LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 59



Mitha, Melody, Revan Dan juga ibu Revan sedang melihat Lihat Foto foto di Pameran Foto.


" Permisi Tuan, Nyonya,, Apa Saya Boleh memfoto Kalian Berdua," Tanya Salah Seorang Fotografer,


" Kalian Bertiga Sangat Cocok untuk Menjadi Foto Keluarga Yang Harmonis," Kata Salah Satu Fotografer itu pelan.


" Apa Boleh Tuan, Nyonya." Tanya Salah satu Fotografer itu lagi.


" Tapi maaf Saya Bukan......." Kata kata Mitha Di Potong Revan.


" Boleh saja Kok Mas," Kata Revan tersenyum.


" Tapi Kak," Tolak Mitha Pelan.


" Plis...ini demi Melody, Dia Selalu Bilang Padaku Ingin Mempunyai Foto Kita Bertiga," Jelas Revan.


" Jadi Bolehkan Aku memintamu Untuk berfoto Bersama dengan kami," Pinta Revan Lembut, Mitha Pun Tak Bisa Menolak apa permintaan Revan, apa Lagi jika menyangkut Melody.


" Baiklah Kak," Kata Mitha Pelan.


mereka Bertiga pun berfoto Tanpa Sepengetahuan Dewa,


" Mas apa Boleh saya Minta Fotonya Juga, Saya Juga Ingin Melihat Foto itu nanti," Kata Revan pelan.


" Boleh Kok Tuan,,, Tunggu sebentar," Kata Seorang fotografer itu lagi dan Meninggalkan mereka Bertiga,


" Maaf Tuan....Lama, Ini Fotonya," Kata Seorang Fotografer dan Memberikan beberapa Foto pada Revan.


" Terimakasih Mas," Kata Revan Pelan.


" Oia Tuan... Apa Saya Boleh Pajang Foto ini di pameran Ini," Tanya Seorang Fotografer itu lagi.


" Foto ini sangat Bagus,, Apa saya Boleh Memajangnya," Tanya Fotografer itu lagi.


" Terserah Mas Saja, Saya sih Tidak Masalah," Kata Revan tenang.


" Apa saya Harus Tanya Istri Anda Dulu tuan," Tanya Fotografer itu lagi..


" tidak usah..." Kata Revan Pelan.


" Putra Saya Benar, Mas Tidak Usah Menanyakan pada Istrinya..pasti istrinya sangat Senang Kok Mas," Kata Ibu Revan menyela pembicaraan di antara Mereka Berdua.


" Baiklah Tuan, Nyonya,,Saya Akan Memajangnya terlebih dulu, Saya Permisi," Kata Fotografer itu lagi,


" Iya Silahkan," Kata Ibu Revan.


Revan Malah Melihat Foto yang Barusan dan Tersenyum.


" Apa kau Menyukai Nak Mitha Nak," Tanya Ibu Revan...


" Tidak Mah...Mana Mungkin Aku Menyukai Istri Orang," Kata Revan Membohongi Hatinya, namun ibu Revan Tak Bisa Di Bohongi.


" Aku ini Ibumu Nak, Kau Tak Bisa Membohongi Ibumu Ini," Kata Ibu Revan pelan.


" Kalo Aku Memang Menyukainya,, Aku Harus Apa Mah," Kata Revan Pelan.


" Dia Istri orang, Sedangkan Aku Hanya Duda Anak Satu, Lagi pula Mitha Mana Mungkin Mau Bersama Ku," Kata Revan lagi.


" Apa Lagi Suaminya Tidak akan Pernah Melepaskan nya," Kata Revan lagi..


" Lalu aku Bisa Apa Mah," Kata Revan Lirih..


" Kalo Begitu...Kamu Harus Bisa Merebut Hati Nak Mitha, Agar dia Mau Menjauhi Nak Dewa Suaminya," Kata Ibu Revan pelan.


"Apa lagi mamah Lihat, Nak Dewa sama Sekali Tak Menyukai Nak Mitha, apa Lagi Nak Dewa Malah Berpacaran sama Wanita lain, Mamah Tidak tega melihat Nak Mitha Di sakiti terang terangan Seperti itu," Kata Ibu Revan lagi.


" Aku Tau Mah.. Tapi...Aku Tidak bisa Mendekatinya Dengan Mudah, Mitha Hanya Menganggap Aku Sebagai Kakak dan Papihnya Melody Saja, dia tidak Pernah Menganggap Aku Seorang Pria yang di sukai Wanita Mah," Kata Revan Pelan.


" Kalo Begitu...Kamu Harus Lebih Mendekatinya Lagi, Buat Nak Mitha Nyaman Bersama mu," Kata Ibu Revan Lagi..


" Nenek..." Panggil Melody Senang


Melody Sangat Senang Sudah bersama Mitha Jalan Jalan.


