LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 17



SEBULAN KEMUDIAN....


Kehidupan Dewa benar Benar Berubah Drastis Sebulan Ini,


Dewa Masih Belum bisa menerima Apa Yang Terjadi Padanya,


Dan Ia Juga Tak bisa Melupakan Kejadian Itu yang Merubah Segala Kehidupannya.


ia Juga Belum menerima Kenyataan Kala Dirinya Memang Sudah Putus Dengan Kekasihnya..


Mitha Pun Sebulan Ini Selalu Mengurus dan Merawat Dewa,


Memang Pada Awalnya Dewa Selalu Marah Marah Bahkan ia sama Sekali Tak Mau Ada Siapa Pun Yang Membantunya.


Dan Sekarang Pun Dewa tak Mau Siapa Pun Membantunya.


Namun Mitha Sedikit pun tak mau menyerah untuk mendekati Dewa Lagi...


Karena Mitha Sudah Berjanji pada Kakek Wijaya Kalo Ia Takan Meninggalkan Dewa dalam keadaan apa pun.


" Den.." Panggil Mitha Pelan Dan Ia pun Masuk Begitu Saja Ke dalam Kamar Dewa.


" Den Dewa mau Mandi apa gimana," Tanya Mitha pelan.


Mitha Melihat Dewa Sedang Duduk Termenung Di Kursi Roda.


Mitha pUn menghampiri Dewa Yang Sedang Menangis...


" Den Dewa kenapa," Tanya Mitha Hawatir pada Majikannya itu.


" Kenapa Kau Masih Saja Kemari," kata Dewa ketus.


" Saya Hanya Mau Membantu Den Dewa Saja," Kata Mitha Lembut.


" Sudah Saya Bilang, Saya Bisa Sendiri," Kata Dewa Marah,


Dewa Merasa Kesal Pada Pelayanny Ini karena Masih Tidak Mengerti dengan Ucpannya..


" Saya Tau, Aden Bisa Sendiri...tapi Seegaknya Biar saya Bantu Den Dewa Juga," Kata Mitha Pelan.


KENAPA HANYA GADIS KECIL INI YANG PERDULI PADAKU, AYAH, IBU DAN JUGA ADIKKU MEMANG SEMUA PERDULI TAPI TIDAK SEPERDULI GADIS KECIL INI,batin Dewa.


HANYA GADIS KECIL INI YANG SELALU ADA SAAT AKU SEPERTI INI PUN GADIS KECI INI TAK PERNAH MENINGGALKANKU, dalam Hati Dewa Termenung...


" Aden Jangan Pernah Beranggapan Bahwa Aden Sendiri," Kata Mitha Lembut.


" Aden Masih Punya Saya...," Kata Mitha Tersenyum ingin rasanya Membuat Den Dewa kembali Seperti dulu,


" Gadis Kecil yang Selalu Buat Aden Kesal Ini, Akan Selalu ada buat Aden," Kata Mitha Lembut.


" Jadi Den Dewa Jangan Putus Asa Seperti ini, Apa lagi Menangis Seperti ini," Kata Mitha pelan


Rama Yang Melihat Mitha yang berusaha menghibur kakaknya Hanya Tersenyum Di Balik Pintu kamar Dewa,


KAU MEMANG GADIS BAIK THA, Dalam Hati Rama


PANTAS SAJA RAJA MAU PUN KENJO TERHILA GILA PADAMU, dalam hati Rama lagi.


MUNGKIN AKU JUGA BISA SUKA PADAMU NANTI, batin Rama Tersenyum.


" Siapa yang menangis,, Saya tidak menangis tau," Kata Dewa mengelak.


" Iya Iya Iya...mungkin itu Air Hujan jatuh Di Pipi Den Dewa," Kata Mitha Tersenyum.


" Den Dewa...bukannya Hari ini ada Terapi kan," Tanya Mitha Lagi.


" Hmmm..." Hanya Itu yang Keluar Dari Mulut Dewa.


" Tapi percuma Saja Terapi juga, Kaki ku Tidak akan Bisa Berjalan Lagi," Kata Dewa pelan.


Memang Dokter menganjurkan Agar Dewa Rutin melakukan Terapi...


Dan Ini Sudah Seminggu lebih Dewa melakukan Terapi itu...


" Ya ampun Den... Den Dewa Percaya Akan Adanya Tuhan Kan," Kata Mitha pelan.


" Den Dewa harus percaya bahwa Mukjizat Tuhan Pasti ada, Jangan Pesimis seperti itu," Kata Mitha Lagi.


" Den Dewa harus Semangat. jangan menyerah seperti itu," Kata Mitha Lagi.


" Saya Pasti akan Selalu menjadi kaki Buat Den Dewa," Kata Mitha Lembut.


" Saya Janji... Saya Tidak Akan Pernah meninggalkan Den Dewa dalam Keadaan Apa pun," Kata Mitha Lagi..


" Saya Akan Selalu ada Buat Aden," Kata Mitha pelan.


" Saya Janji," Kata Mitha Dan Menunjukan jari kelingking pada Dewa dan Dewa pun menyatukan jari kelingking Mereka.


" Kau...Tidak Boleh Sedikit pun Jauh Dariku," Kata Dewa lirih


Dan Mitha Pun Memeluk Dewa Sayank...


