
Mitha Pun Masuk...Ia Terkejut Melihat Anisa Di sana..
" Anisa... Ternyata Kau," Kata Mitha Kaget Saat Melihat Anisa Ada di tengah Tengah Mereka.
" Kenapa...Apa Lu Kaget Hah,, Gue Yang Menyuruh mereka Untuk Menyakiti Lu,"Kata Anisa Marah.
" Memangnya...Apa salah Gue sama Lu Nis,Kenapa lu Ingin Menyakiti Dan Bahkan Ingin Membunuh Gue," Tanya Mitha Penasaran..
" Karena Lu sudah Merebut Ken Dari Gue,, Siapa pun Yang Berani Merebut Ken Dari Gue,, Dia Harus Mati," Kata Anisa..
" Tunggu apa Lagi...Hajar wanita Itu...Kalo Perlu Bunuh saja, Gue sudah Bayar Kalian Mahal Mahal,, Habisi Saja Sekalian Wanita Itu," Kata Anisa Jahat dan Ia Tersenyum mengerikan dan Menyuruh Anak Buah nya untuk Menyerang Mitha..
Mungkin Ada 4 atau 6 orang di sana..
Mitha Dengan Cepat Melewati dan Menghajar 3 orang Sekaligus. Anisa Terkejut Saat Melihat Ternyata Mitha Bisa Bela Diri..
Dengan Lihai Mitha Menghindari mereka Yang Mau menyerangnya.
Anisa Terkejut Melihat Mitha Yang dengan Mudahnya Melawan Orang orang nya..
Ketika Mitha Sedang Menghajar Ada Dua Orang Di Belakang Mitha ingin Memukulnya, Baru saja Kedua Orang Itu Mau Memukulnya Dengan Tongkat namun Tongkat Itu Patah di punggung kekar Dewa yang Menghalangi Tubuh Mitha..
" Mas Dewa.." Panggil Mitha Terkejut saat Melihat Dewa Berada Di belakang nya...
Dewa Yang Melihat Di sisi Mitha Ada Seseorang Yang Ingin Memukulnya juga Langsung Memeluk Tubuh Mitha dan Menendangnya Dengan keras sampai Orang Itu Terbang karena Tendangan Dewa..
" Apa Kau Tidak Apa apa," Tanya Dewa Pada Mitha.
Mitha Masih Terkejut kenapa Dewa Berada Di sini..
MAS DEWA batin Mitha Tak Percaya Pada Penglihatannya..
KENAPA MAS DEWA BISA ADA DI SINI, dalam Hati Mitha Bertanya..
Dengan Secepat Kilat Dewa Menghabisi Semua laki Laki Yang Ada Di sana dan Semua Terkapar..
Anisa Yang masih Terkejut Belum sempat Kabur dan Ia sudah Berada di Tangan Dewa.
" Kenapa Kau Ingin Menyakiti dan Membunuh Istriku," Kata Dewa Sinis..
" Istrimu..." Tanya Anisa Bingung..Memang Anisa Tau Kalo Mitha Sudah Menikah, Tapi Ia Tak Mempercayainya Karena Mitha Tak Pernah Menunjukan Kalo Ia Sudah Menikah.. di tambah lagi Kenjo Seperti Kekasih Di Matanya..
" Iya...Dia Ini Istriku, Kenapa Kau Ingin Membunuhnya," Tanya Dewa Lagi Murka dan Memegang Rahang Anisa Kencang dan Membuat Anisa Menangis Karena Menahan Sakit Dari Cengkraman Dewa.
" Cukup Mas,, Kau Menyakiti Nya," Kata Mitha Dan Menghampirinya untuk Melepaskan Cengkraman Tangan Kuat Dewa Dari Rahang Anisa.
" Biarkan saja dia mati di tanganku," Kata Dewa Murka..
" Aku tak akan Membiarkan Siapa Pun Menyakiti Istriku," Kata Dewa Lagi...
" Mas...Sudah Cukup Mas,," Pinta Mitha Memohon Agar Dewa Melepaskan Cekikan Di leher Anisa.
Dewa pun Melepas Cekikan Tangannya dan Melepaskan Anisa Kasar..
Anisa Pun Terbatuk Batuk Akibat Cekikan Dewa, Dan Anisa pun Menghirup Udara Dengan Rakus Karena Tercekik Oleh Tangan Kekar Dewa..
" Kau Ingin Membunuh ku Karena Aku Dekat sama Kak Ken,, Begitu Maksudmu," Tanya Mitha kesal..
Dan Anisa Tak Bisa Menjawab Karena Yang Mitha Katakan Memang Benar..
" Aku sudah Bilang Padamu Bukan, kalo aku sama Kak Ken Tidak Ada Hubungan Apa apa," Kata Mitha Pelan.
" Jadi Kau Cemburu Pada Sepupuku karena Mendekati Istriku," Kata Dewa Sinis dan Tak Percaya... Hanya Karena Cinta Bisa Berbuat Nekad sepertI Ini..
