
" Besok...Kau Kembali Ke Rumah Mas," Kata Dewa Setelah Beberapa Jam, Melakukan Hubungan Yang Menggebu Gebu Dengan istrinya.
" Tapi Mas...."
" Tidak Ada Penolakan," Kata Dewa Lembut.
" Kau Masih Istriku, dan Kau Masih Tanggung Jawab Ku, Apa lagi kau Sedang Mengandung Putraku," Kata Dewa Lembut Dan Mencium Kening Istrinya..
" Dari mana Mas Tau Kalo aku sedang Mengandung Anakmu," Tanya Mitha Penasaran.
" Kenjo yang Memberi tau ku," Kata Dewa Lembut.
" Dia yang Memberi tau Kalo Kau Sedang mengandung Putraku," Kata Dewa Lembut.
" Oh jadi Kak Kenjo Yang Sudah Memberi Tau Mas," Tanya Mitha.
" Hmmm..Dia Yang memberitahu ku Kau Sedang Mengandung, Dan Saat aku Mendengar Kau Sedang Mangandung putra ku, Aku sangat Bahagia dan Dengan secepatnya aku Ingin Menemuimu, Tapi Kau Malah Pergi saat Itu, dan Karena Penasaran Aku Mengikuti mu, dan Di sanalah Kau Malah Berkelahi, dengan Orang Orang itu, Karena Aku Hawatir padamu Dan Putra kita, Aku Pun Turun Untuk melindungi Kau Dan Putra Kita," kata Dewa Panjang Lebar.
" Jadi Dari situ Mas Tau Kalo Aku Sedang Mengandung Anakku," Kata Mitha Pelan.
" Hmmm...Aku Tidak Ingin Terjadi Sesuatu Padamu Dan Putra Kita," Kata Dewa Lagi.
" Kenapa Kau Selalu Berkata Putra Pada Anak kita, Memangnya Mas Tau Kalo anak kita Seorang Putra dan Bukan Putri," Tanya Mitha Lembut.
" Aku Tau anak Kita Seorang Putra," Kata Dewa Tegas.
" Kalo Putri... bagaimana," Tanya Mitha Lagi.
" Aku Akan Tetap Mencintainya, Mau Itu Putra Atau Pun Putri,, Dia Tetap Anakku," Kata Dewa Tersenyum.
" Tidurlah...Kau Pasti Kelelahan," Kata Dewa Dan memeluk Istrinya.
" Aku Mencintaimu Mas, Sangat Mencintaimu," Kata Mitha Lembut dan Mencium Bibir Dewa Lembut.
" Aku Juga Mencintaimu Sayang," Kata Dewa memeluk Erat Istrinya dan Mitha pun Tertidur Pulas berbeda Dengan Mitha Dewa Justru Tidak Bisa Tidur, Ia Takut kalo bangun Nanti Semua akan menghilang.
Dewa benar benar sangat Bahagia... Dewa Baru Menyadari Kalo Mencintai Seseorang Akan Sebahagia ini,
" Maaf kan Aku Sayang...Selama Ini aku Selalu Menyia Nyiakan Mu," Kata Dewa Pelan sambil Memandang Istrinya Yang Sedang Tertidur.
" Mulai Hari Ini, Hidup dan Matiku Hanya Untukmu, Aku Akan Pastikan Kau Bahagia Denganku, dan Aku akan Mencintaimu Sepenuhnya," Kata Dewa Pelan dan Mencium Kening Istrinya.
KE ESOKAN HARINYA......
Dewa Sudah bangun Pagi Sekali dan ia Sudah menyiapkan Makanan Untuk istrinya.
" Pagi Sayang," Sapa Dewa saat melihat istrinya Bangun.
" Mas Sudah Bangun.." Tanya Mitha Yang Masih Mengantuk.
" Hmmm..Makanlah,, Selagi Masih Hangat," Kata Dewa saat membuat Sup wortel untuk Istrinya.
Mitha pun Tersenyum Melihat Suami yang Begitu Perhatian Padanya..
" Kenapa Kau Malah Tersenyum seperti itu," Tanya Dewa lembut.
" Makanlah..." Kata Dewa lagi.
" Aku sangat Senang,, Mas Seperti ini," Kata Mitha Tersenyum.
" Aku Akan Selalu seperti ini padamu," Kata Dewa dan Membenarkan Rambut Yang Menghalangi Pandangan Istrinya.
" mulai Sekarang Aku akan Mengutamakanmu," Kata Dewa Dan Menyuapi Istrinya dengan Lembut.
" Mas Tidak Usah sepertI Ini...Mas Mencintaiku Saja Aku Sudah Senang," Kata Mitha Pelan.
" Seharusnya Aku Yang Melayani Mas, Bukan Mas Yang Melayani Ku," Kata Mitha Lembut.
" Tidak Apa apa Sayang..Ini kan Keinginan Mas Sendiri," Kata Dewa Menyuapinya Lagi.
" Mas Ingin Memanjakan Istri Mas," Kata Dewa Lembut.
Mitha Pun Tersenyum Melihat Perubahan Dewa Yang Benar Benar Romantis..
" Kenapa Kau malah Tersenyum lagi," Tanya Dewa Yang Selalu Bingung saat melihat Senyuman Manis Istrinya.
" Makanlah," Kata Dewa Yang Masih Menyuapi namun Belum Juga Mitha Membuka Mulutnya.
" Aku...Aku hanya Senang saja Mas," Kata Mitha Dan Ia Pun Menerima Suapan Dari Suaminya.
