LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 68



SESAMPAINYA DI RUMAH KENJO..


" makasih Ya Kak, Udah Antar Gue sampai Sini," Kata Kenjo Senang.


" hmmm." Hanya Itu Yang Keluar Dari Mulut Dewa.


" Kakak Jangan Lupa Istirahat Ya,Jangan Lupa Di minum Obatnya," Kata Mitha lembut.


" Iya Makasih Ya," Kata Ken.


" Kalian Gak Masuk Dulu," tanya Ken Lagi.


" Iya Nak,, Masuklah Dulu,," Kata Mamah Kenjo.


" Tidak Usah Tante...Saya Mau Langsung Pulang Saja," Kata Mitha Pelan.


" Ya sudah Kalo Begitu...Makasih Ya Sayang," Kata Mamah Kenjo lembut.


" Ya Tante Sama sama, Saya Pulang dulu ya Tante," Kata Mitha pelan.


" Cepat Sembuh Ya Kak," Kata Mitha Lagi Sebelum Pergi.


" Tunggu Tha..." Panggil Dewa Lembut.


" Iya... Ada Apa Mas," Kata Mitha Lembut.


" Biar Saya Antar," Kata Dewa Lembut.


" Tidak Usah.. Aku Bisa Pulang sendiri Kok," Kata Mitha Pelan.


Tidak Mau Mendengar apa Kata Istrinya Dewa Pun Menarik Pergelangan Tangan Mitha Dan Menuntun nya Masuk Ke Mobil Miliknya..


" Mas...Apa apaan Sih, Aku Kan Sudah Bilang mau Pulang Sendiri," Kata Mitha Kesal Pada Suaminya Itu.


" Aku Juga kan Sudah Bilang Padamu..Biar aku Yang Antar," Kata Dewa Tegas.


Mitha Pun Dengan Wajah Kesal menuruti apa Kata Suaminya itu dan Masuk Ke dalam Mobil Milik Suaminya.


" Kenapa Kau diam Saja," Tanya Dewa saat sudah dalam Perjalanan Pulang.


Namun Mitha Tetap Diam, Ia Merasa Kesal Pada Sikap Dewa yang Tak Pernah Berubah yang Selalu Semaunya Itu.


" Apa Kau Sedang Sakit Gigi," Canda Dewa tersenyum.


" Aku Lagi Tidak Ingin Berdebat Dengan Mas," Kata Mitha Tegas.


" Aku Tidak Sedang Ingin Mengajak Mu Berdebat," Kata Dewa Tersenyum Manis.


" Terserah Mas Saja," Kata Mitha Kesal.


Tak lama Mobil Dewa Pun Sampai Di KOsan Istrinya.


" Apa Kau Tidak Mengajak ku Masuk Dulu," tanya Dewa Lembut saat Mitha Mau masuk Kedalam Kosannya.


" Kenapa Aku harus Mengajak Mu masuk Mas," Tanya Mitha Bingung.


" Aku Kan sudah mengantar mu Pulang, Setidak Nya Kau Beri aku Secangkir Kopi atau Teh Terlebih Dahulu," Kata Dewa Pelan.


" Memangnya Siapa Yang Memaksa mu Untuk Mengantarku Pulang," Kata Mitha Pelan.


" Bukankah kau sendiri yang memaksa aku untuk pulang dengan mu," Kata Mitha Lagi..


Tanpa Mendengar apa kata Istrinya Dewa Pun Masuk Begitu saja Ke kosan Istrinya itu.


" Mas...." Panggil Mitha Kesal Saat Dewa Masuk Begitu saja Ke dalam Rumah Nya.


" Mas Tidak Boleh Masuk Begitu saja Ke Rumah Orang,," Kata Mitha Kesal.


" Memangnya Kenapa, Toh Aku Masuk Ke Rumah Istriku Sendiri," Kata Dewa Acuh dan Masuk Begitu saja Walau Tak Di ijinkan Istrinya..


" Mas...Mas Dewa," panggil Mitha Kesal dan Memegang lengan Dewa.


" Aku Ini Bukan Lagi Istrimu, Apa Kau Sudah Lupa Kalo Kau Sudah Memberikanku Surat Cerai Hah," Kata Mitha Kesal Dan Marah Karena Dewa memperlakukannya Seperti ini.


" aku Memang memberikan Surat Cerai Padamu.. Tapi Aku Tidak Mendaftarkan perceraian Kita Ke Pengadilan," Kata Dewa Lirih..


" Apa Lagi...Aku Tau Kau Hamil Anakku," Kata Dewa Lirih.


" Mana Mungkin Aku Akan melepaskanmu Begitu saja," Kata Dewa Terduduk Di lantai.


" Apa Yang Mas Bicarakan," Kata Mitha Kaget, Mitha Bingung dari mana Ia Tau Kalo Ia Sedang Mengandung Anaknya.


Mitha Takut Kalo Dewa Tau ia Tidak Akan Menceraikannya Dan Setelah Melahirkan Ia Akan Di Buang Begitu Saja.