Anisa Hanya Terdiam ia Malu Ternyata yang Ia Sakiti atau Yang Ia Ingin Bunuh Justru sepupu Ken dan Istri dari Kakak Sepupu Ken tersebut.
" Aku Minta Maaf," Kata Anisa pelan..
Dengan Keras Mitha menampar Pipi Anisa hanya Ingin Memberi pelajaran Pada Anisa agar jera..
PLAK......
" Kau Keterlaluan Anisa...Hanya Karena Seorang Laki Laki Kau Setega Itu Menyakiti Teman Kerjamu..Mungkin Bukan Cuma Aku Yang Kau Sakiti,," Kata Mitha Marah..
" Aku Minta Maaf...Aku Pikir Kau Dan Ken Mempunyai Hubungan, karena Ken Begitu Perhatian Padamu,, Aku benar Benar Minta Maaf," Kata Anisa Lirih.
" Maaf...Apa kau Pikir aku akan Membiarkan tindakan kejahatanmu Ini," Kata Dewa sinis.
" Aku Sudah Menelpon Polisi, Kau Harus Di Tahan,Kau Harus Tanggung jawab Semua Perbuatanmu," Kata Dewa Lagi..
Anisa Hanya Bisa Pasrah Karena Memang Ia Yang salah,
Tak lama Polisi Pun Tiba dan Membawa Semua Penjahat Yang Terkapar itu..
" Aku akan Mengantarkanmu Pulang," Kata Dewa Pelan.
Mitha Benar Benar Hanya Diam Ia Tak Bisa berpikir Karena Dewa Berada Di Dekatnya..
APA MAS DEWA SENGAJA KEMARI UNTUK MELINDUNGIKU,pikir Mitha Penasaran.
TAPI...KENAPA, Dalam hati Mitha Bertanya.
BUKANKAH...KITA SUDAH BERCERAI MAS, dalam Hati Mitha Bertanya..
" Masuklah...Aku akan mengantarmu," Kata Dewa Lembut..
Mitha Pun Menuruti apa Kata Dewa dan Masuk Kedalam Mobil Milik Dewa..
" Terimakasih..." Kata Mitha Pelan Dan Ia Pun Keluar Dari Mobil Dewa setelah Sampai Di Kosan Mitha.
" Tha...Tunggu Sebentar," Kata Dewa dan Ia Juga Ikut Turun,,
Mitha Yang Sekarang Dengan Jelas Bisa Melihat Keadaan Dewa Sekarang Tercengang...
Kemana Pria Tampan yang pernah Menjadi Suaminya..
Yang Mitha Lihat Sekarang Adalah Pria Yang Begitu Berantakan dan Acak Acakan.. Namun Masih Terlihat Tampan..
" Mas Dewa Kenapa Seperti ini," Tanya Mitha Saat Melihat Dewa Yang Benar Benar Berantakan Dan Mempunyai Brewok dimana Mana.
Rambut Gondrong, Berwok Yang Memenuhi Wajahnya, Mitha Melihat Itu Sangat Mengerikan.
Dewa Hanya Tersenyum saat di Tanya Istrinya..
Tak Sengaja Mitha Melihat Lengan Dewa Berdarah..
" Mas...Tangan Mas Kenapa," Tanya Mitha Saat Melihat Darah di lengannya.
" Tangan Mas Berdarah..." Kata Mitha Hawatir Pada Lengan Dewa yang Berdarah..
Dewa pun Melihat Lengannya yang Berdarah..
Ia Hanya Tersenyum Melihat Darah Menetes Di Lengannya,
Tadi Waktu Dewa berkelahi tak Sengaja Lengan Dewa Terkena Pisau..
" Aku Tidak Apa apa Tha..Aku Baik baik Saja," Kata Dewa Lembut.
" Mas Harus Di Obati Dulu... Tunggu sebentar," Kata Mitha Pelan Dan Ia Pun Masuk Ke kosannya dan Mengambil perlengkapan P3K,
Mitha Pun Mengobati Dewa Di Dalam Rumah Mitha Yang Sempit.
" Apa Sakit Mas," Tanya Mitha Saat Melihat Luka yang Begitu Besar dan Dalam.
" Tidak.." Kata Dewa Pelan,,
Dewa Sangat Senang Di Rawat Oleh Istrinya,
" Lukanya Sangat Besar dan Dalam Mas, Apa Tidak Sebaiknya Kita Ke dokter Saja, Aku Takut Nanti Luka nya Infeksi," Kata Mitha Pelan.
" Luka Sekecil ini Di Obati Kamu Saja Sembuh Tha, Tidak Usah Di Bawa Ke Dokter," Kata Dewa Lembut.
Mitha Pun Membersihkan Luka Terlebih Dahulu,
Ketika Mitha Mengobati Luka Dewa, Dewa Sellau Meringis Kesakitan..Namun Selalu Dewa tahan Karena Ia Tak Mau Melihat Istrinya semakin Hawatir.