LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 10



Mitha Yang Sedang Bersih Bersih Di Kagetkan Raja Yang Super Jail.


" Dooor," Kata Raja Mengagetkan Mitha Yang sedang Membersihkan Kaca Kaca dan Membantu Pelayan Lainnya.


" Ya Ampun Den, Bikin Kaget saja," Kata Mitha Pelan.


" Hehehhehehe.... Mbak Mitha lagi apa," Tanya Raja.


" Aden Gak Lihat Kalo saya Lagi Bersih Bersih, Bantuin Pelayan Lainnya," Kata Mitha Kesal pada Raja Yang sering menjailinya.


" Hehehehhe Mbak," Panggil Raja Manja.


" Mbak Cantik Deh... Gue Suka Banget sama Mbak," Kata Raja Tak Henti Hentinya Menggoda Mitha,


Sudah berapa Kali Mitha Mendengar Den Raja Berkata Seperti itu.


Namun Mitha Tak Meresfon Atau Pun Menjawabnya, Karena Bagi Mitha Den Raja Itu Tak Lebih Dari Majikan Saja, Lagi pula Mana Ada Seorang Majikan Menyukai Pelayannya, Pikir Mitha Saat Ini.


" Ya Ampun Den, Kalo Saya Ganteng Berarti Saya Bukan Perempuan Donk," Kata Mitha Malah Bercanda dan Di Dengar Rama yang Sedang Membaca Koran yang Duduk Di Sana, Dan Rama Malah Tersenyum Mendengar Gurauan Pelayan Kakaknya Itu..


" Yaaah.... Mbak Mitha Gak Bisa Di ajak Romantis aah, Gak Seru...," Kata Raja Mengeluh,


" Mestinya Yang Di Ajak Romantis itu Pacarnya Aden, Bukan Saya," Kata Mitha Lagi yang tetap Pokus Mengerjakan Pekerjaannya.


Rama yang Selalu memperhatikan Setiap Pelayan Di Rumah Ini, Namun Tak Ada Yang Berani Menyauti perkataan Majikannya Sendiri, dan Mereka Hanya Mengangguk Angguk saja Atau Malah Menundukan kepalanya Karena Merasa Takut pada Majikannya,


Berbeda Sekali Dengan Pelayan Yang satu ini, Ia Malah Menyauti Adiknya Yang Sedang Bercanda Dengannya.


" Sayang... Aku Belum punya Pacar," Kata Raja Berbohong, Padahal setiap Gadis Mengantri Ingin Sekali menjadi Pacarnya.


" Bohong Sekali Aden, Mana Ada Cowo Tampan Kaya Aden belum Punya Pacar," Kata Mitha Pelan.


" Kalo Aku Tampan, Kenapa Kau Tak Menyukaiku," Goda Den Raja Lagi.


" Karena aku Gak Suka Cowok Tampan," Gurau Mitha Pelan.


" Bohong.... Mana Mungkin," Tanya Den Raja Tak percaya dan Mitha Malah Tersenyum Manis Padanya.


" Kalo Aden Gak Percaya Ya.... Sudah," Kata Mitha Dan Berlalu Meninggalkan Den Raja Yang Mematung.


CANTIKNYA... dalam Hati Raja saat melihat Senyum Manis Mitha.


" Kenapa Kau Selalu Menggoda nya," Tanya Rama kakak Nya Sendiri saat Raja Malah Diam dengan Pemikirannya Sendiri.


" Kenapa Memangnya," Tanya Balik Raja Pada Kakaknya.


" Apa Kau Tak Takut Nanti Di Omeli Kak Dewa," Kata Rama mengingatkan kan Kejadian Pada Waktu Kenjo Menyuruh Atau Pun Mengganggu Pelayannya saat Itu, Dan Dewa Marah Besar Pada Kenjo.


" Kak Dewa Kan Gak Ada, Lagian Dia Lagi Kencan Sama Kekasihnya," Kata Raja Pelan.


" Ah... Maksudmu Grazella," Tanya Rama.


" Tentu saja, Siapa lagi Kalo Bukan Wanita Model Itu, Bukankah Hanya dia Kekasih Kakak," Kata Raja Lagi.


" Aku Tak Tau..." Kata Rama Tak Perduli Tentang asmara Kakaknya Itu.


" Kak, Aku sangat Menyukai Pelayan Kak Dewa Itu," Kata Raja Jujur.


" Kau Serius..aku Pikir Kau Bercanda," Kata Rama pada Raja Adiknya.


" Aku Benar Benar Menyukai Nya Kak," Kata Raja Pelan.


" Tapi....Dia Tidak pernah Menyukaiku," Kata Raja Lagi.


" Hahaha Mungkin Kau Selalu Menggoda dan Selalu Menjailinya, Makanya Dia Tak pernah Meresponnya," Kata Rama Lagi.


" Lalu Aku Harus Bagaimana," Tanya Raja pada Kakaknya.


" Kau Ini... Kau Masih Muda.. Jangan Pacaran Mulu, Kuliah Dulu Yang Benar," Kata Rama Lagi.


" aaah... Emangnya Gak Bisa Apa Kuliah, Sambil Pacaran," Kata Raja lagi.


