
DEWA...
Aku benar benar lelah, baru saja pulang dari Amerika Kakek Sudah Menyibukanku dengan Kelurga Yang Benar Benar Aku Tak Suka.
Dari Kecil Hingga Sekarang pun, Aku tak pernah Merasakan Kasih Sayang Seorang Ibu. Saat masih Bayi pun Aku tak pernah Mendapatkan perhatian Dari Ibu sambungku,
Ayahku saja tak pernah memperdulikan aku, Hanya Kakek Wijaya Yang Benar Benar menyayangiku dengan Tulus,
Ya Namaku Dewa Putra Jayakusuma, ibuku Meninggal saat Aku Di lahirkan,
Belum Juga Kering Kuburan Ibuku, Ayahku Malah Menikah Lagi,Ibu Sambungku Sama Sekali Tak pernah Menyukaiku Sedikit pun,
Yah....dari kecil Aku memang Tak Pernah Merasakan Kasih Sayang Seorang Ibu..Hingga Sekarang Aku Tak pernah Sedikit pun Dapat Perhatian Dari Ibu sambungku,
Itulah Yang Membuatku Membenci Keluarga Ini. Berkat Keluarga Ini, Aku tumbuh Menjadi Sosok Yang Dingin, Cuek,Angkuh, Dan Kejam.
begitulah... Semua Keluarga Jaya Kusuma Sangat Takut Padaku, Karena Aku Yang Membuat Keluarga Jaya Kusuma Seperti Sekarang Ini, Karena Aku Juga Keluarga Jaya Kusuma Semakin Kaya Raya Saja.
Baru Saja 5 Hari Di Jakarta, Kakek Sudah Menyibukkan ku dengan Urusan Bisnisnya Di Sini,
Sampai sampai Aku tak ada Waktu untuk Bercinta Dengan Kekasihku,
Aku adalah Orang Yang Terbilang Setia, Jika Aku Sudah Mencintai Gadis Satu, Maka Aku akan Kejar Kemana Pun Ia Pergi,
Wanita Yang Aku Sukai Saat Ini Bernama Grazella Yuanita, Berparas Cantik, Sexy, Dan Menggairahkan, Mungkin Sudah Hampir Satu tahun Aku menjalin Kasih Dengannya,
Selama Berhubungan Denganku Aku Selalu Menuruti apa pun Ke inginannya,
Memang Banyak Wanita Wanita yang Selalu mengejarku, Bahkan Teman Zella pun terang terangan Menyukaiku,
aku Selalu memanggil Nama Kekasihku Zella, Zella Memang Tinggal di Jakarta, Namun Saat Aku Di Amerika, Dia Juga Bekerja Sebagai Model di sana, Jadi Kami Sering Bertemu di sana.
Saat Ini Aku Benar Benar Kesal Pada Kakek, Kenapa Dia Malah Menyuruh Pelayan Agar Melayaniku,
Dari Awal Aku Sudah Curiga Karena Baru Pertama Kali Aku Melihat Gadis Itu Di Sini,
Memang Dia Cantik, imut, Tapi Sayang Bawelnya Minta Ampun,
Aku Saja Belum Tau nama atau pun Umur Gadis Itu,
Jujur saja, Aku paling Tidak suka Ada Orang Yang Memegang Semua Barang Barang Pribadiku,
Kekasihku Saja Tidak Pernah Memegang Barang Barang Pribadiku,
Namun Kini Aku Harus Berbagi Dengan Pelayan Gadis Kecil ini dan Mau tak Mau Aku Harus Menerimanya Sebagai Pelayanku Karena Ini permintaan Kakek Yang Tak Bisa Aku Tolak Begitu.
AKU HARUS TAU SIAPA NAMANYA BUKAN,pikir Dewa Saat berendam Dalam Buthup,
MUNGKIN NANTI AKU AKAN TANYA SIAPA NAMANYA, Dalam Hati Dewa Lagi mengingatkan Dewa Benar Benar Lelah Dengan Semua Ini,
Dulu Dewa Juga Pernah Berpikir, Mungkin Kalo Dia Di Lahirkan Sebagai Orang biasa Takan Semenderita Ini, Pikir Dewa Saat Itu.
" Emang apa enaknya Malam Malam Malah Mandi," Gumam Mitha Pelan Saat Mencari Baju Tidur Milik Majikannya.
" Yang Ada... Bisa Kram," Kata Mitha Kesal,
Mitha Pun Melihat jam Ternyata Sudah Pukul 10 malam,
Sudah Hampir Satu Jam Majikannya Itu Di Dalam Kamar Mandi dan Tak Ada Ciri Ciri Mau Keluar Juga,
APA DIA MATI, pikir Mitha Hawatir.
Karena Merasa Hawatir Dengan Tuannya Mitha Pun Mengetuk dan Memanggil Nama Dewa,
JANGAN JANGAN DIA MATI LAGI,pikir Mitha.
KALO DIA MATI, GAGAL DONG NANTI AKU MINTA KAKEK BUAT KASIH PELAJARAN OM BONAR ITU, dalam Hati Mitha Kecewa takut Hal Itu akan Terjadi,
Mitha Pun Memberanikan Diri mengetuk dan Memanggil Nama Majikannya.
Tok...
Tok...
Tok...
" Den Dewa..." Panggil Mitha Pelan.
Namun Tak ada Jawaban, Mitha Pun Semakin Keras Memanggil Dewa.
