
" Kau Akan Di Tugaskan Menjadi Pelayan Pribadi Cucuku," Kata Kakek Wijaya pada Mitha.
SIAPA...CUCU KAKEK WIJAYA KAN BANYAK, batin Mitha bertanya namun tak Berani menanyakannya Langsung pada Kakek.
" Maksud Tuan, Putri saya Akan Menjadi Pelayan Pribadi Den Dewa tuan," Tanya Ibu Sri kaget.
DEWA...MAKSUD IBU COWOK YANG GALAK ITU, dalam Hati Mitha lagi.
" Iya... Betul Sekali, Apa Kau Setuju Nak," Tanya Kakek Wijaya pada Mitha.
" Kakek Akan Mengabulkan Apa Saja, Kalo Kau Mau Merubah Sifat Buruk yang Di Miliki Cucu ku yang Satu Itu," Kata Kakek Wijaya lagi.
Mitha Tak Tau Harus Berkata Apa, Ia Juga Bingung Harus Bagaimana,
SIFAT BURUK, EMANGNYA PUNYA SIFAT BURUK APA DEN DEWA SAMPAI KAKEK BERKATA BEGITU, dalam Hati Mitha Bertanya,
" Bagaimana Nak," Tanya Kakek Wijaya.
" Bagaimana Menurut ibu," Tanya Mitha Pada Ibunya,
" Ibu sih Terserah Kamu Saja Sayank," Kata Ibu Sri Tak Mau Menolak Lagi, Apa Lagi Ini Kan Perintah Kakek Wijaya Langsung.
" Baik Kek, Mitha akan Melakukan Apa Yang Kakek Peeintahkan," Kata Mitha Langsung Membuat Keputusan,
" Baiklah, Kalo Kau Bisa Merubah Sifat Buruk Cucu Kakek Itu, Kakek Akan Mengabulkan Apa Pun," Kata Kakek Wijaya Pada Mitha,
" Baik Kek, Tapi.... Mitha tidak Janji Bisa Melakukannya Kek," Jawab Mitha pelan
" Tidak Apa Apa Nak, Kau Mau Menjadi Pelayannya Saja Kakek Sudah Senang," Kata Kakek Lagi.
Mitha Juga Tak Tau dia Bisa Apa Gak Nya Menghadapi Sifat dan Sikap Dewa nanti padanya.
" Kakek Akan Memanggilnya Kemari," Kata Kakek Wijaya.
" Tuan tidak usah memanggil Den Dewa, Biar Saya Saja Yang memanggilnya," Kata Ibu Sri,
" Tidak Usah Sri, Saya Akan Menelvonnya Saja," Kata Kakek Wijaya dan Kakek Wijaya Pun Menelvon Cucunya Itu.
Tak Lama Ada Ketukan Di Pintu Ruang Pribadi Kakek Wijaya.
Tok...
Tok...
Tok...
" Masuk," Kata Kakek Wijaya, Dan Dewa Pun Masuk.
" Kakek memanggilku," Tanya Dewa dengan Suara Serak, Dan Dalam itulah Ciri Khasnya.
" Iya Nak," Jawab Kakek.
" Ada Apa," Tanya Dewa Lagi.
" Perkenalkan, Ini Mitha Putrinya Ibu Sri," Kata Kakek Wijaya pada Dewa, Dan Dewa pun Memperhatikan Mitha sekilas.
" Iya...terus Kenapa," Tanya Dewa Lagi.
" Dia Akan Menjadi Pelayan Pribadimu Mulai Sekarang," Kata Kakek Wijaya pelan.
" Saya Tak Membutuhkan nya Kakek, Lagi Pula Saya Juga Bisa Mengerjakan Apa Saja sendiri," Kata Dewa Menolak Keras Pada Pelayanan untuk Dirinya Sendiri itu.
" Tapi Nak, Semua Cucu Kakek Mempunyai Pelayan Pribadi Masing Masing," kata Kakek Wijaya Lagi.
" Itu kan Mereka, Bukan Saya, Lagi pula Saya masih Bisa Mengerjakan Apa Pun sendiri Kek," Kata Dewa Yang Masih Menolak.
" Kakek Tidak Mau Tau, Anak Ini Akan Menjadi Pelayan Pribadimu, Suka Tidak Suka kau Harus Menerimanya," Kata Kakek Wijaya marah pada Cucu kesayangannya itu.
KAKEK BENAR BENAR MARAH, pikir Dewa
merasa Aneh Karena Biasanya Kakeknya Tak pernah Semarah Ini padanya.
BAIKLAH,AKU TERIMA SAJA DULU, SELEBIHNYA GIMANA NANTI SAJA, dalam Hati Dewa.
" Baiklah...Baiklah, Saya Akan Menerimanya, Kakek Jangan Terlalu Marah Marah Seperti itu, ingat Darah Tinggi Kakek," Kata Dewa Pelan.
" Berkat Siapa Kakek Sampai Marah Seperti Ini Hah, Kau selalu saja Tak Pernah Mau Mendengar apa Kata Kataku," Kata Kakek Lagi.