" Aku....Aku Tidak Sedang Hamil Mas, Kau....Kau Salah Paham." Kata Mitha Mencoba Berbohong pada Dewa..


Dewa yang tau kalo Istrinya Benar Benar Hamil dan Ia Juga Sudah Mendapat kan Bukti Kalo Istrinya Hamil Tidak Akan Percaya Begitu saja pada Ucapan Mitha Yang Berbohong Kalo Dirinya Tidak Hamil.


Dewa Juga sudah menemui Dokter waktu Ken dan Mitha Memeriksa Kandungannya,


" Kenapa Kau Berbohong padaku tha," Kata Dewa Lirih.


" Kenapa Kau Menyembunyikan Semuanya Dariku," Kata Dewa Lagi..


" Sebenci Itukah Kau Padaku Tha, Sampai Kau Tidak Mau Suamimu Tau Kalo Kau Hamil Anakku, darah Dagingku," Kata Dewa Pilu


" Kenapa Tha...Kenapa," Tanya Dewa Sedih..


" Aku Hanya Takut...Kau...Kau...Kau Hanya Menginginkan Anakmu saja," Kata Mitha Jujur Pada Hatinya..


" Aku Takut...Setelah Aku Melahirkan Kau Akan Membuangku, Dan Memilih Menikah Dengan Wanita Yang Kau Cintai Itu Mas," Kata Mitha Menangis.


" Aku Takut Itu Terjadi...Aku Lebih Baik Tidak Memberi Taumu," Kata Mitha Jujur dengan Hatinya.


" Kenapa Kau Berpikir Seperti itu Tha...Kau Pikir Aku Orang Yang Kejam Hah, Apa Kau Pikir aku Akan Menjauhkan Anakmu dari Mu, Kau Wanita Yang Aku Cintai Tha,, Bukan Zella...Aku Lebih Mencintaimu... Di bandingkan Zella Kau Lebih berarti Bagiku Tha, Aku Mencintaimu...Aku Benar Benar Mencintaimu," Kata Dewa Lirih dan Dewa Menangis.


Dewa Sangat Sedih Dengan Pemikiran Mitha Tentangnya.


Memang Dewa Tak Bisa Menyalahkan Pemikiran Istrinya Tentangnya karena Jika Dewa Di Posisi Mitha Ia Pasti akan Memikirkan Itu Juga, Karena Yang Istrinya Tau Ia Hanya Mencintai Wanita Lain, Dan Bodohnya Lagi Dewa Benar Benar tak Mengerti Tentang Perasaannya Sendiri.


Mitha Yang Melihat Ketulusan Dewa Luluh Juga Dan Ia Pun Merangkul Dewa Yang Menangis terduduk di lantai.


" Maafkan Aku Mas...Aku Minta Maaf, Aku Pikir Kau Masih Mencintai Zella," Kata Mitha Ikut Menangis dan Memeluk Suaminya.


" Aku Yang Seharusnya Minta Maaf Padamu Tha,, Karena Aku Selalu menyakiti Hatimu Karena Perbuatanku Kau Justru Tak Mempercayai Ku, Dan Malah Beranggapan Seperti Itu Padaku,, Aku Minta Maaf Tha, Aku Minta Maaf," Kata Dewa Menangis Di Pelukan Istrinya..


" Sudahlah Mas... Mas Jangan Seperti ini, Mas Jangan Menangis Lagi," Kata Mitha Lembut.


Dewa Pun Tersenyum dan Menghapus Air Matanya.


" Aku Mencintaimu," Kata Dewa Lembut dan ia Juga Menghapus Air Mata Di Pipi Istrinya.


" Aku Benar Benar Mencintaimu Tha," Kata Dewa Lagi.


" Iya Aku Tau Mas...Aku sudah Melihatnya Dari Matamu," Kata Mitha Lembut.


" Lalu...Apa Kau Tidak Mencintaiku," Tanya Dewa Pelan, Dewa Benar Benar Ingin Mendengar Mitha Menjawab pertanyaannya.


Namun Bukan Jawaban Yang Mitha Berikan, Justru Mitha Mencium Bibir Dewa singkat.


" Apa Itu..." Tanya Dewa Merajuk.


" Aku Butuh Jawaban Bukan Kecupan Seperti Itu," Kata Dewa Merajuk.


Mitha Pun Tersenyum mendengar Ucapan Suaminya.. dan Ia Malah Mencium Kembali Bibir Dewa lebih Lama,


Dewa yang Mendapat Perlakuan Itu Hanya Cemberut Karena Ia Ingin Mendengar Istrinya berkata Mencintainya Juga Bukan malah Menciumnya.


Dewa Malah Cemberut dan Merajuk.


" Aku Juga Mencintai Mas,, Lebih Dari Mas Mencintaiku," Kata Mitha Lembut.


" Aku Juga Mencintaimu Mas, Sangat Mencintaimu," Kata Mitha lembut.


Dewa Yang Mendengar apa Yang Ia Tunggu tunggu Langsung Memeluk dan Mencium Istrinya,


Dua Orang Yang Saling Jatuh Cinta Akhirnya Meluapkan Kerinduan Di antara Mereka berdua..