
ESOK HARI KEMUDIAN..
Mitha Mulai Belajar Mengurusi Rumah Tangga Kecilnya dan Itu Juga Di Bantu Dewa dan Juga Ibunya..Dan Lambat Laun Mitha Terbiasa dengan Statusnya Sekarang yang kini menjadi Nyonya Di sana...
Pelayan Pelayan Pun Kini Menghormati dan Menuruti apa pun kata Katanya.. Walau di hati mereka ada begitu banyak pertanyaan, Namun Jika Mereka tak Menuruti dan Tak Senang Akan Adanya Mitha Yang Menjadi Istri Dewa Mereka akan Di pecat oleh Dewa langsung...
Dan Semua pelayan Sangat Senang Karena Mitha Tak Membeda Bedakannya dan Adil Pada Semua Pelayannya.
" Selamat Pagi Kakak Ipar," Sapa Rama Ramah Saat Mitha Sedang Membuat Sarapan.
" Pagi Juga Den," Sapa Balik Mitha.
" Sedang Apa Kau Di Dapur kakak Ipar," Tanya Rama pelan.
" Tugasmu Sekarang Kan Bukan jadi pelayan Lagi, Kau Sekarang Sudah Menjadi Nyonya Di Rumah Ini," Kata Rama Lagi.
" Den Rama Bisa Saja, emangnya Kenapa, Saya Kan Suka Sekali Masak dan Bantu Bantu Di Rumah Ini Den," Kata Mitha Lembut.
" Memang Nya Tidak Boleh Gitu jika Sudah Menjadi Nyonya Turun ke dapur," Tanya Mitha Pelan.
" Bukan Itu Maksudku.. Memangnya Kak Dewa Tak Melarang mu Apa untuk Bekerja Dan Memasak Begini," Tanya Rama bingung, kenapa Mitha yang Sudah Menjadi Istri kakaknya Masih Saja Mau Bekerja Seperti pelayan di Rumah yang Sudah Menjadi Rumahnya..
" Mas Dewa memang Melarang,, Tapi ini kan Keinginan Saya Den," Kata Mitha Pelan,
" Dan Mas Dewa juga Sudah Mengijinkan Saya Kok Den," Kata Mitha Lagi...
"Kau tetap Saja Memanggilku Den Seperti itu,,Padahal Kan Kau Sudah Menjadi Kakak Iparku," Kata Rama Tertawa..
" Saya Lupa Den..Maksud Saya...Saya harus Panggil apa Padamu Den Rama," Tanya Mitha Bingung.
" Panggil Saja Rama... Kakak Ipar," Kata Rama Tersenyum.
" Masa Iya Aku Harus memanggil mu Hanya Namamu Saja, Itukan Tidak Sopan," Kata Mitha pelan.
" Apa Lagi Den Rama Lebih Tua Dariku, dan Berhentilah Memanggilku Kakak ipar Seperti itu.." Kata Mitha Lagi Merasa Kesal Karena Di Panggil Kakak Ipar.
" Aku Memang Lebih Tua Darimu, Tapi Kau kan Menikah Dengan Kakakku, Jadi Sewajarnya Kau Memanggil Nama Saja Padaku," Jelas Rama
" Dan Bukan kah Memang Seharusnya Aku Memanggil Mu Kakak Ipar, Memang Apa salahnya kalo aku Memanggilmu Begitu." Kata Rama Lembut
" Rasanya Aneh Saja, Saya Mendengarnya Den," Kata Mitha Pelan.
" Lalu Saya harus panggil apa Sama Den Rama... Mas Saja Bagaimana,, Tidak Apa apa Kan," Tanya Mitha Pelan pada Rama Namun Saat Mata Mitha Melihat Dewa Baru Turun Ia Pun Langsung menanyakan pada Dewa boleh tidak nya memanggil Rama dengan Sebutan Mas Juga.
" apa Saya Tanya dulu Mas Dewa Ya," Tanya Mitha Pada Rama dan Rama Pun Hanya menganggukan kepalanya,
" Mas Dewa..." Panggil Mitha Saat Dewa Sudah Berada Di Bawah.
" Ada Apa.." tanya Dewa saat sudah Berada Di sampingnya...
" Mas.. Boleh Tidak Aku Memanggil Den Rama Dengan Sebutan Mas," Tanya Mitha Saat Dewa Sudah Ada Di sampingnya
" Apa..?.Kau mau memanggil nya Mas Juga..."tanya Dewa Ketus.
" Suami Mu Itu aku Apa Dia," Kata Dewa Kesal Dan Duduk Di Meja makan..
Perkataan Dewa Membuat Rama Yang Mendengarnya Tersenyum.
" Ya Ampun Mas... Aku Kan Hanya Memanggilnya Mas.. Sama sepertimu, Bukan Berarti Den Rama Suamiku Juga Kan," Kata Mitha Kesal.