Dewa pun Menangis.....


Mulai Sekarang Dewa akan Semangat untuk Sembuh dan ia ingin bisa berjalan lagi...


Setelah ia bisa berjalan lagi, Dewa berjanji akan Menikahi Mitha saat itu juga...


DI RUMAH SAKIT.....


" jadi Bagaimana Tuan Muda Besar.. Apa Anda Sudah Siap," tanya Pakar Yang Akan Menerapi Dewa Berjalan Kembali....


" Baik...Saya Siap, Jangan Memanggilku Seperti itu, Kau Itu Teman Ku kenapa Kau Memanggilku Seperti itu,,," Kata Dewa Tegas.


" Hahhaha Gue Tau,, Gue Hanya Ingin Menggoda Lu SajA," Kata Pakar Terapi yang Ternyata Teman Dewa juga.


" Lu tuh Ya... Gue Yang seperti ini saja Masih sempat sempatnya Lu godain," Tukas Dewa kesal pada Temannya Itu yang Bernama Arga.


Arga Adalah Teman Kuliah Dewa Dulu dan sekarang Malah Menjadi Pakar Pribadi Dewa karena Itu Permintaan Dewa JugA.


Mitha Yang Tak pernah meninggalkan Dewa turut ikut menemani Dewa terapi,


Bahkan Ia Juga Turut Ikut Membantu Dewa.


" Nah...Seperti itu..." Kata Arga pelan.


" Pelan Pelan Saja Tuan Muda Besar..." Kata Arga Teman Dewa dan Malah Menggodanya Terus.


" Berhentilah Menggodaku Seperti itu," Kata Dewa Geram Pada Temannya itu.


" Nah...Seperti itu.. Lu Sudah Menjadi Dewa Kembali," Kata Arga Pelan dan Tertawa Lepas Karena Melihat Pelototan Dewa.


" Memangnya Gue Dulu Bukan Dewa Apa," kata Dewa Kesal.


" Kemarin Kemarin Lu Seperti mayat Hidup, Gak ada Gairah Hidup," Goda Arga,


Mitha Hanya Tersenyum Melihat Dewa Yang Sekarang Sudah Menjadi Dirinya Kembali.


" Kalo Lu Ngomong yang Gak Jelas Lagi, Gue Bakalan Pecat Lu dari Rumah Sakit," Ancam Dewa kesal pada teman nya itu yang Selalu menggodanya.


" Wah..Wah...wah... Lu liat Tha, Tuan besar malah mengancam Gue," Kata Arga Pada Mitha.


Dan Mitha Hanya Tersenyum melihat kelakuan Dua Teman Itu,


" Lu Harus Hati Hati Tha, siapa tau Lu nanti yang Di pecat," Goda Arga Lagi..


" Lu Kalo Ngomong Jangan Asal, Mana Mungkin Gue Bakalan Pecat Gadis Kecil Gue, Gak akan pernah," Kata Dewa lagi Tegas.


" Sudah..Sudah.. Kalian Ini, Kalo Sudah Bertemu saja Berantem Mulu kaya Gini, Kapan Mau Terapinya," Kata Mitha Menengahi Mereka Berdua.


" Lu Bener Juga,," Kata Arga Tersenyum dan Ia pun Kembali Pokus pada pekerjaannya.


" Baiklah.. Sekarang Coba Jalan Berlahan, Dan Peganganlah Yang Kuat," Kata Arga Lagi pelan.


Dewa pun berlahan Berjalan Dan Mitha Pun membantunya.


" Lepaskan Saja Tidak Apa apa," Kata Arga Pada Mitha Yang Membantu Dewa.


Dewa yang baru saja melangkah satu langkah sudah Terjatuh Begitu saja.


Mitha Pun Buru buru membantunya Namun Dewa memintanya Tidak Usah Membantunya karena Ia ingin melakukannya Sendiri.


Arga pun menganggukan kepalanya membiarkan Dewa Berusaha Sendiri.


Dewa sekuat Tenaga Berusaha Bangun dari Jatuhnya..dan berpegangan Kuat Agar Ia Bisa Mengangkat Beban Tubuhnya Sendiri.


Arga yang Sekarang Melihat Perubahan Dewa yang Sekarang semakin Semangat untuk Bisa Sembuh Hanya Tersenyum...


APA KARENA GADIS KECIL INI.. batin Arga Pelan dan memperhatikan Mitha,


Dan Ia Pun Tersenyum Bersyukur karena Gadis Kecil itu Bisa Merubah Dewa yang Tadinya Kurang Semangat dan Selalu menyerah berubah Semangat lagi.


" Ayooo Den Dewa... Den Dewa Harus Semangat," Kata Mitha Menyemangati Dewa Sampai Teriak Teriak Seperti itu dan Dewa malah Tersenyum geli mendengar Teriakannya itu.


" Berhentilah... Kau Pikir aku Sedang Bertanding Begitu, Sampai kau teriak Teriak Seperti itu," Kata Dewa Kesal, Namun dalam Hatinya Ia Sangat Senang..


" Aku kan Hanya Ingin Membuat Den Dewa Semangat saja," Gumam Mitha Dan Malah Cemberut.


Dan Itu Membuat Arga Tersenyum melihatnya...