LOVE ME PLIS

LOVE ME PLIS
BAG 31



" Apa Mas Punya Bunga Jenis Anyelir Seperti itu," tanya Mitha Penasaran.


" Ada...Di Ruang Kaca Milik Ibundaku," Kata Dewa Lagi..


" Waaah Jadi Ibunda Mas Mempunyai Ruang Kaca," Tanya Mitha..


" Iya... Disana Juga Banyak Berbagai Macam Jenis Bunga," Jelas Dewa tersenyum..


" Dan Kau tidak akan Tau Di Mana Letaknya, Karena Hanya aku Dan Ibundaku saja Yang Tau Letaknya Di Mana," Kata Dewa Lagi.


" Lain Kali aku Akan memperlihatkan nya Padamu," Kata Dewa Lagi..


" Benarkah Mas..." Kata Mitha Senang.


" Hmmm," Kata Dewa tersenyum.


" Ayahmu Juga Mempunyai tanaman bunga itu Sayank," Kata Ibu Sri memberi tau anaknya.


" Apa..!! Jadi Ayah menanam bunga anyelir juga,, Di Mana Bu," tanya Mitha Penasaran..


" Di Taman...Apa kau Sering Melihat nya.. di Taman Disana dan Bunga Anyelir tumbuh indah Di sana," Tanya Ibu Sri pada Putri nya.


Mitha Yang Sering Melihat Bunga Anyelir yang Indah Di Taman itu ternyata milik Ayahnya..


" Jadi Bunga Anyelir Yang Di Taman Itu Punya Ayah Bu," Kata Mitha Tak Percaya Ternyata Ayahnya Bisa Merawat Bunga Sampai Secantik itu..


" Benar.. Bagus Kan,, Ayahmu sangat pandai Merawatnya,," Kata Ibu Sri lembut.


" Lalu Sekarang Siapa Yang Merawat Bunga Cantik Itu Bu," tanya Mitha pelan.


" Tentu saja Ibu,,, Sekarang Ibu Yang Merawat Bunga Itu," Kata Ibu Sri pelan.


" Waah Ibu hebat Juga..." Kata Mitha bangga Pada Ibunya..


Dan Ibu Sri Hanya Tersenyum Melihat putrinya yang Bangga Padanya..


" Bu apa Kita Langsung Ke pemakaman Saja Ya Bu," Kata Mitha Pelan.


" Iya Sayank...Kita Langsung Ke pemakaman Ayahmu Saja," Kata Ibu Sri..


" Nak Dewa kita langsung saja Ke pemakaman," Kata Ibu Sri lagi.


" Iya Bu,," Jawab Dewa lembut.


Sebelum Sampai ke pemakaman.


Dewa berhenti dulu di toko Bunga..


" Biar Mas Saja Yang Belikan, Kau Tunggu saja Di Mobil," Kata Dewa Pelan dan membelikan Bunga Anyelir untuk Ayah Mitha


" Iya Mas.." Kata Mitha Tersenyum.


" Ini Bunga Nya," Kata Dewa tak Berapa Lama Setelah Membeli Bunga.


Dan Mereka Pun Melanjutkan Perjalanan Mereka Lagi.


Sesampainya Di Pemakaman.....


Mitha, Dewa dan Ibu Sri Pun Turun Dari Mobil dan Menuju Pemakaman Ayah dan Suami Bagi Mereka Berdua..


" Selamat Siang Suamiku.. Aku datang Bersama Putri Kita," Sapa Ibu Sri pelan dan Tersenyum Setelah Sampai Di pemakaman Suaminya..


" Siang Ayah..." Sapa Mitha Lembut pada Mediang Ayah nya..


" Ayah, Apa Kabar.." Kata Mitha Lirih.


" Aku sangat Merindukan Ayah.." Kata Mitha Lagi Dengan Masih Menahan Air Matanya dan Berusaha Tersenyum. Ibu Sri Tak Kuasa Menahan Kerinduannya Dan Ia Pun Menangis Di Sana..


" Ayah...Aku Datang Bersama Suamiku," Kata Mitha Pelan dan Memberi tau Mediang Ayahnya Kalo Dia Sudah Mempunyai Suami Dan Dewa Pun Memberi salam Pada Ayahnya.


" Hai...Ayah...Mungkin Ayah Sudah Tak Asing lagi Padaku, Karena Dulu Kau Yang Selalu Memberiku Semangat, Agar Tetap Bisa Hidup Menjalani Semua Kenyataan Ini, Bukankah Kau Selalu Mengatakan itu Padaku,, Dulu aku Selalu Memanggilmu Paman,, Dan Sekarang Aku Memanggilmu Dengan Sebutan Ayah,, Karena Aku Sudah Menikahi Putri mu Yang Cantik Ini." Kata Dewa Pelan.


" Mas Dewa Sekarang Sudah Menjadi Suami Ku Ayah.. Ayah Pasti Sudah Kenal Kan Sama Mas Dewa Suamiku,dan Pasti Ayah Juga Senang Kan Aku Sudah Menikah, Aku Bahagia Ayah,, Aku Sangat Bahagia. Aku Harap Ayah Juga Bahagia di Sana Sama Sepertiku Yang Bahagia Di sini," Kata Mitha dan Tangis Air Mata pun Akhirnya Pecah


" Ayah.... Aku...Aku sangat merindukan Ayah," Kata Mitha Di sela Tangisnya.. Dengan Sigap Dewa Memeluk Istrinya itu dan Menenangkannya.