" Apa Sayang," Kata Ibu Revan Lembut saat Melody dan Mitha Menghampiri Mereka yang Sedang Duduk di salah Satu Ruangan Kusus.


Dengan Sigap Revan Langsung Mendekati Mitha Yang Memang Seperti habis Menangis.


" Ada Apa Tha," Tanya Revan Lembut.


" Tidak Apa apa Kak, Hanya Masalah Kecil Saja," Kata Mitha Pelan.


" Apa Ini Perbuatan Suami mu," Tanya Revan Kesal.


" Tidak apa apa Kok Kak, Aku Sudah Biasa Di sakiti," Kata Mitha Lirih..


" Tha..." Panggil Dewa Saat Sudah Mendekati Istrinya yang Pergi begitu saja Saat mereka Bertengkar.


" Maaf... Bukan seperti itu Maksudku," Kata Dewa Lagi..


" Sudah Lah Mas,, Aku sudah Cape.." Kata Mitha Kesal.


" Kau selalu saja Membela Zella Kekasihmu Itu, padahal Dia Yang Salah, aku Hanya Membela Diriku saja," Kata Mitha Kesal.


" Kau Berhak Membela Dirimu..tapi tidak dengan Kekerasan Tha, kau Tidak Usah Memukul atau pun Menampar Zella Seperti itu," Kata Dewa Pelan Dan menahan Amarah..


" Percuma Aku Katakan Padamu Mas, Kau sama Sekali Tak Mempercayai ku," Kata Mitha Pelan.


" Kau Hanya Mempercayai Kekasihmu Saja," Kata Mitha Pelan.


KEJADIAN TADI.....


Mitha dan Melody Sedang menunggu bersama Zella sedangkan Dewa sedang Ke Toilet.


Dan Dengan Sengaja Zella Mendorong Melody sampai Terjatuh hanya Karena Melody Menghalanginya..


Dengan pelan Mitha Pun Bicara Pada Zella jangan Seperti itu pada Anak Kecil.


" Mbak Zella Apa Yang Mbak Lakukan," Kata Mitha Pelan Saat Melihat Zella Mendorong Melody sampai Jatuh.


" Habisnya Anak Kecil ini Menghalangi Jalan gue," Kata Zella Kesal.


" Ya ampun Mbak, Melody kan Masih Kecil dia Saja Belum mengerti, Mbak Kan Bisa Bicara Lembut pada Anak Kecil Agar Tak Menghalangi Jalan Mbak, Bukan Malah Mendorong nya Seperti itu," Kata Mitha Yang Mulai Kesal Pada Sikap Zella dan Membangunkan Melody yang Menangis karena Terjatuh.


" Gue Tidak Perduli,, Toh Dia Bukan Anak gue," Kata Zella Kesal.


" Lagi pula Luh Itu aneh,, Dia Kan Bukan Anak Luh Kenapa Luh Begitu Menyayanginya," Tanya Zella Bingung.


" Jangan Jangan,, Luh Ibu Kandungnya," Kata Zella Lagi namun Mitha Sama Sekali Tak Memperdulikan Perkataan Zella.


" Terserah Kau Mau Berkata Apa, Aku juga Tidak Perduli," Kata Mitha Tegas..


" Yang Menyayangi Melody Kan Aku Bukan Kau Mbak, Kenapa Kau Yang Panasan Seperti itu," Kata Mitha..


" Gue Bukan Panasan Tau..Aneh Saja Luh Kan Bukan Ibu kandungnya tapi Luh Malah Begitu Menyanyangi Anak Yang Tak jelas Ini," Kata Zella lagi.


" Jangan Jangan, Luh Bukan Mau Menyayangi Anak Ini, Tapi Luh Mau Mendapatkan Ayahnya, Iya Kan," Tanya Zella Lagi.


" Ya ampun Mbak,, Aku saja Tidak Pernah Kepikiran ke sana, Aku Menyanyangi Melody dengan Tulus, dan aku Juga Tidak Pernah berpikiran Untuk Cari Perhatian Ayahnya Melody," Kata Mitha Pelan.


" Bohong Sekali...Mana Mungkin Luh Tidak Punya Pikiran SEPERTI itu," Kata Zella,


" Sedangkan Ayah Melody Kaya Raya," Kata Zella.


" Luh Juga Hanya Menginginkan Harta Nya Saja Kan," Tanya Zella Lagi.


" Aku Bukan Kau Mbak...," Kata Mitha Mulai Kesal.


" Yang Hanya Melihat Laki Laki Dari Kekayaannya Saja," Kata Mitha Lagi.


" Sampai rela Menjadi Pelakor Seperti itu," Kata Mitha Kesal.


Perkataan Mitha Membuat Zella Kesal Dan Menampar Pipi Mitha Dengan Keras.


PLAK.......


" Jaga Bicara Loh...." Kata Zella Kesal dan Menampar Pipi Mitha Keras.