LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 26



" Den Raja..." Panggil Mitha Saat melihat Raja Mau Pergi Keluar..


" Ada apa.." Tanya Raja Sedikit Ketus.


" Boleh Bicara Sebentar," Tanya Mitha Pelan.


" Mau Bicara apa.." Tanya Raja pura Pura Cuek padanya.


" Tapi Tidak Di sini," kata Mitha Lagi..


" Baiklah...Kita Bicara Dimana," Tanya Raja Yang Masih Pura Pura Cuek padahal Hatinya Ingin Sekali Menangis saat Berbicara Dengan Gadis Yang Ia Cintai Namun Tak bisa Ia Miliki..


Mitha pun Membawa Dewa Ke taman dan Duduk di sana dimana Waktu Ia Dan Dewa berbicara Waktu itu...


Mereka tidak Tau Bahwa Dari tadi Ada Yang Terus Memperhatikan dan Mengikuti mereka yaitu Dewa,, Dewa sedikit Curiga Karena Calon Istrinya Itu Malah Berbicara Agak Jauh..dan Ia pun Mengikutinya...


" Kau Mau Berbicara Apa..." Tanya Raja Saat Duduk di Kursi Taman dekat Pepohonan.


" Terimakasih ya Den, Den Raja Tadi Sudah Membela Saya," Kata Mitha Memulai.


" Saya Tidak Membela mu, Saya Hanya Tidak Suka Saja Kalo Orang sudah Minta Maaf tapi malah Di besar Besarkan.." Kata Raja Sedikit Ketus dan Cuek.


" Apa ini yang Mau Kau Bicarakan," Tanya Raja Lagi.


" Kalo Tidak Ada Lagi yang Mau Kau Bicarakan,, Saya Mau Pergi.." Kata Raja Lagi dan Raja Pun Mau pergi Karena Ada Urusan Yang Harus Ia Kerjakan Dan Raja pun Sudah Berdiri hendak Melangkahkan Kakinya.


Namun Mitha Menahan nya..


" Den Raja Tunggu Dulu..." Panggil Mitha Dan memegang Tangan Raja untuk menahannya Pergi.


" Apa lagi tha..." Kata Raja Yang Mulai goyah dan Bersuara Lirih Sekarang.


" Apa Den Raja Pergi Kuliah Ke Amerika Karena Saya dan Den Dewa Akan Menikah," Tanya Mitha pelan.


Raja Pun Terdiam tak Menjawab...


" Kalo Den Raja Diam..Berarti benar apa yang Tadi saya Katakan," Tanya Mitha Lagi...


" Kau Jelas Tau Sendiri kan Tha...Kalo aku Sangat Menyukai mu,," Kata Raja menahan Amarah..


" Lalu Kau Pikir aku Akan Tahan melihat mu Bersanding dengan Kakakku Begitu," Kata Raja Lagi Mengeluarkan Isi Hati Yang Ia Tahan.


" Aku Menyukaimu...dan Aku juga Mencintaimu Tha,,,Tapi.... Aku Juga Menyanyangi Kakakku..Aku Juga Tidak Bisa membenci atau pun Menyalahkannya tha.. Apa Kau Pikir Aku Akan Senang Melihat Orang Yang Aku Cintai Menikahi Orang Lain," Kata Raja Lagi dengan Suara Lirih...


" Tapi Den Saya kan Cum......." Kata Kata Mitha Langsung Di potong Raja..


" Cukup tha...Sudah Cukup...Aku Tidak Mau Kau Terus Memberi Harapan Palsu untukku," Kata Raja Menahan Tangisnya...


" Aku Hanya Ingin Menenangkan Hatiku Tha...Aku Ingin Melupakanmu Makannya Aku Akan Kuliah Di Amerika," Jelas Raja Berusaha Menenangkan Hatinya..


" Aku tau aku salah menyukai Gadis Yang akan Menjadi Calon Kakakku, Tapi Aku Benar Benar Tidak Bisa Berhenti Menyukai mu tha..." Kata Raja pelan.


" Ma Maafkan Aku Den.. Aku Benar Benar Minta Maaf," Kata Mitha Menangis Karena Merasa Bersalah sudah Hadir di antara mereka..


" Kenapa Kau Malah Menangis Tha..." Tanya raja Yang Malah Hawatir Mitha Menangis Dan Menghampirinya..


" Saya Tau saya Jahat Sama Den Raja, Tapi Hati Saya Cuma Menganggap Den Raja Teman Dekat Saja, tidak Lebih," Kata Mitha Di sela Tangisnya...


Perkataan Mitha Membuat Dewa yang Mendengar nya Tersenyum..


" Aku Tau...Kau Hanya Menganggap ku Teman," Kata Raja dan Memeluk Mitha..


" Tapi Akan Aku Buktikan Padamu Nanti... Kau Akan Menyesal Telah Memilih Kakakku Yang Pemarah Itu," Kata Raja Berusaha Membuat Mitha Tersenyum lagi.


" Dan Aku akan Yakinkan... Kau akan Mencintaiku Nantinya... Setelah Aku Sukses Nanti Kau Akan Jatuh Hati Padaku," Kata Raja lagi..


Dan Mitha Hanya Tersenyum mendengar Perkataan Raja Yang Di Anggap Guyonan saja...


JIKA KAU SUKSES NANTI MUNGKIN GADIS KECIL ITU SUDAH MENCINTAIKU, dalam Hati Dewa Kesal.


" Mungkin Jika Den Raja Sudah Sukses nanti, Den Raja Menemukan Gadis Yang Lebih Mencintai Den raja," Kata Mitha Tersenyum, Dewa pun Tersenyum mendengar Calon Istrinya Berkata Begitu, Karena Perkataan Mitha Mewakili Apa Yang Mau Dewa Katakan dalam Hati.