" Ayah....Selamat Ulang Tahun Untuk Ayah, Aku Sangat Menyayangimu Ayah," Kata Mitha dan Meletakan Bunga Kesukaan Ayahnya di Atas Pemakamannya dan Mitha Pun Menangis Di pelukan Suaminya..


" Selamat Ulang Tahun Sayang..." Kata Ibu Sri Lembut.


" Aku Akan selalu Menyayangimu,, Selamanya," Kata Ibu Sri lirih.


Tak Berapa Lama Mereka Pun Kembali Kedalam Mobil dan Menuju Rumah Nenek Ibundanya Ibu Sri dan Nenek Mitha..


30 Menit Kemudian....


Mereka Pun Sampai..


" Mendadak Bu...Jadi Tidak Sempat Bilang Bilang," Kata Ibu Sri dan Memeluk Ibunya sayang.


" Di Mana Si Kembar Bu," Tanya Ibu Sri Pada Ibunya...


" Dimana Lagi Kalo Bukan di Tempat Itu..." Kata Nenek Kesal.


" Mereka Masih Saja Ke Sana, Walau Di Marah Di Hina mereka Tetap Saja Ke sana," Kata Nenek.


" Masuk Dulu Nak," Kata Nenek Pada Dewa Cucu Mantunya.


" Iya Terimakasih Nek.." Kata Dewa,,


" Tapi Maaf Nek, Saya Mau Telpon Seseorang Dulu," Kata Dewa dan Minta Ijin.


" Sayang...Mas Telpon Dulu ya," Kata Dewa Lembut..


Dewa pun Mencari Tempat Untuk Menelpon...


" Jadi Si Kembar Masih Di Sana Nek," Tanya Mitha.


" Iya Coba Kau Susul Kedua Adikmu Itu," Kata Nenek Cemas Dan Hawatir pada Kedua Cucunya Itu.


" Ya Udah Biar Aku Saja Yang Menyusul nya Bu, Nek," Kata Mitha.


" Ya Sudah Hati Hati Ya Sayang.." Kata Ibu Sri pada Putrinya...


Mitha Pun Menyusul Adik adik Kembarnya...


" Bu...Di Mana Istriku," Tanya Dewa Setelah Beberapa Menit Lalu saat Sudah Menelpon seseorang..


" Menyusul Adik Kembarnya Nak, Ke Warnet," Kata Ibu Sri..


" Apa Jauh Bu Dari Sini," Tanya Dewa.


" Lumayan..Kenapa Nak Dewa Mau Menyusulnya Juga," Tanya Ibu Sri.


" Iya Bu..Saya Mau menyusulnya," Kata Dewa Lembut.


Tak Lama Ada Anak Laki Laki Yang Sepantaran Mitha Lewat..


" Nak Ardi..." Panggil Ibu Sri Pada Laki laki yang Lewat Itu dan Ternyata Ardi teman Mitha.


" Iya Bu Sri..."


" Nak Ardi Mau Ke Warnet Ya," Tanya Ibu Sri..


" Tidak Bu...Saya Mau Ke Rumah Mamang Saya Bu," Kata Ardi Pelan Dan Memang Rumah Mamang Ardi melewati Warnet Juga.


" Tapi Melewati Warnet Kan,," Kata Ibu Sri Lagi dan Ardi Pun mengangguk.


" Tolong Tunjukan Pada Mantu ibu Ini Ke Warnet ya,Kan sekalian Nak Ardi lewat kan," Kata Ibu Sri lagi.


Ardi yang tak tau Mitha Sudah menikah pun Merasa Bingung..


" Ah...Baik Bu, Ayo Mas," Ajak Ardi dan Dewa Pun Mengikutinya Di Belakang..


" kata Bu Sri... Mas Ini Mantunya," Tanya Ardi Penasaran..


" Kenapa Memangnya." Tanya Dewa Cuek.


YA AMPUN..JUTEK AMAT SI NI LAKI, pikir Ardi ia Merasa Sedikit takut Padanya.. Dan Seperti Ada Aura Aura yang Semacam Berkuasa di dalam Tubuh Dewa.


" Ah Tidak Saya Cuma PenSaran Saja, Anak Ibu Sri yang Gadis kan Cuma Mitha Saja, Berarti Mas Ini Suaminya Ya," Kata Ardi Penasaran.


" Hmmm," Hanya Itu Yang Keluar dari Mulut Dewa..


Ardi Yang Mendengar Pun Merasa Kesal, Ia Sudah Menanyakan Panjang Lebar Padanya Namun malah Di jawab Hmm Saja oleh Lawan Bicaranya..


BENAR BENAR LAKI LAKI ANGKUH.dalam Hati Ardi Kesal


KASIHAN SEKALI MITHA HIDUP DENGAN PRIA SEPERTI INI, Dalam Hati Ardi Lagi..


DIA MEMANG KAYA, MOBILNYA SAJA BAGUS SAAT AKU LIHAT TADI..TAPI SIFATNYA INI NI,,, batin Ardi malah Mengomeli kelakuan Suami Mitha yang Seperti itu..


" Masih Jauh," Tanya Dewa singkat.


" Di Sana Mas," Jawab Ardi setelah Melihat Warnet yang Sudah Kelihatan.


Dewa Pun Melihat Seberapa Besar Warnet Itu..


WARNET SEKECIL INI..pikir Dewa.


Dewa Merasa Marah saat Pemilik Warnet itu membentak dan Memarahi Istri dan Kedua Adik Kembarnya...