" Baiklah Saya Akan Mendengar kan mu mulai Sekarang," Kata Dewa pelan
" Tidak Ada Lagi Bukan, Saya Permisi Dulu, Kau.... Ikut dengan ku Sekarang," Kata Dewa Pada Mitha.
Dewa pun Beranjak Pergi, Tak lupa Mitha Pun Mengekorinya di Belakang.
Mitha Pun Mengikuti Dewa Kemana Pun ia Pergi,
Namun Dewa Malah Menuju Kamarnya, Mitha Tak Berani Masuk dan Malah Mematung Di Depan Pintu Kamar Dewa,
" Kau tidak Masuk," Kata Dewa dengan Suara khasnya.
Pertama Tama Mitha hanya Diam karena takut Masuk,
" Bagaimana Kau akan Menjadi Pelayan Pribadiku, Masuk saja Kau Tak Berani," Kata Dewa Lagi, Dan Mitha Pun Masuk.
" Tutup Pintunya," Kata Dewa Lagi.
Mitha Hanya Diam Saja Menyaksikan Dewa Yang Sedang Buka Baju, Namun Mitha Langsung Memalingkan Pandangannya saat Dewa Membuka Bajunya.
DIA MAU NGAPAIN MALAH BUKA BAJU, batin Mitha Bertanya.
" Kau akan Berdiri di situ saja," Kata Dewa pelan.
" Apa Saya Yang Harus Menyediakan Air Mandiku Sendiri," Kata Dewa Lagi.
MANDI...MALAM MALAM DIA MAU MANDI, dalam Hati Mitha Mengomeli Majikan Barunya Itu.
" Maafkan Saya Den, Saya Tidak Tau Harus Bagaimana," Kata Mitha Pelan.
Dewa Yang Baru sadar Kalo Gadis Ini Baru Bekerja Padanya, Dewa Langsung Membuang Nafas Panjang.
" Haaaaaaaaaah.... Saya Lupa Kalo Kau Baru Belajar," Kata Dewa pelan.
" Baiklah... Kemari..." Panggil Den Dewa lagi dan Mitha Pun Mendekatinya...
" Sekarang,, Kamu isikan Air mandi yang hangat untuk Saya Mandi Sekarang, Dan Habis Itu tolong Ambilkan Baju Tidurnya Juga, Pokonya Lengkap," Kata Dewa pelan.
" Baik Den," Mitha Pun Menyiapkan apa Saja Yang Tadi Di Pinta Dewa,
Mitha Pun Ke Kamar Mandi dan Meyalakan Air Hangat Untuk Dewa Mandi.
Setelah Selesai Dengan Air Mandinya Mitha Pun Keluar dari Kamar Mandi,
" Kau Mau Kemana," Tanya Dewa
" Mau Keluar Den," Kata Mitha pelan
SEKALIAN SAJA AKU GODAIN GADIS INI, BIAR NGADU SAMA KAKEK DAN TAK MAU JADI PELAYAN PRIBADIKU, pikir Dewa Tenang.
" Tidak... Kau Tetap di Sini," Kata Dewa pelan.
YA KALI AKU LIHAT DIA MANDI, batin Mitha Kesal.
" Ta..ta Tapi Den," Kata Mitha Gugup,
" Kenapa, Bukan Kah Tugas Pelayan Pribadi Seperti Ini, Paling Tidak Kau Harus Mengurusku Mandi Juga Bukan," Kata Dewa Menggoda Mitha Lagi.
" Saya Saja Tidak Tau, Tugas Pelayan Pribadi Itu Seperti apa," Gumam Mitha Pelan.
" Apa Yang Kau Katakan," Tanya Dewa saat mendengar Gumaman Mitha Pelan.
" Maaf Den, Bukannya Saya Kurang Ajar, Bukan Kah Kalo Melihat Seseorang Mandi apa Lagi Harus Membantunya Seperti Itu di Namakan Tak Senonoh Bukan," Kata Mitha Pelan.
" ap Apa," Tanya Dewa Lagi, Dewa merasa Pendengarannya Salah Makanya Ia Bertanya lagi Pada Mitha.
" Apa Yang Kau katakan Barusan." Kata Dewa Tak mempercayai pendengarannya.
" Yang Saya tau... Menurut Saya Kalo Menjadi Pelayan Pribadi Itu Bukankah Hanya Menyiapkan Perlengkapan Majikannya Saja," Kata Mitha Lagi,
" Menemani Nya Mandi Atau Memandikan Seperti itu sama Saja, Saya Melakukan Tak Senonoh Dengan Den Dewa," Kata Mitha Lagi.
" Baiklah Baiklah.... Kau Keluar Saja," Kata Dewa Tak Tahan dengan Ocehan Gadis Kecil Itu.
" Siapkan Baju Tidurku Juga, Ingat.... Jangan Keluar Dulu seblum saya Suruh Kau Keluar, Mengerti," Kata Dewa Memerintah.
" Baik Den," Kata Mitha Pelan.
Mitha Pun Keluar Dari Kamar Mandi, dan Menyiapkan Baju Tidur Milik Dewa