" Emang Siapa Yang Mau Kau Jadikan Pacar," Tanya Rama Pada Adik Kecilnya.


" Tentu Saja Mbak Mitha, Pelayan Pribadi Kakak Dewa itu," Kata Raja Lagi.


" Memang Nya Kak Dewa Seperti itu," Kata Raja Tak Percaya Perkataan Kakaknya Ini.


" Siapa Tau Kan, Kita Kan Gak Tau kalo Kak Dewa Sudah mencicipinya lebih dulu atau belum, Kak Dewa Mana Tahan Dengan Gadis Cantik seperti Mbak Mitha Itu, Pasti Dia Sudah mencicipinya Makannya Kakak Sangat Menyayanginya," Tebak Rama Lagi.


" Tidak Mungkin, emangnya Kak Dewa Seperti Kak Rama," Kata Raja Dan berlalu Pergi meninggalkan Rama Yang Mematung Karena Perkataan Adiknya.


" Memangnya Kenapa, Toh Pelayan Ku saja Tak Menolaknya," Kata Rama Lagi,


Memang Semua Pelayan Pribadi Ada Yang Berpikir Ingin Menjadi Majikan, Mungkin Dengan Pemikiran Dia Bisa Meniduri Majikannya Bakal hamil dan menjadi Istri dari Majikannya, Begitulah Pemikiran Pelayan Pribadi Jaman Sekarang,


Namun Tak Ada Sedikit pun Pemikiran Kotor itu Terlintas Dari Benak Mitha Saat ini.


SATU MINGGU KEMUDIAN...


09 : 00 WIB..


Mitha Selalu sibuk Dengan Pekerjaanya, Hari Ini adalah Hari Libur, Jadi Ia Juga Libur untuk melayani Majikanya Itu Sehari, Mungkin Sampai Nanti Majikannya itu Pulang, Karena Sang Majikan Sedang Kencan dengan Kekasih Hatinya.


Akhir akhir ini Dewa sering menghabiskan Waktu dengan kekasihnya Itu, Dan Hari ini Juga Dewa Kencan Lagi Dengan Kekasihnya, Dan Itu pun permintaan Kekasihnya,


Memang Dewa selalu Sibuk, Namun Demi Kekasih Yang Ia Cintai Saat ini apa Pun akan ia lakukan,


" Mitha,,, Kamu sudah Sarapan Belum," Tanya Mbak Yuli Pada Mitha.


" Belum Mbak, Kenapa Memangnya," Tanya Mitha Lagi.


" Sarapan Dulu sana, Nanti sakit? Ini sudah Jam Berapa Loh," Kata Mbak Yuli lagi Menghawatirkan Mitha.


" iya... Nanti saja mbak, Mbak... Ibu Kemana Ya Kok Aku Gak Melihatnya Dari Tadi Mbak,," Tanya Mitha Pada Mbak Yuli Karena Tak Melihat Ibunya..


" Ooh... Bu Sri.. Bu Sri tadi Ikut Tuan Besar," Kata Mbak Yuli.


" Maksud Mbak Yuli, Tuan Besar Kakek Wijaya," Tanya Mitha lagi.


" Iya.."


" Oh.." Jawab Mitha Singkat.


" Ya udah Sana Sarapan dulu," Kata Mbak Yuli Lagi.


" Iya Mbak," Jawab Mitha, Dan Mitha Pun Ke dapur Mencari Sarapan Untuk Dirinya Sendiri,


Mitha Pun Mengambil Roti dua Lembar Untuk dirinya dan Memakannya,


" Kau Sedang Apa," Tanya Dewa Tiba Tiba Berada Di belakangnya.


" Den Dewa," Kata Mitha Terkejut kenapa Majikannya Tiba Tiba Ada Di belakangnya, Bukankah Tadi Dia Bilang mau Kencan.


KENAPA DEN DEWA DI SINI,pikir Mitha Bingung.


BUKANKAH TADI MAU KENCAN, Batin Mitha bertanya.


" Saya Tanya, Kau malah Tak Menjawabnya," Kata Dewa Lagi.


" Aah Maaf Den, Saya Lagi Makan Roti," Kata Mitha Menunjukan Roti yang Baru saja Ia Makan,


" Kenapa Gak Makan Nasi," Tanya Dewa Lagi.


" Belum Sempet den, Nanti saja," Kata Mitha pelan, Padahal Ia Lagi Males Makan Nasi Saat Ini.


" apa... Kau Belum sarapan," Tanya Dewa pada Mitha, dan Mitha Pun Hanya Mengangguk Anggukan Kepalanya Tanda Membenarkan Apa Yang Di Pertanyakan Dewa.


"Di Jam Se Siang Ini kau Malah Makan roti Bukan Nasi, Apa Kau Mau sakit Hah," Kata Dewa sedikit Menaikan Nada Bicaranya.


" Yang Sakit Kan Saya Bukan Aden," Kata Mitha Lagi.


" Kau ini.... Bisanya Menyahut saja apa Yang Saya Katakan," Kata Dewa Lagi,


" Aden, Bukannya Mau Keluar sama Kekasih Aden," Tanya Mitha Mengalihkan pembicaraan


" Jangan Mengalihkan Pembicaraan," Tebak Dewa Tepat sasaran.