
" Apa Sakit Sayang," tanya Mitha Lembut saat Mengobati Luka Di Pipi Melody..
" udah Gak Kok Mah.." Kata Melody Pelan.
" Maafin Mamah Yang Sayang Mamah Gak Bisa jaga Melo," Kata Mitha Menangis, Karena Tak Bisa Melindungi Melody dari Zella.
" Mamah Kenapa Nangis, Mamah Kan Gak salah Apa apa," Kata Melody menghapus Air mata Mitha.
" Maafin Mamah...Mamah Gak Bisa Jaga Melody, Karena Mamah Melody Jadi Seperti ini," Kata Mitha Lirih.
" Melo Baik Baik Aja Kok Mah, Lihat Melo Gak Nangis Kok, Jadi Mamah Gak Usah Nangis," Kata Melody Berusaha Menghibur Mitha Mamahnya.
" Iya Sayang...Mamah Gak Nangis Lagi Kok," Kata Mitha Tersenyum ia Tak Mau Melody Nantinya Ikut Menangis.
" Aku sayang Mamah," Kata Melody dan Memeluk Mitha Sayang.
" Mamah Juga Sayang sama Melody." Kata Mitha Dan Membalas Memeluk Melody.
" Ya Sudah...Sekarang Kita Cari Nenek sama Papih Yah," Ajak Mitha Pada Melody.
" Iya Mah," Kata Melody Senang dan Ia Pun Menggenggam tangan Mitha.
" Papih...." Panggil Melody saat Melihat Papih dan Neneknya Sedang Duduk.
" Hai...Sayang," Kata Revan Tersenyum saat Gadis Kecil Memeluk Dirinya.
" Pih...Tadi Mamah Nangis," Kata Melody Mengadu pada Papihnya.
Revan Pun Melihat Ke arah Mitha Dan benar Saja Mitha Seperti habis Menangis.
Dengan Sigap Revan Pun Mengahmpiri Mitha.
" Tha...Ada apa, Kenapa Kau Menangis," Tanya Revan lembut.
" Tidak Apa apa Kok Kak, Hanya Masalah Kecil," Kata Mitha Pelan.
" Bagaimana Kalo Kita Pulang saja Kak, Kayanya Melody Kecapean," Kata Mitha Lagi.
" Iya Pih...Melo Cape pengen Pulang Saja," Kata Melody pelan.
" Baiklah...Kita Pulang Ya," ajak Revan..
" Kau Mau Ikut Dengan Kami Tha.."tanya Revan Pada Mitha.
Belum Sempat Mitha Jawab Tangan Kekar sudah Menggenggam Tangan Mitha.
" Dia Ikut Pulang Bersama Ku," Kata Dewa tiba tiba Sudah Berada Di sisi Mitha.
Mitha Yang Benar Benar Sudah Kesal Dan Marah Melepas Dengan Kasar Tangan Dewa Dari Tangannya.
" Aku ikut Sama Melody Saja," Kata Mitha Ketus.
" Kau Itu Istriku....Jadi Tugasmu Yaitu Pulang Bersamaku," Kata Dewa Tegas.
" Hah...Istri...Bukan Kah, Statusku Bagimu tak Pernah Berarti," Kata Mitha Kesal.
" Kau Mau Mengijinkan Aku atau tidaknya...Aku sudah tidak perduli," Kata Mitha Tegas.
" Ayo...Kak," Ajak Mitha...
" Selangkah Saja Kau pergi Dengannya,,, Aku Akan Menceraikan mu," Ancam Dewa, Mitha Sedikit Ragu ikut Bersama Revan Pulang saat Dewa mengatakan Itu,
" Dan aku Juga Tidak Akan Pernah Membiarkan Kau dan Melody Bertemu Lagi," Kata Dewa Semakin Menakuti Istrinya..
Dewa Pikir kalo Ia Mengatakan Itu Istrinya akan Menurutinya, Namun Pemikiran Dewa Salah,, Mitha Justru Semakin Membenci Suaminya Itu karena Telah Berkata Seperti itu..
" Silahkan...itu yang Aku harapkan," Kata Mitha Sudah Tak Perduli.
Mitha Benar benar kecewa pada sikap Dewa yang Plin plan,
Mitha Benar Benar sudah kecewa Pada Suaminya ini, Karena Ia Sama Sekali tak mempercayainya dan Malah Mempercayai Kekasih Kesayangan nya itu dan Di tambah Sudah mengatakan Akan menjauhkan Dirinya Dengan Melody.
" Aku akan Tunggu Surat Cerainya," Kata Mitha Sebelum Benar Benar Pergi..
Dewa Hanya Terdiam Tak Bicara...Ia Benar Benar Tak Percaya apa yang Ia Lakukan barusan,
30 MENIT KEMUDIAN....
KEDIAMAN JAYAKUSUMA...
APAKAH HUBUNGAN KU DENGAN NYA..BENAR BENAR SAMPAI SINI, dalam Hati Dewa saat sudah sampai rumah...dan ia malah duduk melamun menunggu Istrinya pulang..