" Kalo Kau Senang...Makanlah Yang Banyak, Biar Bayi Kita Sehat Selalu," Kata Dewa Lembut.
" Iya Mas.." kata Mitha Pelan Namun Apa pun Yang Mitha Makan Selalu Ia Muntahkan.
Ueeek....
Ueeek....
Akhir Akhir Ini apa pun Yang Ia Makan Selalu Ia Keluarkan Lagi..
Dewa Yang Melihat Istrinya Seperti itu merasa Hawatir Padanya..
" Bagaimana Kalo Kita Ke Rumah sakit," Tanya Dewa Pada Istrinya Yang Terus Muntah Muntah.
" Tidak Usah Mas...Kata Dokter ini Sudah Biasa Saat wanita Hamil muda," Kata Mitha Pelan.
" Tapi Kau Harus Makan Sesuatu Sayang," Kata Dewa Hawatir..
" Aku akan Baik baik saja Mas," Kata Mitha Lembut,
Dewa Benar Benar Hawatir Pada Istrinya Itu..
APA MENGANDUNG SEMENGERIKAN ITU, Pikir Dewa tak Senang.
SAMPAI SAMPAI ISTRIKU SENDIRI TAK BISA MAKAN, dalam Hati Dewa Semakin Hawatir pada Istrinya.
" Baiklah Mas. Aku Mau Membereskan Baju bajuku Dulu," Kata Mitha Pelan.
" Biar Mas Saja...Apa saja Yang Harus Kau Bawa," Tanya Dewa Saat Sedang merapikan Baju Baju Istrinya.
" Tidak ada Mas...Hanya Itu Saja Yang Aku Punya," Kata Mitha lembut.
" Baiklah...Sekarang Kita Pulang Ke rumah Kita," Kata Dewa Lembut dan Mitha Pun Hanya Mengangguk.
DI KEDIAMAN JAYAKUSUMA.....
" Selamat datang kembali nyonya," Kata Semua Pelayan saat menyebut Mitha Pulang..
" Terimakasih.." Kata Mitha Pelan.
" Masuklah..." Kata Dewa Lembut dan Menuntun Istrinya..
" Apa Kau Mau istirahat Sayang," Tanya Dewa lembut.
" Tidak Usah Mas, Aku Tidak Lelah Kok," Kata Mitha Lembut.
" Waaaah Selamat datang Kembali Adik Kecilku," Kata Rama Senang saat Melihat Mitha kembali Lagi Ke Rumah Ini.
" Iya Kak..Terimakasih...Maafkan Aku Karena Aku pergi dari Rumah Ini tanpa Bilang Apa apa pada Kalian Semua," Kata Mitha Pelan.
" Lupakan Lah, Yang Lalu Biar Berlalu, yang Penting Sekarang Kau Sudah Kembali," Kata Rama Lagi.
" Ya ampun Nak...Akhirnya Kau Kembali Lagi Ke sini," Kata Mamah Dewa Menangis Saat Melihat Mitha Sudah Kembali dan Langsung Memeluk Mitha.
" Ya Ampun Mam..Pelan Pelan, Nanti Cucumu Terluka jika Kau Peluk Seperti Itu," Kata Dewa Hawatir saat melihat Istrinya Di peluk Seperti Itu Oleh Maminya.
" apa kau Bilang...Cucu," Tanya Mamah Dewa Bingung.
" Iya...Kau Akan Menjadi Nenek," Kata Dewa Tersenyum.
Mamah Dewa Tak Mempercayai Perkataan Anaknya Itu dan Langsung Bertanya Pada Mitha biar Memastikannya..
" Apa Benar Kau Sedang mengandung Cucuku Sayang," Tanya Mamah Dewa Tak Percaya.
" Iya Mam,, Aku Sedang Hamil," Kata Mitha Lembut.
" Ya Tuhan....Aku akan Menjadi Nenek," Kata Mamah Dewa Senang.
" Aku akan Menjadi Nenek, Rama Kau Dengar mami akan Menjadi Nenek," Kata Mamah Dewa Tak Percaya.
" Selamat Ya Kak, Tha, Aku Ikut Senang," Kata Rama Ikut Senang mendengar Berita Gembira Ini..
" Terimakasih Kak," Kata Mitha Tersenyum.
" Sudah Berapa bulan Sayang, Usia Kandungannya," Tanya Mamah Dewa Penasaran.
" Baru Mau menginjak 3 Minggu Mam, Kata Dokter mungkin sudah Mau Sebulan," kata Mitha Pelan.
" Ya ampun...Di usia Kehamilan Seperti ini Pasti Lagi Ngidam Ngidamnya." Kata Mamah Dewa Pelan.
" Kau Mau Makan apa Sayang, Biar Mami Yang siapkan," Kata Mami Dewa Senang dan Menanyakan Apa Yang mau Mitha Makan.
" Aku Belum Kepengen Apa apa Mam," Kata Mitha Pelan.
" ya Ampun...aneh Sekali Biasanya Di usia Kandungan seperti ini pasti akan mengidam Apa apa," Kata Mamah Dewa Bingung.
" Kamu Sedang tidak Ingin Makan Asam Asam atau Pedas Pedas Gitu," Tanya mamah Dewa Lagi..
" Kalo Sekarang Sih Belum Pengen Mam, Soalnya Kalo Makan Sesuatu pasti Muntah Terus," Kata Mitha Lagi.
" Itu Sih Biasa Kalo Untuk Orang yang Sedang Mengandung," Kata Mamah Dewa Senang.