" Den Dewa... Den,," Panggil Mitha Sedikit Keras,
Yang Di Panggil pun Keluar dengan Wajah Kesal.
" Kenapa Kau Teriak Teriak Seperti Itu," Kata Dewa Dengan Nada Kesal.
APA...MATI KATANYA,dalam Hati Dewa kesal mendengar Pelayan Kecilnya ini bilang seperti itu.
" Kau Pikir, Saya Orang Bodoh yang Bisa Mati Di Dalam Kamar mandi," Kata Dewa lagi.
" Bu..Bukan Begitu den," Kata Mitha pelan.
" Saya Takut Aja Terjadi Sesuatu Sama Aden," Kata Mitha Pelan.
" Haaaaaaaaaah," Dewa Malah Membuang Nafas Panjang,
Memang Benar Kali Ini Dirinya Mandi Terlalu Lama, dan Dewa pun tak Bisa Menyalakan Gadis Kecil Ini,
" Sudahlah..." Kata Dewa pelan,
" Di Mana Bajuku," Kata Dewa Lagi.
" Di Sana Tuan," Kata Mitha Menunjuk Baju Yang Sudah Di siapkan,
" Kamu... Tolong SayaJuga Untuk Berpakaian," Kata Dewa Lagi.
YA AMPUN...ANAK ANAK DI KOTA MANJA MANJA SEKALI SI, pikir Mitha Sedikit aneh.
MASA PAKAI BAJU SAJA HARUS DIBANTU, pikir Mitha Lagi.
Dewa ingin Sekali Menggoda Gadis Kecil Yang Masih Polos Ini,
Dewa juga Ingin Tau bagaimana Reaksi Gadis Kecil Ini,
Mitha Pun Membantu Dewa Memakai Baju Dengan Cemberut,
Mitha Tidak Habis Pikir, Apa Menjadi Pelayan Pribadi Itu Seperti ini,
" Kenapa Kau Cemberut Seperti itu," Tanya Dewa Saat Melihat Pelayannya Malah Cemberut Seperti itu,
" Saya Aneh Saja, Biasanya Yang Sering Saya Bantu Berpakaian Itu Adik Saya," Kata Mitha pelan.
" Apa..." Tanya Dewa Bingung. Jadi Gadis Kecil Ini Beranggapan Kalo Dirinya Masih Kecil, Begitulah Pemikiran Dewa Saat Ini.
" Jadi Kau Pikir Saya Ini Masih Kecil," Kata Dewa dengan Suara Yang Dalam dan Serak.
" Kau Ingin Lihat Kalo Saya Memang Sudah Dewasa," Kata Dewa Mencoba Menggoda Pelayannya itu Dengan Berpura Pura Mau Melorotkan Handuk yang Ada Di pinggangnya.
Mitha tak Tau Kalo Dewa Hanya Menggodanya Dan Ia Buru Buru Malah Memejamkan Matanya. Dewa Pun Tersenyum Dengan Ulah Nya Sendiri.
LUCU JUGA GADIS KECIL INI, batin Dewa.
PASTI AKU TIDAK AKAN BOSAN PADANYA, batin Dewa Lagi.
" Siapa Namamu," Tanya Dewa Saat Masih Mengenakan Handuk Di pinggangnya.
Mitha Pun Membuang Nafas Lega..
" Haaaaaaaaah... Mitha Den," Kata Mitha Pelan.
" Mitha....." Dewa Seakan Menghafal Nama Itu.
" Berapa Usiamu," Tanya Dewa Lagi.
" 24 tahun Den," Kata Mitha Lagi..
" Haaah,, Pantas Saja Kau Terlihat Masih Kecil," Kata Dewa Meremehkan Mitha.
" Apa Lagi Untuk Ukuran Dadanya," Kata Dewa lagi dan Memperhatikan dada Mitha Dengan Seksama.
Mitha Yang Melihat Dewa Sedang Memandang Nya Dengan Tak Senonoh, Mitha Pun Menginjak Kaki Dewa dengan Keras.
Dewa Yang Mendapat Perlakuan Tak Terduga Dari Pelayan Kecilnya Itu pun Meringis Kesakitan,
" Aaaaarrgh.... Kenapa Kau Menginjak Kakiku," Kata Dewa Kesal Pada Pelayan Kecilnya Itu yang Menginjak Kakinya.
" Perlakuan Senonoh Yang Aden Lakukan ini, Masih Mending Saya Menginjak Kaki Aden Dari Pada Saya Harus Menampar Muka Aden Nantinya," Kata Mitha Kesal pada Dewa.
Dewa Yang Mendapat Perlakuan Seperti itu Hanya Diam, Karena Baru Kali Ini Ada Yang Berani padanya Seperti ini.
" Hari Ini saya Akan Maafkan Aden, Tapi Kalo Aden Melakukan Hal Tak Senonoh Lagi Sama Saya, Saya Akan Laporkan Aden Pada Kakek Wijaya," Kata Mitha Lagi Dan Malah mengancam Dewa Sebelum Keluar Dari Kamar Dewa.
" Laporkan Saja, Justru Kau Malah Akan di Nikahkan Denganku," Kata Dewa Malah Balik Mengancam Mitha,
Mitha Benar Benar Kesal Pada Dewa Yang Cabul Seperti Itu,
" iiih Dasar Orang Gila," Kata Mitha Kesal.