BODOH SEKALI AKU... KENAPA AKU MALAH MENGATAKAN ITU..dalam Hati Dewa Lagi menyesali apa yang Barusan Ia katakan.
padahal Dewa Hanya ingin Menakut Nakutinya Agar Ia Tak Pulang Dengan Revan,,
Tapi Mitha Malah Menantangnya dan Memilih Untuk Pulang Bersama Revan..
apa Dua Minggu yang Lalu kebersamaan Mereka yang Membara Hanya Mimpi saja...
Dewa benar Benar Menangis Kala Mengingat Ucapannya Pada Mitha Tadi..
Semua Ini salahnya..Ia Tak Mau Mendengarkan apa Kata Istrinya tadi..dan Ia Hanya Mendengar kan Dari Zella Saja,
Setelah Tau Kebenaran Yang Zella Lakukan Dewa Benar Benar Marah pada Dirinya Karena Sudah Tak Mendengarkan Sedikit pun Penjelasan Istrinya..
DASAR BODOH KAU DEWA...KAU MEMANG BENAR BENAR BODOH, dalam Hati Dewa Memaki Maki Dirinya Sendiri..
LIHAT...APA YANG KAU LAKUKAN...KAU SUDAH MEMBUAT SESEORANG YANG SELALU BERSAMAMU DALAM SUKA DAN DUKA MARAH DAN KECEWA...dalam Hati Dewa Memarahi Dirinya..
Tak Lama Terdengar Suara Bell Rumah Jaya Kusuma berbunyi..
Ting...
Tung...
Ting...
Tung....
" Nyonya..." Panggil Pelayan Terkejut saat melihat Mitha..
Dewa Pun Menghampirinya..
" Darimana Saja Kau..." Tanya Dewa pada Istrinya.
Namun Mitha Hanya Diam Tak Menjawab pertanyaan Dewa dan Malah Menuju Kamarnya Sendiri dan Menutup Pintu dengan Keras...
Dewa hanya menunggu di Belakang Pintu kamar Mitha...
Tak lama Mitha Pun Keluar dengan Membawa Tas Yang Ia Pertama Kali Bawa Kesini..
" Mau Kemana Kau," Tanya Dewa dan Memegang Lengan Mitha.
Dengan Tatapan Kelam Mitha Menatapnya..
" Lepaskan Tanganmu dari Lenganku," Kata Mitha Sinis..
" Kau Mau Kemana, Tha.." Tanya Dewa Lembut.
" Rumah ini Bukan Lagi milikku," Kata Mitha Lirih..
" Kau akan Menceraikanku Bukan, Jadi Untuk Apa Aku Masih tinggal Di sini," Kata Mitha Lagi.
" Tunggu Tha..." Panggil Dewa Saat Mitha Benar Saja Mau Keluar Dari Rumah Ini..
" Apa Lagi Yang Harus aku tunggu Mas,.." Kata Mitha Kesal.
" Setidaknya Tunggulah dulu tha.,Tenangkan Hatimu Dulu, Nanti Kita Bicara Baik Baik," Kata Dewa lembut.
" Yang Harus Di tenangkan hatinya Itu Kau...Bukan Aku," Kata Mitha Kesal.
" Sampai kapan Aku Harus Bersabar Mengahadapi Sikapmu Yang Plin plan Itu," Kata Mitha Kesal.
" Untuk apa Aku Masih Di sini, Sedangkan Hatimu Hanya Untuk nya Mas,, Untuk Apa,,, Percuma Selama Ini Aku Selalu Bersabar, Aku Pikir Kau Akan Berubah dan Mencintaiku Mas, Tapi Nyatanya Apa...Hatimu Hanya Untuknya, Cintamu Hanya untuknya,, Tidak Ada Ruang Untukku Mas," Kata Mitha Lagi.
" Sekarang kau pilih,,, Aku atau Zella Mas," Tanya Mitha, Dewa Yang Tak Bisa Menjawab Hanya Terdiam Karena Ia Mencintai Kedua Wanita Ini, dan Tak Bisa Memilih salah satu di antara Mereka Berdua..
" Sudah Jelas Kan Jawabnanya," Kata Mitha Marah dan Bermaksud Melewati Dewa.
Namun Dewa Memegang Lengan Istrinya..
" Tha Dengarkan Aku dulu...." Kata Dewa Lembut..
" Cukup Mas....Aku sudah Cukup mendengarkan semua yang kau Katakan, Sekarang Giliran Aku Yang bicara Mas," Kata Mitha...
" Aku Ingin Kita Bercerai Saja, Setidaknya Kalo Kita Bercerai Kau Bisa Menikahi Wanita Impianmu Itu," Kata Mitha Melampiaskan Kekesalannya.
" Tapi Tha...Kau Akan Tinggal Dimana," Tanya Dewa...
" Itu Bukan Urusan mu," Kata Mitha Sinis. dan Membawa Tas itu Keluar.
Saat Keluar Dewa Melihat Mobil Revan,,
APA DIA AKAN TINGGAL DI RUMAH REVAN...pikir Dewa Kesal.