" Tidak Boleh,,, Kau Hanya Boleh Memanggil Mas Padaku Saja, Tidak Boleh pada Yang Lain, Titik.," Kata Dewa Tegas Tak Mau Di Ganggu Gugat
Rama Yang Melihat kini Kakak nya Berubah sering Berbicara, Hanya Tersenyum Melihat Kakaknya nya yang Terlihat Cemburu tak Beralasan Itu.
" Kenapa Kau tersenyum begitu..." Kata Dewa Saat melihat Senyuman Rama yang senang melihat kakaknya Berubah, Dan Malah di salah artikan Dewa.
" Apa Kau Senang Bila Istri ku memanggilmu Mas Juga," Selidik Dewa kesal.
" Lalu Aku Harus Memanggilnya Apa, Den Dewa Begitu," Kata Mitha Pelan.
" Tidak..." Jawab Dewa.
" Lalu Apa Mas." tanya Mitha.
" Panggil Saja Namanya," Kata Dewa Lagi.
" Itu kan Tidak Sopan Mas, Masa Aku Harus Memanggil Nama Pada Orang Yang Lebih tua Dariku,itu smaa Saja Tidak Sopan," Kata Mitha Pelan
" Kata Ibu Kita Tidak Boleh Memanggil Nama Orang Yang lebih Tua Dari Kita, Itu sama Saja Tidak Sopan Namanya Mas," Kata Mitha Malah Mengomel dan Nyerocos tak Karuan.
" Kau Boleh Memanggil Apa saja Padanya, Tapi Jangan Mas, Aku Tidak Suka," Kata Dewa Dan Memakan Nasi Goreng Buatan Istrinya.
" Hmmmm,Begitu," Pikir Mitha Pelan, Ia Pun Memikirkan panggilan Apa Yang Cocok Untuk Den Rama.
" Bagaimana Kalo Kak Saja Mas, Kak Rama Misalnya, Bolehkan Mas.." Tanya Mitha Lagi..
" Hmmm," Hanya Itu Yang Keluar Dari Mulut Dewa karena Ia Sangat Menikmati Nasi Goreng Buatan Istrinya.
Mulai Sekarang Hanya Mitha istrinya Saja Yang Meyiapkan Dan Membuat Makanan Untuk Suaminya,
" Jadi Boleh kan Mas, Kalo Aku Memanggil Kak Rama," Tanya Mitha lembut.
" iya Boleh Sayank," Kata Dewa lembut..
" Kakak Ipar,,Jadi Kau Akan Memanggilku Kak Rama begitu," tanya Rama Senang.
" Hmmm... Gak apa apa Kan Kak," Jawab Mitha pelan.
" Ok,, Kakak ipar Apa Masih Ada Nasi Goreng nya," Tanya Rama pelan, Rama Juga Tergoda Dengan Buatan Nasi Goreng Istri Kakaknya Itu.
" Masih Ada Kok Kak," Kata Mitha Pelan dan Mengambilkan Nasi Goreng untuk Rama namun Suara Dewa Menghentikan Mitha Untuk Mengambil Nasi Goreng Nya.
" Kau Bisa Mengambil Sendiri Makananmu Bukan," Kata Dewa Sinis
" Istriku Bukan Pelayanmu, Jadi Kau Ambil sendiri Makananmu," Kata Dewa pada Rama Dengan tatapan Tajam.
" Baiklah Baiklah..Kakak Ipar Biar Aku Sendiri saja Yang Mengambil Makananku," Kata Rama dan Mengambil Piring dari Tangan Mitha.
" Aku Tidak Ingin Ada Seseorang Melemparkan Piring Ke wajahku Nantinya," Kata Rama Tertawa dan Mengambil Sendiri Makannya..
Mitha Pun Memberikan Piring yang Ada Di tangannya..
" Mas...Boleh Tidak Kak Rama tidak Memanggilku Dengan Sebutan Kakak Ipar," Tanya Mitha Lagi...
" Kenapa Memangnya.." Tanya Dewa Lagi...
" Rasanya Aneh Saja, Saat seseorang Bilang Padaku Kakak Ipar seperti itu," Kata Mitha...
" Baiklah...Gantinya Kau Harus Mau Di Panggil Nyonya Dewa," Kata Dewa.
" Tapi Mas..." Pinta Mitha Lembut..
" Kau Tinggal Pilih.. Di panggil Kakak Ipar Atau Nyonya Dewa," Kata Dewa memberikan Satu pilihan Padanya.
" Aku Lebih Suka Orang memanggil Namaku Saja Mas," Kata Mitha Cemberut.
Mitha Benar Benar Merasa Risih Dengan Dua Panggilan Itu, Ingin Sekali Rasanya Mitha Berteriak Dan memaki Orang Yang Memanggilnya Seperti Dua Panggilan Yang Tak Di Sukainya Itu..
Dewa Sangat Tau Sifat Mitha Yang Tak Suka Jika Di panggil Nyonya Atau Pun Kakak Ipar padanya.
Namun Mitha mau Atau Tidak Mau dia Harus menerimanya Karena Itu Resiko Menikah Dengan Tuan Muda JayaKusuma. dan Itu Sudah Tradisi keluarga Jayakusuma.