri," Kata Mitha Pelan.


" Jadi Aden Tidak Usah Memikirkan Kebahagian Saya," Kata Mitha Lagi.


" Mbak Mitha Tega Sekali berkata Seperti itu," Kata Raja Sedikit Marah Dengan Pemikiran Mitha Saat ini,


" Saya Tidak Punya Pilihan Lain Selain Ini," Kata Mitha Pelan,


" Kau Tau Sendiri Bukan, Kita Tidak Punya Pilihan Lain Selain Menikah," Kata Dewa Tegas.


" Apa Aden Akan Membuang dan Meninggalian Cintanya Aden," Kata Mitha Pelan Mitha Benar benar Tak Bisa Menikahi Orang Yang Tidak Ia Cintai.


BENAR..BAGAIMANA DENGAN ZELLA pikir Dewa


" Saya Tidak Suka Pada Den Dewa, Begitu Juga Sebaliknya Den Dewa Tidak Menyukai Saya Sama sekali," Kata Mitha Lagi.


" Jadi Untuk apa, Ada pernikahan kalo di Antara Kita Tak ada Sedikit pun Rasa Cinta Di Hati Masing Masing," Kata Mitha Pelan.


" Apa Kau Menyukai Raja," tanya Dewa pada Mitha, dan Raja Benar Benar berharap Mitha Menjawab Sama Dengannya


" Tidak.." Jawab Mitha Langsung dan Membuat Raja Lemas Mendengarnya.


" Kenapa Kau Tidak Menyukai ku," Tanya Raja Pada Mitha,


" Kau Masih Muda den Raja, Dan Aden Juga Bukannya Masih Kuliah," Kata Mitha Pelan.


" Kau dan Aku kan Hanya Beda Satu tahun Saja Tha,Masalah Kuliah Aku Bisa Menyelesaikannya Setelah Kita Menikah," Kata Raja lagi.


" Sudah Lah Raja, Berhenti Mengganggunya, Bagaimana Kalo Kenjo.." Tanya Dewa lagi


" Tidak... Saya Tidak Menyukainya Juga." Jawab Mitha Cepat.


" Apa Kau Menyukai Ku," Tanya Dewa pelan.


" Ayolah Den....Saya saja Tak sedikit pun Punya Pemikiran Bakal Menyukai Aden," Kata Mitha Jujur, Dan Entah Kenapa Perkataan Mitha Membuat Hati Kecil Dewa Sakit.


" Apa Kau, Sedang menyukai Seseorang," Tanya Dewa lagi.


" Tidak." Jawab Mitha Mulai Jengah dengan pertanyaan Dewa.


" Lalu kenapa Kau Tidak Mau Menikah Denganku," Tanya Dewa lagi.


" Saya Tidak Mencintai Aden," Kata Mitha Pelan


" Apa Jika Kau Menyukaiku, Kau akan Menikah dengan ku," Kata Dewa pelan.


" Tidak Mungkin,itu Tidak Akan Mungkin Terjadi," Kata Mitha yakin.


TAPI...KALO AKU TIDAK MENIKAHINYA...pikir Dewa bingung.


SEMUA ASET YANG AKU PUNYA AKAN HILANG, dalam Hati Dewa lagi...


TIDAK ADA CARA LAIN LAGI SELAIN MENIKAH, dalam Hati Dewa siap tak siap.


" Kita Tidak Punya Pilihan lain Selain Menikah," Kata Dewa Tegas,


" Dan..," Kata Dewa menggantung


" Kau... mau tak Mau, Kau akan Menikah Denganku," Kata Dewa dan Berlalu pergi meninggalkan Mitha yang Diam saja,


" Kenapa Kau Tak menikah saja Dengan Ku Tha," Kata Raja Pelan.


" Den Raja ini... Aden Saja Masih Muda dan Masih Kuliah Juga, Mana Mungkin Kita Menikah Den," Kata Mitha kesal Dan meninggalkan Raja di sana Sendirian.


" Padahal.. Aku siap Kalo Harus Menikahi mu Tha," Kata Raja Pelan.


" Tapi...kau malah Tak Mau," Kata Raja Kesal.


Mitha pun Menyiapkan Air Mandi Untuk Majikannya itu,


" Sudah Den," Kata Mitha Setelah Menyiapkan Air Hangat Untuk Mandi Dewa.


Tak Seperti biasanya Kini Mitha Malah Meninggalkannya.


Dewa pun Membuka Bajunya Dan Masuk Kedalam Buthup dan berendam Di dalam Nya, Ia Benar Benar Pusing Dengan Semua Ini, Rasanya Ia ingin sekali Menghilang dari Muka Bumi ini Sebntar saja dan Melupakan Semua Rasa pusing Yang Menjalari Kepalanya.


DI TEMPAT LAIN...


" Kenapa Harus Dewa yang Menikahinya," Kata Seseorang yang Sedang Mabuk Mabukan,


" Aku juga Mau Menikahinya kalo Kakek Menyuruhku juga," Kata Seseorang lagi, Dan Ternyata Seseorang Itu Kenjo ia Malah Pergi mabuk Mabukan untuk menghilangkan Setres yang Melanda Hatinya..


" Apa Iya Gue Harus Melenyapkannya Dulu baru dia bisa Jadi Milik Gue," Gumam Kenjo pelan...