" aku Harap Begitu..." Kata Raja Dan Malah Tersenyum melihat Orang Yang Ia Cintai Tersenyum.


" Mungkin Besok Aku akan Pergi Ke Amerika, Aku Harap Kau Bahagia Tha... Jika Kau Tak Bahagia.. Bilang padaku, Dengan siap Aku akan Merebutmu dari Kakak ku Itu," Kata Raja lagi..


dan Membuat Dewa malah Ikut Tersenyum dengan pemikiran Adik Kecilnya Itu yang akan Merebut Calon Istrinya.


" Sudahlah Tha...Jangan Menangis Lagi, aku akan Bahagia kalo kau bahagia tha," Kata Raja Lagi..


" Terimakasih Den..." Kata Mitha saat lepas dari Pelukan Raja.


" Kau akan Datang Mengantarku ke bandara kan Tha," Kata Raja pelan.


Mitha Pun Mengangguk-angguk kepalanya..


" Ya Sudah... Aku Mau Keluar Dulu, Ada Yang Mau Aku Urus Sebelum Keberangkatan ku Ke Amerika, Kamu Jangan Nangis Lagi Ya Tha," Kata Raja pelan.


" Iya Den.."


" Ya Sudah,, Aku Pergi dulu ya Tha," Kata Raja Dan Pergi Meninggalkan Mitha Yang termenung.


" Kenapa Kau Malah Termenung Begitu, Saat Raja Pergi.." Tanya Dewa Tiba Tiba Berada Di belakang Mitha.


" Den Dewa,, Sejak Kapan Den Dewa Di Sini," tanya Mitha Pelan.


" Dari tadi Saat kau Membawa Raja Kemari," Kata Dewa pelan.


" Jadi Den Dewa Dengar semua Apa Yang Tadi Kami Bicarakan," Tanya Mitha Penasaran.


" Semuanya.." Kata Dewa Singkat..


" Jadi Den Dewa tau Juga Kalo Saya dan Den Raja Pe...." Kata Kata Mitha Langsung Di Potong Dewa.


" Pelukan Maksudmu," Kata Dewa pelan.


" Tentu saja Aku tau," Kata Dewa lagi Kalem dan Itu Membuat mitha Semakin Takut Padanya, Karena Menurut Mitha Ia Lebih Baik Melihat Dewa Marah Marah dari pada Melihat Dewa Diam Dan Kalem Seperti itu, Seperti tak Biasanya...


" Den Dewa tidak Marah," Tanya Mitha Lagi..


" Marah...Kenapa Aku Harus Marah, Lagi pula Dia Kan Adikku," Kata Dewa pelan.


Dewa merasa senang Karena Ternyata Mitha tak Punya Perasaan apa apa Pada Adik nya, Makanya Ia Tak Merasa Marah Atau pun Cemburu.


KE ESOKAN HARINYA....


Mitha Sudah Minta Ijin Pada Calon Suaminya Untuk Mengantarkan Raja Ke Bandara karena Hari Ini Raja Pergi Ke Amerika.


Dan Malah Dewa Juga Ikut Mengantarkan Adiknya Itu.


Ibu dan Juga Raja Tidak Luput, Mereka Sangat Sedih Melepas Anak Bungsunya Pergi Kuliah Jauh...


" Sudah Lah Mom..Jangan Menangis Lagi," Kata Raja Pada Momy nya..


" Bagaimana Momy tidak menangis, Kalo Kau pergi Jauh dari Momy," Kata Momy Raja di sela Tangisnya..


" Ini kan Tradisi Keluarga Jaya Kusuma Mom, Semua Anak Dan Cucu Kakek Wijaya Kuliah Di sana," Kata Raja pelan.


" Kak dewa, Kak Rama, Kak Kenjo,, Semua Lulusan Di sana, Dan Aku Ingin Mengikuti Jejak Mereka Mom," Kata Raja Lembut.


" Sudah lah Sayang... Jangan Menangis Lagi" Kata Ayah Raja Menenangkan istrinya.


" Ya ampun... Kalian Seperti Tidak Akan Bertemu lagi saja Dengan Putra Kalian," Kata Dewa Sinis..


" Paling Lama Kuliah Juga Hanya 4 atau 7 Tahun," Jelas Dewa...


" Lagi pula Bukankah Raja Juga Bisa Pulang Setahun Sekali," Jelas Dewa lagi..


" Kenapa Kalian Beranggapan seperti Tak kan Bertemu lagi saja," Kata Dewa Sinis.


Dewa pun Mendapat Cubitan Pelan Dari Calon Istrinya.


" Kenapa Kau malah Mencibirku," Kata Dewa kesal Pada Calon Istrinya yang Malah Mencubitnya..


" Sttttttttt... Den Dewa Diam Saja, Jangan Bicara, Apa Lagi Bicara Seperti itu pada Kedua Orang Tua Den Dewa," Kata Mitha Pelan Di Telinga Dewa..


" Tumben Sekali Kakak Ikut," Tanya Raja Cepat takut Kalo Dewa Akan Marah Pada Gadisnya..


" Kenapa Memangnya..Toh Kau Kan Adik ku, Memangnya Salah Seorang Kakak Yang BAIK HATI Mengantarkan Adiknya," Jelas Dewa panjang Lebar dan Menekankan Kata Baik Hati..


" Kakak Memang Baik Hati..." Kata Raja Pelan.


" Ooh ya... Baik Hati Menurutmu..." Kata Dewa Sambil Tertawa karena Mendengar Raja Berkata Begitu..